
Arka mencondongkan badannya untuk menutup kembali pintu mobil yang di sebelah Kesya. Kesya memundurkan wajahnya karena wajah Arka sangat dekat dengan wajahnya.
Wangi maskulin yang melekat di tubuh Arka pun memenuhi Indra penciuman Kesya. Membuat Kesya menahan napasnya sejenak.
Arka kembali keposisi duduk ya dan mengunci pintu mobil. kemudian Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hening, tidak ada pembicaraan di antara mereka. Mobil Arka tiba-tiba berhenti di sebuah cafe. Kesya masih dengan fikirannya sendiri, tanpa menyadari bahwa mobil Arka sudah berhenti sejak 1 menit yang lalu.
" Mau sampai kapan melamunnya??"
" Hah??" Kesya mengedar pandangannya saat merasakan mobil tidak bergerak.
" Kita di mana??"
" Kita makan siang dulu, ayo turun" titah Arka.
Kesya yang memang merasa perutnya keroncongan pun akhirnya mengikuti Arka.
" Mau pesan apa??" tanya Arka
" Terserah "
Arka memesan makan kepada waiters. sedangkan Kesya masih memandangi ponselnya, melihat foto yang dikirim oleh Vina tadi pagi.
" Lihat apa??" tanya Arka yang kemudian langsung menyambar ponsel Kesya.
" Eh itu..!!"
Arka sedikit mengernyitkan keningnya.
" Kamu takut kalau foto ini menyebar dan identitas Cinderella terbongkar??"
Kesya menganggukkan kepala pelan, dan menghela napasnya. Dari kecil dia memang sudah di hina sebagai gadis beruntung. Yang bisa menikmati kekayaan keluarga Vina, karena dia hanya anak dari seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia).
Padahal ayahnya sudah tidak bekerja sebagai TKI seperti yang orang orang perkirakan. Sejak umurnya 7 tahun, ayah Kesya sudah bekerja di perusahaan besar di Paris. Namun karena rasa tidak suka dengan Kesya, tidak ada yang percaya dengan cerita Daddy dan mami nya, bahwa Ayah Kesya bertanggung jawab dan ayahnya lah yang membiayai sekolahnya selama ini.
Terlalu lelah untuk menjelaskan kepada orang yang memang sudah menutup matanya dengan kebencian. Jadi Kesya membiarkan orang orang berbicara buruk tentangnya. Dua sudah tidak peduli, asalkan jangan ada yang menghina ayahnya, Dady, mami, Vina, dan Bara. Maka siapa sangka seorang Kesya yang selalu sabar akan berubah menjadi tak terkendali.
" Kamu tenang saja, saya sudah mengurus semuanya, agar awak media tidak membuat berita semacam ini. " ucap Arka.
Kesya hanya tersenyum tipis, namun entah kenapa hatinya merasa takut kalau akan muncul berita yang lebih mengerikan lagi tentang dirinya.
Makanan sudah tersedia di hadapan mereka, Mereka memakan makanannya dengan tenang, tidak ada pembicaraan. Karena Arka memang bukan orang yang pintar basa basi. sedangkan Kesya, masih dalam mode tak semangat.
Selepas makan, Arka mengantarkan Kesya pulang. Arka juga membantu menurunkan dan menbawa barang Kesya ke dalam rumahnya. Yaa walaupun sebelumnya dengan beberapa perdebatan yang tidak penting. Dan Kesya lagi lagi harus mengalah. Semua itu tidak luput dari pandangan Mega.
Arka berpamitan kepada Mami Kesya, dan dia menuju ke rumah Mega, kakak satu satunya.
__ADS_1
" Kok bisa bareng dengan Kesya??"
" Oh, kebetulan jumpa di radio"
Mega pun mengaggukkan kepalanya, dan rasa curiganya semakin mengkuat.
" kayaknya kamu harus cepat cepat nikah deh Ar, gosip kamu suka sesama jenis itu buat mbak ngeri tau" ucap Mega sambil meletakkan cake tiramisu yang sudah terpotong di depannya.
" Cari istri ya gak segampang itu mbak, butuh seseorang yang Spesial di hati Arka"
" Masa sih belum ada sampai umur kamu udah tua begini, malahan keponakan kamu aja udah nikah"
" Ada sih mbak, tapi.. ah ya udah lah gak usah di bahas" Arka mengambil sepotong cake tersebut dan dia sungguh menikmati rasa cake tersebut.
