
Sesuai janji Abi, hari ini mereka akan jalan-jalan menikmati kota Berlin, German.
"Kalian mau kemana?" tanya Aunty Risma.
"Kami mau keliling-keliling aja, Ty, mumpung libur." ujar Abi.
"Hmm, seharusnya kalian bisa berbulan madu saat ini, maafin Aunty." ujar Aunty Risma dengan penuh rasa sesal.
"Bukan salah aunty, lagi pula ini semua sudah menjadi tanggung jawab Abi."
Aunty Risma tersenyum. Keponakannya itu sungguh luar biasa. Ia bisa menjadi CEO sekaligus menjadi seorang dokter hewan.
Dokter hewan sudah menjadi cita-cita Abi sedari kecil. Saat itu, Abi sering melihat hewan-hewan kelaparan dan kedinginan saat musim dingin, itu membuat banyak hewan yang kelaparan itu mati.
Sejak saat itu, Abi pun sering memberi makan hewan-hewan liar tersebut, namun saat ada hewan yang butuh perawatan, Abi sungguh sedih karena biaya perawatan untuk hewan liar sangatlah mahal. Abi bertekad, jika ia akan menjadi dokter hewan untuk menyembuhkan hewan-hewan liar yang butuh pertolongannya.
Namun, siapa yang sangka jika kepedulian nya itu, menyentuh sebagian dokter hewan lainnya AWdan ikut bergabung dengannya. Banyak sudah dokter-dokter hewan yang melakukan aksi relwannya saat ini. Mereka tak mengharapkan imbalan, melainkan mereka dengan ikhlas melakukannya dan juga dari sana mereka mendapatkan ilmu yang luar biasa.
"Aunty bangga sama kamu." ujar Aunty Risma kepada Abi.
*
Abi menggenggam tangan Quin dengan erat dan hangat, Quin pun ikut membalas menggenggam tangannya. Tak menyangka, jika mereka akan jatuh kembali, dan merasakan cinta yang lebih luar biasa dari sebelumnya.
Sepanjang perjalanan Abi tersenyum kepada beberapa orang yang menyapanya.
"Kamu terkenal banget di sini." bisik Quin kepada sang suami.
"Mereka mengenal aku sebagai dokter hewan, bukan sebagai keturunan Subekti." balas Abi dengan berbisik.
Setiap orang yang memandang mereka akan merasa iri dengan keromantisan yang mereka tunjukkan.
"Benarkah? kamu setenar itu menjadi dokter hewan di sini?" tanya Quin takjub.
"Hmm, karena aku sering memberi makan hewan-hewan yang ada di pinggir jalan dan juga mengobatinya."
"Kamu melakukan amal kepada hewan liar?"
"Yaa, kamu gak percaya?"
"Bukan gak percaya, tapi aku gak nyangka jika saat ini aku menikah dengan sosok malaikat yang bersembunyi ditubuh manusia."
__ADS_1
Abi tertawa pelan. "Begitu pun hal yang sama terjadi denganku. Aku tak menyangka jika istri ku adalah malaikat yang menyerupai manusia."
"Iihh, kamu niru kata-kata aku deh." Quin memukul pelan lengan Abi.
"Mau mampir di sana?" tunjuk Abi ke arah salah satu cafe d sana.
"Hmm, baiklah."
Abi pun menggandeng Quin untuk berjalan memasuki cafe tersebut. Seorang pelayan langsung menghampiri Abi dan Quin, serta mencatat pesanan mereka.
Abi memesan falscher hase, yang mana merupakan makanan khas Jerman yang terbuat dari daging cincang yang dicampur dengan telur, tepung, dan bawang. Kemudian dagingnya disajikan dengan cara diiris pipih dan diberi bumbu saus di atasnya. Cocok banget dimakan bareng kentang layaknya steak pada umumnya.
Sedangkan Quin memesan Apfelstrudel, yang mana Makanan ini pas banget buat dessert, karena rasanya yang manis. Kue yang berbentuk bulat dan bertekstur lembut ini berbahan dasar apel. dan juga Gulaschsuppe, merupakan Makanan khas yang berupa sup kuah kental, terbuat dari daging sapi atau daging babi, tapi karena Abi membawa ke tempat makanan yang halal, sudah pasti jika daging yang di gunakan adalah daging sapi sebagai bahan utama. Daging-daging tersebut dipotong agak besar dan disajikan dengan roti. Kalau di Indonesia, hampir sama dengan sup merah.
