KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 71 ' Lupa cium'


__ADS_3

Handphone Arka berbunyi di saat yang tidak tepat. Pasalnya Arka sedang menikmati pijitan perdana dari Kesya.


"Halo"


"......."


"Baiklah, suruh mereka masuk" Ujarbarkandan memutuskan panggilan.


"Siapa?" Tanya Kesya.


" Pihak WO, Acara tidak akan di mulai sebelum kita turun" Ujar Arka dan bangkit dari tidur nya.


Kesya mengganti gaun muslimnya dengan gaun berlengan 3/4, dan panjang baju di bawah lutut berwarna biru. Rambut bagian sebelah kiri di tarik kebelakang dan di jepit dengan penjepit berbentuk bunga teratai yang di mana ditengah bunga tersebut terdapat batu safir, yang mana menampakkan telinga Kesya sebelah kiri. Dan Rambut bagian sebelah kanan dibiarkan menutupi telinganya. Kesya juga menggunakan Anting yang menjuntai, yang mana menambah kesan cantik dalam penyempurnaan penampilan Kesya.


Arka menggunakan kemeja berwarna berwarna abu-abu, dan jas berwarna senada dengan Kesya, serta Celana bahan yang berwarna abu-abu juga. Tak lupa dasi kupu-kupu yang menghiasi kerah baju Arka.


Kesya dan Arka turun ke Ballroom 1, di mana acara makan siang bersama anak panti dan keluarga besarnya di adakan. Turut mengundang para sahabat dan kerabat dan keluarga Moza dan Keluarga Daddy Roy.


" Cantik banget si Key" Ujar Vina.


"Makasih Mbak"


"Duuh, Mbak gak sabar lihat kamu pakai gaun untuk nanti malam, Pasti cantik banget kamunya " Ujar Vina.


Kesya pun tersenyum malu mendengar pujian Vina. Arka meninggalkan Kesya dan Vina, karena ada kolega bisnisnya yang baru saja datang. Dan Arka ingin menyambut kedatangan pria penting itu.


"Key, gimana? " Bisik Vina.


"Apanya yang gimana?"


"Itu, Malam pertama? Jadi apa tunda?"


" Iih, Mbak itu ya, kalo nanya gak kiat-kiat tempat"


"Aduhh, Mbak udah penasaran nich"


" CK, Mbak mau pastiin apa nich?. Mau pastiin Om Arka dengerin nasehat Mbak atau ngikuti napsu dia gitu?" Ujar Kesya dengan mata yang menyipit menatap Vina.


" Nasehat? Buat apa mbak kasih nasehat ke On Arka?" Tanya Vina penasaran.


" CK, udaah, Mbak ngaku aja, kalo Mbak bilang ke Om Arka kan kalo Key belum siap buat begituan?" Ujar Kesya sedikit kesal.


"Iihh, mana ada Mbak ngomong gitu ke Om Arka. Mana brani Mbak Key." Ujar Vina sungguh-sungguh.


"Jadi bukan mbak yang bilang? Trus Om Arka dari mana tau kalo Key belum siap?" Ujar Kesya. "Mbak ada cerita sama Kak Vano?"


"Iih, yaa gak lah"

__ADS_1


" Jadi dari mana Mas Arka tau?" Gumam Kesya.


Kesya melihat kearah Arka yang saat ini sedang terlihat mengobrol bersama rekan bisnisnya.


'Apa Mas Arka dengar pembicaraan aku dengan Mbak Vina ya?' Batin Kesya.


"Yaa ampun, cantik banget sih Lo Key. Tau cantik gini gue gebet aja Lo dari dulu" Ujar Gilang yang langsung menarik kursi duduk di sebelah Kesya.


"Kalo ngomong gak pake oli ya gini, suka songong" Ujar Puput sambil menoyor kepala Gilang.


"Huss, kalian ini, gak liat-liat tempat ya. Angin dikit dong anggun. Kamu lagi Gilang, coba cool dikit, mana tau bisa dapat cewek cantik di sini" Ujar Vina.


Gilang hanya tertawa menanggapi ucapan Vina. " Udah dapet, tapi kabur Mbak" Ujar Gilang.


Kesya langsung menolehkan kepalanya menghadap Gilang. Meminta penjelasan kepada Gilang.


"Kabur? Udah ketemu?" Lirih kesya yang masih terdengar oleh Gilang.


" Emm" Gumam Gilanh tidak ingin menjawab lebih pertanyaan Kesya. Karena bukan waktu yang tepat untuk mengeluarkan segala unegnya selama ini.


