
Kayla dan Raysa masuk kedalam kamar hotel Quin. Mereka melihat Quin yang sudah cantik di dandani oleh tim make up artis terkenal dan tersohor di negeri ini.
“Duuh, bakal pangling ini Mas Abi.” Goda Raysa.
“Bisa aja kamu, Ca. Oh ya. temennya Fatih itu ada Kamu ingatin lagi untuk datang kan?”
“Kak Tissa?”
“Iya, anaknya seru ya, pantes aja Fatih betah berteman dengannya.”
“Iya, Kak Tissa orangnya asik. Udah Ica bilang sih semalam. Katanya pasti datang dong. Kapan lagi coba datang ke pesta Konglomerat.”
Quin tertawa mendengar julukan yang diberikan oleh Tissa. Quin sudah terlihat sangar cantik sekali dengan rambut yang di bentuk seperti bunga mawar dan riasan yang ringan namun sangat terlihat cantik.
“Mbak Quin mirip boneka ya kalo gini.”
“Masa sih? Pasti ada maunya kan?”
Raysa menyengir. “Ntar bunganya lempar ke aku ya, Mbak.”
“Tangkap dong.”
“Iya, Aku tangkap, tapi Mbak lemparnya ke arah Aku.”
“Iya ....”
“Enak aja, aku juga mau dapatin bunganya,” ujar Kayla tak mau kalah.
“Ih Kak Kay, ngalah dong sama yang lebih muda.”
“Justru Kamu lebih muda, harus ngalah sama yang lebih tua.”
“Oh, jadinya kode keras nih sama Kak Zein?”
Kayla terkekeh dan menganggukkan kepalanya.
“Kemarin di tawarin langsung nikah, bilangnya gak mau dulu.”
“Ya kan itu kemarin, sekarang mah udah siap.”
“Siap banget?’
“Banget, pake lahir dan bathin.”
Mereka pun terkekeh dengan percakapan abstruk yang tak jelas itu. Tim make up artis pun ikut tertawa mendengarnya. Tak berapa lama Nafi masuk bersama Anggel.
“Eh, calon manten satu ini kok boleh keluar?”
“Aku kan punya pawang sekarang,” ujar Anggel sambil merangkul lengan Nafi.
Nafi terkekeh sekaligus bahagia, karena ia bisa menjadi orang yang di butuhkan saat ini. Berkat kehamilannya juga sih. Tapi bawaan hamil Nafi memang aneh, begitu mendengar kata tidak, mata Nafi langsung berkaca-kaca sehingga membuat orang tak tega jadinya.
“Berterima kasihlah kepada Kakak ipar kita satu ini,” ujar Kayla sambil tersenyum
“Eh, kenapa gak minta tolong kakak ipar aja untuk membatalkan perjodohan Kamu dan Martin?”
“Hhhhh, terlambat. Lagian besok aku udah nikah. Lana pun tak ada kabarnya lagi semenjak ia mengantarkan aku pulang ke rumah setelah menemui Mama Puput.”
“Kamu serius Mama Puput tak merestui hubungan kalian?” tanya Quin penasaran.
“Iya, Mama Puput juga bilang, kalo sudah melamar seorang gadis cantik dan baik untuk Lana. Emangnya kau gak baik ya?” ujar Anggel dengan suara yang sedih dan mata yang berkaca-kaca.
Kayla langsung memeluk Anggel, sehingga Anggel pun menangis dalam pelukannya. Nafi, Quin, dan Raysa pun ikut memeluk Anggel dan Kayla.
Mama Kesya masuk kedalam kamar dan melihat pemandangan yang mengharukan.
“Ada apa ini?”
Quin, Nafi, Raysa, Anggel, dan Kayla pun merelai pelukan mereka.
“Gak papa, Ma,” jawab mereka hampir serentak.
“Yakin gak ada apa-apa? Jadi kenapa anak-anak Mama nangis?”
Mama Kesya langsung mendapatkan jawabannya di saat melihat Anggel-lah yang menangis hingga sesenggukan di antara mereka.
“Ada apa, sayang?”
“Ma, hiks ....” Anggek tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia pun langsung memeluk mama Kesya dan menangis di dalam pelukannya.
Mama Kesya mengelus kepala Anggel dengan sayang.
“Anggel mau cerita ke Mama?”
