KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAH KHILAF 163


__ADS_3

Lana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah tak tahan untuk bertemu dengan istri tercintanya. Apalagi tadi Anggel mengirimkan sebuah foto yang mana berisi gambar sebuah lingeri hitam dengan belahan dada rendah, dengan caption 'aku menunggu kepulangan suami tercintaku'.


Jelas saja Lana langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi untu segera sampai di apartemen mereka dan tak ingin membuat sang istri menunggu lama.


Ting tong ..


Suara bel pun berbunyi, Anggel membukakan pintu dengan senyum yang melewbar saat mengetahui bahwa suaminya lah yang membunyikan bel.


Lana benar-benar terpana dengan penampilan Anggel yang begitu seksi. Anggel telah mengenakan lingeri hitamnya yang mana menampilkan gundukan kenyal yang selalu membuatnya ketagihan untuk mencicipinya.


"Kamu udah pulang?" Anggel mengambil tangan Lana dan menciumnya.


"Seksi banget?" ujar Lana yang hampir mengeluarkan liurnya.


Warna hitam itu sungguh sangat kontras dengan kulit Anggel yang putih. Yang mana terlihat semakin putih, mulus, dan bening.


"Kamu mau makan dulu? minum dulu? mandi dulu? atau aku dulu?" tanya Anggel dengan senyum yang menggoda.


Jika saja Lana tak mengingat, kalo dirinya baru saja pulang dari lokasi syuting yang sedikit kumuh, maka Lana akan langsung menjamah istirnya itu, namun Lana tak ingin membuat kulit sang istri yang mulus terkena virus tak terlihat yang ia bawa dari luar.


"Aku mau mandi dulu, terus aku mau kamu," bisik Lana tepat didepan bibir Anggel.


Anggel pun tersenyum malu, "Aku akan siapkan airnya."


Anggel berlalu dari hadapan Lana. Dengan sengaja ia memainkan kain lingerinya agar telihat semakin menggoda. Lana menelan ludahnya dengan kasar, ia meletakkan tasnya sembarangan dan membuka kancing bajunya sambil mengikuti Anggel dari belakang.


Anggel menghidupkan air dan mengisi bathup dengan air hangat, namun Anggel trkejut saat ada sebuah tangan kekar yang mellngkar diperutnya.


"Aku menginginkan mu," bisik Lana ditelinga Anggel.


Tak hanya berbisik, Lana juga memberikan kecupan basah dileher Anggel dan juga meninggalkan jejak merah keunguan disana, sehingga membuat Anggel melenguh nikmat.


Lana membalikkan tubuh Anggel dan menggendongnya, Lana yang tidak mengenakan sehelai benang pun langsung menggendong Anggel dan masuk kedalam bathup. Mereka pun bermain air hingga berbunyi keciprak kecipruk dengan diiringi ******* yang saling bersahutan.


*


Hari terus berlalu, Abi benar-benar membuat dapur dadakan didalam ruangannya untuk Quin. Terdapat kitchen set dan juga pemanggangan model terbaru. Juga penyimpanan bahan makanannya. Abi benar-benar membuat setengah ruangannya menjadi dapur yang lengkap.


Ya, ini semua karena Abi yang tak ingin jauh dari Quin, dan juga Quin yang ingin menjaga Abi dari sekretaris seksi dan genitnya itu.


Quin sedang memanggang satu cake saat sepupu Abi masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


"Waah, enak banget wanginya." seru Nathan, anak dari tante Risma.


"Kamu mau? tunggu lima belas menit lagi baru mateng," ujar Quin dengan senyum yang mengembang.


"Oke, AKu akan menunggu," ujar Nathan dengan senyum yang mengembang.


"Du hast Glück, hast eine schöne Frau und kannst gut kochen. (Kamu beruntung memiliki istri yang cantik dan pintar masak)," ujar Nathan kepada Abi.


Abi tersenyum dan memandang kearah Quin. QUin terlihat seksi dengan pekerjaannya saat ini. Abi pun kembali mengalihkan perhatiannya dan menatap kearah Nathan.


Abi berdehem dan menatap tajam Nathan saat mendapati Nathan menatap memuja kepada Quin,


"Pass auf deine Augen auf, sie ist meine Frau (Jaga pandanganmu, ia istriku)," ujar Abi dengan dingin.


Nathan terkekeh, kemudaian ia kembali fokuskan tujuannya datang keruangan Abi. Walaupun sebeenarnya Nathan tak terlalu fokus. Aroma cake yang dipanggang oleh Quin dan juga kecantikan Quin didapur pun membuat Nahan yang emmang suka dengan dunia malam, sempat membayangkan dalam fikirannya.


