KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 93 " Hamil "


__ADS_3

Drrtt... Drrrrtt...


Ponsel Arka bergegas, terlihat nama Daddy Roy di layar pipih itu. Arka mengangkat tangannya untuk menghentikan persentasi sebentar. Arka mengangkat panggilan dari daddy Roy.


" Assalamualaikum Daddy"


" Arka, Kesya tiba-tiba pingsan"


Arka langsung berdiri dan berlari meninggalkan rapat yang tengah berjalan. Arka tidak peduli lagi dengan rapatnya, yang difikirkan Arka hanyalah Kesya, istri tercintanya.


Dengan kecepatan tinggi Arka melajukan mobilnya, setelah melepas kunci dari Duda. 20 menit Arka sampai di depan rumah Daddy Roy.


Arka berlari kencang masuk kedalam rumah. Arka melihat semua orang sudah berkumpul di kamar Ayah Nazar.


"Ar" panggil Mega


Arka masuk kedalam kamar setelah diberi ruang untuk dia jalan menemui istrinya.


"Sayang" Panggil Arka saat setelah duduk di sisi ranjang dan memegang tangan sang istri.


" Kesya kenapa Mas?" Tanya Arka kepada Bram yang memeriksa kondisi Kesya tadi.


" Sepertinya dia kelelahan. Dan kalo bisa dalam kondisi hamil gini Kesya jangan di bikin stres dulu" Ujar Mas Bram.


"Euughh" terdengar rintihan dari mulut Kesya. Dan mata Kesya mulai bergerak-gerak. Tak berapa lama mata Kesya terbuka. Yang pertama kali Kesya lihat adalah Arka.


" Mas" Lirih Kesya.


"Iya sayang"


" Aku kenapa?"


" Kamu kecapean, karena kamu sedang Ham__"


Arka menolehkan kepalanya melihat ke Mas Bram.


"Kesya Hamil?" Tanya nya meyakinkan.


Mas Bram menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Sayang, kamu hamil? hamil anak kita? Di sini ada bayi kita sayang" Ujar Arka sambil mengelus perut rata lesu dan menciumi tangan Kesya berkali-kali.


" Hamil?"


" iyaa syang, "


" Aku lagi datang bulan Mas, kok bisa hamil"


" Itu bukan darah menstruasi kamu Key, tapi itu pendarahan kecil atau flek yang terjadi karena kondisi tubuh kamu yang sedang stres atau kelelahan. Jadi kamu harus bed rest mulai sekarang. " Ujar Bram.


Kesya menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca. Perlahan Kesya mendudukkan tubuhnya, " Aku hamil Mas" lirih Kesya dengan Ari mata yang sudah mengalir. Arka menganggukkan kepalanya, dan Kesya langsung memeluk tubuh Arka. " Aku hamil Mas" Bisik Kesya lagi.


"Iya sayang, Kamu hamil. Anak kita"


Berita kehamilan Kesya pun langsung terdengar oleh Mami Laura dan Papi Farel. Papi Farel langsung membagikan uang kepada fakir miskin yang tinggal tidak jauh dari komplek perumahannya.


Mami laura dan Papi farel langsung meluncur ke rumah Daddy Roy.


" Sayang " panggil Mami Laura saat sudah berada di kamar Kesya.


Mami Laura menangis dan memeluk tubuh Kesya. "Mamhi bahagia sekali, terima kasih sayang" Ujar Mami Laura.

__ADS_1


" Iya Mi"


Mami Laura menatap sang anak yang sedari tadi tidak henti-hentinya tersenyum. Di peluknya tubuh tegap sang anak. "Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu bakal jadi Ayah"


"Terima Kasih Mi" Ujar Arka sambil membalas pelukan sang suami.


Malamnya Arka langsung mengajak Kesya ke praktek Dokter.


" Mbak, dokternya gak ada yang perempuan?" Tanya Arka kepada resepsionis.


" Ada Mas, tapi jam prakteknya sudah habis. Hanya tinggal dokter Faisal aja" Ujar resepsionis tersebut.


"Om Arka" Tegur Anggun saat melihat Arka dan Kesya berada di resepsionis.


" Anggun"


" Mau cek up ya? sama dokter apa?"


" Sama Mbak Anggun aja yaa, boleh kan?" Ujar Kesya.


" Boleh, ya udah. Yuk ke ruangan Aku" Ujar anggun mengajak Kesya dan Arka masuk kedalam ruangannya.


" Kenapa gak telpon sih Om kalo mau periksa"


" Tadi udah bilang ke Leo, katanya kamu lagi ada jadwal operasi, makanya tadi cari dokter cewek yang lain, eh rupanya gak ada"


Anggun terkekeh. " Mbak, bajunya di naikkan dulu ya" Ujar anggun setelah menyuruh Kesya berbaring di ranjang.