Anggel menganggukkan kepalanya. Mama Kesya merelai pelukannya dan menyuruh anak-anaknya yang lain juga ikut bersiap. Mama Kesya mencium kening Quin sebelum ia meninggalkan kamar anak cantiknya itu dan membawa Anggel bersamanya.
*
“Sekarang, Kamu cerita sama Mama.”
“Ma, kenapa Anggel gak bisa bersatu dengan orang yang Anggel cintai sih?”
Mama Kesya menggenggam tangan Anggel. “Ini semua demi kebaikkan kamu, sayang.”
“Tapi Anggel gak cinta dengan Martin.”
“Kalo gak cinta, ya jangan dipaksa untuk cinta. Yang penting kamu harus mencintai suami kamu.”
“Tapi Ma, Martin yang nantinya akan menjadi suami aku. Otomatis aku harus belajar mencintai dia? Aku gak bisa, Ma. Melupakan Lana itu sangat sulit untuk aku. Bahkan aku sudah pernah pergi ke psikiater untuk melupakan Lana, tapi hal itu tak berhasil, Ma.”
“Itu karena alam bawah sadar kamu yang memang tak ingin melupakannya.”
“Ma, Anggel udah berusaha sekuat tenaga Anggel. Hikks, tak bisakah Mama membantu Anggel untuk membatalkan pernikahan ini?”
“Maaf, Mama gak bisa. Lagi pula, untuk membatalkannya sudah sangat terlambat sayang, besok adalah pernikahan kamu.”
“Atau Anggel kabur aja, Ma?”
Mama Kesya terkekeh. “Dan membuat seluruh keluarga malu? Ingat An, kesehatan Kakek saat ini tidaklah stabil, salah satu keinginannya adalah melihat kamu menikah dengan pria yang kamu cintai.”
“Tapi aku gak cinta dengan Martin.”
__ADS_1
“Mama yakin, kamu pasti akan mencintai suami kamu, nanti. Sangat mencintainya.”
Suara ketukan pintu kamar pun mneghentikan percakapan Anggel dan Mama Kesya. Seorang petugas wedding organizer memberitahukan bahwa acara akan segera di mulai.
“Kamu ikut turun sekarang atau nanti malam?” tanya Mama Kesya.
Anggel memang di izinkan untuk ikut bergabung dalam pesta pernikahan Quin. Tapi Anggel harus memilih untuk menghadiri pestanya di siang hari atau malam hari. Anggel memilih untuk menghadiri pesta di malam hari. Karena saat pesta malam hari, lebih mengasyikkan dari pada siang hari.
*
Pesta pernikahan Anggel dan Quin mungkin tak semeriah pesta Mama Kesya dan Papa Arka. Mengingat kondisi kakek yang masih perlu banyak istirahat. Maka dari itu pesta pernikahan mereka pun hanya berlangsung satu hari. Selebihnya mereka mengadakan pengajian di rumah Kakek Farel selama seminggu. Dan saat itu Quin dan Anggel
sudah terbang bersama suami mereka untuk jangka waktu yang lumayan lama.
Quin terlihat cantik dengan gaun princess aurora nya yang bertabur batu-batu berlian di setiap bajunya. Warna pink soft adalah pilihan Quin untuk gaunya, sedangkan Abi memakai texudo lengkap berwarna hitam dan di hiasi oleh sapu tangan berwarna pink soft yang di munculkan sedikit ujungnya di sisi kantong jas. Quin dan Abi terlihat begitu memukai.
Wajah mereka yang sedikit terlihat mirip pun membuat para tamu undangan mengatakan jika mereka adalah pasangan yang serasi dan berjodoh dunia dan akhirat.
Banyaknya tamu dari kolega Abi dan papa Arka membuat Quin tak bisa duduk untuk beristirahat, karena tamu yang terus-terusan datang untul bersalaman dengan mereka. Hingga masuklah ke dalam inti acara, yaitu ucapan selamat dari para anggota keluarga.
Veer adalah orang pertama yang diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat.
“Dulu aku sempat menerka-nerka, siapakah pria yang mampu menjaga bayanganku ini. Aku selalu memantau bayanganku ini dari jauh, agar tak ada yang menyakiti hatinya lagi. Aku pernah berjanji untuk tidak menikah sebelum kekasih bayanganku ini menemukan pria yang akan melindunginya. Tapi Allah berkata lain, Aku di pertemukan duluan oleh tulang rusukku. Awalnya aku sempat ragu melepaskan kamu kepada Abi, tapi aku sekarang percaya jika Abi lah pria yang pantas untuk kamu. Aku mencintai kamu, kembaran ku. Semoga kamu bahagia hingga maut memisahkan kalian. I love you so much.”