"Werde deine schmutzigen Gedanken los, oder ich verprügele dich (Buang pikiran kotormu, atau aku akan menghajarmu)," uajr ABi dengan menatap tajam kearah Nathan.


"Maafkan Aku," ujar Nathan dengan rasa bersalah.


Abi kembali melirik kearah Quin yang memang terlihat sangat cantik dan menggoda. Sepertinya Abi harus membuat penutup agar orang-orang yang masuk kedalam ruangannya tak berani mencuri pandang kearah Quin.


*


Tidak untuk hari ini, Quin merasa tak enak perasaan, sehingga ia memilih menghubungi Shaka yang memang tak suka berbohong.


"Apa? kakek masuk rumah sakit?" tanya Quin dengan panik.


Kemarin, saat Quin bertanya tentang kakek, Mama Kesya mengatakan jika Kakek baik-baik saa dan sedang beristirahat. Namun, hari ini Quin mendapat kabar jika sang kakek masuk rumah sakit.


"Kapan?" tanya Quin lagi.


"Tadi malam, tiba-tiba kondisi kakek drop." ujar Shaka dari seberang panggilan.


Quin pun akhirnya mengakhiri panggilannya, ia berjalan cepat ke arah Abi yang sedang fokus dengan pekerjaan. QUin menyingkirkan tangan Abi yang sedang mengetik, dengan gerakan cepat QUin duduk dipangkuan Abi dan memeluk lehernya. Quin benamkan wajahnya dileher Abi dan menangis.


Mendengar isak tangis Quin, Abi pun merasa khawatir.


"Kenapa? ada apa?" tanyanya sambil mengelus punggung Quin.


"Kakek masuk rumah sakit, hiks ..." ujar Quin sambil terisak.

__ADS_1


"Kamu mau pulang?"


"Bolehkah?" tanya Quin menatap wajah Abi.


"Aku akan siapkan keberangkatan Kamu, tapi Aku minta maaf, karena Aku tak bisa menemani kamu pulang, gak papa kan?" tanya Abi sambil memainkan rambut Quin dan menyelipkannya kebelakang telinga.


"Hmm, tapi kamu harus janji, untuk tidak genit sama sekretaris Kamu," ujar Quin dengan nada merajuknya.


"Iya, Aku janji."


Abi telah menyiapkan keberangkaan Quiin, namun kakek melarang Quin untuk pulang ke Indonesia. Kakek sudah keluar dari rumah sakit, kakek hanya kelelahan dan kecapean, maka dari itu kondisi kakek drop.


Quin bersikeras untuk pulang, namun Kakek juga bersikeras untuk tidak membiarkan Quin pulang sebelum membawa kabar baik untuk kakek. Quin mengrti maksud perkataan kakek, namun rasa khawatirnya melebihi apapun.


Hingga Akhirnya, papa Arka turun tangan dan melarang Quin untuk pulang seperti apa yang diminta oleh kakekFarel. Quin dengan berat hati menurut, dan berdoa agar ia bisa pulang dengan membawa kabar baik untuk semuanya.


Waktu terus berlalu, hingga tak terasa sduah dua bulan mereka berada di negeri orang. Kabar baik pun datang dari Anggel, yang mana tengah mabuk, alias ngidamnya ibu hamil muda.


Anggel terus saja muntah-muntah denagn kondisi tubuh yang semakin lemas. Merasa khawatir dengan sang menantu, mama Puput pun akhirnya menyusul ke India karena tak ingin terjadi apa-apa dengan menantu kesayangannya itu.


Quin sempat berkecil hati, karena sampai sekarang ia belum ada tanda-tanda untuk memberikan kabar baik untuk sang kakek. Untungnya Abi selalu memberikan support agar Quin tak bersedih.


Quin tak berani untuk memeriksa kandunganya ke dokter atau pun menggunakan tespack, ia takut kecewa dan membiarkan semua berjalan dengan semestinya.


"Quin, kamu gak ikut aku hari ini?" tanya Abi yang merasa lemas saat Quin mengatakan jika ia tak ikut Abi kekantor seperti biasanya.


"Iya, AKu ingin membantu Aunty memasak."


Ya, di rumah Aunty Risma akan ada acara arisan untuk teman-teman sosialitanya.


"Hmm, baiklah." dengan lesu dan kepala yang mulai pusing, Abi  memaksakan dirinya untuk pergi ke kantor.


**


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2