KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 26 ' Azab Ilahi


__ADS_3

Didalam mobil Arka masih memeluk Kesya yang sudah mulai mengeluarkan Isak tangisnya. Perlahan Isak tangis Kesya semakin terdengar jelas, hingga tangisannya pun pecah saat Arka semakin mempererat pelukannya.


Di rumah Kesya, Daddy Roy yang berada di kantor pun kembali pulang ke rumahnya saat menonton berita di TV, Vina dan Tante Mega sudah menunggu kedatangan Kesya dan Arka. Arka tadi sempat membuat panggilan kepada Vina kalo dia menjemput Kesya di kampus. Mami Shella sudah menangis di dalam pelukan Daddy Roy.


Dari luar rumah terdengar deruman mesin mobil. Tak berapa lama muncul Arka dan Kesya. Keadaan Kesya benar-benar membuat Daddy Roy emosi dan mengepalkan tangannya. Mami Shella langsung memeluk Kesya dan tangis Kesya kembali pecah.


" huaaa.. apa salah Kesya Mi, hiikkss .... kenapa begitu banyak orang yang benci dengan Kesya..hiikk... huaaa..Aaa.." jerit Kesya di dalam Isak tangisnya sambil memeluk mami Shella.


" Kesya, sebaiknya kamu bersihi diri kamu dulu" ucap Daddy Roy.


Kesya pun beranjak ke dalam kamarnya bersama mami Shella.


" Ar, kamu ganti baju gi di rumah, pake baju Leo aja" ucap Tante Mega kepada Arka.


Arka pun pulang kerumah tante Mega dan membersihkan tubuhnya yang terkena telur dan tomat karena memeluk Kesya tadi.


Mami Shella membantu Kesya membersihkan dirinya dari cangkang telur yang sudah pecah. Setelah membersihkan tubuh Kesya dan membilas bekas telur yang lengket di tubuh Kesya, Mami Shela pun menyuruh Kesya merendamkan tubuhnya kedalam bathtub yang sudah di isi dengan air hangat dan sabun yang banyak.


Mami Shella membantu Kesya membersihkan rambut panjangnya. Dengan penuh cinta mami Shella membasuh dan memberi sampho, serta memijit kepala Kesya.


" auuww " pekik Kesya.


" Sakit sayang? maafin mami ya" ucap mami Shella yang kembali menjatuhkan air matanya.


Mami Shella merasakan benjol di kepala putri bungsunya itu. Betapa kuat lemparan yang mereka berikan kepada Kesya hingga kepala Kesya bisa benjol, dan ada memar di bagian tangannya. karena Kesya sempat melindungi wajahnya dengan tangannya.


Setelah selesai keramas, mami shella menyuruh Kesya untuk berendam agar bau amis dari telurnya benar-benar hilang. Mami Shella pun meninggalkan kesya di kamar mandi sendirian.


Mami Shella keluar dari kamar Kesya, dan berjalan menuju ruang keluarga.


" Bagaimana Kesya mi??" tanya Vina.


Mami Kesya kembali memeluk Vina dan menangis.


" tenang mbak, Arka tidak akan membiarkan Kesya terluka" ucap Tante Mega.


" Terlambat, dia sudah terluka. " ucap mami Shella di tengah Isak tangisnya.


Saat mami Shella mengatakan itu, bertepatan dengan Arka yang masuk dan mendengar semuanya.


" Tante, maafin saya. saya akan membersihkan nama Kesya" ucap Arka sambil menundukkan kepalanya.


Tante Mega yang melihat itu pun merasa prihatin dengan kisah cinta Arka. karena selama ini Arka tidak pernah jatuh cinta dengan siapapun. Tapi sekalinya dia jatuh cinta, dia harus merasakan sakit dan perjuangan yang berat.


Hampir satu jam Kesya belum turun dan keluar dari kamarnya. Mami Shella menjadi khawatir. Mami Shella dan Vina pun menghampiri kamar Kesya.

__ADS_1


Tok tok tok.


" Key, kamu sudah siap??" tanya mami Shella mengetuk pintu kamar mandi.


Namun tidak ada pergerakan yang terdengar dari kamar mandi. Mami Shella pun tidak enak perasaan dan membuka pintu kamar mandi Kesya.


" KESYAAA " teriak mami Shella dan Vina bersamaan.


Suara teriakan mami Shella dan Vina pun terdengar hingga ke ruang keluarga, sehingga semua orang yang berada di sana langsung berlari menuju kamar Kesya.


