KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 133 " Baby Zein"


__ADS_3

Tak terasa honeymoon di Jepang pun berakhir. Banyak tempat yang mereka kunjungi, termasuk menonton animasi air, yang menceritakan tentang kehidupan laut atau puyri duyung. Setidaknya Arka mengetahui sifat unik sang istri, yang ternyata masih menyukai film kartun.


Mereka juga menjelajah kemana pun yang berhubungan dengan Doraemon. Kesya benar-benar puas dengan perjalanan honeymoon nya kali ini. Di awali dengan tempat yang romantis, yang hanya dalam mimpi saja Kesya berani membayangkannya. Dan siapa sangka jika mimpinya akan menjadi nyata. Serta di tutup dengan berburu Doraemon. Bahkan Arka sempat rela memakai pakaian Nobita dan menata rambutnya pesis seperti Nobita, sedangkan Kesya berdandan layaknya Shizuka.


Selama perjalanan Honeymoon ini, Arka dan Kesya semakin saling mengenal jati diri sebenarnya dari pasangannya. Arka yang ternyata sangat jahil, dan suka menggoda Kesya, di tambah kebiasaan buruk Arka yang setiap bangun tidur suka kentut. Begitupun dengan Kesya, yang ternyata gadis cengeng dan gampang merajuk, tetapi gampang juga untuk di bujuk. Di tambah lagi sifatnya yang akan mudah terlelap jika kepalanya sudah terkena bantal, belum lagi drama pagi jika sudah di suruh mandi pagi.


Tidak hanya itu, banyak lagi kebiasaan keburukan dan jelek yang perlahan muncul dengan sendirinya, muncul karena adanya kenyamanan di antara mereka berdua. Bukannya menjadi ilifil, melainkan Kesya dan Arka menerima setiap kebiasaan jelek dari pasangannya masing-masing. Dan itu menjadi hal unik di dalam kehidupan mereka. Bukannya kita harus menerima sifat baik dan buruk dari pasangan kita? ingat, tidak ada yang sempurna diri dunia ini.


Oh ya, honeymoon nya belum selesai ya, masih ada Negara yang tidak kalah indahnya. Yaitu Indonesia. Di Negara sendiri ini banyak tempat yang sangat menarik, seperti Raja Ampat, melihat komodo, mendatangi sejarah candi-candi di Indonesia, kawah- kawah Merapi yang masih mengeluarkan asap, serta menghabiskan malam di pantai yang mana akan keindahan air lautnya di malam hari yang dapat bercahaya. Juga menikmati keindahan bawah laut, berenang bebas bersama ikan-ikan dan melihat terumbu karang yang indah.


Bahkan Arka sampai menggunakan helikopter untuk melakukan traveling dari tempat yang satu, ketempat yang lainnya. Jangan di pertanyakan lagi berapa biaya yang sudah di keluarkan untuk honeymoon mereka.


Tanpa terasa, sudah 2 bukan Arka dan Kesya menghabiskan bukan Madu sekaligus traveling mereka.


Di rumah besar Keluarga Moza, Vina, Mami Shella, Mega, Daddy Roy, Papi farel, Bram, Vano, dan Leo sudah mempersiapkan acara kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Kesya dan Arka. Minus Mili dan Gilang, karena Mili yang belum genap turun tanah hingga 40 hari, dilarang keluar rumah oleh Mamanya Gilanh. Maklum, Mama Gilang masih memegang teguh Prinsip orang tua.


Kedatangan Kesya dan Arka langsung di sambut dengan pelukan hangat, serta godaan untuk Arka dan Kesya. Tidak hanya itu, Kepulangan Arka dan kesya juga di sambut oleh jeritan kesakitan Vina, yang memang sedang menunggu Hari kelahiran Bayi nya. Kesya dan Arka yang baru 15 menit mendudukkan dirinya di sofa, langsung mendadak panik karena teriakan kesakitan Vina, di tambah lagi dari sela kaki Vina sudah mengeluarkan air, yang Sepetinya air ketuban. Tidak hanya Arka dan Kesya, seluruh keluarga langsung panik, terutama Vano. Leo langsung menghubungi Anggun untuk menyiapkan. ruang penangan untuk Vina bersalin.


