KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 104 " Hampir kehilangan"


__ADS_3

Resepsi pernikahan Gilang di adakan secara mewah dan megah. Gilang anak satu-satunya, jadi pernikahan yang di jalaninya juga harus spesial. Sebenarnya Mili sudah menolak, tapi dia tidak kuasa untuk menolak permintaan orang tua Gilang. Mili mengerti jika Gilang anak satu-satu nya.


Kesya mengambil beberapa potong kue yang berada di meja prasmanan, dan membawanya ke meja mereka.


" Key, Akhirnya lepas lajang juga tu orang" Ujar Puput yang juga ikut mencomot kue yang Kesya ambil tadi.


Kesya terkekeh. "Namanya juga jodoh"


" Jodoh yang di paksakan" Bisik Puput, Takut jika Arka akan mendengarnya.


" Oh ya, gue dengar Lo jadian ya sama Kak Fadil"


" Iih, males banget gue bahas dia" Ujar Puput memutar bola matanya.


" Lagi berantem?"


" Bukan, Ck, dia itu orangnya pemaksa banget. Gue aja terpaksa Nerima dia. Iihh, bisa-bisanya gue Nemu cowok gak jelas dan gak romatis gitu"


" Jangan benci, nanti bisa cinta mati loh sama dia"


" Iih, amit-amit, jangan Sampek deh" Ujar Puput sambil mengetuk-ngetuk meja kemudian mengetuk kepalanya.


" Jadi, kok bisa sih Lo pacaran sama dia?"


" Kan udah gue bilang, kalo gue tu terpaksa, TER - PAK - SA."


" Iih, bingung gue."


" Iih, Lo semenjak jadi bumil kok lemot banget sih"


Mendengar ucapan Puput, mata Kesya tiba-tiba sudah berkaca-kaca.


" Ehh, sory-sory gue gak maksud__"


" Gak pa-pa, gue aja yang terlalu berperasaan. Hikks" Ujar kesya sedikit terisak.


Untungnya Arka tidak lagi bersama dengan mereka, karena tadi Arka sempat mendapatkan telepon dan menjauh dari Kesya dan Puput.


Puput menarik kursinya lebih dekat ke Kesya, dan menghapus air mata Kesya.


" Maaf ya sayang ku, cintaku, mulut gue kebanyakan makan cabe bencong, jadi lemes gini deh" Ujar Puput berusaha merayu Kesya.


Kesya terkekeh di tengah Isak tangisnya, dan tersenyum kepada Puput. Puput membalas senyuman Kesya dan memeluknya.


" Gue suka bingung sama diri gue, gue gampang banget tersinggung, trus gampang nangis. Trus kalo ada cewek yang Deket sama Mas Arka, gue langsung cemburu gitu. Padahal yang kasih perhatian ke Mas Arka itu, Mami Laura" Curcol Kesya.


" Itu bawaan si Baby ini, yang manja banget. Mungkin ngidam Lo itu yabkayak gini. Beda dari yang lain" Ujar Puput.

__ADS_1


" Iya sih, gue juga gak merasa mual-mual gitu kayak Mbak Vina. Ampe harus di rawat inap di rumah sakit"


" Di syukurin dan di nikmati aja Key."


Kesya pun menganggukkan kepalanya, dan terseyum. Tanpa sadar makanan di hadapan mereka udah habis.


" Yah habis" Ujar Kesya.


Kesya ingin berdiri, tetapi di tahan oleh Puput.


" Biar gue aja yang ambilin. Lagian gue juga ikut makan. Lo duduk mandi aja di sini ya." Puput pun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju prasmanan.


Kesya yang sedang duduk sendiri dan fokus ke ponselnya tiba-tiba di tawari minum oleh seorang pelayan. Kesya mengangguk dan menerima minuman tersebut.


Tanpa rasa curiga, Kesya meneguk minuman itu sedikit, dan menikmati rasa manis dari minuman itu.


" Kan udah gue bilang, biar gue aja yang ambilin kalo Lo mau. Lo duduk cantik aja di sini" Ujar puput yang baru aja duduk kembali dengan membawa sepiring penuh kue.


" Tadi ada pelayan yang nganterin," Ujar Kesya dan meneguk kembali minuman tersebut.


Tiba-tiba Puput mengingat cerita Fadil yang mana Arka saat ini sedang memiliki musuh, di mana sasaran utamanya adalah Kesya.


Puput langsung merampas minuman yang sedang Kesya minum. Minuman itu tumpah di baju Kesya.


" Apaan sih put" Teriak Kesya, Arka yang mendengar suara Kesya langsung berlari kearah Kesya.


" Ini Mas, aku lagi minum tiba-tiba Puput main rampas aja gelas aku. Kan jadinya tumpah" Ujar Kesya kesal dan menatap kearah Puput tajam.


