KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 178


__ADS_3

"Maaf, aku masuk tanpa izin?"


Zein membalikkan kursinya dan terkejut melihat siapa yang datang untuk menemuinya.


"Ila?" lirihnya dengan bingung.


Kayla tersenyum dan berjalan mendekat kearah Zein, begitu pun sebaliknya. Zein bangkit dari duduknya dan melangkah besar menuju sang tunangan.


"Kamu? Kamu kenapa ada di sini? Ini beneran kamu?" tanya Zein yang sedang menangkup pipi Kayla.


"Ini, Aku. Beneran aku," ujar Kayla sambil tersenyum.


"Kamu? Kamu kenapa bisa di sini? Bukankah seharusnya kamu sudah berada di dalam pesawat?" tanya Zein dengan bingung.


Kayla menggelengkan kepalanya. "Aku di sini, Ayo menikah." ujar Kayla yang mana membuat Zein membelalakkan matanya.


"Ila? Ka-kamu bilang apa barusan?"


"Ayo kita menikah. Kakak gak berubah pikiran kan buat nikah sama aku?" ujar Kayla dengan bibir yang sedikit di manyunkan.


Zein menggeleng. "Gak, aku gak akan pernah berubah. Aku sangat ingin menikah dengan kamu. Tapi, bagaimana dengan impianmu?" tanya Zein dengan jantung berdebar. Berdebar antara bahagia atau sedih.


"Mungkin bukan takdir aku buat naik ke atas panggung. Tapi, takdir yang tertulis untuk aku yaitu naik ke atas pelaminan bersama Kakak."


Perlahan senyum Zein mengembang, pria itu pun memeluk tubuh ringkih Kayla dengan penuh cinta.


"Aku mencintai kamu, Ila. Sangat mencintai kamu," ujar Zein.


Zein perlahan melepaskan pelukannya dan kembali menangkup pipi Kayla. Perlahan, di dekatkan wajahnya ke wajah Kayla. Mata gadis itu pun perlahan tertutup menyambut bibir hangat sang tunangan.


"Waah, gue di suruh tunggu di luar rupanya supaya bisa berbuat mesum di luar ya?" ujar Lucas yang masuk tanpa izin dan memergoki Kayla dan Zein yang baru saja menempelkan bibirnya.


Dengan cepat, sepasang sejoli itu pun memisahkan dirinya dengan canggung. Kayla sudah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Zein yang melihat itu langsung menarik tubuh Kayla dan memeluknya.


"Ganggu aja, lo, cari pasangan sana. Jangan ngarepin Stella melulu." ujar Zein dengan kesal.


*


Oma Rosa dan Opa Nazar terkejut saat melihat Kayla telah kembali bersama Zein.


"Ila? Kamu kok di sini?" tanya Oma Rosa dengan bingung.


"Ma, Maafin Ila. Ila batalin keberangkatan Ila, karena Ila memilih untuk menikah dengan kak Zein segera," ujar Kayla yang sudah berlutus di atas pangkuan sang mama sambil menangis.


"Sayang, apapun keputusan kamu, Mama akan selalu mendukung. Bukan begitu, Yah?" tanya Oma Rosa kepada Ayah Nazar.


"Iya, Ayah dan Mama akan selalu mendukung, apapun keputusan Ila. Yang penting, itu yang terbaik untuk Ila."

__ADS_1


"Terima kasih, Ma, Yah, Ila sangat bersyukur memiliki Ayah dan Mama."


*


Kedatangan Zein dan Kayla ke rumah kakek Farel, membuat Quin, Mama Kesya, Nafi, dan Oma Laura mengernyit bingung. Setau mereka, Kayla saat ini sedang berada di dalam pesawat menuju negara Inggris.


"Kayla? Kamu kenapa bisa di sini? Sama kak Zein? Bukannya seharusnya kamu berada di pesawat?" tanya Quin dengan bingung.


"Kami ke sini karena ingin menyampaikan kabar bahagia," ujar Kayla dengan senyum yang mengembang.


"Kabar bahagia?" tanya Quin dan Nafi berbarengan.


Kayla berjalan ke arah Kakek Farel yang sedang duduk di antara Oma Laura dan Mama Kesya. Kayla berlutut dengan tangan yang berada di atas lutut Kakek Farel.


