KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 42 ' Pemilik Mall Adem '


__ADS_3

Kesya merasa risih karena menjadi tontonan setiap pengunjung dan para pelayan yang penasaran dengan mereka.


Setelah makanan tersedia diatas meja, Kesya, Arka, Dara dan Dilan pun menyantap makanan mereka bersama. Sekali-kali Dara bercerita tentang buku yang baru di belinya tadi bersama Papa nya Dilan. Dara memang suka sekali membaca.


Kesy kesusahan dalam memotong bistik daging yang di pesan oleh Arka tadi. Gerak gerik Kesya tidak luput dari pandangan Arka dan Dilan. Saat Dilan ingin membantu Kesya untuk memotong daging, Arka duluan menyambar piring kesya, dan menggantinya dengan piringnya, yang di mana daging tersebut sudah terpotong dengan ukuran kecil. Kesya tinggal menikmatinya saja.


Kesya pun mengucapkan terima kasih kepada Arka. Dan Arka membalasnya dengan mengedipkan matanya sebelah dan tersenyum. Membuat Kesya gugup dan merasa tak enak dengan Dilan dan Dara.


Setelah selesai makan, Tiba-tiba Haikal dan seorang pelayannya mengantarkan es cream dan buah segar potong ke atas meja. Padahal mereka tidak memesannya.


" Eem, maaf kami tidak memesan ini semua" Ucap Kesya lembut kepada Haikal.


Haikal hanya tersenyum. Dan seraya berkata "Ini perintah dari Bos, sebagai ucapan terima kasih kepada Tuan Muda dan Nona Muda karena sudi mampir ke tempat kami".


Kesya mengernyitkan keningnya. Tidak mengerti dengan maksud perkataan dari Haikal tersebut. Begitu juga dengan Dilan. Berbeda dengan Dara yang sangat bersemangat untuk menyantap es cream yang terlihat menggiurkan dengan topping yang mengunggah selera.


Dara pun sempat mengabadikan Es cream tersebut dan mempostingnya di sosial media miliknya.


Saat Kesya dan Dara sedang menikmati es cream mereka, tiba-tiba datang seorang pria paruh baya yang kira-kira usianya sama seperti Daddy Roy dan Ayah Nazar.


" Selamat siang Tuan Muda, suatu kehormatan bagi kami Tuan mau mampir ke resto kami." Ucap pria tersebut.


Dengan berwiba Arka menyambut uluran tangan Pria paruh baya tersebut.


" Ah, Tuan Malik bisa saja. Saya senang dengan menu di resto ini dan nuansanya juga sangat nyaman" Ucap Arka.


" Kenapa kalian tidak menyediakan ruang VVIP untuk Tuan Muda." Ucap Tuan Malik kepada karyawannya.


" Saya yang ingin duduk di sini, sekalian menikmati kebersamaan dengan pengunjung yang lain." Ucap Arka.


" Bagaimana dengan menu nya Tuan Muda, Apa sesuai dengan selera anda?" Tanya Tuan Malik.


" Sangat enak, dan yang terpenting ramah di kantong. Ha .. ha.. ha.." Ucap Arka.


' Cih, tajir tapi pelit ' Batin Dilan.


" Saya senang jika Tuan Muda menyukainya kalau begitu. Ehhmm, apa itu Nona Cinderella?" Tanya Tuan Malik.


" Ah iya.." Arka memanggil Kesya dan memperkenalkan Tuan Malik kepadanya. "Key, perkenalkan ini Tuan Malik, pemilik resto ini" Ucap Arka.


" Malik " Ucap Tuan Malik sambil mengulurkan tangannya.


Kesya pun menyambut uluran tangan Tuan Malik. " Kesya."


" Dan ini Dilan" Ucap Arka.


"Dilan"

__ADS_1


"Malik" Sambil menyambut tangan Dilan.


" Wah, ternyata asli nya lebih cantik yaa Nona Muda. Tuan Muda sangat pintar memilih calon istri "


" Uhuukk...uuhuuk.."


Kesya memberikan air mineral kepada Dilan. Dan Dilan langsung menegak habis air tersebut.


Arka tidak terlalu memperdulikan Dilan. Malahan Arka tersenyum kemenangan saat Tuan Malik mengatakan Kesya adalah calon istrinya.


" Kamu tau Key, Tuan Malik ini adalah seorang Chef, dan masakannya sungguh luar biasa lezatnya. Lain kali aku akan mengajak mu untuk menikmati hidangannya." Ucap Arka.


" Ah, Tuan Muda bisa saja. Saya sangat terhormat bisa menjamu Tuan Muda dan Nona Muda."


" Kesya, panggil saja Kesya." Titah Kesya.


Tuan Malik sekilas melihat kearah Arka, dan Arka memberikan anggukan kecil agar Tun Malik memanggil namanya saja.