Kesya hanya menatap tajam ke arah Gilang, dan yang di tatapnya pun hanya terkekeh mendengar kata-kata mutiara dari Kesya. "Awas kalo Lo gak cari Sampek dapat tu cewek, gue sunat habis burung Lo"


Arka merangkul pinggang Kesya dengan posesif, pasalnya banyak mata yang menatap Kesya dengan minat. Dan Arka juga tidak mengizinkan Kesya untuk bersalaman dengan pria yang masih muda.


"Rasanya Mas mau ngurung kamu di kamar aja" Bisik Arka.


" Bikin dedek bayi" Bisik Arka yang wajah Kesya memerah dan tangan Kesya pun mencubit pinggang Arka.


"Mesum banget sih Mas. "


Arka terkekeh melihat wajah makin Kesya.


"Jadi, kamu udah siap?" Tanya Arka menatap wajah Kesya.


Kesya hanya menjawab dengan gelengan.


"Hmm, ya udah deh, kalo gitu kita nikmati aja masa pacaran halal ini." Ujar Arka sambil mencium pipi Kesya.


"Iih, malu di liatin orang" Bisik Kesya sambil memeluk dada Arka.


" Biarin, udah halal "


Kesya pun tersenyum malu kepada Kesya. Kesya memang belum siap untuk melakukan hal yang selayaknya di lakukan oleh sepasang suami istri, tapi Kesya juga tidak menolak jika Arka memeluk atau menciumnya. Kesya hanya masih butuh waktu.


Tak terasa waktus udah sore. Arka mengajak Kesya kembali kedalam kamar, dan menunaikan solat ashar.


"Mau istirahat dulu apa turun?" Tanya Arka setelah selesai solat.

__ADS_1


" Emm, istirahat aja deh kayaknya, lagian nanti malam kan puncaknya." Ujar Kesya.


" Ya udah, kamu istirahat sendiri gak pa-pa kan? Mas turun ke bawah, karena masih banyak kolega bisnis Papi." Ujar Arka.


" Ya udah, Key ikut turun juga"


" Jangan, kamu istirahat aja di sini. Mas panggilin Mbak Vina atau Puput buat temenin kamu" Ujar Arka.


" Nanti Key panggil Puput aja, Lagian ada yang mau Key omongin dengan dia." Ujar Kesya. " Oh ya Mas, Gilang boleh masuk ke sini gak? soalnya ada yang perlu Key tanyain ke dia." Tanya Kesya ragu.


" Hmm, kalo ada Puput boleh. Asalkan kalian tidak berdua di dalam kamar." Ujar Arka


"Siap Bos" Ujar Kesya sambil berdiri tegak dan meletakkan satu tangannya di ujung keningnya seraya memberi hormat.


Arka tertawa melihat tingkah lucu istrinya, kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu. Namun tlsaat mendekati pintu, langkah Arka terhenti, membuat Kesya pun bertanya penasaran.


"Kenapa Mas?"


Arka berbalik dan memasang wajah seolah-olah melupakan sesuatu.


"Ada yang kelupaan?" Tanya Kesya.


Arka melewati Kesya, membuat Kesya heran. Namun dalam detik selanjutnya tubuh Kesya sudah berbalik dan bibirnya sudah bertemu dengan bibir Arka. Kesya memejamkan matanya. Arka yang melihat mata Kesya terpejam pun mengambil kesempatan untuk Me*******, dan Menc***cap setiap manis yang terdapat di bibir Kesya.


Arka menyudahi ciuman mereka di saat merasa Kesya sudah kehabisan napas. Arka menyatukan kening mereka sambol terengah-engah dan meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


" Aku lupa mengambil ciumanku" Ujar Arka membuat Kesya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Arka memeluk Kesya dan menenggelamkan Kesya di dalam pelukannya. Setelah merasa sudah cukup, Arka melepaskan pelukannya, dan saat ini Kesya juga sudah tidak menutup wajahnya. Arka menatap wajah istrinya dan mencium kening Kesya. Kemudian Arka meninggalkan Kesya di dalam kamar.


Tak berapa lama Arka keluar, Kesya menghubungi Puput, untuk membawa Gilang sekalian bersamanya. Rasa penasaran Kesya sudah tidak bisa terbendungi. Pasalnya Gilang telah melakukan hal yang yang melarang norma agama.


.


.


.


.


.


Hai readers.. Makasih ya udah setia membaca kisah Kesya dan Arka. Di bab selanjutnya ada sedikit kisah tentang Gilang. Tapi cuma sedikit kok. Biar ntar ceritanya bisa nyambung ke Bab-bab selanjutnya.


Jangan lupa ya Dukungannya.


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA.

__ADS_1


__ADS_2