Vano langsung menggendong tubuh Vina, namun hampir saja Vano terjatuh dengan Vina yang berada di dalam gendongannya, jika Leo dan Arka tidak menahannya. Vano yang terlalu panik berlari tanpa memperhatikan jalan. Arka dan Leo ikut membantu Vano membawa Vina kedalam mobil. Dengan keahlian Arka yang waktu mudanya di habiskan dengan balap liar, langsung saja menekan pedal Gas dengan kecepatan tinggi. Hingga membuat Vano merutuki Om muda nya itu.


Sedangkan Kesya, Mami Shella, Daddy Roy, Papi Farel, Mami Laura, Mega, dan Bram memasuki mobil milik Papi Farel.


" Astaghfirullah, Pelan Om. Awas aja kalo terjadi apa-apa sama anak dan istri Gue" Gerutu Vano


" Mas, Sa-kit" ujar Vina terbata dan meremas baju Vano.


Lengkap penderitaan Vano, Vina yang menarik kerah bajunya, dan menjambak rambutnya dengan kencang serta mencakar bahu dan wajahnya, belum lagi Arka yang membawa mobil dengan ngebut membuat badannya terhoyong ke kiri dan kanan dengan mengikuti arah mobil bergerak. Leo hanya meringis melihat Sang Om mudanya membawa mobil dengan kecepatan tinggi, dan hanya bisa berdoa agar keselamatannya terjamin.


Tak butuh waktu lama, 10 menit mereka sudah sampai di rumah sakit. Anggun yang memang sudah menunggu kedatangan Vina sudah menyiapkan brankar dan beberapa perawat untuk membantunya.


Dengan sigap Anggun memerintahkan perawat untuk membantu Vano mengeluarkan Vina dari dalam mobil, dan dengan mendorong kuat serta berlari, mereka membawa Vina ke ruangan bersalin.


" Air ketuban yang keluar sudah terlalu banyak, kami akan melakukan induksi." Ujar anggun kenapa Vano.


" Induksi?"


" Iya, kita akan berikan obat untuk merangsang otot-otot rahim agar dapat melahirkan secara Normal"


Vano yang sudah tidak mengerti apa yang di katakan anggun pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Vano selalu setia menemani Vina di ruang persalinan.


" Ikuti arahan saya ya Mbak, Tarik napas. Buang perlahan. Tarik lagi.. Iya.. buang perlahan.. oke, Kita mulai ya Mbak.. ikuti arahan saya.. Tarik napas... Dorong Mbak, iyaa.. terus.."

__ADS_1


" Huuf.. huf..huf.. Aaammppppp aakh..hah..ha.. Sakit Mas hiks.." Ujar Vina sambil menjambak rambut suaminya saat dia mengejan.


" Iya Mbak, sekali lagi ya.. ini kepalanya sudah kelihatan, ayo Kak Vano tolong bantu dorong perlahan punggung Mbak Vina ya, ikuti gerakan Mbak Vina, dan dorong perlahan dan tahan" Ujar anggun.


" Ayoo Mbak, tarik napas, ngedan mbak...."


Di luar ruangan bersalin, Mami Shella sudah mondar mandir di pintu ruangan bersalin.


" Mi " Panggil Kesya dan menarik lembut tangan sang Mami.


Mami Shella menurut, dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


" Mbak Vina pasti bisa, Mbak Vina kuat dan hebat"


" Iya, tapi Mami khawatir.. Vina itu orangnya gak tahan dengan rasa sakit Hiks.."Mami Shella memeluk Kesya.


" Ada Kak Vano di dalam, pasti Mbak Vina kuat kok Mi" Ujar kesya menenangkan Mami Shella.


Daddy Roy sudah berdiri dengan tegang sambil menggigit kukunya, putri pertamanya sedang berjuang di dalam sana. Hanya doa yang bisa di panjatkan.


Mega, Bram, Leo, Mami Laura, dan Papi Farel juga sudah menunggu dengan khawatir. Sesekali terdengar suara teriakan Vina, dan juga Vano. Yang mana membuat Seluruh keluarga yang berada di luar ruangan bersalin itu menjadi semakin tegang.


Arka memeluk Kesya, memberikan kekuatan kepada sang istri. Agar Kesya tidak trauma untuk menghadapi kelahiran anak mereka nanti. Setelah 20 menit, terdengar suara tangis bayi yang sangat kuat dan lantang. Seluruh keluarga langsung mengucapkan puji syukur kepada sang pencipta. Tak berapa lama, Vano keluar dengan Penampilan yang acak-acakan. rambut berantakan, dan baju kaos yang digunakannya sudah kusut, bahkan nyaris robek.


