KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 68 "Pria terbaik"


__ADS_3

Kesya menggeliat dan merenggangkan otot-otot tubuh nya yang pegal. Kesya terkejut karena dirinya sudah berada di atas kasur, seingatnya dia sedang bermain hp dan tertidur di atas sofa.


"Hoaam, mungkin Mas Arka yang pindahi aku" Gumam Kesya.


Kesya merasa perutnya sangat lapar, di lihatnya jam yang terletak di dinding kamarnya. "Hah? Ya ampun udah jam 2 lewat,"


Kesya bergegas bangun dan mengambil wudhu untuk solat Zuhur.


Arka masuk kedalam kamar, dan di lihatnya Kesya yang sedang solat. Tersungging senyum di bibir Arka. Arka pun duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu Kesya selesai solat.


Kesya terkejut saat melihat sudah ada Arka di dalam kamarnya, yang sedang menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


" Mas, Kapan masuk?" Tanya Kesya.


" Saat kamu solat tadi."


"OOO" Kesya pun ber 'O' ria.


Kesya melipat mukenanya, dan meletakkannya kembali di tempat semula.


"Mas udah makan?" Tanya Kesya.


" Belum, Mas ke sini mau bangunin kamu, mau ajak makan"


" Ya ampun mas, kenapa gak duluan aja. Ya udah yuk turun kita makan." Ajak Kesya.


Arka melihat penampilan Kesya yang hanya menggunakan baju rumahan biasa.


" Kamu yakin mau turun dengan pakaian itu?" Tanya Arka.


Kesya memandang ke arah tubuhnya. "Kenapa? ada yang salah?" Ujar Kesya dan ingin membuka pintu kamarnya.


" Di bawah masih banyak tamu"


Kesya pun mengurungkan niatnya untuk menekan daun pintu tersebut. "Serius Mas?" Tanya Kesya tak percaya.


Arka menganggukkan kepalanya.


" Ya ampun, kan acara resepsinya besok, kok masih datang tamu nya?" gerutu Kesya.


" Ada beberapa tamu yang belum pulang karena ingin jumpa sama kamu" Ujar Arka.


Kesya pun mengangguk-anggukan kepalanya.


Kesya berjalan kearah lemari dan mengambil satu gaun yang non formal.


"Kenapa kamu gak pakai baju batik yang couple-an sama saya?" Tanya Arka

__ADS_1


Kesya memandang Arka, dan tak berapa lama Kesya menepuk jidadnya. Kembali Kesya membuka lemari dan mengambil gaun yang berbahan kain batik, yang mana memang sudah di siapkan sebelum hari H. Karena takut hal seperti ini akan terjadi.


"Emm, Mas yakin mau di situ aja? Gak mau keluar dulu." Tanya Kesya ragu sambil menatap Arka dengan malu.


" Saya kan suami kamu sekarang, ada masalah?" Tanya Arka sengaja menggoda Kesya.


Kesya menggelengkan kepalanya, dan berlari kecil menuju kamar mandi. Arka yang melihat wajah Kesya merona pun tersenyum bahagia. Tak berapa lama Kesya keluar dari kamar mandi, kemudian Kesya menggunakan pelembab wajahnya dan memakai sedikit bedak. Dan menyapukan bibirnya dengan lipstik dan Liptin. Arka menelan salivanya saat menatap Kesya yang sedang menekan-nekan bibirnya pelan untuk merapikan Liptin yang dipakainya tadi.


Kesya pun hanya menggunakan penjepit rambut untuk mempermanis tampilannya.


" Yukk turun" Ajak Kesya saat sudah melihat Arka.


seakan tersadar dari imajinasi liarnya, Arka pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum kaku kepada Kesya. Mereka pun turun dan langsung di sambut oleh Mami Laura.


" Sayang, Cantik banget sih kamu" Puji Mami Laura.


"Makasih Mi"


"Ya udah, kamu makan aja dulu ya. Nanti baru kita sambung lagi. Banyak yang mau ngasih ucapan selamat dengan kalian." Ujar Mami Laura menyuruh Arka mengajak Kesya untuk makan.


Arka menggenggam tangan Kesya, dan berjalan menuju meja yang sudah menyiapkan makan siang yang terlambat itu. Arka menarik kursi untuk Kesya, kemudian Arka duduk di sebelah Kesya. Dengan cekatan Kesya mengambilkan nasi dan lauk untuk Arka, membuat hati Arka menghangat dan dipenuhi bunga. Keromantisan mereka juga terekam oleh wartawan yang berada di atas pohon, yang mengambil gambar mereka dengan kamera berlensa panjang, agar demi mendapatkan gambar yang sempurna. wartawan memang tidak di izinkan masuk ke dalam perkarangan rumah Kesya. kebetulan meja tempat Arka dan kesya makan berada di halaman rumah, yang memang sudah di siapkan untuk mereka secara mendadak juga, karena tamu yang masih belum pulang dan masih ingin mengucapkan selamat kepada mereka.


