
Kesya memandang wajah kedua bayinya yang tertidur lelap. Benar-benar mewarisi wajah Arka, Qila pun lebih banyak mengambil wajah arak, Kesya hanya kebagian di bibirnya.
" Kenapa sayang?"
" Lihat deh, mereka mirip kamu semuanya. Aku cuma kebagian di Qila, itu pun cuma di bibir"
" Ya udah, nanti kita buat lagi, supaya mirip kamu ya"
" Iih, kamu ini Mas. Ngomongnya udah ikutan lemes kayak kak Fadil dan Gilang"
Arka terkekeh. " Kan tadi kamu bilang gak ada mirip kamu, makanya Mas ajak buat lagi supaya mirip sama kamu"
" Bisa aja kamu ngeles nya Mas" Kesya mengerucutkan bibirnya.
Cup..
"Mas"
Arka terkekeh. " Yank, Udah bisa anu anu belum?"
" Ya belum lah yank, Kan belum 40 hari. Darah nifas aku juga belum bersih"
" Kok lama banget ya yang? Aku udah laper banget, pingin makan kamu. Juju juga kangen ngunjungi kamu katanya"
" Juju?"
" Junior aku yank, " Arka menunjukkan juniornya yang mulai mengeras.
" Iiihh, kamu Mas. Bisa aja kalo udah mesum".
" Yank!!'
" Apa sih yank? Aku masih nifas, mana boleh begituan"
" Udah sebulan loh yank Juju puasa. Apalagi liat payuda** kamu yang membesar gitu, di tambah lagi pinggul kamu juga ikut lebih montok. Aduh yank, cobaan nya berat banget. Gak usah masuk kok yank" Ujar Arka sambil meringsuk ke pangkuan Kesya.
" Gak boleh yank"
" Yank "
" Hah.. Ya udah, kamu maunya gimanaa?"
Arka langsung bangkit dengan wajah yang berbinar. " Serius kamu mau bantu aku manjai Juju?"
"Hmm... Iyaa.."
Arka membisikkan caranya. ( Sengaja bisik, takut readers dengar ). " Mau yaa..ya..yaa.."
" Iya deh iyaa.."
Arka langsung membuka bajunya, dan menciumi Kesya. Perlahan ciuman itu turun keleher, dan Arka membuka resleting daster Kesya untuk menampakkan duangunung kembar Kesya yang terlihat sangat montok.
" Sekarang ya yank?" Bisik Arka, Kesya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Arka membuka celananya, dan saat Kesya baru saja menyentuh Junior Arka yang entah kapan Arka menyebutnya Juju, Baby Twins pun. menangis dengan kompak.
Oweekk ooweeekkkk oweekk..
Kesya mengulum senyumnya saat melihat wajah Arka yang langsung lemas, termasuk Juju nya yang ikutan lemes.
" Gagal deh"
" Hi..hi.. Nanti -nanti lah Mas"
Kesya langsung meraih Qila, dan memberikannya ASI. Sedangkan Arka mengambil Veer, dan memberikan ASI yang baru saja di pompa oleh Kesya.
" Lahap banget sih jagoan Papa. "
Preeett....
Kesya tertawa saat Arka menunjukkan tangannya yang basah.
" Gak pake Pampers ya?"
" Masih Siang Mas, jadi sayang kalo sering-sering di pakein Pampers."
Kesya memang jarang memakaikan Baby twins Pampers. Pagi hingga menjelang sore, Kesya hanya memakaikan popok biasa, jika sudah mandi sore, Kesya baru memakaikan pampersnya. Bukannya ingin mmeghemat Pampers, lagian untuk apa Kesya menghemat Pampers jika suaminya saja bisa membuatkan pabriknya untuk kedua buah hatinya. Kesya hanya merasa kasihan, melihat ************ bayinya yang tertahan oleh Pampers saat Kesya membendung mereka.
Oh ya, bayi Kesya sudah berumur satu bulan, tapi Kesya masih rajin loh membedong mereka. Di saat orang lain tidak memakaikan beesong, Kesya masih aja ngikutin cara orang jaman. Katanya biar kerasa aja gitu repotnya punya bayi. Di saat orang lain malas ganti popok, Kesya malah senang saat momen menggantikan popok. Apalagi kebanyakan Bayi jika sudah Pop, kadang ada yang tidak menangis, sehingga orang tuanya tidak tau jika bayi sudah pop. Eh, saat di buka udah kering deh popnya, hingga membuat selangkangannya memerah, atau sering di bilang lelas gitu. Itu juga yang di hindari oleh Kesya.
Kesya juga tidak memakai jasa baby sister, karena menurut Kesya, baby twins masih sangat bagi dan masih gampang di urusinya. Karena bayi yang berumur satu bulan kan kerjanya masih tidur aja. Kalo nangis sama Pup atau pipis aja baru deh nangis. Lagian Mami Laura dan Mami Shella selalu standby bersama Kesya. Mama Rosa juga sering bantuin, walaupun Mama Rosa memiliki bayi mungil juga.
Dengan telaten Arka membersihkan Pup Veer, setelah bersih dan di pakaikan kembali bedongnya, Arka memberikan Veer kepada Kesya, agar bisa gantian menyusui Veer. Qila pun sekarang berada di gendongan Arka. Qila sudah tertidur, jadi Arka hanya menimangnya saja.
Kesya ingin tertawa terbahak-bahak. Kedua bayinya benar-benar sangat jahil. Pup nya di gendongan Arka, dan tepat saat tangan Arka memegang pantat mereka.