" Alhamdulillah" seru seluruh keluarga.


" Selamat ya sayang, kamu sudah jadi ayah sekarang"


Mami Shella pun ikut memeluk Vano, dan mengucapkan selamat. Bram menatap Vano, dan memegang kedua bahunya.


" Anak Papi sudah besar, sudah jadi orang tua sekarang" Bram pun memeluk Vano, dan meneteskan air matanya. Rasanya baru kemarin dia memegang jari mungil Vano, dan mengajarinya berjalan. Semua kenangan Vano kecil, terlintas di fikiran Bram bagaikan film yang terus berputar.


" Makasih Pi, bantu Vano mendidik anak Vano, tegur Vano jika Vano salah"


" Pasti"


Mereka kembali berpelukan. " Hei, apa hanya Papi kamu aja yang di peluk, Daddy mu tidak?"


Vano merenggangkan pelukannya, dan beralih memeluk Daddy Roy.


Vano kembali kedalam ruang bersalin, Bayi mereka sudah di bersihkan. Vano meng'azani putra pertamanya, kemudian di bisiknya nama sang putra.

__ADS_1


" Vikram Zein Bramansyah "


" Nama yang Indah" Ujar Vina.


Vina dan Baby Zein sudah berada di Kamar rawat Inap. Kesya sungguh terharu melihat bayi mungil itu menyusu. Dia kembali teringat dengan Bayi nya, jika saja kejadian itu tidak pernah terjadi, mungkin saat ini dia juga sedang menantikan kehadiran sang Bayi. Tanpa di sadari kesya meneteskan air matanya.


" Hei, jangan menangis. " Ujar Vina dan menggenggam tangan Kesya.


Saat ini di dalam kamar hanya para Wanita, karena Vina yang baru belajar menyusui sang Bayi, jadi para Pria di suruh berada di luar kamar, termasuk Vano.


Di kantin, para Papi sedang memberikan wejangan kepada Vano, termasuk untuk Arka juga. Vano harus saling membantu dalam mengurus bayi, dan menjaga perasaan Vina, karena air susu yang di hasilkan Vina, cenderung berpengaruh dengan perasaannya. Jika perasaan Vina baik, maka ASI yang di hasilkan akan melimpah.


" Raja, gimana jamu yang Mami berikan? Ada di minum?" Tanya Papi Farel.


" Ada Pi, sudah habis"


" Waah, pantes aja, masih merah-merah" Goda Papi farel.


Arka memgerutkan keningnya, berfikir dengan kata merah-merah, kemudian dia mengingat jika masih ada tanda di lehernya dan leher sang istri. Dengan refleks Arka menutupi lehernya. Sontak saja tawa kembali pecah karena tingkah Arka. Jangan di tanya lagi warna wajahnya, sudah memerah bagaikan kepiting saus Padang.


kehadiran Baby Zein membawa warna tersendiri di kehidupan Vina dan Vano. Seperti saat ini, Vina sudah di bolehkan pulang, tapi Vina bingung harus pulang kemana. Daddy Roy menyuruh Vina pulang ke rumah, sedangkan Papi Bram menyuruh Vina pulang kerumahnya, hingga terjadi perdebatan antara Daddy Roy dan Bram. Biasanya Para nenek yang akan berebut, tetapi ini para kakek yang berebutan.


Akhirnya jatuhlah keputusan kepada Vina yang pulang ke rumah Mami Shella. Daddy Roy tersenyum bangga karena kemenangannya, sedangkan Papi Bram merengut kesal.


" Lihat saja, aku akan datang ke rumah mu setiap hari" Ujar Bram kepada Daddy Roy.


" Pintu rumah ku terbuka lebar untuk besan ku. Ha.ha..ha.."


Benar kan, pria itu, walaupun umurnya sudah matang, tapi tingkah kekanak-kanakannya tidak akan pernah hilang. Lihat saja Daddy Roy dan Papi Bram, bertengkar memperebutkan cucu pertama mereka. Padahal Papi Bram masih memiliki Bayi cantik. hi..hi..hi..


.


.


.


.


Hai readers..


Jangan lupa jempolnya yaa..

__ADS_1


Love u..


__ADS_2