KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 46


__ADS_3

Veer tersenyum saat melihat Nafi makan dengan lahapnya. Tak seperti yang Veer bytangkan, jika Nafi akan makan dengan malu-malu. Ternyata Quin benar, Jika Nafi memiliki sifat yang unik jika berada di dekat orang yang menurut nya sangat nyaman.


Bolehkan Veer merasa bangga, jika Nafi merasa nyaman berada di dekatnya?


" Naf, pelan-pelan." Veer mengusap sudut bibir Nafi yang belepotan.


" Eh, iya.." Wajah Nafi langsung merona dengan perlakuan manis Veer.


Acara makan malam pun selesai, Veer mengajak Nafi keluar untuk memandang langit dan bintang.


" Veer, kamu yakin bawa aku ke sini? udaranya dingin Veer."


" Ada aku yang bakal hangatin kamu."


Ya, Nafi yang memiliki penyakit hipotermia, dimana tubuhnya tidak mampu menahan cuaca dingin, dan saat ini mereka berada di atap gedung tinggi yang mana angin sangat kencang berhembus, di tambah lagi cuaca yang terasa dingin.


Veer sengaja memesan baju untuk Nafi gunakan saat ini, dengan pakaian yang tertutup, walaupun bagian pahanya terbelah hingga atas lutut.


Veer menuntun Nafi berjalan ke sofa yang sudah di sediakan di sana.


" Dingin?" Tanya Veer saat melihat Nafi memeluk tubuhnya.


" Hmm..."


Veer melepaskan jas nya, dan memakaikan kepadanya kepada Nafi.


" Terima kasih."


Veer langsung menyelimuti Nafi saat mereka sudah duduk di sofa.


" Ehh,. "


Nafi terkesiap saat merasakan sandaran sofa bergerak dan membuat tubuhnya setengah tertidur. Ditambah lagi bagian kaki nya yang bergerak dan membuat kaki Nafi dan Veer sejajar dengan tubuh mereka. Veer membenarkan selimut Nafi, Veer juga memeluk Nafi


Pandangan Nafi langsung terpanah oleh banyaknya bintang di langit.


" Veer, ini sungguh indah.."


" Aku tau, kamu pasti bakal suka."


" Kamu tau, ini pertama kalinya aku berada di tempat seperti ini, dan terima kasih karena telah membawaku."


Veer mengelus wajah Nafi yang terasa dingin.


" Mau aku hangatin sekarang? wajah mubsudah terasa dingin."


Nafi mengerutkan keningnya, bingung dengan perkataan abstrak Veer. Veer terkekeh sambil melepaskan kancing lengan bajunya, dan menggulung nya hingga siku.


" Veer, lihat, ada bintang jatuh.." Ujar Nafi yang membuat Veer mengikuti arah pandang Nafi.


" Kamu suka?"


" Iyaa, itu sangat indah. Biasanya aku melihatnya di film-film, gak menyangka jika itu lebih indah nyatanya."


Veer menoleh ke jam tangannya, sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan biasanya jam segini lah waktu yang tepat melihat bintang jatuh.


" Veer, ada lagi.." Seru Nafi dengan mata yang berbinar.


" Aku akan menangkap satu bintang untuk mu."


" Dasar gombal."


" Kamu tidak percaya?"

__ADS_1


Nafi menggelengkan kepalanya.


" Baiklah.." Veer menaikkan tangannya seolah-olah sedang menangkap satu bintang untuk Nafi.


" Buka lah.." Ujar Veer kepada Nafi, menyuruh Nafi membuka kepalan tangannya.


Nafi tersenyum dan membuka kepalan tangan Veer.


" Veer ini?" Nafi langsung terduduk saat melihat satu buah cincin berlian yang sangat cantik di telapak tangan Veer. Veer pun ikut terduduk.


Veer meraih jemari Nafi dan memakaikannya.


" Maaf, jika cara ku melamar mu tidak romantis seperti yang ada di film-film. Aku hanya ingin hal yang berbeda dari yang lain. Untuk itu, kamu mau kan menghabiskan seluruh hidupmu bersama ku? melahirkan anak-anak yang lucu untuk ku, dan menua bersama ku?" Veer menatap dalam ke mata Nafi.


Satu tetes air mata Nafi terjatuh, lalu Nafi menganggukkan kepalanya.


" Tentu Veer, aku mau.."


Veer menghapus air mata Nafi, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Nafi. Veer mencium bibir Nafi. Perlahan Nafi mengikuti gerakan bibir Veer yang mencecap bibirnya, terkesan kaku, tapi Veer senang karena Nafi sudah mau membalas ciumannya.


