KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 83 " Cinta pertama"


__ADS_3

Kesya menatap Arka dengan kesal , membuat Arka merasa serba salah. Sedangkan Vano, Vina, Leo, mbak Mega, dan Mas Bram sudah tersenyum simpul karena menahan tawa.


" Key, itu masa lalu, dan Mas gak mau gara-gara itu semua, buat kita berantem" Ujar Arka lembut dan membelai pipi Kesya.


" Pokoknya Kesya mau Mas cari tau siapa cinta pertama Mas" Ujar Kesya tidak mau di bantah.


Arka sudah frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.


" Okey, kalo mas sudah tau siapa dia, trus hubungannya sama kita apa? Gak ada kan? Jadi gak ada juga untungnya buat kita kalo Mas cari tau siapa dia" Ujar Arka.


" Apa? Gak ada untungnya? Ya jelas ada dong Mas. Untung banget malahan. dan untungnya malahan banyakan di Mas"


" Gak ada untungnya buat mas loh sayang."


" Pokoknya Kesya gak mau tau, Mas harus tau siapa itu cewek, kalo gak, tidur di luar" Ujar Kesya dan berdiri dari duduknya. Tapi langsung di tahan oleh Arka.


" Haaahh" Arka menghela napasnya kasar. "Okey, Kalo kamu maksa." Arka menatap kearah Vano " Siapa dia"


" Kesya" Jawab Vano.


" Saya serius Vano, siapa dia" Ujar Arka dingin.


Vano memberikan foto tersebut kepada Arka "liat aja sendiri kalo gak percaya"


Dengan berat hati Arka meraih foto tersebut, sebelum di pandanhnya foto itu, dia menatap kearah Kesya, dan dengan isyarat Kesya menyuruh Arka untu mulihat foto tersebut.


Arka mengernyitkan keningnya, di tatapnya lama, kemudian Arka melihat kearah Kesya, lalu melihat kearah foto itu lagi, lalu Arka mendekatkan diri itu kedekat wajah Kesya.


" Kamu?" Ujar Arka.


Kesya hanya menatap Arka samb tersenyum.


" Yakin gak untung banyak?" Ujarnya.


" Ini beneran Kamu?" tanya Arka lagi.


Kesya menganggukkan kepala nya dan tersenyum manis. Arka menatap kearah Vano, yang diberi anggukan oleh Vano, kemudian kearah Vina yang juga memberikan anggukan, menatap kearah Mbak Mega dan Mas Bram yang sudah tersenyum lebar. Lalu menatap Leo yang sudah tertawa melihat Arka.


" Ini serius kamu sayang?" ujar Arka kepada Kesya.


Kesya kembali menganggukkan kepalanya, dan dalam detik berikutnya Kesya sudah berada di dalam pelukan Arka.


" Eh Mas, lepasin. Malu tau"


" Biarin, siapa suruh buat drama tadi" Ujar Arka yang mana membuat tawa menjadi pecah.


Wajah Kesya sudah memerah karena menahan malu. Kesya juga sudah berontak dari pelukan Arka, agar Arka melepaskannya. Bukannya melepaskan, tapi Arka semakin mengeratkan pelukannya. Ingin rasanya Arka menggendong Kesya kembali pulang, namun apalah daya Mbaknya sudah mengintruksi untuk melepaskan Kesya yang sepertinya sudah sesak napas karena di peluk erat oleh Arka.


" Raja, kamu gak pingin ngucapin selamat gitu sama Vano" Ujar mbak Mega.

__ADS_1


" Selamat untuk apa? Lagian proyek yang bermasalah kemarin juga karena bantuan Arka" Ujar Arka sombong.


" Sok banget sih. Si Vano udah hamil tu" Ujar Mbak Mega?


" Apaa?? Vano Hamil?" pekik Arka yang sengaja di dramatisir


" Ck, Biasa aja kali kaget nya, gak usah lebay" Ujar Vano.


" Gimana gak lebay coba, sejak kapan kamu jadi perempuan? Dan sejak kapan laki-laki bisa hamil?" Ujar Arka yang menatap Vano. sambil melirik kearah Mbak Mega.


" Ehh, Maksud Mbak Vano sebentar lagi mau jadi ayah, Vina yang lagi hamil. Kamu kapan? perlu Mbak kasih jamu biar kamu kuat ngegempur ya?" Goda Mbak Mega yang mana membuat wajah Kesya kembali memerah karena malu.


Semua orang tertawa karena langsung memiliki pemikiran yang sama mengingat makan pertama Arka yang awalnya di usir dari kamar oleh Kesya, kemudian saat menginap dihotel, Arka demam dengan rambut yang masih lembab.


Arka sudah kesal karena di tertawakan oleh satu keluarga itu, termasuk Kesya yang sudah senyim-senyum melihat wajah Arka yang keki.


" Awas kamu ya, Mas bakal tunjukin kehebatan Mas nanti malam, kamu siap-siap aja ya sayang" Bisik Arka yang hanya di dengar oleh Kesya.


Kesya menelan salivanya susah payah. Tiba-tiba Leo menghampiri Arka dan memberika secarik kertas putih, yang bisa di tebak oleh Arka adalah sebuah resep. Arka menaikkan alisnya sebelah, Seolah bertanya untuk apa dia diberikan resep.


