KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 95 " Cinta Luar Biasa"


__ADS_3

" Calon cucu Mama gimana kabar nya?" Tanya Mama Rosa kepada Kesya.


" Alhamdulillah Ma, sehat. Cuma Key aja yang kurang sehat"


" Hmm, kamu harus banyak makan buah, Minum vitamin, susu hamilnya juga Jangan sampai lupa." Ujar Mama Rosa.


Hati Kesya merasa hangat mendengar perhatian dari Mama Rosa. " Iya, makasih ya Ma"


Mama Rosa pun memeluk penuh dengan cinta.


" Oh ya, Ayah mana Ma?" Tanya Kesya.


"Eh, iya.. ya, mana ya? Perasaan di sana tadi" Tunjuk Mama Rosa kearah Daddy Roy dan yang lainnya.


Ngiiing.... Jreng..


Suara dengingan Mic dan gitar pun terdengar. Acara syukuran pernikahan Ayah Nazar dan Mama Rosa memamg mengundang musik live. Jadi jika ada para tamu undangan atau keluarga yang ingin menyumbangkan lagu, dipersilahkan.


Semua mata tertuju ke panggung musik. Termasuk Kesya dan Mama Rosa. Terlihat di atas panggung Ayah Nazar yang sedang memegang gitar, dan mencocokkan nada dengan sang penyanyi yang tak lain dan tak asing lagi, yaitu Arka. Mertua dan menantu yang kompak.


"Assalamualaikum, selamat siang semua. Saya dan mertua saya ingin mempersembahkan lagu, terutama untuk kedua wanita cantik yang sedang berada disana" tunjuk Arka kepada Kesya dan Mama Rosa.


Wooww...woowwuuhhww.


Jeritan dan tepuk tangan langsung terdengar bergemuruh. Kesya dan Mama Rosa langsung tersenyum, tersipu malu, dan merona.


" Wanita yang bisa mencairkan hati yang beku. Dan membuat jantung kami berdetak tak karuan. Semoga para tamu undangan tidak mual mendengar suara saya. Dan yang belum makan, mohon jangan makan dulu, takutnya selera makannya patah, dan yang sedang menikmati makannya, silahkan dipercepat makannya, takutnya nasinya gak mau ketelan lagi karena mendengar suara saya."


Terdengar suara tawa dari seluruh tamu undangan.


Untuk menghemat waktu, langsung saja syaa persembahkan lagu 'Cinta Luar Biasa' ini untuk Mama mertua saya, dan Istri saya tercinta."


" I Love you, Kesya Az-Zahra" Ujar Arka.


" Je t'eime, Rosa Melinda ( aku mencintaimu, Rosa Melinda)" Ujar Ayah Nazar.


Jreeng...


Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati  tenang mendengar suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari hari berganti kini cinta pun hadir


Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari

__ADS_1


Lentik indah matamu manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Hmmm.....


Tulus padamu


Teriakan histeris terdengar sangat kuat dari jeritan Vano, Leo, dan Fadil. Udah jadi trio bajaj mereka, saat Arka dan Ayah Nazar naik keatas panggung, mereka bertiga langsung berdiri di depan panggung dengan mengambil rangkaian bunga yang tersedia di Vas bunga yang berada di atas meja.


Setelah lagu berakhir, Vano mendatangi Vina, dan memberikan bunga tersebut. di sambut tepuk tangan meriah dari Para tamu undangan. Vina menerima bunga tersebut, tanpa malu Vano langsung mencium bibir Vina, hingga orang tua yang membawa anak terpaksa menutup mata anak-anak mereka. Wajah Vina sudah memerah karena perlakuan Vano. Tetapi dia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya, terlebih saat Vano berlutut dan mencium perutnya. " Terima kasih sayang, sudah bersedia menjadi istri ku, dan mengandung anak kita" Bisik Vano. Vina hanya bisa menangis terharu dan membalas pelukkan Vano, saat Vano merentangkan kedua tangannya.


Leo mendatangi Anggun, berlutut dihadapannya, dengan mengeluarkan satu kotak bludru berwarna biru yang sudah terbuka, dan terdapat sebuah cincin berlian berwarna biru. "Anggun Fransiska, Maukah kau menikah dengan ku. Menjadi istri ku, Ibu dari anak-anak ku, dan menjadi satu-satunya wanita yang menemaniku hingga rambut ku memutih, wajah ku keriput, dan menua bersamamu. " Ujar Leo, yang ternyata melamar Anggun di hadapan semua orang. Anggun menangis terharu, Dan menganggukkan kepalanya seraya berkata " Yes, I Will ".


