KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 52 " Om-om genit "


__ADS_3

Arka masuk kedalam rumah. ' pemandangan yang indah' Batin Arka saat melihat Kesya tengah di peluk oleh Mami Laura. Arka mendekat kearah Papi nya.


" Kita pulang sekarang ?" Tanya Tuan Farel.


" Arka di sini dulu Pi, mau bantu beres-beres dulu. ' Ucap Arka yang di angguki oleh Tuan Farel.


" Kalo begitu saya dan istri pamit pulang dulu ya besan." Ucap Tuan Farel kepada Ayah Nazar dan Daddy Roy yang di tanggapi dengan tawa oleh mereka berdua.


Ha.. ha.. ha..


Di rumah Kesya memang tidak ada pembantu, karena Mami Shella suka mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mandiri. Jadi dulu sebelum Vina menikah dan Bara pindah tugas, Mereka sering di bagi kerjaan untuk membersihkan rumah oleh Mami Shella.


Tapi setelah Vina dan Bara tidak tinggal di rumah lagi, hanya kesya yang membantu Mami Shella dalam membersihkan rumah. untungnya Rumah Mami Shella tidak terlalu besar. Hanya halaman saja yang luas.


Setelah kepulangan Tuan Farel dan Mami Shella, Kesya mulai membersihkan ruang tamu, mengangkat piring kotor dan membawanya ke belakang. Arka yang melihat Kesya membawa banyak piring dan gelas yang disusun dalam ember berukuran sedang pun langsung mengambil alih untuk mengangkat piring kotor tersebut.


" Biar saya saja " Ucap Arka dan mengerlingkan matanya sebelah kepada Kesya.


Kesya hanya merinding melihat kegenitan Arka. Belum sampai 2 jam dia bertunangan dengan Arka, tapi Arka sudah mulai genit dengannya. ' Dasar Om-om genit' batin Kesya dan mengikuti Arka menuju dapur.


Vina membersihkan ambal dengan facum cleaning, Dan kemudian menggulung ambal tersebut. Vano dan Leo mengangkat ambal tersebut dan menyimpannya ke dalam gudang. Sedangkan Ayah Nazar, Daddy Roy, dan Arka mengangkat kursi yang di letakkan di luar, dan di masukkan kembali ke dalam ruang tamu. Leo dan Vano pun ikut membantu.


Kesya yang sedang mencuci piring terkejut dengan kehadiran Mami Shella yang tiba-tiba dan langsung berbicara. Membuat Kesya terlonjak kaget.


" Kamu memilih keputusan yang benar sayang, Mami bangga sama kamu" Ucap Mami Shella.


Kesya masih mengatur napasnya karena terkejut. Kemudian Kesya tersenyum menanggapi ucapan Mami Shella.


" Kalo Mami boleh tau, kenapa kamu bisa memilih Arka?" Tanya Mami penasaran.


Kesya mencuci tangannya, kemudian berbalik badan menghadap Mami Shella yang sedang membuat teh untuk para pria tampan di depan. Vina yang mendengar pertanyaan Mami nya langsung mempercepat jalannya, pasalnya dia juga penasaran kenapa Kesya memilih Arka. Karena yang Vina tau kalo Kesya selalu saja berdebat jika bertemu.


" Iya Key, Mbak juga penasaran. Kenapa kamu bisa milih Om Arka?"


Kesya menghela napasnya pelan.


" Karena Ibu " Ucap Kesya.


Mami Shella dan Vina pun mengerutkan keningnya.


" Dalam surat Ibu yang Mami kasih kemarin, Ibu berpesan untuk mencari seseorang cintanya melebihi cinta Kesya. Dan Saat Kesya bingung, Kesya disuruh menyebut namanya dan menutup mata. Maka wajah orang tersebut akan muncul dalam benak Key." Jelas Kesya.

__ADS_1


" Lalu? Yang muncul dalam benak kamu itu Om Arka?" Tanya Vina.


Kesya mengangguk. " Awalnya Kesya menyebut nama Mas Dilan, Tapi saat Kesya menutup mata, wajah Om Arka yang muncul dalam benak Kesya. Kesya menyebut nama Mas Dilan sampai 3 kali, tapi tetap saja wajah Om Arka yang muncul." Jelas Kesya.


" Kamu emangnya punya rasa dengan Dilan? " Tanya Vina hati-hati.


Kesya menggeleng.


" Lalu, kenapa kamu sebut nama Dilan sampai 3 kali kalo kamu gak suka dengan dia?"


