
"Ayo bertemu."
Kayla menatap layar pipihnya tanpa berkedip. Sudah berulang kali dia membaca dua kata tersebut. Gadis itu pun menghela napasnya pelan, ini baru 5 menit dia latihan, tak mungkin dia meninggalkan kelasnya saat ini juga. Konser akan di adakan dua bulan lagi, sedangkan lusa dia harus berangkat ke Inggris untuk berlatih bersama timnya.
Kayla menghela napasnya dengan kasar, ponselnyatersu berdering dengan nama yang sama.
Kayla meraih ponselnya dan menggeser tombol hijau tersebut.
"Apa kau bodoh? Sudah berapa kali aku katakan, jangan hubungi aku lagi." Kayla hendak memutuskan panggilannya, akan tetapi dia mengurungkan niatnya saat mendengar lawan bicaranya mengatakan jika dia akan mendatangi gadis itu, di mana pun dia berada.
"Hanya sebentar, aku mohon, ini untuk yang terakhir kalinya," ujar pria yang ada di seberang panggilan.
"Oke, temu aku di cafe," Kayla menyebutkan nama cafe yang tak jauh dari tempatnya latihan.
Kayla menoleh sekali lagi pada ponselnya, pesan darinya untuk Zein, belum ada balasan. Tak biasanya Zein mengabaikan pesan darinya.
Lagi, Kayla menghela napasnya dengan kasar sebelum meninggalkan gedung latihannya.
*
"Langsung saja," ujar Kayla kepada pria yang ada di hadapannya saat ini,"
"Kayla, aku masih mencintai kamu dan untuk masa lalu yang__"
"JIka kau hanya ingin membahas tentang hal yang tak penting, maka aku akan pergi," ujar Kayla dengan ketus.
"Oke, baiklah. Aku hanya ingin mengatakan tujuanku untuk bertemu denganmu. Aku minta maaf, Maaf karena telah menyakiti kamu waktu dulu__"
"Oke, aku udah maafin kamu. Ada lagi?"
"Aku mencintai kamu."
Kayla memutar bola matanya dan langsung berdiri.
"Kay, tunggu," pria itu menahan pergelangan tangan Kayla.
"Lepas, brengsek," kesal Kayla dan menghempas tangan pria tersebut.
Kayla berlari keluar dari cafe, sakin terburu-burunya, Kayla tak lagi melihat sekellingnya, hingga dia hampir tertabrak oleh pengednara motor yang sedang melintas, jika saya Wahyu tak menarik tangan Kayla.
"Kayla."
Kayla masih mengatur napasnya karena shock, terkejut saat suara bariton yang sangat dia hafal membuatnya sadar dan menyadari jika dirinya saat ini berada dalam pelukan Wahyu, mantan kekasihnya dulu.
"Kak Zein," lirih Kayla dan langsung memberi jarak antara dirinya dan Wahyu.
Tanpa kata, Zein langsung menggenggam tangan Kayla dan membawanya pergi dari tempat itu.
*
Beberapa jam sebelumnya.
Zein baru saja selesai rapat yang sangat membuatnya lelah. Bahkan, rapat kali ini menyita waktunya sangat banyak. Sudah hampir 4 jam Zein berada di ruang rapat, bahkan Zein melupakan jam makan siangnya.
Zein meraih ponselnya dan mendapati satu pesan dari pujaan hatinya.
"Kak, kita harus bicara."
__ADS_1
Zein sudah ingin membuat panggilan telepon kepada Kayla, tapi, ponsel Kayla berada di luar jangkuan. Zein pun langsung meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar kantornya menuju tempat di mana Kayla berada.
Zein melihat saat Kayla sudah keluar dengan terburu-buru dan masuk ke dalam taksi.
"Mau ke mana, Ila?" gumam Zein dan mengikuti taksi yang di naiki oleh sang tunangan.
Zein mengernyit saat Kayla masuk ke dalam cafe. Pria itu pun langsung membuka jasnya dan meraih cardigannya, tak lupa dia menggunakan topi untuk menutupi sedikit wajahnya.
Zein mencari keberadaaan Kayla, betapa terkejutnya pria itu saat mengetahui jika sang tunangan sedang bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
Zein memilih duduk di belakang Kayla, ingin mendengarkan apa yang sdang mereka bicarakan.
Zein tersenyum saat Kayla tak ingin mendengarkan ungkapan cinta dari Wahyu, bahkan Kayla langsung berdiri meninggalkan mantan kekasihnya itu saat pria asing itu menyatakan cintanya lagi.
Zein sudah ingin berdiri, tetapi, gerakannya terhenti karena sebuah kursi yang menghalanginya.
"Brengsek," maki Zein yang ternyata Wahyu menyadari keberadaaanya.
"Kayla," pekik Zein saat melihat sang tunangannya berada di dalam pelukan sang mantan.
Kayla terkejut dan langsung melepaskan pelukannya dari Wahyu.
"Kak Zein?" lirih Kayla.
