
Prosesi akad nikah pun berlangsung dengan khidmat. Hanya dengan sekali tarikan napas, Zein berhasil melakukan Qabul dengan sempurna.
"Kamu cantik," bisik Zein saat mereka baru saja selesai menandatangani buku nikah.
MC pun memerintahkan Kayla dan Zein untuk bersalaman. Kayla mencium punggung tangan Zein, sedangkan pria itu tangannya yang bebas memegangi kepala sang istri.
Setelah prosesi salaman, Zein di perintahkan untuk mencium kening Kayla. Moment itu sangat di manfaatkan oleh Zein, karena ini adalah kecupan pertama mereka saat resmi menjadi suami istri.
Air mata Kayla pun jatuh di pipi, begitu pun dengan Zein. Setelah perjalanan panjang cinta mereka yang tak di ketahui oleh siapa pun. Bahkan, cinta yang takut mereka tunjukkan kepada orang lain, karena status mereka yang terasa sangat ribet, serta perdebatan hati yang setiap hari menyiksa, antara cinta atau terbiasa, akhirnya menemukan titik terang.
Pernikahan pun terlaksana dengan khidmat dan mengharukan.
Zein mengusap pipi Kayla dengan lembut, menghapus air mata yang membasahi wajah cantik Kayla.
"Jangan menangis," lirih Zein.
"Aku bahagia," ujar Kayla dengan tersenyum.
Zein mendorong kursi roda Kayla untuk menyalami orang tua mereka.
"Oma, mohon restunya___"
"Oma? Gak salah Zein?" pekik Fatih yang mana membuat yang lainnya tertawa.
Zein menggaruk kepalanya yang tak gatal, kemudian kembali mengulan ucapannya.
"Mama, maafin semua kesalahan Zein, dan juga mohon restunya atas pernikahan Zein dan Kayla. Doakan kami agar bisa membina keluarga yang sakinah, mawardah, dan warahmah. Serta memberikan keturunan yang Soleh dan Solehah."
"Aamiinnn ...." ucap semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Iya, doa dan restu Mama selalu akan Mama berikan kepada kalian," ujar Oma Rosa sambil mengusap kepala Zein.
"Iya Oma, Makasih."
"Oma?" tegur Oma Rosa lagi.
"Eh, Mama maksudnya, hehe, maaf, belum terbiasa."
"Itu lah yang aku rasakan, Zein," ujar Lana dan mereka pun tertawa.
Ya, Lana terkadang masih sering menyebut mertuanya dengan sebutan Oma dan Opa, tetapi, perlahan panggilan tersebut pasti akan memudar.
Setelah prosesi sungkeman selesai, Zein kembali mendorong kursi roda Kayla ke pelaminan yang telah di sediakan. Para tamu undangan yang datang pun memberikan selamat kepada pengantin baru tersebut.
"Duh, cantik banget sih, Mbak?" ujar Raysa kepada Kayla.
"Makasih, sebentar lagi kamu juga akan merasakannya,"
"Insya Allah, Mbak."
"Duh, pengantin baru cantik Bangeet," puji Anggel dan Quin.
"Makasih,"
__ADS_1
"Foto dulu yuukk," seru Raysa dan langsung mengajak selfi pengantin wanita. Bahkan, Zein sudah di geser oleh Raysa, karena hanya ingin berfoto dengan pengantin wanita saja.
"Waah, ini sih namanya bukan foto dengan pengantin," protes Zein yang hanya ditanggapi dengan kekehan oleh Kayla, Anggel, Raysa, dan Quin.
"Tunggu, ikutaan dong," ujar Desi sambil berlari dan menghampiri pengantin baru serta sahabt-sahabagnya itu.
Kakek Farel yang melihat kondisi Kayla pun bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan cucu menantunya itu.
"Beneran kan gak ada yang di tutup-tutupin dengan keadaan Kayla?" tanya Kakek Farel kepada sang putra.
"Benar, Pi. Kayla hanya terjatuh darinkamar mandi dan kakinya terkilir," ujar Papa Arka.
Kakek Farel pun menghela napasnya pelan. "Baiklah, Papi percaya sama kamu. Tetapi, jika Papi mendengar ada yang ingin mencelakai Kayla, Papi akan hukum kamu, karena telah membohongi Papi," ancam Kakek Farel.
