
Napas Bara yang tadinya memburu sudah kembali normal, dan terdengar teratur. Keringat yang bercucuran pun masih terasa lembab di seluruh tubuhnya. Bara baru saja membuka segel sang istri. Matanya tertutup rapat. Terlihat tenang bagaikan bayi.
" Makasih mungil, aku mencintai mu. Sangat" Entah sadar atau tidak, Bara mengatakan itu.
Satu bulir bening jatuh dari sudut mata gadis manis itu. Eh, gak gadis lagi lah yaa.. Dah buka segel.
" Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit sih?" Kesya langsung menjenguk Puput saat mendapatkan kabar Puput di rawat.
" Kelelahan Key"
" Masih mikirin Ando? Emang dia masih datangin kamu?"
" Sebenarnya, udah bebeapa hari ini aku mimpi buruk." wajah Puput berubah sendu.
" Mimpi apa?" Kesya duduk di tepi brankar Puput.
" Itu, Masa aku besanan sama Dia. Lana, menikah dengan putrinya. " Bulir bening terjatuh dari mata Puput yang memiliki kantong mata itu. " Aku takut Key, aku takut kalau sampai semua itu terjadi. Hikksss"
Kesya memeluk sahabat baiknya itu. Memberikan ketenangan dengan mengusap punggungnya.
" Semua cuma mimpi. Lagi pula, bukannya Ando Mandul? Jadi mana mungkin Dia bisa memiliki anak"
" Gak ada yang gak mungkin Key, Kalo Allah sudah berkehendak."
" Iyaa sih, semua memang gak ada yang gak mungkin." Kesya menghela napasnya pelan. Dia ingin menghibur eh kok malah semakin membuat sedih. Hah... Semoga kedepannya baik-baik saja.
Puput sudah tenang, dia sudah tidur setelah makan bubur yang Kesya bawa tadi. Katanya bubur rumah sakit gak enak.
" Tante, aku permisi dulu yaa. Mau liat Ara. Mumpung di rumah sakit, sekalian jenguk."
" Iyaa, makasih yaa udah temani Puput"
" Sama-sama Tante, Kesya pamit yaa.. Assalamualaikum" Kesya mencium punggung tangan Mama Lena.
" Walaikumsalam. Salam buat Duo Mami"
" Iya Tante."
Kesya berjalan menuju kamar Ara. Hah, masih betah aja itu anak tidur. Gak capek apa?. Oh ya, Ara sudah di pindahkan ke kamar inap. Dengan semua peralatan yang dibutuhkan, tujuannya agar Jodi lebih bisa beristirahat.
" Bang, kok diluar?"
" Eh, Nyonya Bos. Ada istri Mas Bara di dalam."
Kesya mencibir saat di panggil Nyonya Bos.
" Oh yaa? Kalo gitu aku masuk yaa.."
Kesya melihat Mbak nya itu sedang membersihkan wajah Ara sambil mengajaknya ngobrol.
" Mbak"
" Hai Key." Mereka pun cipika cipiki.
" Gimana Ara?"
" Biasa, masih mau tidur."
" Ara, kamu yakin nih gak mau bangun? Nih ya, Mbak bilangin sama kamu. Perawat-perawat di sini itu pada curi pandang dan mendekati Bang Jodi. Kamu gak mau kan, bang Jodi yang udah cinta sama kamu, karena kamu malas bangun jadi berpaling??" Kesya mencoba mengompori Ara, karena Kesya pernah dengar, jika emosi bisa membuat seseorang tersadar dari tidurnya.
" Iyaa nih, pejuang cinta kita yang pantang nyerah mana yaa.. Masih jadi Putri tidur. Udah di cium belum sama pangerannya? Kok belum bangun?"
Saat yang bersamaan Jodi masuk dengan wajah kesal.
" Kenapa?"
" Males banget liat tunoerawat, kecentilan banget. Gatal "
__ADS_1
" Ya kalo gatal di garok aja"
Jodi memutar bola matanya.
" Om Samsul masih ke sini?" Tanya Kesya.
" Iyaa "
" Febi?"
" Di larang masuk sama pengawal kasat mata"
" Hmm, Om Samsul gak marah-marah lagi kan?"
" Alhamdulillah Gak, katanya dia menyesal udah mengabaikan Ara. Padahal selama ini anak yang tidak pernah membantah ucapannya hanya Ara. "
" Penyesalan memang datang terakhir."
" Kalo di awal namanya Dp"
Mereka pun tertawa.
" Lihat tu Ra, wajah datarnya udah penuh senyum. Kamu gak mau liat Bang Jodi muniti senyum setiap hari?" Goda Kesya sambil menggenggam tangan Ara.
" Kayaknya Putri tidur minta dicium deh. Bang Jodi udah pernah cium Ara belum? Kok sampai sekarang belum bangun? Putri tidur kan di banguninnya kalo dapat ciuman" Goda Istri Bara yang mana membuat Wajah Jodi memerah.