Leo memasangkan cincin tersebut Ke jari manis Anggun. Tepuk tangan pun terdengar bergemuruh. Leo mengecup kening Anggun dengan cepat, karena Mami Mega menatapnya horor.


" Belum muhrim" ujar Mami Mega dengan gerakan mulutnya.


" Ngapain Lo dekat gue" Ujar Puput.


Sraakk..


Fadil mendekati Puput dan memberikan bunga langsung ketangan Puput. Dengan sigap Puput menangkap rangkaian bunga tersebut sebelum terjatuh.


"Buat Lo" Ujar Fadil.


"Makasih"


" Sekarang Lo resmi jadi pacar gue"


" Eeh, enak aja Lo. Mana bisa gitu"


" Ya bisa lah, buktinya Lo udah Nerima bunga dari gue, itu tandanya Lo juga udah Nerima cinta gue."


" Gak"


" Lo tolak, gue cium Lo di depan orang banyak"

__ADS_1


" Awas aja Lo kalo berani"


" Terima gak?"


" Iyaa iyaa, gue terima. Maksa banget. Udah gak romantis."


" Lah, ini kan kita lagi 'Romantis' alias Rombongan Makan Gratis"


" Songong Lo"


" Tapi Lo cinta kan"


" Kagak"


" Gue cium Lo"


" Dasar Jablai"


" Sekarang udah gak, kan ada Lo yang bakal belai gue"


Puput hanya mendengus kesal. Berdebat dengan Fadil memang tidak pernah habisnya. Jika dia tidak mengalah, maka bisa di pastikan hingga tamu pulang, mereka masih berdebat dengan hal yang tidak penting.


Arka dan Ayah Nazar turun dari panggung. Ayah Nazar meraih tangan Mama Rosa dan menciumnya.


" Yaah Om, masa cuma cium tangan sih. Gak seru aah" Teriak Fadil.


Memang si Fadil ini gak ada akhlak, minta di ceburin ke kolam ikan kali dia ya.


Dengan malu-malu Ayah Nazar mencium kening Mama Rosa. Mama Rosa menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu. Ayah Nazar langsung saja memeluk Mama Rosa.


Ciieeeee.. wwowowww..


Sorakan dan tepuk tangan kembali bergemuruh.


Kesya menelan salivanya saat Arka menatapnya intens, Kesya takut jika Arka akan menciumnya seperti Vano yang mencium bibir Vina. Arka berlutut di dekat kursi roda Kesya. Karena Kesya masih duduk diatas kursi roda. Arka mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Di keluarkan barang tersebut, dan langsung dikalungkannya ke leher Kesya. Kalung yang sangat cantik sudah bertengger di leher jenjang kesya yang putih. Arka mengambil tangan Kesya dan menciumnya.


Ketika melihat wajah Kesya, ternyata Kesya sedang cemberut dengan menatap Arka.


"Loh, kok cemberut? Gak suka ya sama hadiah Mas" Ujar Arka.



Kesya menganggukkan kepalanya. Lalu air matanya mengalir membasahi pipi Kesya.


" Kok nangis sih sayang" Ujar Arka sambil menghapus air mata Kesya.


" Mas selalu memberikan aku hadiah, tapi aku tidak pernah memberikan Mas hadiah" Lirih Kesya.


" Siapa bilang kamu tidak pernah memberikan Mas hadiah?. Bahkan kamu memberikan Mas hadiah yang sangat besar dan istimewa. Hadiah Mas yang paling besar pertama yang kamu berikan adalah, Kamu menjadi istri Mas, dan Hadiah terbesar kedua adalah, di dalam sini ada anak kita. Dan itu sudah menjadi hadiah yang sangat berarti buat Mas. Tidak ada hadiah yang paling spesial, selain kamu dan calon anak kita ini" Ujar Arka sambil membelai perut Kesya, Kesya langsung berhambur kedalam pelukan Arka, dan menangis terharu dan bersyukur mendapatkan suami seperti Arka.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2