"Iya, Pi. Raja mana berani bohongi Papi."
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, para tamu undangan yang datang untuk melihat prosesi akad nikah pun beberapa sudah pulang. Hanya kerabat dekat saja yang masih tertinggal.
Quin, Anggel, Kayla, Desi, dan Raysa pun berkumpul.
"Yah, kayaknya ada yang gagal malam pertama nih," ledek Desi yang mendapatkan cubitan dari Anggel.
"Udah pinter ya sekarang ngomongnya," tegur Anggel.
"Gimana gak pinter? Gurunya aja ada dua," ujar Desi sambil terkikik melirik ke arah Quin dan Anggel. Raysa pun ikut terkikik mendengar ledekan Desi untuk kakak sepupunya itu.
"Jadi, kamu kapan sama Jo?" tanya Quin.
Kayla, Anggel, dan Quin pun tertawa di atas penderitaan Desi dan Raysa.
*
"Aku bantu?" ujar Zein yang melihat Kayla kesusahan membuka kebayanya.
"Eh, eng itu__"
"Kenapa? Kamu malu?"
"Eng, i-itu__"
"Aku janji, gak bakal ngapa-ngapain. Aku hanya akan membantu kamu melepaskan baju itu,"
Zein pun mengangkat Kayla dari kursi roda, kemudian membawanya duduk di pinggir tempat tidur. Zein perlahan menarik resleting kebaya yang di kenakan oleh Kayla, sehingga menampilkan kemban yang di kenakannya.
"A-aku bisa sendiri, Kakak lihat sana dulu," ujar Kayla dengan gugup.
"Kenapa? Udah sah juga kok,"
"Iih, udah lihat sana dulu. Aku malu," ujar Kayla sambil mendorong tubuh Zein menjauh darinya.
"Oke-oke, baiklah."
Zein mengambilkan baju daster milik Kayla dari lemari, kemudian di letakkan di samping istrinya itu.
__ADS_1
Zein pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menganti pakaiannya. Kayla tak ingin membuang waktu lebih lama, diansegera melepaskan kebaya buatan Mami Ada denga. cepat, kemudian mengenakan daster yang di berikan oleh Zein tadi.
Ceklek...
Kayla menoleh ke arah pintu kamar mandi, Zein sudah terlihat segar dengan rambutnya yang basah. Untungnya saat ini dia sudah selesai mengganti bajunya.
"Mau aku bantu hapusin make up-nya?" tanya Zein.
"Eng, gak papa, aku bisa sendiri. Kakak bantuin aku pindah ke tempat kursi roda, ya,"
Zein pun kembali menggendong Kayla dan mendudukkannya di kursi roda. Kayla mengambil skincare-nya dan mulai membersihkan make-up yang ada di wajahnya.
"Sebenarnya aku ada kejutan untuk kamu, tapi sepertinya kejutan itu bakal gagal," ujar Zein dengan sendu.
"Kejutan?"
"Iya."
"Apa?"
"Ada deh, kalau aku bilang, bukan kejutan lagi namanya."
"Tapi katanya gagal buat kejutannya?"
"Kan aku bilang sepertinya, bukan beneran gagal."
"Oh, berarti ada kemungkinan untuk terwujud dong?"
"Iya."
"Duh, gak sabaran deh, pingin tau apa kejutannya." ujar Kayla dengan dengan wajah yang menggemaskan.
"Sabar ya, doain semoga kejutannya berhasil," ujar Zein sambil membelai pipi Kayla.
Setelah membersihkan wajahnya, Zein mengajak Kayla untuk solat Zuhur bersama. Zein pun membantu Kayla untuk mengambil air wudhu.
Setelah solat berjamaah bersama, Zein membaringkan Kayla di atas tempat tidur dengan Zein juga ikut naik keatas tempat tidur.
"Aku ngantuk, kita tidur ya, nanti malam akan menjadi malam yang melelahkan juga sangat membahagiakan," bisik Zein dan mengecup kening Kayla dengan lembut.
Mereka pun berdua terlelap dalam tidurnya sambil berpelukan. Jangan di tanya bagaimana keadaan jantung Kayla saat ini.
** Yukk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF
__ADS_1