" Nyebut nama Om Arka terasa janggal, karena Kesya selalu saja berdebat dengan dia. Dan Om Arka sering buat Kesya kesal. Makanya Kesya fikir gak mungkin jika On Arka bakal muncul di benak Kesya." Ucap Kesya lirih


Mami Shella dan Vina pun tertawa.


" Makanya, jangan terlalu benci dengan orang. Jadi berjodohkan?. Oh iya, mbak jadi ingat. Kamu pernah bilang kalo kamu gak mau sama Om-om. Sekarang kamu kenak getahnya kan. Ha..ha.. ha..." Ucap Vina tertawa senang.


Kesya mendengus kesal mendengar ucapan Vina.


" Kamu hutang satu permintaan ya sama mbak. Nanti di saat yang tepat, mbak akan nagih itu. Tante Kesya" Goda Vina sambil mencolek dagu Kesya dan lari menuju ruang tamu.


" Iih Mbak Vina nyebelin" Teriak Kesya.


Kesya kembali membalikkan badannya dan kembali mencuci piring dengan kesal.


" Kayaknya ada yang mulai jatuh cinta nih sama Saya" Bisik Arka di telinga Kesya.


Kesya kembali terlonjak kaget, dan untungnya piring yang sedang di sabuninya tidak pecah.


" Iih, Om apaan sih? Sana jauh-jauh" Usir Kesya.


Arka menaikkan alisnya sebelah. " Om? Tadi kan udah sepakat panggil saya dengan sebuayn lain."


Kesya memutar bola matanya malas. Si Om-om genit ini udah mulai lagi dech.


" Iiyaa.. iyaa.. Mas jauhkan dikit sana, Kalo Mami kedapur kan gak enak di lihatnya mas dekat-dekat sama Kesya" Ucap Kesya dengan terpaksa melembutkan suaranya.


Mendengar suara Kesya seperti itu, Arka merasa jika Kesya menggodanya, dan sesuatu yang di bawah sana pun terasa sempit.


' Ternyata benar kata Roy, jika suara Kesya ini menggoda. Pantes saja penggemarnya rame yang laki-laki, Apalagi yang tua bangkotan itu. iih.. pokoknya gue gak bakal ngijinin Kesya nyiar jika udah jadi binim gue' Batin Arka sambil menahan sesuatu di bawah sana.


Kesya selesai mencuci piring, dan dilihatnya Arka yang sedang bersandar di dekatnya dan bersedekap sambil menutup mata. Kesya mendekati Arka, dan memadang wajah Arka. Entah sejak kapan Kesya merasa nyaman memandang wajah ini.

__ADS_1


Arka membuka matanya dan kemudian bergerak mengurung Kesya . Arka meletakkan tangannya di pinggir wastafel. Napas Arka terasa menyapu di wajah Kesya. Kesya menundukkan wajahnya.


" Kenapa menunduk? Bukannya kamu ingin memandang wajah saya?" Bisik Arka di depan wajah Kesya.


Kesya mendorong dada Arka. tapi tidak ada pergerakan sedikitpun. Tubuh Arka yang besar telah menyelimutinya.


" Om, nanti Mami ke sini, gak enak kalo di lihat Mami" Ucap Kesya yang masih menundukkan wajahnya.


" Saya akan melepaskanmu kalo kamu melihat wajah saya."


Dalam hati Kesya sudah kesal, dan Kesya pun mendongakkan wajahnya agar dapat menatap wajah Arka.


Dilihat nya Arka tersenyum. Kesya tertegun sempat tertegun melihatnya. Namun mata Kesya melotot saat Arka mendekatkan wajah nya.


" Besok pagi saya jemput jam 7, Kamu harus sudah siap." Bisik Arka tepat di telinga Kesya. Membuat Kesya merinding merasakan napas Arka menyapu telinganya.


Arka melepaskan Kesya dan mengerlingkan matanya sebelah sebelum meninggalkan Kesya.


Setelah kepergian Arka, Kesya merasa baru bisa bernapas dengan lega.Dan dipegangnya jantungnya yang berdegup kencang.


" Bisa jantungan gue kalo gini. Dasar Om-om mesum" Gumam Kesya.


.


.


.


.


.


Hai readers..


Apa kabar? Semoga sehat selalu ya..


Salam hangat dari AUTRHOR.


dan di tunggu loh dukungannya.


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA..

__ADS_1


__ADS_2