KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 156 " Mengenang Masa lalu"


__ADS_3

" Apanya yang tidak boleh?"


Semua mata langsung menoleh kearah sumber suara. Vano dengan berwibawanya langsung menghampiri Vina dan mengecup pucuk kepala Vina dan kemudian mencium bibirnya sekilas. Membuat Sasa memalingkan wajahnya dan Bara mendengus kesal.


" Cih, yang benar saja. Apa kalian akan mempertontonkan adegan mesum di sini?" Kesal Bara.


" Eh, ada jomblo. Ha..ha..ha.. Sorry ya " Goda Vano yang mana membuat Bara semakin kesal.


" Eh ada Sasa. Jodi mana?"


Bara langsung mengepalkan tangannya, bagaimana bisa mereka menjodohkan mungilnya dengan Jodi. Apa mereka tidak mengerti dengan perasaannya sekarang?.


" Emm, Bang Jodi bukannya lagi ngawal Mbak Kesya dan Tante Shella yaa?"


" Waah, Kamu tau banget ya Sa jadwal Jodi. Memang kalo jodoh gak kemana!" Seru Vina.


" Oh ya? Emang sih, Sasa cocok banget sama Jodi" Tambah Vano.


Benar-benar sepasang suami istri ini, semakin membuat Bara membara. Vano dan Vina sudah saling mengulum senyumnya menatap Bara yang terlihat kesal. Sedangkan Sasa terlihat gugup karena di goda oleh Vano dan Vina


" Jodi jomblo, setia, Sasa juga, Sama-sama manis. " Tambah Vina.


" Apa kalian sedang membuka Biro jodoh saat ini?" Geram Bara menatap tajam kearah Vano dan Vina.


" Kalo Sasa nya mau, kenapa gak" Jawab Vina santai.


" Sa, kamu mau kan di jodohi sama Jodi?"


" Hah? Emm, kalo udah jodoh mau bilang apa Mbak"


" Nah, Sasa aja slgak nolak, kenapa Mas yang sewot"


" Kamu" Bara menatap tajam kearah Sasa. Sasa hanya membalas tatapan Bara datar. Bara bangkit dan ingin menarik Sasa, namun Vina menghalangi Bara.


" Jangan berani nyentuh Sasa" Ancam Vina tajam.


Bara menggeram dan kemudian meninggalkan Vina, Vano, dan Sasa. Sedangkan Vano dan Vina sudah tertawa melihat tingkah Bara. Sasa juga ikut tersenyum.


" Kamu suka sama Mas Bara?" Tanya Vina tiba-tiba yang mana membuat Sasa tersedak oleh ludahnya sendiri.

__ADS_1


Di tempat lain, Jodi tengah terbatuk-batuk tanpa henti. Hingga membuat air matanya keluar dari sudut matanya. Duda sampai merasa kasihan dengan teman seperjuangannya itu.


Kesya sedang mengajak Mami Shella untu bershoping, dengan alasan membeli barang untuk Baby Zein.


" Katanya mau belanja untuk Baby Zein, kok jadi untuk Mami dan Daddy?" Tanya Mami Shella.


" Iya, rasanya udah lama banget gak jalan-jalan bareng Mami. Dan juga ini kan baru pertama kalinya Key belanjain Mami, Setelah Key menikah"


" Iya sih, gak terasa ya waktu cepat berlalu. Tau-tau nya kamu udah nikah aja sama Arka. Padahal dulu Mami ingat banget, kamu benci banget sama dia. Sekarang lihat!! Kamu udah cinta banget sama dia"


" Iih Mami, Key jadi malu tau"


" Tapi bener kan? Kamu cinta banget sama Arka?"


" Iya Mi, Iya. Mas Arka tu beda. Dia tu orangnya usil, jahil, nyebelin, tapi ngangenin. Mas Arka tu bisa buat Key jatuh cinta sama dia, tanpa harus memberikan kemewahan. Mami tau, Key pernah marah sama Mas Arka, saat dia menyewa satu restoran hanya untuk makan malam romantis dengan Key. Ya udah, Key tinggalin aja dia. Eh, akhirnya kami makan di pinggir jalan dengan gaun yang Yaa,, Mami tau sendiri berapa harga nya. Mahal banget,!!" Ujar Kesya sambil mengingat kejadian saat dirinya dan Arka makan malam romantis saat pertama kali menjadi pasangan yang sudah bertunangan.