"Kamu sering ke sini?" tanya Quin, Karen melihat bagaimana pelayan berinteraksi dengan Abi.
Yaa, walaupun Abi tak mengerti apa yang mereka bicarakan, namun Quin bisa melihat dari gaya mereka berbicara yang terlihat sudah tak asing.
"Hmm, Ini tempat favorit aku. Dan Kamu adalah wanita pertama dan satu-satunya aku bawa ke sini." ujar Abi.
"Masa sih?" tanya Quin tak percaya, Karen mengingat betapa lamanya Abi memiliki hubungan dengan Anita.
"Ya, Aku berani bersumpah. Dan kamu tau? tadi pelayan itu memuji kamu. Katanya kamu sangat cantik sekali." ujar Abi.
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang. Quin mencium aroma dessert denagn senyum yang mengembang. Quin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat Quin yang sudha bagaikan chef yang sedang menilai satu makanan.
"Ini enak banget, manis buahnya terasa banget." seru Quin.
Quin kemudian beralih ke makanan yang terlihat seperti sup. Quin menyobek kecil roti dan mencelupkannya kedalam sop.
"Emm, aku fikir rasanya akan aneh, ternyata sangat nikmat. Memang sih, d German ini sama kayak di India, ya, makanan mereka kebanyakan terbuat dari roti." Quin terkekeh pelan.
"Kamu benar, dulu menu favorit aku ya ini, tapi sekarang nasi goreng buatan kamu."
"Iih, gombal deh."
"Aku serius."
Quin menaikkan kedua bahunya, kemudian melanjutkan makannya.
*
__ADS_1
Sepertinya Lana tak bisa libur hanya satu hari. Angg terlalu menggoda untuk di tinggalkan. Lihatlah, padahal Anggel hanya merenggangkan ototnya saat baru bangun tidur. Namun, itu sudah membuat adik kecil Lana kembali terbangun.
"Lana ...." pekik Anggel terkejut saat Lana yang sudah menggunakan pakaian rapi naik keatas tempat tidur dan menindih tubuhnya.
"Kamu terlalu menggoda untuk ditinggal." ujar Lana.
Lana langsung menyambar bibir Anggel dan ********** dengan rakut. Dengan gerakan terburu-buru, Lana kembali membuka kembali kemejanya yang sudah ia kenakan dengan rapi. Anggel pun membantu Lana untuk membuka kancing kemejanya, dan juga tali pinggang milik Lana.
Dengan tangan lentik nya, Anggel mebyentuh milik Lana yang sudah terasa keras dan minta di lepaskan. Lana pun menggeram nikmat merasakan sentuhan yang dimiliki Anggel. Tanpa menunggu lama, Lana langsung melepaskan adiknya dan menyelimutinya kedalam lubang kehangatan milik Anggel.
Mereka pun saling memburu napas dan memekik nikmat di saat puncaknya telah tiba.
"Hah ... hah .. sepertinya aku harus izin untuk seminggu lagi." bisik Lana dan mencium kembali bibir Anggel.
*
Anggel terkikik geli saat Lana baru saja mendapatkan panggilan dan di marahi oleh rekannya.
"Sudah, pergi aja sana. Ntar kita gak bisa pulang ke Indonesia lagi gara-gara kamu gak ada duit." Ujar Anggel sambil terkekeh.
"Huuf, mau gimana lagi, tapi aku masih rindu banget sama kamu." ujar Lana sambil merebahkan kepalanya di atas dada Anggel.
Modus Lo Lana..
"Nanti malam kan bisa lagi." ujar Anggel sambil memainkan rambut Lana.
"Aku takut pulang kemaleman."
"Aku akan menunggu." bisik Anggel sambil mengecup pucuk kepala Lana.
"Hmm, tapi sebelum aku pergi, aku mau ini." Kan memeras salah satu jeli kenyal dan kembar milik Anggel, sehingga si empunya memekik nikmat.
**
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF