KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 128 " Sungai Siene


__ADS_3

"Masakan Mama memang luar biasa" Puji Kesya.


" Ah kamu ini bisa aja Mujinya"


" Beneran loh Ma, Ya kan Mas, Pa"


" Iya, Masakan restoran mewah aja kalah dengan Masakan Mama" Tambah Arka.


" Udah, jangan buat Mama geer deh"


" Mereka bener loh, Masakan Kamu memang enak" Tambah Ayah Nazar.


" Iya deh iya. Makasih yaa pujiannya Kesya dan Arka"


Mereka pun makan dengan nikmat, Kesya dan Arka pun sampai menambah porsi makan mereka.


" Pantes aja Ayah gendut" Celetuk Kesya saat mereka tengah berbincang di ruang keluarga.


" Gimana gak gendut, Masakannya selalu nikmat. Hahahah"


" Oh ya, Kiki gimana kabarnya?"


" Alhamdulillah Kiki baik, dia anaknya penurut ya Ma. Sampai Mami tu seneng banget sama Kiki. Sampai Mami bujuk Kiki buat Jangan lanjutin sekolahnya di sini"


" Ha..ha..ha.. Si Shella itu, dari dulu selalu memonopoli kan anak-anak ku" Ujar Ayah Nazar.


Ada rasa hangat dan syukur saat Kesya memberitahukan keadaan Kiki. Pasalnya kiki adalah orang yang susah bergaul. Tapi entah kenapa saat pertama bertemu dengan kesya, Kiki langsung akrab.


Tak terasa waktu sudah sore. Arka dan Kesya pun pamit undur diri. Karena hari ini hari terakhir mereka di Paris, dan akan lanjut ke negara selanjutnya.


" Cepet banget sih. Mama kira kalian bakal nginap di sini."


" Maunya sih gitu Ma, tapi ada satu kejutan yang mau Arka kasih ke Kesya malam ini"


Mama Rosa dan Ayah Nazar pun memakluminya. Setelah kepergian Arka dan Kesya, Ayah Nazar mulai melancarkan aksinya, merayu sang istri.


Kesya menggunakan gaun berwarna hitam. Malam ini Arka akan mengajak Kesya ke suatu tempat. Yang mana Arka yakin Kesya belum pernah pergi.


" Ke mana sih Mas? Kok naik ini?"


Arka menuntun Kesya menaiki Yacht yang sudah di sewanya. Mereka akan makan malam romantis di tengah sungai Siene.


" Mas, ini sungguh luar biasa" Ujar Kesya takjub dengan kejutan yang di berikan Arka.


" kejutan Spesial untuk orang yang sangat spesial."


Mereka makan sambil sesekali mengobrol ringan. Setelah makan, Arka mengajak Kesya berdansa, dan menikmati angin semilir sungai yang sejuk.


" Aku sangat mencintai mu Mas" Ujar Kesya sambil memeluk Arka dan menyandarkan wajahnya di dada Arka.


" Aku lebih sangat mencintai mu"


Arka mengapit dagu Kesya dengan jempol dan ibu jarinya. Di bawanya wajah Kesya menghadap wajahnya. Perlahan Arka mendekatkan wajahnya, dan Kesya mengalungkan tangannya ke leher Arka. Mereka berciuman di tengah sungai Siene yang menjadi saksi bisu kehangatan cinta mereka.


Di Negara lain, Sasa baru saja selesai menutup toko kue. Sasa berjalan dengan santainya. Sasa memang tidak menggunakan kendaraan untuk pulang, karena apartemen Sasa kebetulan dekat dengan toko kue.


Sraakk..


Brukkk..

__ADS_1


Tas ransel Sasa yang hanya di sandangkannya satu tali di bahunya pun di jambret oleh pengendara motor. Untungnya Sasa cepat menarik kembali tasnya dan membuat si pengendara motor itu terjatuh.


Keadaan yang mulai sepi, karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam pun, menjadi waktu yang sangat menguntungkan bagi si penjambret.


"Sebaiknya Lo kasih semua harta benda Lo" Ujar salah satu sipenjambret itu. Lalu matanya menelisik tubuh Sasa yang memang sedikit bahenol, tetapi sayangnya tinggi tubuhnya tidak ideal.


"Jika Lo mau selamat, mending Lo layani kami berdua, "


" Cih, Gak level gue sama tikus jalanan kayak kalian"


" Berani banget Lo, " Ujar salah satu penjambret dan ingin memukul Sasa.


Sasa langsung mengelak dan menendang burung si penjambret.


" Sialan" Teriak si penjambret dan mulai menghajar Sasa.


Sasa melawan mereka berdua sekaligus.


Sraak..


" Ahh" Pekik Sasa saat merasa perih di bagian lengannya.


Si penjambret itu tersenyum saat melihat darah Sasa mulai menetes.


" Angkat tangan, jika tidak akan kami tembak" Teriak suara pria yang Sasa tebak adalah suara seorang polisi.


Si penjambret itu melihat ada 3 orang pria yang memakai jaket kulit dan menodongkan pistol kearah mereka, dengan cepat penjambret itu menarik Sasa dan meletakkan pisau tersebut di leher Sasa.