Semua mata yang melihat pengantin baru tersebut pun merasa ikut terhipnotis dengan keromantisan mereka, pasalnya mereka makan sambil saling pandang, tersenyum, dan terkadang terlihat mengobrol.


Selesai makan, Arka menggandeng tangan Kesya untuk di kenalkan oleh kerabat ayahnya yang memang belum pulang. Walaupun Kesya sudah tidak lagi bermake up seperti saat akad nikah, tapi kecantikan alami Kesya tidak kalah dapat pujian. Memang dasarnya Kesya cantik yaa kan.. Yang namanya orang cantik, mau tidur ngorok dan encesan pun, tetap aja cantik. Ha.. ha..ha..


" Gak nyangka Key bisa seramai ini, Waktu Mbak Vina aja sebelum Zuhur udah mulai sepi tamunya " Ujar Kesya yang saat ini sedang memicit betisnya sendiri yang pegal.


Arka yang tadinya ingin membuka bajunya pun di urungkan niatnya, dan berjalan mendekati Kesya. Tanpa aba-aba Arka berjongkok dan memijit kaki Kesya.


" Eeh, Mas jangan" Ucap Kesya panik.


" Udah, kamu nikmati aja. Jarang-jarang kan dapat pijitan dari pria tampan" Ujar Arka sambil mengerlingkan matanya sebelah.


Kesya langsung merona mendapat perlakuan manis dari Arka.


" Masih pegal?" Tanya Arka


" Udah lumayan enakan Mas, Emm. Mas mau mandi? Biar Key siapain" Ujar Kesya.


" Mandi bareng aja yuk?" Goda Arka.


Kesya menggigit bibirnya dan meremas tangannya gugup. Arka tahu jika Kesya belum siap untuk hal yang lebih intim. Tapi jangan salahkan Arka jika mencuri ciuman dari Kesya. salah Kesya yang menggigit bibirnya seakan menggoda Arka. Seperti sekarang, Arka langsung mengecup bibir Kesya. Awalnya sih ngecup, tapi berubah jadi ******* pelan yang manis. Yang mana membuat mata Kesya melotot sempurna.


Arka menghentikan aksinya di saat merasa sesuatu bangkit dari tubuhnya. Arka menyatukan kening mereka, dan mengambil napas yang banyak seraya berkata, "Kamu sungguh menggoda"


Arka harus mandi untuk mendinginkan kepala, hati, dan tubuhnya yang memanas.

__ADS_1


Pintu kamar mandi tertutup, Kesya berdiri dari duduk nya dan mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya sambil mondar mandir.


"huuff..huff.. huff.."


Setelah merasa tenang, Kesya melirik kearah pintu kamar mandi, terdengar suara gemericik air. Kesya beralih ke lemari pakaian dan menyiapkan pakaian untuk Arka. Jangan lupakan kolor Arka, itu juga sudah Kesya siapkan walaupun merasa merinding dan gemetar saat menyentuh kain mungil itu.


Makan malam pun berjalan dengan penuh godaan untuk Kesya dan Arka, yang mana membuat wajah pengantin baru tersebut memerah seperti tomat.


Kesya memang wanita kedua yang membuat jantung Arka berdetak tak beraturan, tapi Kesya adalah adalah wanita pertama yang Arka sentuh. Dan Arka adalah pria pertama yang mengambil ciumannya.


Saat ini Kesya sudah berada di dalam kamar dan menunggu Arka di atas tempat tidur. Kesya meremas-remas selimut demi mengurangi kepanikannya. Pasalnya ini adalah malam pertama mereka. Mau gak mau, siap gak siap, Kesya harus menerima semuanya.


"Kamu belum tidur?" Ujar Arka saat keluar dari kamar mandi.


Kesya hanya menggelengkan kepala.


" Ada yang mau kamu bicarain sama Mas?" Tanya Arka lagi.


Kesya menggeleng, lalu menganggukkan kepalanya dan kemudian menggeleng lagi.


Arka tersenyum dan ikut naik ketempat tidur dan mendekat kearah Kesya, yang mana membuat Kesya semakin panik dan mengeluarkan keringat dingin.


"Belum olah raga kok udah keringatan sih" Goda Arka, membuat Kesya semakin gelagapan.


"Ituu, eem, anu.. ituu" Ucap Kesya gugup sambil meremas Bedcover.


"Key, saya gak akan minta hak saya malam ini" Ujar Arka membuat Kesya menghentikan pergerakan tangannya dan menatap Arka penuh tanya.


"Saya akan tunggu kamu, sampai kamu siap, sampai kamu bisa menerima saya, sampai hati kamu benar-benar yakin dengan saya" Ujar Arka sambil memegang tangan Kesya.


Kesya meneteskan air matanya, Arka pun menarik Kesya kedalam pelukannya. "Kenapa menangis?"


"Mas pria terbaik yang pernah Kesya temui"


.


.


.


.


.


.


Hai readers.. jangan lupa dukungannya ya..

__ADS_1


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA..


__ADS_2