" Baik lah Nona Kesya. Saya senang bertemu dengan anda. Oh ya, menurut Nona Kesya bagaimana dengan Mall Adem ini?" Tanya Tuan Malik.


" Sangat menarik, berbeda dengan Mall yang lainnya. " Ucap Kesya jujur.


" Tuan Muda memang sengaja membuat nya. Awalnya saya fikir Mall ini akan kalah saing dengan Mall yang lainnya. Tetapi ternyata tidak, Mall ini malah di senangi oleh keluarga yang membawa anak-anaknya. Karena Mall ini khusus di buat untuk keluarga. Tuan Muda memang cerdas." Puji Tuan Malik.


Kesya mengerutkan keningnya. Pasalnya Tuan Muda yang di maksud apakah Arka? Tapi seharusnya jika milik Arka, maka akan ada lambang Group Moza. Atau Mall ini milik pribadi Arka?


Kesya pun menggelengkan kepalanya.


"Lantas kenapa tidak ada logo Group Moza?" Tanya Kesya pelan.


Tuan Malik terkekeh mendengar pertanyaan Kesya. " Sebaiknya Tuan Muda yang menjelaskan. Kalau begitu, saya permisi dulu. Ada yang harus saya kerjakan" Pamit Tuan Malik.


Dan mendapatkan anggukan dari Kesya, Arka dan Dilan.


Tak hanya Kesya, Dilan juga terkejut mendengar jika Mall ini milik Arka.


'halaah, paling dengan bantuan keluarganya makanya bisa bangun Mall' Batin Dilan.


" Jadi beneran Mall ini milik Om?" Tanya Kesya.


Arka tertawa " Iya, dan yang saya katakan tadi ke kamu juga beneran" Ucap Arka.


" Yang mana?" Tanya Kesya polos.


" Yang mau lamar kamu" Bisik Arka


Kesya membelalakkan matanya. Dan mengalihkan perhatiannya kepada Dara. Arka yang melihat semu merah di wajah Kesya tersenyum bahagia. Jarang-jarang bisa lihat wajah Kesya memerah karena malu.

__ADS_1


Setelah selesai Makan, Nonton, dan bermain. Kesya pulang bersama Arka, seperti biasa, sdengan perdebatan yang selalu di menangkan oleh Arka. Pasalnya Kesya khawatir dengan Arka yang baru sampai dari perjalanan jauh, tetapi harus ikut seharian dengannya. Arka membuat panggilan kepada Duda, untuk siaga di rumah Kesya.


"Mana kuncinya, biar Key aja yang bawa?" Ucap Kesya dengan nada kesal.


" Saya masih sanggup mengantar kamu pulang" Ucap Arka


" Kalo Om gak mau Kesya yang nyetir, Key pulang sama Mas Dilan" Ancam Kesya.


Dengan berat hati Arka memberikan kunci mobilnya. Setidaknya dia masih bisa berdua dengan Kesya.


Tak ada obrolan di antara Kesya dan Arka. Hanya alunan musik di radio yang menemani. Saat Kesya berhenti di lampu merah, Kesya memandang ke arah Arka, ternyata Arka sudah terlelap dalam mimpinya. Kesya pun tersenyum melihat Arka tertidur.


Kesya kembali melajukan mobilnya setelah lampu berubah menjadi hijau.


Mobil Arka berhenti di depan pagar rumah Kesya. Kesya memandang Arka yang masih terlelap. Kesya mencoba menggoyangkan lengan Arka untuk membangunkannya, namun tidak ada respon dari Arka. Kesya mencoba lagi dengan menggoyangkan lengan Arka sedikit lebih kuat.


" Eeugghmm" Hanya gumaman yang keluar dari mulut Arka. Dan posisi kepala Arka yang tadinya menghadap sebelah kiri, berubah menjadi menghadap sebelah kanan. Kesya menatap wajah tenang Arka. Sungguh seperti bayi yang sedang tidur, tenang dan damai.


Kesya melihat alis mata Arka yang tebal dan hampir menyatu, bulu mata yang panjang, tulang hidung yang tegak, bibir yang__.


Tok.. tok.. tok..


Jendela mobil Arka di ketok oleh Duda. Kesya memutuskan pandangan nya dari Arka, dan keluar dari dalam mobil.


" Om Arka sedang tidur, langsung di bawa pulang aja yaa" Titah Kesya.


" Gak di bangunin Non?" Tanya Duda.


" Tadi saya sudah coba bangunin, sepertinya Om Arka kecapean. Jadi sebaiknya tidak usah di ganggu lagi." Ucap Kesya


Duda pun menganggukkan kepalanya dan langsung pamit. Duda melajukan mobil Arka dengan kecepatan sedang menuju rumah Bos nya. Di kediaman keluarga Moza.


.


.


.


.


.


Hai reader..


Cukup dengan LIKE + VOTE + RATE + KOMEN POSITIFNYA yaa untuk mendukung Author.


Makasih...

__ADS_1


__ADS_2