" enak banget mbak, aku bawa pulang ya"
" enak aja, mbak sarapan, makan siang, dan makan malamnya ya ini, gak mau yang lain. ini cake buatan Kesya tau"
" Pinter banget dia buat cake bisa selezat ini, dan ini cake terlezat yang pernah ada" ucap Arka sambil memotong kembali dalam potongan besar cake tiramisu dan tersenyum menikmati cake tersebut.
"Kamu nikahi aja dia, jadi kamu bisa menikmati Cake Terlezat sepanjang masa" ucap Mega sambil tersenyum.
" Ya gak mungkin lah mbak, masa aku nikahi adik ipar dari keponakan ku" ucap Arka yang terlihat sedikit menutupi kesedihannya.
" hmm, brarti kamu belum tau siapa Kesya."
" Coba dech kamu cari tau tentang Kesya, dan kamu pasti tau apa yang harus kamu lakukan pada hati mu" ucap Mega sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Apaan sih mbak, sok tau isi hati Arka"
" Kamu suka sama Kesya kan, mana pernah kamu perlakukan cewek sampai beliin sepatu mahal kayak Kesya. Kalo Kesya tau brapa harga sepatu itu, pasti dia gak akan mau memakainya."
" Kenapa?"
" Kesya anti dengan cowok kaya. Jadi tugas kamu ya harus menaklukkan hatinya. eiitss, sebelumnya kamu cari tau dulu tentang Kesya"
Arka termenung memikirkan ucapan mbaknya siang tadi. Kenapa harus mencari tahu tentang Kesya?? karena rasa penasaran yang sangat mendalam, Arka mengambil ponselnya dan menelpon seseorang yang dia tugaskan untuk mencari tau tentang Kesya.
Rasa cake tiramisu buatan Kesya masih terasa di lidahnya Arka. Arka mengemut bibir bawahnya untuk menikmati sisa rasa sisa cake yang masih menempel sambil menutup matanya dan tersenyum.
Ceklek
"Ngapain Lo senyum senyum?" tanya Fadil yang tiba tiba masuk ke ruangan Arka.
" sialan Lo, lain kali di ketuk dulu tu pintu" ucap Arka kesal.
__ADS_1
" Lagi mikirin Cinderella ya " goda Fadil.
" Mau ngapain Lo ke sini??"
" Nih, harus di tanda tangani." sambil memberi kan berkas kepada Arka. " Lusa lo jadi ke Bali??"
" mm "
Arka mengembalikan berkas yang sudah di baca dan di tanda tangani. Fadil pun berangsur keluar dari ruangan Arka.
cling..
sebuah email masuk, dan Arka segera membukanya. Setelah membaca isi email tersebut, Arka tersenyum lebar dan bahkan sampai mengeluarkan suara tertawa Saking bahagianya.
Arka menyambar jas kerjanya yang tergantung. dan berlari menuju lift. Panggilan Fadil pun sudah tak di dengarnya lagi.
Arka mengambil ponselnya dan menelpon seseorang untuk berjumpa di cafe.
" Apaan sih om, ganggu orang lagi enak enak aja" . ucap Vano yang saat ini sudah duduk dengan Arka di sebuah cafe yang berada di hotel tempat Vano menginap.
" Gue mau Lo cari tau tentang kesukaaan Kesya, yang di benci Kesya, kebiasaan Kesya, pokoknya apapun tentang Kesya dari istri Lo."
Vano membuka mulutnya lebar. " ya ampun om, om cuma mau tentang Kesya sampai harus mengganggu aku??, iiss sih om, kawin sana"
" kalau saya tidak bisa tau tentang Kesya, bagaimana saya bisa kawinin dia"
lagi lagi Vano membuka mulutnya. " om suka sama Kesya???. pantesan si om perhatian banget sama dia. Eh tapi om, dia kan adik ipar aku, masa sih om mau jadi ipar aku??"
" Kesya kan bukan adik kandung Vina, jadi mmpp " Vano menutup mulut Arka.
" Jangan pernah bilang Kesya bukan adik kandung Vina om, kalau di depan keluarganya. bisa berubah jadi singa ntar tu si Vina" ucap Vano.
"Siapa yang singa?"
.
.
.
.
.
Hai readers. .. selamat membaca ya..
__ADS_1
jangan lupa like and vote.
terima kasih..