" Iyaa... Iyaa, Mami ingat. Kamu ini, ada-ada saja."


" Mami tau sendiri jika Key tidak suka yang terlalu berlebihan."


" Oh ya, cerita dong, gimaba di kampungnya si Duda"


Kesya pun milai menceritakan kejadian saat mereka di Kampung Duda, Dari pembelian klinik, Mantan istrinya Duda, Arka menanam padi, main hujan, sampai pinggang Arka terkilir karena jatuh dari pohon. Semua Kesya ceritakan, termasuk mereka sudah membeli tanah, dan sedang membangun rumah di sana. Dan Arka sampai memesan pompa sumur, untuknya bermain air nanti bersama anak-anaknya. Dan di sana Arka sengaja membangun rumah yang memang jauh dari kemewahan, bahkan Kamar mandinya tanpa shower, melainkan mandi dengan air yang di tampung di dalam bak mandi.


" Iya Mi, lain kali kita ke sana ya, kalo rumah di sana udah selesai."


" Tentu, Mami jadi teringat masa kecil Mami. Dulu Mami juga suka mandi hujan, kemudian Eyang Kangkung marah, dan menghukum Mami di kamar"


Kesya dan Mami Shella pun tertawa sambil mengenang Masa kecil Mami Shella. Beruntungnya Kesya bisa menjadi bagian dari keluarga Mami Shella, karena dia bisa mendapatkan cinta yang sungguh luar biasa.


" Mi, nonton bioskop yukk?" Ajak Kesya.


" Ayukk"


Kesya dan Mami Shella pun ikut mengantri membeli tiket, padahal bisa dengan cara yang gampang, dengan membeli online, tapi Mami Shella memilih untuk mengantri, karena ingin mengingat masa muda nya dulu, saat bersama teman-temannya.


" Oh ya, Daddy jadi ke sini gak?"


" Mami gak tau, coba deh Mami hubungi Daddy dulu ya"

__ADS_1


Mami Shella mengambil ponselnya, dan menghubungi Daddy Roy.


" Katanya Daddy mau ikut nonton, kita pesan satu lagi tiketnya yaa"


Lima belas menit kemudian Daddy Roy sudah tiba di Mall, di mana Kesya dan Mami Shella berada.


" Popcornnya sudah beli?" Tanya Daddy Roy mengejutkan Kesya dan Mami Shella yang sednah mengantri popcorn.


" Eh Daddy, ngagetin deh" Ujar Kesya dan mencium tangan Daddy Roy.


" Biar Daddy yang mengantri, Ratu dan Putri silahkan duduk cantik dan menunggu di sana ya"


" Baiklah yang mulia" Ujar Kesya dan Mami Shella bersamaan"


" Hai, boleh saya duduk disini?" Ujar seorang pria paruh baya, mungkin umurnya lebih tua dari Daddy Roy beberapa tahun.


" Maaf, kami hanya ingin berdua" Ujar Mami Shella.


" Oh, maaf kan saya kalau begitu. Gadis Cantik, salam buat Mamanya ya, semoga bisa bertemu di lain waktu" Ujar pria itu.


" Sebaiknya simpan angan-angan anda, karena Wanita cantik itu adalah istri saya" Ujar Daddy Roy yang sudah berdiri di belakang pria itu sambil memegang popcorn dan beberapa minuman.


Pria paruh baya itu melihat kearah Daddy Roy, dalam sekejap dia langsung menciut, melihat bagaimana tubuh Daddy roy yang masih sangat atletis walaupun sudah berumur. Bahkan perutnya masih terlihat rata, tidak seperti dirinya yang perutnya sudah mengalah-ngalahi ibu hamil 5 bulan.


Pria paruh baya itu pun pergi denhan wajah tertunduk karena malu.


" Wah, lihatlah.. Pria gagah itu membuat orang lain menciut" Goda Mami Shella.


" Tidak ada yang boleh menggangu Ratu ku" Ujar Daddy Roy dan mengecuo cepat pipi Mami Shella.


" Hah? Ih, Daddy, malu tau di liatin orang. Ntar di kira gak tau umur lagi"


" Biarin aja, kalo iri bilang Bos" Ujar Daddy Roy santai.


Kesya hanya terkikik melihat wajah Manis Bella yanh terlihat sudah memerah. Dalam hati Kesya berdoa, agar selalu bisa akur dan selalu romantis bersama Arka hingga mereka tua nanti.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


Terima kasih. Salam KesAr.


.


__ADS_2