
Arka sudah mengerahkan seluruh anak buahnya, begitu pun dengan Fadil. Bara sudah menyuruh timnya untuk menyisir cctv dari saat Puput meninggalkan kantor. Namun hasilnya nihil, tidak ada satu pun cctv yang terlihat akan keberadaan Puput.
" Kayaknya yang nyulik Puput bukan orang biasa deh" Ujar Sasa kepada Fadil.
Saat ini Sasa mendatangi apartemen Fadil karena ikut khawatir dengan keberadaan Puput.
" Hah, dimana sih kamu sayang" Gumam Fadil frustasi.
Tak berapa lama Bara datang bersama Timnya. Sasa langsung mengenakan kaca mata hitam agar menghalau warna seragam yang di gunakan Bara dan Timnya. Walaupun masih ketara dengan asesoris yang digunakan oleh mereka. Tapi itu lebih baik, dari pada Sasa harus menglihat langsung.
" Kamu di sini?" Tanya Bara kepada Sasa.
" Hmm" Sasa hanya menjawabnya dengan gumaman.
Bara menunjukkan cctv di mana terakhir kalinya Puput terlihat. Sasa ikut memperhatikannya, namun karena Sasa menggunakan kacamata hitam, Sasa tidak terlalu jelas melihat video tersebut.
" Gue udah lihat keseluruhan cctv di restoran ini, namun hasilnua nihil. Puput seakan ditelan bumi" Ujar Bara.
" Boleh gue minta copy-an video ini?" Tanya Sasa.
" Tentu mungil" Ujar Bara dan mengelus pucuk kepala Sasa, namun Sasa menepisnya dan berdecak kesal.
" Hah, sempat-sempatnya Lo romantisan" Kesal Fadil.
Bara hanya tersenyum getir, merasa bersalah kepada Fadil karena tidak melihat kondisi.
Di sisi lain, Ando sudah menyiapkan makan malam romantis bersama Puput.
Ceklek.
Puput menoleh kearah pintu yang terbuka, dan menampilkan Ando berserta dua orang wanita yang membawa sebuah gaun dan alat make up. Puput sudah berencana untuk berlari. Saat Ando mendekat, dengan cepat Puput menendang Aset Ando, sehingga membuat Ando meringis, dengan keahlian bela diri Puput yang terbilang belum cukup mahir, Puput menghempas tubuh dua wanita itu dan langsung berlari keluar.
Namun sayangnya, Puput tidak berfikir terlalu panjang, Ada banyak Pria berbadan besar yang berada di luar kamar. Puput tercengang dan ketakutannya mulai menguasai dirinya saat dua pria berbadan kekar mendekat kearahnya dan langsung menahan pergerakan Puput.
" lepasiin gue" Teriak Puput.
Ando keluar dari kamar dengan wajah yang meringis menahan sakit. Puput menatap Ando penuh dengan kebenciuan. Ando mendekat dan memegang rahang Puput dengan plkuat, hingga Puput meringis kesakitan.
" Apa aku harus melakukan kekerasan kepada mu sayang?" Ujar Ando sambil mengendus wajah Puput.
Puput menahan napasnya dengan air mata yang terus bercucuran. Ando mengecuonair mata Puput yang baru saja terjatuh, Puput memalingkan wajahnya, namun Ando menahannya.
__ADS_1
" Jangan menangis sayang, kamu hanya boleh berbahagia"
" Tolong, lepasin aku.. Hiikkss" saat ini Puput hanya bisa pasrah, usahanya untuk melarikan diri sia-sia.
" Persiapkan dia secantik mungkin. " Titah Ando kepada dua wanita yang di bawanya tadi.
" Ingat sayang, jangan pernah mencoba untuk kabur lagi"
Tak berapa lama 4 bodyguard wanita datang dan mengambil alih untuk memegangi Puput. Puput melawan, tapi kekuatan dua wanita yang memeganginya sangat kuat. Puput hanya bisa berdoa, agar Fadil datang dan menyelamatkannya.
Puput sudah di dandani dengan cantik, dan mengenakan gaun malam hitam yang sangat indah. Dengan Bahu yang terekspos, dan rambut yang di sampirkan kedepan di sebelah bahunya, menutupi sebelah telinganya, dan telinga yang satu di hiasi dengan anting yang menjuntai dan sangat elegan. Jangan di tanyakan lagi berapa harga keseluruhan yang di kenakan oleh Puput.
Ando menatap Puput dengan wajah berbinar, Puput sangat cantik, walaupun matanya terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis, namun kecantikannya tidak pernah luntur di mata Ando.
" Puput, kamu cantik sekali" Puji Tante Ana.
Puput menatap Tante Ana dengan penuh kebencian. Air mata Puput kembali mengalir membasahi pipinya. Tante ana mendekat kearah Puput, dan ingin menghapus air matanya, namun Puput menepis tangan Tante Ana dengan kuat hingga Tante Ana meringis kesakitan.
" Jangan pernah menyentuh ku" Ujar Puput tajam.
Plaakk...
Satu tamparan mendarat di wajah mulus Puput. Puput merasakan panas dan perih secara bersamaan, hingga darah segar mengalir dari sudut bibir nya.