" Pinter banget sih ngerjain Papa hmm?" Arka menowel pipi gembul Qila.
Dengan telaten Arka kembali membersihkan Pup Qila.
Tak terasa waktu terus berlalu. Hingga akhirnya Acara turun tanah Baby Twins pun berlangsung.
Arka sengaja menutupi acara ini dari wartawan, Karena Kesya meminta untuk urusan pribadi keluarga tidak di umbar. Kesya juga meminta untuk tidak membiarkan para wartawan mengekspos wajah bayi mereka. Itu semua Kesya lakukan demi kenyamanan sang Bayi nantinya. Karena Arka pernah bercerita, jika dari kecil dia selalu menjadi bahan sorotan wartawan bisnis. Hingga ramai teman-temannya mendekatinya hanya karena bisnis ataupun mengambil keuntungan.
Berbeda dengan Fadil, yang memang berasal dari keluarga sederhana. Bahkan Awal pertemuan mereka, Fadil tidak mengetahui siapa Arka, karena memang Fadil tidak pernah membaca berita. Fokus Fadil hanya kepada belajar dan menjadi orang sukses, itu lah yang membuat Arka bisa akrab dengan Fadil. Begitu pun dengan Roy, mereka sama sekali tidak memanfaatkan kekayaan Arka, bahkan mereka banyak belajar dari Arka, kunci sukses itu tidak takut jatuh, dan harus kuat bangkit kembali.
Acara turun tanah hanya di hadiri oleh orang terdekat dan keluarga.
" Duh, ganteng banget sih Veer, Qila juga cantik banget. Udah kayak boneka deh pakai baju kembang gini" Puji Mili.
" Kamu pingin anak perempuan?" Tanya Gilang.
" Iya dong sayang. Anak perempuan itu lucu banget. Terus pakaian mereka itu gemesin semuanya. Kalo anak laki-laki kan hanya monoton ke kemeja, dan kaos. Tapi kalo anak perempuan itu model-modelnya aduuhh, lucu-lucu banget" Ujar Mili antusias.
" Sepulang dari sini kita buat ya"
" Gak segampang itu juga kali yank. Lagian Fatih masih kecil, Trus akunya masih mau tamatin kuliah ku, dan kalo bisa aku pingin kerja sih"
__ADS_1
" Iyaaa, nanti kita cari waktu yang pas buat cetak bayi perempuan"
" Lo kira bayi kue apa, main cetak aja" gerutu Kesya yang mendengar percakapan dua makhluk hidup di hadapannya.
Gilang dan Mili kompak terkekeh. Fatih sudah berumur 1 tahun, sama dengan umur Anggelina, hanya berbeda bulan saja. Fatih pun sudah dalam mode merangkak, sama seperti Anggelina. Mereka juga terlihat kompak bermain bersama, di temani Baby sister.
Arka sengaja meminta dekor untuk permainan anak-anak. Agar anak-anak tidak merasa bosan dan bisa bermain. Acara turun tanah di lakukan di kediaman Moza. Ini sudah permintaan Mami Laura dan Papi Farel, sehingga Kesya, Arka, Mami Shella, dan Daddy Roy tidak bisa menolaknya. Bagi Ayah Nazar, dimana saja tidak masalah, yang penting kesehatan Kesya dan kedua bayinya itu lebih utama.
" Iihh, lucu banget sih Qila" Ujar Puput yang baru saja datang sambil menggendong Lana.
" Lihat sayang, Adik Qila dan Veer. Nanti kalian main bareng dan sekolah bareng yaa" Ujar Puput kepada putranya.
" Mbak Puput gemukan ya, Udah isi?" Tanya Mili. Kesya juga langsung menatap Puout dengan penasaran.
" Alhamdulillah, tadi pagi tespack hasilnya positif"
" Alhamdulillah"
" Apa nih yang Alhamdulillah? Bagi-bagi dong kabar gembiranya" Ujar Vina yang baru saja sampai.
" Ini Mbak, Puput positif"
" Oh yaa, selamat ya Put. semoga sehat-sehat selalu. Amiiin.."
" Amiin.."
Mereka pun bercengkrama bersama. Membahas pertumbuhan kembang Lana, kepintaran Zein, Kejahilan Fatih yang sering menumpahkan susu di baju Daddy nya. Hingga kerempongan Kesya merawat Baby Twins saat malam hari. Untungnya Arka ikut membantu dan sigap dalam merawat bayinya. Walaupun di awal masih gemetaran karena menggendong bayi kecil, dan takut melukai mereka.
" Ajak-ajak kenapa Mbak"
" Iih, anak gadis asik nimbrung aja sama orang tua"
" ck, bentaran lagi juga udah kawin Mbak" kesal Ara.
" Kamu serius mau di jodohi Febi?" Febi itu adalah Kakak nya Ara, Yang seorang Dokter umum. Salah satu anak kebanggaan ayahnya.
" Males berdebat Mbak. Ya udah, aku jalanin aja dulu"
" Emang Ara mau di jodohi sama siapa?" Tanya Vina penasaran.
" Gak tau Mbak, aku juga baru ketemu nya sekali."
Tidak ada yang tahu betapa sakitnya hati Ara saat ini. Di paksa menikah dengan seseorang yang tidak dikenalnya, bahkan pria tersebut sudah berumur 40tahun lebih.
IG : Rira_Syaqila
****. Hai readers..
Selamat menjalankan ibadah puasa ya..
mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..
Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...