Vina langsung menutup tubuh Kesya dengan handuk. saat melihat Kesya pingsan dan tubuhnya hanya tertutup oleh handuk. Arka langsung menggendong Kesya dengan mata tertutup dan mendapatkan arahan dari Vina agar membawa Kesya ke tempat tidur.


Setelah Kesya berada diatas tempat tidur, Vina menyuruh Arka dan Daddy Roy keluar dari kamar Kesya.


Daddy Roy menatap Arka karena berani menyentuh tubuh putrinya yang tak tertutup oleh sehelai benang pun.


" Saya akan bertanggung jawab om" ucap Arka.


" Auuuww.." pekik Arka sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh Daddy Roy.


" Saya masih sanggup untuk menggendong putri saya" ucap Om Daddy kesal.


" iya om, cuma saya tadi terlalu panik. tapi saya akan bertanggung jawab dengan apa yang telah saya lakukan." ucap Arka kembali sambil menundukkan kepalanya.


" kamu kira putri saya akan hamil apa jika hanya di gendong dengan kamu" ucap Daddy Roy kesal.


" aww aww mbak sakit mbak " pekik Arka yang sudah terduduk karena menerima pukulan dari Mega.


" Kamu itu disekolahkan jauh-jauh tapi mulut mu itu kenapa tidak sekalian kamu sekolahkan Raja" pekik Tante Mega yang sudah tersulut emosi.


" Aduh mbak, maksud Arka bukan begitu " ucap Arka sambil mengelus bekas pukulan mbaknya.


" Mas Roy tenang saja, saya yang akan menghukumnya" ucap Tante Mega.


Dan pandangan tante Mega jatuh kepada kemoceng yang tergantung di dinding. Dengan langkah besar Tante Mega mengambil kemoceng tersebut dan memukul Arka.


" auuww mbak, aduuhh sakit mbak, ampun mbak" teriak Arka.


Mami Shella yang mendengar jeritan Arka pun keluar dari kamar dan mendapatkan Tante Mega sedang memukul Arka dengan kemoceng.


" Sudah mbak, jangan di pukuli lagi. ingat mbak lagi hamil." ucap mami Shella yang sukses membuat Tante Mega berhenti memukul Arka.


" Bukan salah Arka loh mbak, jadi jangan di pukuli Arka nya" ucap mami Shella.


" mulutnya itu loh mbak yang gak di sekolahi, masa dia bilang siap untuk membuat Kesya hamil." geram Tante Mega.

__ADS_1


Mami Shella pun menggelengkan kepalanya dan menyentil kening Arka.


" Aww "


" kamu ini, orang lagi panik kok malah bicara ngawur" ucap mami Shella.


Tak berapa lama Leo datang dan memeriksa keadaan Kesya.


" Gimana Kesya Le?" tanya Tante Mega.


" Kesya gak papa, dia cuma stres aja. kita tunggu sampai Kesya bangun" ucap Leo.


Leo pun memasang infus agar tubuh Kesya tidak lemah lagi.


Leo yang menatap Oom nya merasa aneh. Yang pertama, baju yang dikenakan oleh Oomnya adalah bajunya, yang kedua, kening Oomnya memerah, dan tangannya penuh dengan bekas merah terkena pukulan sepertinya dari rotan.


" Kenapa Om? " tanya Leo saat duduk di sebelahnya.


" Kena azab ilahi dia " ucap Tante Mega.


Leo pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Mami jangan terlalu lelah, ingat kandungan mami" ucap Leo.


Leo memberikan saleb kepada Arka.


"Mi, Kesya udah bangun" ucap Vina yang keluar dari kamar dan memberikan kabar kepada keluarganya yang duduk di ruangan keluarga yang berada di depan kamar Kesya dan kamarnya dulu.


Mami Shella, Daddy Roy, Tante Mega, dan Arka pun langsung bergegas ke kamar Kesya.


Leo memeriksa keadaan Kesya.


" Apa yang Lo rasa Key??" tanya Leo.


" Kepala gue pusing, dan badan gue rasanya lemas" ucap Kesya.


" Mau apa kamu??" tanya Tante Mega sambil menarik baju Arka.


" Mau meluk Kesya " ucap Arka yang langsung mendapatkan kembali sentilan maut dari Daddy Roy.


" Nikahi dulu Kesya kalo mau peluk-peluk dia, itu pun kalo dia mau nikah sama kamu" bisik Daddy Roy tajam.


.


.


.

__ADS_1


.


Like .. like ..like.. and vote nya ya readers sayang...


__ADS_2