Tante Ana menyembunyikan Puput di belakangnya.
" Kamu lihat put, Mama sangat menyayangi mu, walaupun kamu berbuat kasar kepadanya. Dan aku tidak pernah mengampuni siapapun yang berbuat kasar terhadap Mama ku. Dan kamu, mulai dari sekarang harus berbuat baik kepada Mama, mengerti?" Ujar Ando menatap tajam Puput.
" Ando, Puput gak salah. Mama gak pa-pa kok. Kamu minta maaf sekarang ke Puput" Ujar Tante Ana menenangkan Ando.
Ando menghela napasnya kasar, kemudian dia menoleh kearah Puput yang sudah menundukkan wajahnya dengan Isak tangis yang di tahannya. Ando berjalan ke arah Puput, dan menjepit dagu Puput dengan jari telunjukkan. Ando membelalakkan matanya saat melihat ada darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
" Hei, maaf sayang. Aku tidak bermaksud menyakiti mu" Ujar Ando dan membersihkan darah yang mengalir. Ando juga membelai pipi Puput yang memerah karena ulahnya.
Ando mengecup suduh bibir Puput, dan mengecup pipi Puput yang memerah. "Maaf kan aku sayang" Ando menarik tubuh Puput dan menguburnnya kedalam pelukannya.
Di sisi lain, Kesya merasa ada yang tidak beres dengan suaminya itu. Sedari tadi suami nya itu terlihat berbicara serius bersama Duda dan Jodi dan saat Kesya mendekat, mereka langsung mengalihkan pembicaraan.
" Mas, ada yang kamu sembunyikan dari ku?" Tanya Kesya. Mereka baru saja sia makan malam.
" Hmm? Tidak sayang, tidak ada yang Mas sembunyikan."
__ADS_1
Kesya menatap tajam kearah snag suami. "Mas lagi gak selingkuh kan?"
" Sayang, kamu ngomong apa? Aku cintanya sama kamu, dan gak akan pernah berpaling. Di tambah lagi di dalam sini ada bayi kita" Ujar Arka sambil mengelus perut Kesya yang mulai terlihat buncit dan mengecupnya.
" Awas aja kalo kamu berani selingkuh, aku bakal bawa Tiens pergi jauh dari kamu"
" Sssttt, Jangan ngomong gitu, aku gak mau kehilangan kalian" Arka memeluk Kesya, dan mengecup pucuk kepalanya.
'Maaf sayang, aku gak bisa bilang jika saat ini Puput hilang. Aku tidak mau kamu kepikiran, dan berpengaruh ke kesehatan mu dan bayi kita' Batin Arka.
Di tempat lain, Ando tengah menikmati makan malamnya bersama Puput. Sedari tadi air mata Puput tidak berhenti, Ando menghela napas, dan menggeser kursinya mendekat kearah Puput. Ando menarik wajah Puput dan menghapus air matanya.
" Jangan menangis, aku tidak suka melihat wajah ini penuh dengan air mata. Apa lagi besok adalah hari pernikahan kita. Dan kamu hanya boleh menangis besok, dan itu di karenakan tangis bahagia kita yang menjadi sepasnag suami istri"
" Hiikkss, aku mohon, tolong lepaskan aku. Ini gak benar, ini salah. Kamu tidak bisa memaksakan cinta seseorang"
" Cinta itu akan hadir dengan seiringnya waktu berjalan, dan jika kita sudah bersama, cinta itu akan segera tumbuh, dan aku yakin kamu akan sangat mencintai aku" Ujar Ando dan mengecup kening Puput.
" Aku mohon, lepaskan aku. Aku yakin, di luar sana pasti ada wanita yang sangat mencintai kamu apa adanya. Tapi wanita itu bukan aku, aku mohon, lepaskan aku..hiikks"
Braakk..
Puput tercengang saat Ando menggebrak meja. " Sebaiknya kita makan"
Ando mengambil garpu dan pisau, kemudian dia memotong daging dan menyodorkannya kepada Puput.
" Makanlah, besok adalah hari yang panjang untuk kita berdua, karena besok adalah hari yang spesial untuk kita" Ujar Ando dan membelai wajah Puput lembut.
Puput hanya menatap bistik yang sudah di potong di hadapannya, tidak ada niatnya untuk memakannya. Ando menyadari itu.
" Makanlah, atau aku akan menyuapi mu dengan mulutku"
Dengan gemetar Puput meraih garpu, dan menusukkan daging tersebut. Secara perlahan Puput mengarahkannya kedalam mulutnya, air matanya tidka berhenti untuk keluar. Puput melirik kearah pisau yang digunakan oleh Ando tadi saat memotong daging. Secara perlahan Puput mengarahkan tangannya untuk meraih pisau itu.
" Jangan pernah berfikir untuk meraihnya" Ujar Ando dan memindahkan pisau itu menjauh dari Puput.
Puput hanya bisa menggigit bibirnya saat Ando menggenggam tangannya dan mengarahkan ke bibirnya.
' Tuhan, tolong aku' Batin Puput..
..** Hai readers...
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
Terima kasih. Salam KesAr.