“Love you to.” Quin memberikan kecupan dari jarak jauh.
Tiba lah saatnya Papa Arka yang memberikan ucapan selamat.
“Patah hati terbesar seorang ayah adalah di saat putri yang di sayanginya memilih orang lain. Karena cintanya telah terbagi. Bahkan akan kembali terbagi di saat sang putri memiliki keluarga kecilnya. Tak ada doa yang terindah selain untuk kebahagiaan kamu, sayang. Papa selalu akan mendoakan kebahagian Quin. Abi, Papa titip Quin kepada kamu, tapi bukan berarti Papa tidak bisa merebutnya lagi. Papa akan merebut Quin jika kamu berani menyakitinya.”
“Tidak akan, Pa. Abi janji.”
Papa Arka menghela napasnya pelan. Terdiam menunduk seolah sedang memikirkan sesuatu.
“Ini untuk kamu, Quin kesayangan Papa.”
Pergi, tapi ada
Hilang, tapi ada
Kehadiranmu menjadikanku sempurna
Bersama kekasihku
(Kayla yang sudah duduk di belakang piano, langsung memainkan jari-jarinya di atas piano, mengiringi nyanyian Papa Arka.)
Seiring waktu berjalan
Hari-hari kita lalui
Bungaku tumbuh berkembang mekar mewangi
Dan berseri
Musim berganti waktu
Saat kumbang mendekatmu
Mata memandangmu
Hatiku tak menentu
Tak kuasa melepas bungaku
Mawar jantung hatiku
Pergi tinggalkanku
Demi cinta dan pilihanmu
Pergi, tapi ada
Hilang, tapi ada
(Quin berdiri dan menutup mulutnya menahan isak tangisnya. Papa Arka tak pernah ingin bernyanyi dihadapan semua orang, hanya di depan keluarga saja Papa Arka akan mengeluarkan suara emasnya, tapi untuk hari ini, Papa Arka mengeluarkan suara emasnya hanya untuk menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaan nya.)
Sesaat aku terkenang
* Bayangmu dalam lamunan*
Kerinduanku merasuk sampai jiwaku
Kuingin bertemu
Musim berganti waktu
Saat kumbang mendekatmu
Mata memandangmu
Hatiku tak menentu
Tak kuasa melepas bungaku
Mawar jantung hatiku
Pergi tinggalkanku, woo
(Quin sudah tak sanggup lagi menahan isak tangisnya. Quin pun berjalan kearah Papa Arka dan memeluknya.)
Hoo, musim berganti waktu
Saat kumbang mendekatmu
Mata memandangmu (memandangmu)
Hatiku tak menentu
Tak kuasa melepas bungaku
__ADS_1
Mawar jantung hatiku
Pergi tinggalkanku (tinggalkanku, tinggalkanku)
Demi cinta dan pilihanmu
Pergi, tapi ada
Hilang, tapi ada
Ooh, hmm
Papa Arka mencium pucuk kepala Quin dan menangis. Mama Kesya pun ikut memeluk kedua orang yang ia cintai itu. Satu persatu pun naik ke panggung. Veer, Abash, Arash, dan juga Shaka. Seluruh keluarga juga ikut terharu dengan melihat pemadangan tersebut.
Quin dan Abi berjalan menuju kakek Farel yang duduk di kursi roda. Quin memeluk kakek Farel dengan sayang dan juga menangis dalam pelukan kakek Farel.
“Berjanjilah untuk terus bahagia.”
“Quin janji, hiks ...”
“Abi, berjanjilah untuk selalu membuat Quin bahagia, hibur dia jika ia menangis, peluk dia jika merasa sendiri, genggam tangannya jika dia merasa gusar. Kakek titip Quin kepada kamu. Jaga dia dan lindungilah dia.”
“Iya, Kek. Abi berjanji. Abi akan membuat Quin bahagia, Abi akan menjaga Quin segenap jiwa dan raga Abi.”
“Kakek percaya sama kamu.”
*
Lucas berdiri di sebelah Lana yang sepertinya sedang mencari seseoang.
“Lo mencari Anggel?”
Lana hanya tersenyum miring menjawab pertanyaan Lucas.
“Dia tidak hadir pada pesta siang ini, ia kan datang pada saat nanti malam.”
