KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 180


__ADS_3

Kayla sudah di perbolehkan pulang. Untuk menjaga keselamatan gadis itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan, seperti fitting baju dan lain halnya akan di lakukan di rumah.


Untung saja perancang gaun milik Kayla adalah Mami Ara, jadi tidak terlalu repot untuk menyuruh Mami Ara ke rumah. Walaupun jika dengan desaigner lain juga tidak memiliki masalah, tetapi, tetap saja dengan keluarga berbeda, lebih nyaman.


"Jadi, Kayla mau di tambahi apa lagi nih bajunya?" ujar Mami Ara.


"Ila bingung, Mi. Gimana cantiknya sama Mami aja, tapi jangan terlalu berlebihan ya! Ila mau yang sederhana tapi berkesan."


"Okey, duuh... permintaan kamu sama persis dengan mbak-mu dulu. Mau yang sederhana dan berkesan," ujar Mami Ara.


"Namanya juga sedarah," sambung Oma Rosa.


Setelah selesai melakukan fitting, Mami Ara pun undur diri dan kembali ke butik.


Kayla dan Oma Rosa sama-sama menghela napas lega, secara, saat Mami Ara tiba, Kayla kembali mendapatkan kotak ancaman yang di dalamnya tertulis untuk menjauhi Zein.


"Kamu yakin kalau Zein gak ada pacar dulunya?" tanya Oma Rosa.


"Yakin, Ma. Kak Zein gak pernah punya pacar. Tapi gak tau kalau kak Zein diam-diam berhubungan dengan wanita lain," ujar Kayla dengan lesu.


"Hmm, ini gak bisa di diemin. Kemarin Mama pikir kotak ancaman itu karena kamu mengundurkan diri dari konser. Sepertinya pusat masalahnya ada pada Zein."


"Jadi? Apa Ila harus bicarakan hal ini dengan Kak Zein?"


"Tentu, ini harus di bicarakan. Pernikahan kalian sebentar lagi, hanya menghitung hari, Mama gak mau terjadi sesuatu saat di hari pernikahan kamu, karena pelakunya belum tertangkap."


Kayla terlihat berpikir, dia juga tak ingin pernikahannya berantakan dan menjadi bencana untuknya. Tidak, Kayla tak akan biarkan itu terjadi.


*


"Tumben Oma ngizinin kamu ketemu aku? Kenapa?" tanya Zein.


Saat ini Zein dan Kayla berada di rumah gadis itu. Mereka sedang mengobrol di halaman belakang rumah.


"Ini." Kayla berikan kotak ancaman yang tadi pagi ia terima kepada Zein.


"Apa ini?"


"Aku gak tau, itu yang kedua kalinya aku dapat."


"Maksud kamu?"


"Kakak buka aja dulu kotak ya," titah Kayla.


Zein pun membuka kotak yang diberikan oleh Kayla. Pria itu langsung terkejut saat menemukan sebuah boneka yang di tancapi pisau serta sebuah surat yang tertulis untuk menjauhi Zein.


"Kapan kamu mendapatkan ini?" tanya Zein.


"Tadi pagi, sebelum Mami Ada ke rumah."


"Kamu bilang ini yang dua, kapan yang pertama?


"Beberapa hari lalu, sebelum kita pemotretan."


"Ya Allah, Ila ... Kenapa kamu gak bilang sama aku?" ujar Zein frustasi.


"Aku pikir, itu sebuah ancaman karena aku mengundurkan diri dari kontes. Ternyata bukan."


Zein terlihat berpikir keras, siapa orang yang patut dia curigai.

__ADS_1


"Kakak beneran gak punya pacar kan dulu?" tanya Kayla tiba-tiba.


Zein pun menoleh. "Pacar? Ya gak lah, Kakak gak pernah pacaran. Kamu tau itu."


"Tapi, bisa aja kan Kakak pacaran diam-diam di belakang aku?"


"Gak, Kakak gak pernah punya pacar. Dekat sama cewek aja gak."


"Jadi? Siapa yang harus di curigai?" tanya Kayla.


"Kakak gak tau. Tapi, Kakak janji untuk mencari tau siapa pelakunya."


Kayla tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Ila percaya sama Kakak."


*


Pernikahan Kayla dan Zein tinggal tiga hari lagi, semua orang sibuk mengurusi pernikahan yang terbilang sangat mendadak. Untungnya, pihak wedding organizer yang selalu bertanggung jawab akan pernikahan dari keluarga Moza itu pun, dengan sigap mengerahkan seluruh tenaga anak buahnya untuk menyukseskan acara pernikahan tersebut.


"Ila, Mama pergi sebentar, kamu gak papa kan di rumah sendiri?" ujar Oma Rosa.


"Gak papa, Ma. Lagian sebentar lagi juga kak Mala pulang dari rumah sakit."