Sasa sempat terkejut, namun ini sebenarnya adalah keadaan yang menguntungkan baginya untuk melumpuhkan si penjambret. Dengan gerakan cepat Sasa dapat menjatuhkan pisau tersebut, dan membuat si penjambret itu terkunci dengan gerakannya. Sedangkan penjambret yang satu lagi ingin kabur, namun salah satu polisi sudah melepaskan tembakannya mengarah ke kaki sipenjambret.


Dor..


" Akhh"


Sasa mengerjapkan matanya, merasa pusing di bagian kepala dan merasa perih di bagian lengannya. Sasa meringis sambil memegang kepalanya.


" Anda sudah sadar? Apa kepalanya pusing? "


Sasa merasa tidak asing dengan suara bariton tersebut. Sasa membelalakkan matanya saat melihat wajah si pria tersebut, dan langsung memasang wajah masam.


" Ngapain Anda di sini?"


" Saya barusan nolongin Anda loh"


" Saya gak butuh pertolongan" Ujar Sasa dan ingin bangkit dari tempat tidur nya. " Akh", Sasa merasa perih di bagian lengannya.


" Jangan banyak gerak dulu, nanti jahitannya bisa lepas"


Sasa memandang lengannya dengan lesu, lalu memandang Bara dengan tatapan yang tidak bisa di baca. Ya, pria yang membawa Sasa kerumah sakit adalah Bara. Saat mendapatkan kabar jika ada yang sedang membuntuti Puput, Bara langsung menyuruh 2 anak buahnya untuk memantau keadaan. Saat itu Bara kebetulan masih berada di daerah toko milik Kesya, karena kebetulan juga kantor Bara berada di dekat situ. Saat akan pulang, Bara bersama kedua anak buahnya mnedengar geberan motor di dekat toko milik Kesya, tetapi berada di sebuah gang yang sepi. Bara dan kedua anak buahnya langsung menghampiri, dan mendapati Sasa yang tengah bertarung dengan 2 penjambret dengan tangan kosong.


Sasa menelan ludahnya kasar, saat ini dia sangat haus, tetapi dia gengsi untuk meminta tolong kepada Bara. Bara yang mengikuti arah mata Sasa tersenyum tipis, kemudian mengambil sebotol air mineral, di bukanya dan di berikan kepada Sasa.


" Saya gak minta"


" Ya udah kalo gak mau"


Dengan gerakan pelan, Bara mendekatkan botol air mineral itu ke dekat Bibirnya. Sasa hanya mampu memandang sambil menelan ludahnya.


" Yakin gak mau?" Tanya Bara kembali sebelum menempelkan ujung botol ke bibirnya.

__ADS_1


Tidak ada tanggapan dari Sasa, Sasa masih bungkam. Bara langsung saja meminum air tersebut, membuat Sasa menghembuskan napas pelan. Bara tersenyum saat melihat Sasa menundukkan kepalanya. Bara mengambil satu botol air mineral di dalam plastik yang berada di sebelahnya.


" Nih"


Sasa menengadahkan kepalanya, dan menatap Bara tanpa bisa di artikan tatapannya.


" Nih minum, aman kok. Ya kecuali mau nahan haus Sampek pagi"


Sasa mencebikkan bibirnya dan kemudian mengambil air tersebut. Bara tersenyum tipis.


"Cari apa?" Tanya Bara saat melihat Sasa seperti mencari sesuatu.


" Tas"


" Oh, di bawa ke kantor polisi, untuk di jadikan barang bukti"


" Ponsel gue? Dompet gue"


" Ya di kantor polisi"


" Emm, bisa tolong hubungi Fadil?"


" Untuk?"


" Ngurus semua administrasi di sini"


" Sudah Saya urus semuanya, sekarang kamu tidur aja lagi"


Kriiuukkk...


Bara menatap Sasa dengan mengulum senyumnya. Sasa sudah membuang wajahnya ketempat lain untuk menutupi wajahnya yang memerah. Dalam hati Sasa sudah mengutuk perutnya yang dengan sembarangan berbunyi.


" Tunggu di sini, biar saya cari sesuatu buat kamu"


Sasa hanya memandang punggung Bara yang menghilang dari balik tembok. ' Hah, mimpi apa gue semalam, bisa nya berurusan sama coklat pait' Batin Sasa.


**


Kesya sudah mengepak semua barangnya, dan gak berapa lama Arka muncul dengan beberapa anak buahnya untuk membawa seluruh barang bawaannya.


" Sudah siap?" Tanya Arka dan merangkul pinggang sang istri.


" Kayaknya usaha semua deh, coba aku cek lagi" Ujar Kesya dan kembali menyisir seluruh kamar hotel agar tidak ada barang yang tertinggal.


" Sudah clear, yuuk"


Arka pun menggenggam tangan Kesya, dan mereka meninggalkan hotel tersebut setelah check out. Arka dan Kesya menuju ke tempat jet pribadi mereka. Dan melanjutkan perjalanan mereka ke negara selanjutnya.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2