" Gue punya alasannya Key" Ujar Puput gemetar karena mendapati tatapan tajam dari Kesya.


Saat sibuk membersihkan baju Kesya yang ketumpahan minuman, tiba-tiba Kesya memegang kepalanya, dan jatuh pingsan. Untung Arka sigap dan langsung menahan tubuh Kesya.


" Bawa kerumah sakit aja langsung Om" Ujar Puput.


Arka mengangguk dan menggendong tubuh Kesya. Gilang sempat turun dari panggung saat mendengar ada keributan dari arah Kesya. Melihat Kesya pingsan dan langsung di bawa lari oleh Arka, Gilang mempercepat langkahnya. Puput menahan Gilang saat ingin mengikuti Arka.


"Kesya kenapa?" Tanya Gilang panik saat sudah bersisian jalan dengan Puput.


" Kesya gak pa-pa kok, dia cuma kecapean kayaknya."


" Lo yakin?"


Puput mengangguk mantap, padahal dalam hati dia sudah mengucap dan berdoa agar tidak terjadi hal yang buruk kepada Kesya.


Puput segera mengejar Arka, dan ikut masuk kedalam mobil. Mami Laura dan Papi Farel tidak tahu jika Kesya tiba-tiba pingsan, karena saat kejadian tersebut, Mami Laura dan Papi Farel sedang berada di ruang VVIP, karena Mami Laura Yang sedang ke kamar mandi, dan Papi Farel menemani sang istri.


Deri, orang kepercayaan Papi Farel memberitahu jika Kesya tiba-tiba pingsan. Dan sedang di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Leo yang sempat ikut masuk kedalam mobil langsung memeriksa keadaan kesya. Beruntungnya mereka tadi menggunakan mobil Limosin saat mengantar Mili, jadi Kesya bisa berbaring di kursi.


"Bisa kamu jelaskan?" Ujar Arka yang menatap Puput dingin.


Puput menelan salivanya, dengan gugup Puput menceritakan kronologi kenapa dia merampas gelas yang sedang Kesya minum.


Arka langsung menelfon Jodi, dan menyuruh mengambil simple minuman yang Kesya minum tadi.


" Gue harus buat dia muntah, it satu-satunya cara buat ngeluarin racunnya. Kita gak punya peralatan di sini" Ujar Leo.


Leo membuka mulut Kesya dengan paksa, dan mencolokkan tangannya hingga ke tenggorokan, mengobok tenggorokannya agar Kesya bisa memuntahkan apa yang ditelannya tadi. Tak butuh waktu lama, Kesya memuntahkan minuman yang tadi diminumnya, pastinya dengan makanan yang belum mendarat cantik ke lambung.


Kesya masih setengah sadar, keadaannya lemah. Arka sudah gusar, dan meremas rambutnya. Seharusnya dia tidak menerima telepon dan menjauh dari Kesya. Dia tidak bisa mengalahkan Puput, untungnya Puput sigap dan menahan Kesya menghabiskan minuman tersebut.


Sesampainya di rumah sakit, Kesya langsung ditangani dengan dokter ahli yang sudah di telpon oleh Bram.


Bram, Mega, Vina, Papi Farel, Mami Laura dan Vano tidak ikut menyusul ke rumah sakit. Mereka harus tetap berada di Dalam acara ini. Sedangkan Daddy Roy dan mami Shella sudah ikut menyusul ke rumah sakit. Penjagaan pun di buat semakin ketat.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Arka saat melihat dokter yang memerika Kesya polosudah keluar.


" Nyonya Kesya baik-baik saja. Syukurlah Nyonya Kesya bisa memuntahkan makanannya, racun yang di minum oleh Nyonya Kesya adalah obat menggugurkan kandungan." Ujar Dokter Andalas, yang menangani Kesya.


" Anak saya? Bagaimana dengan anak saya?" Ujar Arka semakin panik.


" Tuan Muda tenang dulu, Anak yang berada di dalam kandungan nyonya Kesya sehat. Janin Nyonya Kesya termasuk golongan yang kuat. Hanya saja__"


" Apa dok?"


" Keadaan Nyonya Kesya yang lemah. Dan saat ini Nyonya Kesya banyak kehilangan cairan karena racun tersebut." Jeda dokter Andalas. " Kami sudah memberikan cairan melalui infus, Jadi Tuan Muda tenang saja, Kita berdoa agar gar keadaan Nyonya Kesya cepat membaik" Jelas dokter dan meninggalkan Arka beserta yang lainnya.


Arka memandang wajah Kesya yang pucat, dan sedang tertidur. Arka mendekat kearah Kesya, dan menggenggam tangan Kesya.


" Maafin Mas sayang, Karena sudah lalai menjaga mu" Bisik Arka dan mencium punggung tangan Kesya.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2