" Obat kuat, biar Om gak sakit siap berperang" Ujar Leo yang di sambut tawa oleh semuanya. Sedangkan Leo langsung kabur karena mendapatkan lemparan bantal sofa oleh Arka.


" Dasar keponakan gak ada akhlak" Ujar Arka yang mendapatkan pelototan dari Mbak Mega. Arka hanya bisa meringis melihat kilatan api dari mata mbak kesayangannya itu.


Arka melirik kearah Kesya yang sudah memiliki wajah Semerah tomat. Arka sengaja menunjukkan resep yang diberikan oleh Leo tadi kepada Kesya, dan menyimpannya dalam kantong. " Mana tau perlu" Bisik Arka sengaja menggoda Kesya.


Kesya rasanya sudah pingin menenggelamkan dirinya saja ke dalam kolam karena sudah merasakan panas yang menjalar dari wajahnya hingga keseluruh tubuhnya.


" Ayah kenapa Mi?" Tanya Kesya kepada Mami Shella yang saat ini juga sedang memandang Ayah nazar.


" Tadi Rosa kesini, trus sekilas Mami denger, kalo Rosa belum punya kekasih, yang menjemputnya beberapa hari ini adalah sepupunya yang kebetulan lagi dinas di sini" Ujar Mami Shella.


" Kalo orang jatuh cinta ya gitu tu, Kayak orang gila senyum -senyim sendiri" Ujar Daddy Roy yang juga ikut memandang Ayah Nazar.


" Cinta memang gak mengenal usia yaa" Sambung Daddy Roy.


Setelah bersiap, Kesya dan Arka pamit pulang ke kediaman Moza. Mami Shella, Daddy Roy, Dan Ayah nazar pun dengan berat hati melepaskan Kesya. Karena Kesya sudah memiliki tugas nya sebagai seorang istri.


" Mas, Kita mampir ke toko dulu yuk, Key mau liat perkembangan renovasinya." Ujar Kesya yang diberi anggukan oleh Arka.


Sesampainya ke toko milik Kesya yang diperkirakan sebentar lagi akan buka, Kesya langsung memandang Gilang yang juga sedang senyum-senyum menatap ponselnya.


" Iih, seharian ini udah 2 orang yang senyum sama ponsel" Gumam Kesya.


" Woy, Serius amat sih liat ponselnya" Ujar Kesya yang ingin merebut ponsel Gilang tetapi langsung di simpang oleh sang empunya kedalam kantong.


Kesya mendengus kesal, karena gak biasanya Gilang menyembunyikan sesuatu darinya.


" Sama siapa Lo?" Tanya Gilang.

__ADS_1


Kesya menunjuk kearah Arka dengan dagunya, yang mana otomatis Gilang mengikuti arah tunjuk Kesya. Gilang melihat Arka yang sedang menerima panggilan, dan terlihat serius.


" Oh ya, gimana kabar tu cewek? Dah ketemu?" Tanya Kesya.


Gilang menatap Kesya lalu tersenyum.


" Trus, gimana? Dia hamil atau gak?" Tanya Kesya lagi.


Gilang mendengus halus, kemudian mengangguk sambil menundukkan wajahnya.


Tlaakk...


" Awww sakit Key" Ujar Gilang sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh Kesya.


" Kesal gue. Trus Lo tanggung jawab kan?" Tanya Kesya sambil bersedekap dan melotot.


" Ya iyalah, dan gue rasa kayaknya gue mulai jatuh cinta sama dya" Ujar Gilang sambil tersenyum malu dan menerawang sesuatu yang membuat dia tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala.


" Siapa sih tu cewek? Gue mau kenal" Ujar Kesya kemudian setelah melihat mimik wajah Gilang yang seperti ayahnya tadi.


" Nanti deh, lagian dia belum balik di sini. Kandungannya lemah, jadi belum boleh ke Indo." Ujar Gilang.


" Trus, di mana dia sekarang? Tanya Kesya.


" Di London, sekalian dia mau ngurus cuti katanya. Sering mual dia saat hamil."


" Lo udah nikahi dia?" Tanya Kesya lagi.


Gilang menatap Kesya dan kemudian menggelengkan kepalanya.


Tlaakk...


Lagi-lagi Kesya menyentil kening Gilang.


" Sakit Key"


" Apaan sih Lo, katanya mau tanggung jawab, tapi sampe sekarang Lo belum nikahi dia" Geram Kesya.


" Gue bakal nikahi dia. Tunggu dia balik Indo, dan gue nikahi dia didepan keluarganya."


" Keluarga? Seingat gue bukannya Lo pernah bilang kalo dia itu dari panti asuhan ya?"


" Iyaa, tapi saat umurnya 10 tahun, dia di angkat sama seseorang yang sampai sekarang gue gak tau siapa. Karena dia belum mau ngasih tau gue. Katanya tunggu dia balik ke sini, baru dia kasih tau" Jelas Gilang.


" Sayang, kamu masih lama?" Tanya Arka yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat mereka.


" Gak sih, udah selesai nih. Mas mau ke kantor?"


" Gak, cuma ada kerjaan yang harus Mas kerjain sebentar. Tapi Mas kerjain di rumah aja." Ujar Arka.

__ADS_1


Kemudian mereka pamit dengan Gilang, dan meninggalkan Gilang yang kembali memegang ponselnya dan tersenyum-senyum sendiri.


__ADS_2