
Pesta pernikahan Anggel pun telah selesai, saat ini Anggel sedang bergegas menuju ke dalam kamarnya, ada yang harus ia lakukan saat ini juga.
"An, tunggu.." ujar Lana yang berusaha mengejar Anggel.
Anggel melepas sepatunya dan menjinjingnya agar lebih cepat agar larinya lebih cepat. Lana terus mengejar Angel, Angel berhasil masuk ke dalam lift. sebelum pintu tertutup Lana berhasil menahan pintu itu dengan kakinya dan ikut masuk ke dalam lift.
"Kenapa an, buru-buru banget sih nggak sabaran ya." ujar Lana sambil tersenyum menjengkelkan.
Angel memutar bola matanya malas. "ih, siapa juga yang nggak sabaran, orang sakit perut Kok mau BAB." ujar Angel dengan ketus.
"serius, An?" tanya Lana.
"iya, aku sakit perut dari tadi, sepertinya aku salah makan deh. duh lift nya lama banget sih."
ting ...
pintu lift pun terbuka, Angel langsung bergegas lari menuju kamar pengantin mereka yang sudah disiapkan oleh sang mami.
"An, pelan-pelan jalannya nanti jatuh." ujar Lana.
Angel tidak menggubris perkataan Lana. saat sudah berada di depan pintu kamar hotel, Angel pun membuka pintu kamar dengan akses yang yang diberikan oleh pihak hotel tadi.
saat sudah berada di dalam kamar, Angel meraih paperbag yang ada di dalam kamar tersebut. Angel menyeringai tipis dan dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi serta menguncinya agar Lana tidak bisa masuk ke dalam kamar mandi.
"An, perlu bantuan aku nggak?"
"nggak perlu, aku bisa sendiri."
"kamu yakin?"
"ya, sangat yakin."
dengan bersusah payah Angel membuka gaunnya. namun, sepertinya Angel memang membutuhkan bantuan seseorang untuk membuka gaun pengantinnya.
"Ukh ... sungguh menyebalkan."
Angel membuka pintu kamar mandi, ia melihat Lana sedang duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya. menyadari kehadiran Angel, Lana pun menengadahkan wajahnya untuk melihat sang istri tercinta.
"kenapa, An?" tanya Lana dengan suara yang sangat lembut.
"Aku butuh bantuan kamu untuk membuka gaun ini."
Lana pun berjalan mendekati Angel, "Dengan senang hati."
celana berdiri dibelakang Angel dan mulai menarik tali resleting ke bawah. Angel sengaja menahan bajunya di bagian dada agar tidak melorot.
baru saja Lana ingin menyentuh Penggung Angel, Angel sudah berlari kembali ke kamar mandi dan mengunci pintunya.
Lana terkekeh, kemudian ia kembali duduk di tepi tempat tidur dan memainkan ponselnya lagi.
Anggel bernafas lega, karena berhasil lepas dari Lana. Lihat saja, Angg sudah membuat rencana mulus untuk mengelabui Lana.
__ADS_1
*
Lana membuka pintu saat ada seseorang yang menekan bel kamar mereka.
"Desi?"
"Kak Anggel mana? tadi dia nitip ini sama aku." ujar Desi sambil menunjukkan kantung plastik yang ada di tangannya.
Kantung plastik yang berwarna putih itu pun membuat isi di dalamnya terlihat, yang mana isinya adalah sebuah pembalut.
"Titip buat Kak Anggel ya." Desi pun memberikan plastik yang berisi pembalut kepada Lana.
Lana membeku, sepertinya malam pertamanya akan gagal. Lana terkena kutukan malam pertama. huufff, mungkin ini lah hukuman dari menikahi sang istri dengan paksaan.
Lana berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu nya.
"An, ada paket untuk kamu." Ujar Lana dengan lesu.
Pintu terbuka sedikit dan hanya menampilkan kepala Anggel.
"Dari Desi?" tanya nya.
Kan pun menganggukkan kepalanya.
"Mana?"
Lana memberikan plastik tersebut kepada Anggel.
Anggel kembali menutup pintu kamar mandi dan tak lupa menguncinya. Di dalam kamar mandi, Anggel memegang perutnya karena menahan tawa nya. Wajah Lana terlihat sangat menggemaskan sekali.
"Rasain tuh, makan malam pertama." gumam Anggel sambil merobek bungkusan pembalut.