Veer mendorong tubuh Nafi pelan untuk kembali bersandar, tangan Nafi perlahan naik dan mengalungkannya di leher Veer.


" Eeuungg.." Nafi mengeluh saat tangan Veer mulai meraba pinggang hingga punggungnya.


Veer melepaskan ciumannya dan turun ke leher jenjang Nafi. Tangan Veer sudah naik untuk meremas gunung kembar milik Nafi. Nafi terkesiap, bayangan yang menjijikkan dalam hidupnya pun kembali terniang dalam ingatannya.


" Veer.." Nafi menahan tangan Veer.


" Maaf, a- aku belum siap untuk melakukannya." Ujarnya dengan suara yang ngos-ngosan dan wajah yang memerah.


Veer mengecup bibir Nafi sekilas.


" Maaf, aku akan menahannya dan menunggu sampai kamu siap."


" Terima kasih, Veer ..."


.


.


" Quin, ada Abi di depan." Mama Kesya memasuki kamar Quin, dan menghampiri Putri satu-satunya itu yang tengah bermain bersama anaknya Popo.


" Abi? mau ngapain?"


" Loh, hari ini kan kamu mau lihat cincin untuk pertunangan kalian."


Quin menepuk keningnya. " Quin lupa... he..he.."


Mama Kesya hanga menggelengkan kepalanya. Tapi, dalam hati Mama Kesya melihat jika sang putri tengah menyembunyikan sesuatu.


" Quin, kamu yakin dengan perjodohan ini?"


" Apa ada alasan untuk Quin menolak?"


Mama Kesya menghela napasnya. " Maafkan Mama ya.. Doa Mama, semoga kamu bahagia bersama Abi." Mama kesya memeluk Quin dan mencium pucuk kepala Quin.


" Ma, kapan mama jatuh cinta dengan Papa?"


Mama Kesya merelaikan pelukannya. " Mama gak tau perasaan itu sejak kapan ada, tapi setelah Mama menikah dengan Papa, rasa cinta itu semakin tumbuh hari demi hari."


" Apa Quin bisa mencintai Abi? seperti Mama mencintai Papa? dan Apa Abi bisa mencintai Quin? seperti besarnya cinta Papa ke Mama?"


" Insya Allah, Mama yakin Abi pasti akan cinta sama kamu. Siapa sih yang gak jatuh cinta dengan kamu?"

__ADS_1


" Ada Ma, " Ujar Quin sendu. Mama Kesya merapikan rambut Quin.


" Udah, jangan ingat Masa lalu lagi ya.. sekarang ayo temui Abi, kasihan dia jika menunggu lama."


Quin mengangguk dan langsung beranjak ke kamar mandi.


" Maaf ya lama." Ujar Quin dan menghampiri Abi yang tengah berbincang dengan Papa Arka.


Abi terpana melihat penampila. Quin yang sederhana namun terlihat sangat cantik. Riasan tipis dan listik nude, membuat Quin memang terlihat sederhana.


Quin dan Abi pun berpamitan dengan Papa Arka dan Mama Kesya.


" Pa, semoga mereka bisa saling cinta Ya.."


" Amin, semoga mereka benar-benar bisa menjadi pasangan yang sempurna."


Papa Arka pun menuntun Mama Kesya ke kamar.


" Dasar genit." Mama Kesya mencubit pinggang papa Arka.


" Mumpung sepi sayang.."


.


.


Abi melihat-lihat cincin yang di tunjukkan oleh pelayan toko.


"Ada yang kamu suka?" Tanya Abi.


" Entahlah, semua terlihat terlalu mencolok. "


Abi menghela napas nya saat mengetahui jika Quin tidak memperhatikan cincin-cincin tersebut.


" Quin."


" Hmm?"


Quin terkejut saat Abi memasangkan sebuah cincin di jari manisnya.


" Cantik, Saya pilih yang ini." Ujar Abi kepada pelayan toko sambil memberikan sebuah kartu berwarna hitam.


" Baik Pak, tunggu sebentar."


" Ada yang kamu fikirkan?" Tanya Bai menatap dalam ke mata Quin.


" Hmm, mood ku kurang bagus.'


" Mau eskrim?"


" Boleh.."


Setelah pelayan toko memberikan kembali kartu milik Abi, Mereka pun meninggalkan toko tersebut.


Cincin yang dipesan oleh Abi akan di kirimkan beserta sertifikatnya ke rumah Abi.


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2