"Ya udah kalau gitu, kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa kabari Mama. Atau kamu ke rumah Oma Shella aja, perasaan Mama gak enak," ujar Oma Rosa.


"Ila gak papa, Mama tenang aja ya." Kayla mencoba meyakinkan sang Mama.


Oma Rosa pun menghela napasnya pelan. "Ya udah kalau gitu, Mama pergi dulu ya. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


"Kabari Mama jika ada apa-apa,"


"Iya, Ma."


Baru saja Kayla ingin menuju dapur, tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi.


"Siapa ya?" gumam Kayla dan berjalan menuju pintu rumahnya.


Kayla mengintip sedikit, terlihat seorang wanita yang berpenampilan sederhana dengan wajah cantiknya berdiri di depan rumahnya. Karena gak merasa curiga, Kayla pun membuka pintu rumahnya.


"Maaf, cari siapa?" tanya Kayla dengan ramah.


"Ini beneran rumahnya Kayla Az-Zahra?" tanya gadis itu.


"Iya," jawab Kayla sambil memperhatikan wajah gadis itu.


Kayla seolah pernah melihatnya, tapi di mana ya?


"Saya cuma mau kasih ini untuk Mbak Kayla," ujar gadis itu sambil memberikan sebuah bunga kepada Kayla.


Kayla agak sedikit ragu untuk menerimanya. "Untuk saya? dari siapa?"


"Sebenarnya, saya ini penggemar Mbak Kayla. Saya kecewa karena Mbak gak tampil konser di Inggris," ujar gadis itu dengan wajah sendunya.


"Maaf," ujar Kayla dengan tak enak hati.


Namun, tiba-tiba saja wajah sendu gadis itu berubah menjadi sedikit menakutkan.


"Seharusnya kamu tetap pergi, jadi aku yang akan menikah dengan kak Zein," uajr gadis itu dengan menatap tajam kepada Kayla.

__ADS_1


Kayla mengernyitkan keningnya, detik selanjutnya Kayla terkejut saat gadis itu mengeluarkan pisau dari buket bunga yang di bawanya.


Kayla pun bergegas masuk kedalam rumah dan menutup pintunya, akan tetapi, gerakan Kayla tertahan karena gadis itu menendang kuat pintu yang ingin Kayla tutup.


"Kamu lebih pantasnya mati, biar aku yang menggantikan kamu," ujar gadis itu dengan nada yang menakutkan.


"Toloooong," pekik Kayla dan berusaha berlari ke belakang rumahnya untuk meminta bantuan dengan Bunda Sasa.


Namun, gadis itu malah menarik rambut Kayla dan menjambaknya dengan kuat. Kayla tak berani melawan karena ada pisau yang bermain-main di wajahnya.


"Bagaimana jika aku merusak wajah manisnya ini, hah?" ancam gadis itu.


Kayla menutup matanya sambil bergeleng pelan. "Jangan," lirih Kayla.


"Jangan? hahhaah, tidak. aku tidak akan memberikan goresan di wajah kau. Tapi, aku akan mencabik-cabiknya hingga kau sendiri jijik melihat wajah monstermu itu,"


Gadis itu sudah siap ingin merusakkan wajah Kayla dengan pisau, akan tetapi tiba-tiba saja benda keras memukul punggungnya sehingga membuat pisau terjatuh dari tangannya.


Buugh ....


"Aakh ..."


Kayla langsung melepaskan diri dan menendang pisau yang terjatuh itu jauh-jauh.


"Pergi kau dari sini," pekik Anggel sambil melayangkan kembali stick golf milik Opa Nazar yang di ambilnya diam-diam saat memasuki rumah Kayla.


"Dasar wanita bunting, cari mati ternyata ya?" pekik gadis itu menahan stick golf yang siap dilayangkan oleh Anggel.


Tenaga Anggel yang tak sekuat gadis itu pun kalah, sehingga membuat Anggel tersungkur.


"An," panggil Kayla dan langsung melindungi Anggel saat gadis menakutkan itu melayangkan stick golf ke arah Anggel.


"Aaw..." pekik Kayla saat kakinya terkena pukulan stick golf itu.


"Bagaimana rasanya? Hah?" bentak gadis monster itu.


Kayla merintih kesakitan, karena saat dia berlari untuk melindungi Anggel, gadis monster itu malah melayangkan stick golf ke kakinya, sehingga membuat tulang kering Kayla terpukul.


Kayla masih merintih kesakitan menahan denyut yang hebat pada kakinya. Bahkan, saat ini Kayla sudah merasakan kebas pada kakinya.


"Kay," panggil Anggel dan merangkak ke arah Kayla.


"Men-menjauh, An," lirih Kayla dengan menahan sakitnya.


"Tenang, kalian berdua akan merasakan kehilangan yang sama. Kau, akan kehingana kakimu, dan kau, akan kehilangan bayimu."


Gadis itu mulai melayangkan stick golf ke arah Kayla.


Buugh ...


"Akkh ...."


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2