Kayla tersentak saat Zein menarik tangannya dan membawanya pergi menjauh dari Wahyu. Tak lupa, Zein memberikan tatapan tajam kepada Wahyu.
"Kak, aku bisa jelasin," ujar Kayla dengan suara yang bergetar.
Zein seolah tulis dan memaksa Kayla.unyuk masuk ke mobil.
"Kak__"
Pintu mobil pun di tutup dengan kuat oleh Zein, sehingga membuat Kayla terkejut. Zein masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang setir kemudi.
"Kak___"
Tiin... tiiin ...
Zein seolah tak ingin mendengar suara dan juga penjelasan dari Kayla. Pria yang sedang tersulut emosinya itu menekan klaksok dengan kuat untuk memberi kode kepada tukang parkir.
Jantung Kayla berdegup dengan kencang, gadis itu meremas tangannya menahan rasa gugup dan takut yang melanda secara bersamaan.
"Kak__"
Ciittt .....
Kayla menutup matanya kala Zein membanting setirnya ke kiri. Dada Kayla naik turun dengan deru napasnya yang memburu. Air mata Kayla langsung menggenang di pelupuk mata.
"Kak Zein, aku___"
"Cukup, Ila, sudah berapa kali aku bilang, kalau kamu jangan pernah bertemu lagi dengan si brengsek itu," pekik Zein dengan penuh emosi.
"Kak, Aku__"
"Apa kamu masih cinta sama dia? Ah, atau jangan-jangan gara-gara dia kamu menolak nikah sama kamu dan kamu jadikan impianmu sebagai alasan.
Plaak ....
__ADS_1
Kayla menatap Zein dengan tajam. Tak pernah Kayak berpikir untuk menunda pernikahan mereka karena pria brengsek itu, dan saat ini, Zein, orang yang paling mengerti dirinya malah menuduhnya dengan sesuatu yang tak benar.
"Kakak egois, Kakak mencari kesalahan aku tanpa melihat kesalahan kakak sendiri. Ila benci kakak. Kakak selalu memaksa kehendak Kakak tanpa bertanya sama aku. Apa aku nyaman atau tidak dengan semua keputusan Kakak." Kayla menghapus air matanya yang mengalir membasahi pipi dengan kasar.
"Kakak bilang ke Ila, kalau kakak yang akan menjelaskan kepada kakek, kalau Ila gak bisa menikah dalam waktu dekat ini. Tapi kakak malah bilang yang sebaliknya." Kayla mengusap air matanya kembali dengan kasar.
"Ila benci sama kakak."
"Udah?" tanya Zein.
Kayla menatap tunangannya itu dengan kening yang mengkerut.
Zein mengusap wajah Kayla yang basah karena air matanya yang terus mengalir.
"Aku minta maaf, aku emang udah janji untuk menunda pernikahan kita. Tapi aku gak tega, saat melihat kondisi kakek. Kamu lihat sendiri kan? Bagaimana kondisi kakek?"
"Kita udah bicarakan ini sebelumnya, apapun kondisi kakek, Kakak tetap akan menolak keinginan kakek. Kak, ini impian aku, Kakak tau kan, seberapa keras aku berusaha untuk menjadi pemain utama. Bahkan, banyak yang ingin menggantikan posisi aku." lirih Kayla.
"Ila, Kakak mohon, kali ini aja! Tolong, turuti keinginan kakek. Kakak janji, setelah ini kakak tak akan meminta apapun lagi dari kamu, kalau perlu, kakak akan memberikan apapun yang kamu inginkan." pinta Zein dengan memohon.
"Kakak mau beli aku? Gitu?"
"Bukan gitu, tapi kakak mohon, demi kakek!"
"Kakak egois, Kakak tau gimana perjuangan aku sampai ke tahap ini dan kakak masih meminta aku untuk mengorbankan semuanya? Kakak tau kan? Banyak pemain yang ingin menjatuhkan aku, yang ingin mengambil posisi aku. Bisa saja mereka dengan mudah menjatuhkan aku dengan hubungan kita."
"Kakak janji, kakak akan merahasiakan status kita."
"Gak, aku gak mau ambil resiko. Ini impian aku, aku gak mau gagal kali ini,"
"Baiklah, sekarang kakak tanya sama kamu. Kamu milih hubungan kita atau impian kamu."
Kayla menatap Zein dengan kening mengkerutnya. "Apa maksud kakak?"
"Pilih, Ila. Kamu harus pilih. Melanjutkan hubungan kita atau meraih impian kamu."
"Kakak benar-benar egois."
Kayla meraih handle pintu dan membukanya dengan cepat.
"Ila," panggil Zein.
Kayla terus berlari dan untungnya sebuah taksi melintas di daerah tersebut. Dengan cepat gadis itu menghentikan taksi dan naik kedalamnya.
"Ila," pekin Zein yang sudah mengejar Kayla, namun gagal untuk membawa Kayla kembali kepadanya.
** Yukk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF
__ADS_1