Tentu saja Jodi sudah mencoba hal itu. Tapi tetap aja Ara masih betah untuk tidur.
" Apaan sih ngomongnya."
" Duuh, wajahnya merah. Kayaknya udahs erinh deh. Ya kan Key."
" Iyaaa, ciumannya bukan ciuman maut. makanya Ara gak mau bangun."
" Bahaya ini bahayaa.." Jodi ingin luar, namun karena mendengar suara Kesya memanggil Nama Ara, dia menghentikan langkahnya.
" Iyaa Mbak, tangannya balas genggaman tangan aku. Nih lihat, dia balas lagi."
" Aku Panggil dokter. " Jodi langsung berlari keluar kamar..
Ara langsung di periksa oleh dokter yang menanganinya.
" Ini suatu kemajuan yang baik. Kita berdoa saja semoga Ara cepat kembali sadar."
Setelah mengatakan itu, Dokter pun keluar.
" Semangat Bang. udah ada kemajuan nih. Harus banyak berdoa ya Bang"
Jodi menatap wajah Ara yang pucat.
" Ara gimana?" Leo langsung datang saat mendapatkan kabar Ara memberikan respon kepada mereka.
" Nasi bobok cantik."
" Setidaknya dia sudah memberikan respon untuk kemajuannya."
Tak berapa lama Bara masuk.
" Kok rame-rame, ada apa?"
" Ara kasih respon tadi Mas. dia membalas genggaman tangan Kesya."
" Alhamdulillah"
Leo menatap Bara dengan menggoda. " Mas, Baru buka segel yaa."
Bara langsung menoleh kearah Leo sambil memicingkan matanya. Istri Bara sudah melotot saat melihat tanda cinta di leher Bara. Seingatnya dia sudah menutup tanda itu dengan foundation milik nya.
__ADS_1
" Kayaknya sebentar lagi bakal ada anggota baru nih.. Ya kan Mbak"
Melihat wajah sang istri sudah memerah, Bara langsung memeluk istrinya itu dan menyembunyikannya di dalam dada bidang Bara.
" Jangan goda-goda Istri Mas Key. Kayak kamu gak pernah aja kasih merah-merah dinleher Arka"
Kesya mengerucutkan bibirnya. Mas nya ini pintar banget kalo sudah membalas.
" Maaf ya Mi lama. Tadi jengukin Ara sekalian. "
" Iyaa, gak pa-pa. Oh yaa, gimana Ara?
" Tadi Ara kasih respon Mi. Ara balas genggaman tangan Kesya."
" Bagus itu, berarti tandanya sebentar lagi dia bakal bangun"
" Amiin.. Semoga yaa Mi."
Kesya sedang merapikan mukenannya. Saat ini Kesya berada di ruang keluarga, dimana sudah menjadi tempat Veer dan Qila menghabiskan waktu bersama sang Oma. " Yaa Allah Veer" pekik Kesya.
Mami Laura yang mendengar Kesya berteriak langsung berlari.
"Kenapa Key?" Mami Laura melihat Veer sudah dalam gendongan Kesya.
" Ini Mi, Veer sudah berada di tepi kasur."
Memang di ruang keluarga di bentang kasur empuk yang setinggi betis orang dewasa untuk Veer dan Qila tidur. Terkadang tak jarang Mami Laura dan Kesya juga ikut tertidur.
" Itu tandanya Veer sudah bisa balik-balik badan dia. Waah, Veer cucu Oma sudah besar ternyata yaa.."
Tak berapa lama Qila terbangun dan mennagis. Mungkin dia haus. Dan jika sudah begini, maka akan ada paduan suara di ruangan itu. Yuupss.. benar sekali, baru sjaa di bilang, Veer sudah ikut menangis. Dengan cekatan Mami Laura langsung mengambil Qila dan memberikan ASI yang sudah di masukkan kedalam botol susu.
Puput sudah pulang kerumah, setelah di rawat 2 hari di rumah sakit.
" Sayang, kamu di mana?" Fadil mencari ke beradaan Puput.
" Sayang?"
" Iyaa Kak, aku di sini." Puput berjalan mendekati suami nya.
" Kamu mau kemana?" Tanya Fadil saat melihat Puput sudah rapi.
" Aku lapaer Kak, kita makan di luar yukk.. Cari kerang rebus."
" Ya udah, aku ganti baju dulu yaa.."
Puput menikmati 3 porsi kerang rebus tersebut.
" Sambal kacangnya enak banget Kak. Pas banget gitu sama rasa kerangnya."
Fadil setuju, memang sambalnya sangat nikmat, tidak terlalu pedas, dan pas di mulut.
Fadil menggandeng sang istri, tiba-tiba saja ada suara teriakan yang menyuruh mereka minggir.
Braakk...
Darah mengalir deras, semua orang sudah berkumpul mengerubungi Fadil dan puput.
IG : Rira_Syaqila
****. Hai readers..
Selamat menjalankan ibadah puasa ya..
mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..
Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...