
" Gimana? Ketemu?"
Tanya Kesya saat melihat Bara dan Fadil memasuki kamar rawat inap.
Bara menggelengkan kepalanya, kemudian menghempaskan tubuhnya kasar di sofa.
" Hah, terlambat Key" Ujar Bara sambil menutup matanya dengan lengannya.
Kesya tau, saat ini Bara sedang menangis. Kesya pun meneteskan air matanya, sebisa mungkin dia menahan Isak tangisnya agar tidak di dengar oleh Bara.
Baby twins menyusu dengan lahap. Untungnya setelah Mami Shella mengurut payud**a Kesya, ASI nya langsung lancar, hingga sampai menetes-netes. Kesya sangat bersyukur karena memiliki ASI yang berlimpah, Kesya berharap dia bisa memberikan ASI eksklusif kepada Veer dan Qila, walaupun itu hanya 6 bulan, ataupun 4 bulan.
Anggun memeriksa keadaan Kesya, Tidak ada yang perlu di khawatirkan, Tekanan darah Kesya juga sudah normal.
" Mbak Anggun, aku udah boleh pulang gak?"
" Udah bosan nich ceritanya di rumah sakit?"
" Bangeet, padahal cuma 2 hari di sini, cuma udah bosan banget. Pingin pulang aja. Lagian aku nya juga gak ada keluhan apa-apa kan?"
" Hhm, Kondisi Tante sudah lebih baik. Tapi seminggu lagi harus chek up. Tante udah bisa pulang, kalo emang gaka da keluhan lain." Ujar anggun sambil mengganti popok Qila.
" Pulang sekarang aja ya Mas, bosan juga di rumah sakit." Pinta Kesya kepada Arka.
" Ya udah, Mas kabari Duo Mami dulu ya. Tadi mereka mau ke sini sih bilangnya"
" Iya sayang"
Arka meraih ponselnya dan menghubungi Mami Shella. Karena Kesya meminta pulang kerumah Mami Shella. Mami Shella sangat antusias mendengar jika Kesya akan pulang ke rumahnya. Setelah menghubungi Mami Shella, Arka menghubungi Mami Laura.
" Assalamualaikum Mi?
"......"
" Oh, Mami udah di rumah sakit?"
" Iya Raja, ini Mami udah di kamar Kesya" Ujar Mami Laura yang baru saja membuka pintu.
" Jadi udah bisa pulang?" Tanya Mami Laura kepada Anggun.
" Iya Oma, Kesehatan Tante Kesya juga sudah membaik, tidak ada masalah"
" Ya udah, mau pulang kapan?" Tanya Mami Laura kepada Kesya.
" Pulang sekarang aja ya Mi"
" Ya udah kalo gitu, Mami beresin barangnya dulu ya. Kamu duduk manis aja di situ. Okey sayang"
Mami Laura menyuruh Arka untuk menghubungi staf administrasi, untuk mengkonfirmasi kepulangan Kesya. Sedangkan Mami Laura membereskan perlengkapan Kesya di rumah sakit.
" Loh, kok udah beres-beres?" Tanya Ayah Nazar yang melihat Mami Laura sedang memasukkan barang-barang Baby twins kedalam tas.
" Iya Yah, Kesya udah bisa pulang. Tadi Arka hubungin ayah, cuma nomornya gak aktif"
" Iya, Ponsel Ayah habis baterai" Ayah Nazar mendekat kearah sang putri. " Kamu gak ada keluhan kan?"
Ayah Nazar terlihat khawatir, karena Saat Mama Rosa melahirkan Kayla, Mama Rosa banyak kehabisan darah, dan harus di rawat di rumah sakit selama dua Minggu lebih. Ayah Nazar tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya lagi. Maka dari itu Ayah Nazar mengkhawatirkan kondisi Kesya.
" Insya Allah Kesya baik-baik aja Yah" Kesya menggenggam tangan sang Ayah yabg terlihat sangat khawatir.
" Sudah semua?" Tanya Arka yang melihat Mami Laura sudah siap membereskan semua perlengkapan Kesya.
" Udah, Kamu sudah telpon Duda?"
__ADS_1
" Sudah Mi"
Oweekkk oweekkk oweekkk
" Oohh, anak Mama haus yaa" Kesya mengambil Qila yang tengah nangis, dan tak berapa lama Veer pun juga ikut menangis.
" Ya gini Key, kalo anak kembar. Kalo satunya nangis, satunya lagi pasti ikutan nangis. " Ujar Mami Laura yang sudah memberikan botol susu kepada Veer yang berisi Asi milik Kesya.
" Iya Mi, tadi malam aja sampai panik sendiri Mi. Veer nangis, tiba-tiba Qila juga ikut nangis. Mas Arka sampai bingung mau ngapain. Untungnya Mami Shella menginap di sini"
" Iyaa, intinya anak kembar itu lebih ekstra. Dan kamu, harus banyak makan sayur dan makanan yang bergizi. Biar ASI-nya melimpah." Ujar Mami Laura.
" Kamu nanti beli kacang almond deh, biar Kesya ngemil kacang almond. Kacang almond bisa buat ASI melimpah juga" tambah Mami Laura kepada Arka.
" Iya Mi "
" Duh, si ganteng ngenyotnya kenceng banget. Haus yaa sayang" Ujar Mami Laura.
Setelah habis meminum susu di botol, Mami Laura menyuruh Kesya memberikan ASI langsung kepada Veer, dan gantian Qila yang meminum susu dari botol.
" Kamu jadi nya kapan Anggun?" Tanya Mami Laura yang membuat Anggun terkejut.
" Ya ampun Oma, Ngagetin deh pertanyaannya. he..he.."