“Benarkah?”
“Hmm, dan Lo harus mulai bersiap bukan nanti malam?”
Lana menghela napasnya pelan. “Padahal Gue berharap bisa melihatnya, walaupun hanya sebentar.”
“Nikmatilah pestanya saat ini.” Lucas menepuk bahu Lana sebelum ia meninggalkan Lana untuk bertemu dengan kenalannya.
*
Quin dan Abi sudah berganti pakaian. Kali ini Quin menggunakan gaun princess Belle . Abi pun menggunakan texudo hitam dengan bagian kerah jasnya berwarna senda denagn kuning keemasan milik warna baju yang Quin kenakan. Malam ini mereka akan melakukan pesta dansa.
(anggap aja ini foto Abi dan Quin ya.)
Abi dan Quin sudah kembali tampil dengan memukai. Mereka sungguh terlihat pasangan yang ada di dalam film disney. Seorang pangeran tampan dan putri yang cantik. Quin memang menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan disney. Quin tak peduli jika di katakan persis seperti anak kecil. Karena inilah Quin, ia
memang menyukai hal-hal yang sangat sederhana pada umumnya yang di impikan oleh setiap perempuan yang ada di muka bumi ini. Pernikahan yang bertema princess.
Papa Arka mengulurkan tangannya untuk mengaja Quin berdansa. Quin menerima uluran tangan Papa arka, musik mulai terdengar di mainkan, Quin dan Papa Arka pun mulai menggoyangkan tubuhnya ke kekiri dan kekanan.
“Anak Papa sangat cantik,” puji papa Arka.
“Papa juga tampan.”
Abi mengajak Mama Kesya berdansa, hingga mereka berempat pun berada di lantai dansa. Papa Arka dan Abi membuat gerakan memutar tubuh Quin dan Mama Kesya secara bersamaan. Papa Arka menyerahkan tangan Quin kepada Abi, begitu pun dengan Abi, menerima tangan Quin dan mengulurkan tangan Mama Kesya dan di sambut oleh Papa Arka.
Quin dan Abi pun mulai berdansa sambil mengikuti gerakan alunan musik.
“Kamu masih ingat saat kita pertama kali berdansa?” tanya Ab.
“Di bawah guyuran hujan deras?”
“Hmm, itu adalah dansa terindah yang pernah aku lakuka.”
“Benarakah? Itu juga dansa yang terindah untukku.”
“Aku mencintai mu, My Quin.”
“Aku juga mencintaimu, My Prince.”
Abi tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir Quin, sehingga membuat semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Untungnya tak ada anak kecil pada pesta dansa ini, karena pesta dansa ini di lakukan saat malam hari dan di hadiri oleh orang-orang terdekat saja.
Terlihat Daddy Bara memaksa Bunda Sasa untuk berdansa, kemudian di susul oleh Papi Gilang dan Mami Mili, lalu Papa Fadil dan Mama Puput, Veer dan Nafi, Fatih dan Raysa, Farhan dan Tissa, Mami Vina dan Papi Vano, Mami Ara dan Papa Jodi, Desi dan Jo,Kayla dan Zein serta Lucas dan Anggel.
Seluruh pasangan pun berdansa di bawah temaramnya lampu dengan iringan musik yang beralun indah. Tiba-tiba saja lampu dansa mati, hanya tersisa lampu-lampu kecil yang berada di luar lantai dansa.
“Luc---” Anggel terkesiap di saat seseoang memeluk tubuhnya dengan posesif. Ia sangat hafal denagn aroma tubuh ini.
“Kamu sangat cantik, kenapa kamu harus tampil cantik di saat aku tak ada?”
Anggel menahan isak tangisnya. Ingin sekali ia memaki pria yang tengah memeluknya dan berbisik dengannya saat ini.
“Aku merindukan mu, Sungguh.”
“Dasar pem-hmppp----“ Belum sempat Anggel menyelesaikan perkataannya, bibir Anggel sudah di bungkam oleh Lana.
Lana melepaskan ciumannya sebelum lampu kembali hidup. “Cukup gunakan bibir ini untuk mengucap kata rindu dan cinta. Aku mencintai kamu, percayalah.” Bisik Lana sebelum ia pergi melepaskan pelukannya dan membiarkan Lucas kembali berdansa dengan cintanya itu.
Lana membenarkan topinya agar menutup wajahnya agar orang-orang tak menyadari keberadaannya.
**
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF
__ADS_1