*
Kan memainkan ponselnya dengan kesal. Yang benar saja? masa ia hanya bisa tidur seranjang dengan anggel tanpa bisa nganu-nganu? Lana semakin kesal setiap mengingat bayangan lembalut yang di berikan oleh Desi kepadanya.
"Aaakkh ...." Lana mengacak rambutnya dengan kesal.
Anggel keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathroom dan kepalanya yang tertutup oleh handuk.
Anggel sengaja mengabaikan Lana, seolag-olah ia masih kesal dengan Lana. Yaa walaupun kenyatannnya memang masih kesal sih.
Anggel berjongkom di depan kopernya dan membukanya. Mata nya terbelalak saat melihat isi koper tersebut yang di penuhi dengan lingeri. Anggel tersenyum tipis, Desi benar-benar bisa di andalkan.
"Ya ampun, kenapa baju kurang bahan semua sih?" Anggel sengaja berkata dengan suara yang sedikit besar agar di dengar oleh Lana.
Kan bener, Lana langsung berdiri dan mendekati Anggel.
"Jangan pakai baju itu." pekik Lana yang mana membuat Anggel terkejut.
"Kenapa? lagian kalo gak pakai ini, masa iya aku tidur pakai bathroom?" ujar Anggel dengan galak.
__ADS_1
Lana membuka kopernya dan mengambil baju kaos miliknya.
"Pakai ini." ujarnya seraya memberikan baju kaosnya.
Anggel menerima nya dan kembali masuk kedalam kamar mandi. Sesampainya di dlama kamar mandi, Anggel tertawa tanpa suara hingga perutnya sakit.
Ia benar-benar puasa mengerjai Lana. Lihat saja, pembalasan Anggel belum sampai di sini. Anggel akan membuat Lana semakin sengsara. Siapa suruh ia ikut mengerjai dirinya.
Anggel kembali keluar dengan menggunakan kaos milik Lana, yang mana panjang bajunga hanya menutup sampai paha nya saja. Sebenarnya Anggel merasa malu, namun ia harus membunuh rasa malunya demi mengerjai Lana.
"Ekhem, Aku ngantuk. Aku tidur duluan." ujar Anggel dengan nada ketusnya dan naik keatas tempat tidur serta masuk kedalam selimut yang sangat nyaman sekali.
Lana berdiri dan menghampiri Anggel, Naggel terkesiap dan menarik selimutnya hingga sedada. Lana merangkak naik keatas tempat tidur dan semakin mendekati Anggel.
" Setidaknya berikan aku ciuman selamat malam." Ujar Lana sambil meraih dagu Anggel dan menempelkan bibir mereka.
Anggel memejamkan matanya dan menikmati permainan bibir Lana, ingin rasanya ia membalas ciuman Lana, namun ak sehatnya masih menyuruh nya untuk bertahan demi melancarkan aksinya mengerjai Lana.
Lana melepaskan ciumannya yang mana membuat Anggel sedikit kecewa.
"Kamu akan mendapatkan ciuman ini setiap hari. Selamat tidur." Kan mengecup kening Anggel dan bangkit dari tempat tidur.
Anggel memegang jantungnya yang berdegup kencang. Ternyata ciuman dengan kekasih halal berbeda dengan saat mereka sudah halal. Debarannya semakin menggila hingga membuat darah Anggel berdesir hebat.
Perasaan apa ini? kenapa Anggel menginginkan lebih dari sekedar ciuman?
'Sabar An, Sabar. kalo kamu mau kasih pelajaran dengan Lana, kamu harus sabar dan menahan gairah mu sendiri.' batin Anggel berkata.
Anggel mencoba menutup matanya, namun ia tak bisa juga tertidur. Anggel pun membolak balikkan tubuhnya dari hadap kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, telentang, kemudian kembali miring lagi. Anggel menghela napasnya, sepertinya ia merindukan aroma tubuh Lana.
Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, Anggel pun berpura-pura tertidur. Anggel menghitung dalam hati, berapa lama Lana akan naik ketempat tidur.
Saat hitungan ke dua puluh, anggel merasakan pergerakan dari tempat tidur. Anggel menggigit bibir bagian dalam saat Lana menyusupkan tangan keperutnya, di sertai dengan bisikan halus yang merdu.
"Selamat malam istriku."
Anggel tersenyum dan rasa kantuknya pun datang. Tak butuh waktu lama Anggel sudah terlelap di dalam dekapan Lana.
**
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF
__ADS_1