" Untung aja Aku masih disini kan. Lain kali Om tinggal telpon ke aku nya Aja kalo mau periksa"


Arka hanya tersenyum, dan matanya sudah menatap kearah layar monitor yang menampilkan isi rahim Kesya.


Ujar anggun.


" Lihat deh, ini yang kecil ini, dia bayinya Mbak, Om. Masih berupa segumpal daging. Nanti aku kasih Vitamin dan penambah darah buat Mbak ya" Ujar Anggun.


"Emm, mbak Anggun, tadi pagi saya kan Flek, apa gak ngaruh dengan bayinya?" Tanya Kesya khawatir.


Anggun tersenyum " Ngaruh dalam perkembangannya Mbak. Yang penting Mbak Makan makanan yang bergizi, dan minum Vitaminnya. Trus Jangan terlalu kecapean dan stres."


" Dengar tu sayang, Kamu jangan kecapean lagi ya. Biar semua urusan di urus sama pihak WO aja" Nasehat Arka.


Kesya menganggukkan kepalanya, Sebenarnya Kesya sangat ingin menangis, karena merasa jika Arka sedang marah dengannya. Tetapi Kesya malu dengan Anggun, dan menahannya.


Setelah menebus resep, Arka menggandeng Kesya berjalan ke arah mobil mereka.


Sesampainya di mobil, Air mata yang sedari tadi Kesya tahan, akhirnya meleleh juga.


" Sayang, kok nangis? kenapa?" Tanya Arka yang memang sebenarnya dari keluar dari ruangan Anggun, Kesya sudah diam dan sering melamun.


" Maafin Key ya Mas.. Hiks.."


" Loh, kok minta maaf sih, emangnya ka.u salah apa?"


" Tadi Key buat Mas marah"


" Kapan sayang?"


" Waktu Hiks..di ruangan Mbak Anggun"


Arka berfikir sejenak, lalu teringat dengan kata-katanya. " Ya ampun sayang, Mas gak marah kok. Maafin Mas ya. Mas yang salah. Mas kurang perhatian sama Kamu. Maafin Mas yaa. Kamu mau kan maafin Mas?" Tanya Arka yang sudah mengubur Kesya kedalam pelukannya.

__ADS_1


Kesya menganggukkan kepalanya. Arka pun bernapas lega. Arka jadi ingat dengan nasehat Mami nya Tadi.


Flashback On


" Raja, Perasaan istri kamu itu lagi sensitif banget. Mami udah curiga dia hamil saat dia merajuk sama kamu Gara-gara ikan gurami. Jadi kamu itu harus lebih sabar menghadapinya yaa."


" Iya Mi, Oh ya, emangnya kalo lagi hamil bisa jadi cengeng gitu yaa?"


" Itu bawaan bayi, perubahan hormon. Jadi perasaannya juga ikut berubah-ubah. Pokonya kalo dia nangis, kamu tenangin aja deh, jangan sampe dia stres ya, dan mikirin yang macam-macam sama kamu"


" Iya Mi"


FLASHBACK OFF


Sesampainya di rumah Daddy Roy, Kesya tidak di perbolehkan untuk melakukan apapun. Bahkan untuk naik ke kamarnya saja, Kesya di gendong oleh Arka.


" Serasa pengantin baru kan?" Goda Arka, saat menaiki tangga sambil menggendong Kesya ala bridal.


" Iih, apaan sih" ujar Kesya dengan wajah memerah.


Sesampainya di kamar, Kesya langsung di rebahkan ditempat tidur.


" Mas, Laper" bisik Kesya.


" Ya udah, kamu tunggu di sini yaa, jangan bergerak-gerak. Tetap dengan posisi tidur seperti ini. Ingat, di dalam sini ada bayi kita." Ujar Arka sambil mengelus perut rata Kesya.


" Iya Mas"


Arka turun dan menuju ke dapur. Arka mengambil sepiring nasi beserta lauknya. Di letakkan di atas nampan beserta segelas air putih, dan susu untuk ibu hamil.


" Ar, gimana Kesya?" Tanya Mami Shella yang kebetulan masuk kedapur.


" Oh, Kesya hanya kelelahan, tapi Alhamdulillah bayinya sehat dan kuat."


" Alhamdulillah, ya udah, kamu jaga dia baik-baik ya. Wanita hamil itu perasaannya lebih sensitif." Nasehat Mami Shella.


" Iya Mi, Arka ke atas dulu ya"


Mami Shella pun menganggukkan kepalanya.


"Sayang, Ayoo duduk dulu" Ujar Arka setelah masuk kedalam kamar.


Kesya duduk bersanda di kepala tempat tidur. "Mas, Suapin yaa" Pinta Kesya malu-malu.


Arka langsung tersenyum sumringah. Tidak ada alasan Arka untuk menolak permintaan Kesya. Jangankan untung menyuapinya makan, untuk mandi bareng aja Arka pasti bakal senang. Ha.ha.ha.. Arka modus.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..

__ADS_1


__ADS_2