"Kakek, Kakek harus sehat-sehat terus ya. Ila dan Kak Zein akan segera menikah, dalam Minggu ini," ujar Kayla yang mana membuat Quin memekik kegirangan.


"Quin, ingat kandungan kamu," tegur Mama Kesya.


"Alhamdulillah, akhirnya Ila ku menikah juga," seru Quin sambil memeluk aunty-nya itu.


Kabar pernikahan Kayla dan Zein pun dengan cepat langsung tersebar. Selama ini, Zein dan Kayla sangat pintar menyembunyikan hubungan mereka, bahkan, pertunangan mereka pun tak ada wartawan yang mengetahuinya. Hanya beberapa kolega Zein saja yang pernah memergoki mereka makan bersama, di saat itu juga, Zein mengenalkan Kayla sebagai tunangan dan juga calon istrinya.


Gosip pun mulai beredar. Kayla di anggap tak profesional dalam berkarir, karena lebih memilih menikah dengan konglomerat dari pada menjalani kewajibannya sebagai guru musik yang sudah di kontrak dua tahun untuk tak menikah, serta membatalkan penampilannya yang sudah lama di rencanakan oleh pihak yang bersangkutan.


"Kamu gak papa?" tanya Zein kepada Kayla yang sedang menonton berita di televisi.


"Kalau kamu mau, aku akan melakukan konferensi pers untuk menjelaskan semuanya."


"Gak, gak perlu. Biar aja, ntar juga reda sendiri saat mereka bosan," ujar Kayla dengan tersenyum.


Tanpa Kayla sadari, jika ada seseorang yang tengah menaruh dendam dengan Kayla.


*


"Mau ke mana?" tanya Mama Kesya kepada Kayla.


"Keluar, Mbak. Mau foto." ujar Kayla.


"Berdua sama Zein aja?" tanya Mama Kesya.


"Enggak, Mbak, ada Anggel juga. Kebetulan Lana juga sedang ada pemotretan artisnya. Makanya Anggel ikut."


"Iya, mulai sekarang jangan pergi berdua dengan Zein ya," ujar Mama Kesya.


"Iya, Mbak."


Kayla pun pamit kepada Mama Kesya dan juga istri dari Kiki.

__ADS_1


Saat Kayla keluar rumah dan menghampiri rumah Oma Mega, tiba-tiba ada sebuah motor yang melintas dengan kencang. Jika saja tak ada Ibra di sana, mungkin saja Kayla telah terserempet oleh motor tersebut.


"Kamu gak papa?" tanya Ibra.


Kayla pun menganggukkan kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat karena kejadian itu. Zein yang baru saja keluar rumah dan melihat kejadian itu langsung berlari mengejar Kayla. Tak lupa, Zein berteriak kepada satpam untuk memeriksa hasil cctv.


"Ila, kamu gak papa?" tanya Zein.


"Aku gak papa,"


Zein dan Ibra pun membawa Kayla kembali ke dalam rumah.


"Ada apa, Zein?" tanya Mama Kesya.


"Ila, hampir aja keserempet motor di depan," ujar Zein.


Mala, istri Kiki pun langsung bergegas ke dapur untuk mengambil air minum untuk Kayla.


"Ini, di minum dulu," ujar Mala sambil memberikan air minum kepada Kayla.


Kayla mengambil Air minum yang di berikan oleh Mala dan meneguknya hingga habis.


"Udah enakan?" tanya Mama Kesya.


"Uda, Mbak."


"Perasaan aku kok gak enak ya?" ujar Mala yang mana mendapatkan pukulan pelan dari Mama Kesya dan menyuruhnya diam.


Bukan Mala aja yang merasa tak enak hati, tapi, Mama Kesya dari awal Kayla ingin keluar rumah sudah merasa tak enak hati. Mama Kesya menatap wajah Oma Rosa yang tiba-tiba melamun.


"Mama pikirin apa?" tanya Mama Kesya.


"Hah? oh, Mama gak mikirin apa-apa." Oma Rosa mencoba tersenyum, tetapi terlihat jelas ada raut kekhawatiran di wajahnya.


"Mama jangan mikirin macam-macam. Ila Gak papa kok," ujar Kayla menenangkan sang Mama.


Hanya Kayla dan Oma Rosa yang tau, jika kemarin, Kayla mendapatkan kiriman berupa boneka yang sudah di tusuk pisau.


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2