" Kok ngagetin sih. "
" He..he..he.. Iya Oma, tadi Anggun lagi melamun, jadi kaget deh."
" Jadi kapan?"
" Iya Oma, mungkin habis Tante Kesya turun tanah. "
" Hmm, kalo bisa di pastikan terus pastinya kapan."
" Sudah semua? Duda sudah berada di luar" Ujar Arka.
" Sudah "
" Aku panggil perawat ya" Ujar Anggun dan meraih gagang telpon yang berada di atas nakas. Setelah menyuruh perawat datang dengan membawakan kursi roda, Anggun menggendong Baby Qila.
Cekleek..
" Udah mau pulang Om?" Tanya Leo yang baru saja masuk.
" Iyaa, ada yang gak betah di rumah sakit"
" Hai Qila.. anteng banget sih kamu" Leo mentowel pipi Qila, dan tak berapa lama Qila menangis.
Oweekkk oweeekk oweekk..
" Ya ampun Leo, tangan kamu berduri apa yaa. Setiap kamu pegang pasti nangis" Ujar Mami Laura dan memberikan botol susu kepada Anggun.
Leo hanya menggaruk kepalanya sambil nyengir.
Oweekkk oweeekk oweekk..
" Ihh, lucu ya kembar, satu nangis, yang satu ikut nangis.. Hi..hi.." Leo terkekeh melihat sepupu kecilnya itu.
Kesya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Leo sangat bahagia saat mendengar Baby twins menangis saling bersahutan.
Tak berapa lama perawat datang bersama Bram dan Papi Farel.
" Sudah siap semua? Kita pulang sekarang?" Tanya Papi Farel.
__ADS_1
" Udah Pi"
Kesya pun di dudukkan di atas kursi roda, sedangkan Baby twins di gendong oleh Mami Laura dan Papi Farel.
Duda dan Jodi dengan sigap langsung membawakan barang bawaan Kesya dan Baby twins. Arka mendorong kursi rodanya yang di duduki oleh Kesya dengan perlahan.
Ayah nazar masih terlihat khawatir, hingga Bram merangkul Ayah Nazar dan memberikan nasehat dan juga ilmu pengetahuan kedokteran jika terjadi sesuatu kemungkinan yang buruk. Misalnya terjadi pendarahan.
" Kami pulang ya Mas, Leo, Mbak Anggun" Ujar Kesya berpamitan kembali setelah berada di dalam mobil.
Anggun, Leo dan Bram pun melambaikan tangannya.
" Hati-hati ya Duda bawa mobilnya. Pelan-pelan" Nasehat Bram sebelum Duda menancapkan Gasnya.
" Siap Pak"
Seperti yang di katakan Bram, Duda membawa mobil dengan kecepatan 20, Agar tidak menimbulkan guncangan yang kuat. karena jalan yang tidak rata, bagaikan wajahnya yang saat ini sedang bersemi jerawat di hidung dan kening.
" Pelan Duda" Ujar Arka saat merasakan laju sedikiy cepat.
Duda melihat kecepatannya, hanya naik setengah garis. Si Bos tau aja kecepatannya naik.
Sedangkan di rumah Mami Shella. Vina, Vano, Ara, Bara, Mami Shella, Daddy Roy, Mama Rosa, Baby Kayla, Baby Zein, Mili, Baby Fatih, Gilang, Puput, Fadil, dan Baby Lana ( minus Kiki yang sedang berada di sekolah ) sudah mempersiapkan kedatangan Baby twins. kamar tamu yang sudah di sulap menjadi kamar Kesya pun sudah di dekor dengan secantik mungkin.
Kesya turun daei mobil, dan sudah di sambut dengan Mami Shella dengan pelukan.
" Welcome honey"
Mereka memeluk Kesya bergantian.
" Awas kalo berani peluk" Ancam Arka kepada Gilang yang siap ingin memeluk Kesya.
Kesya hanya terkekeh mendapati wajah Gilang yang terkejut dan kemudian menyengir. Mili memeluk Kesya, mengucapkan selamat datang. Dan ini kesempatan Gilang untuk ikut memeluk Kesya.
" Welcome kekey" Ujar Gilang sambil memeluk Mili dan Kesya.
" Awww... Awww....aww..." Gilang sudah seperti anak kecil yang dinmarahi bapaknya. Arka menjewer kuping Gilang karena berani memeluk istrinya. Semua orang pun tertawa melihat kedua pria dewasa yang terlihat seperti bocah.
" Ayo masuk, jangan hiraukan dua bocah dewasa itu" Ujar Mami Laura dan mengajak Kesya masuk kedalam rumah.
Kesya sungguh terharu dengan kejutan yang di buat oleh seluruh keluarganya. Ini sungguh luar biasa, hingga membuat Kesya menangis terharu.
" Hiikkss.. terima kasih semuanya. Key sayang kalian" Kesya memeluk Mami Laura dan Mami Shella.
Vina juga ikut memeluk ketiga wanita itu, di susul oleh Mili yang ikut memeluk.
" Udah nangis-nangisnya, kita makan dulu ya." Titah Mama Rosa.
" Kamu harus banyak makan Key, Mama masak Daun katuk dan Daun kelor. Bagus untuk produksi ASI"
" Makasih Ma" Kesya memeluk Mama Rosa.
Kata bahagia dalam kehidupan bagi Kesya cukup berkumpul bersama keluarganya dan para sahabatnya. Tertawa bersama, walaupun hanya menikmati teh hangat yang di temani pisang goreng atau pun bakwan. Inti nya bersama dan saling melengkapi.
IG : Rira_Syaqila
****. Hai readers..
Selamat menjalankan ibadah puasa ya..
mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..
Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...