
Semua bahan makanan sudah siap. Rumah juga sudah di beresin untuk menyambut tamu. Jam sudah menunjukkan pukul 7 Malam. Kesya meremas-remas tangannya di depan meja rias. Kemudian dia melihat pantulan ke meja nakas dari pantulan kaca. Melihat sepucuk surat pemberian ibu nya.
Kesya menarik napasnya dan membuangnya. Kesya berfikir sejenak, dan menyebut nama Dilan, lalu menutup matanya.
" Udah siap Key?" Tanya Vina.
Kesya pun tersenyum.
" Kita turun ya, mereka udah datang semua. Kamu udah yakinkan hati kamu kan untuk memilih siapa pendamping hidup kamu?" Tanya Vina.
" Udah mbak" Jawab Kesya.
" Bagus deh, apapun keputusan kamu, semoga itu yang terbaik untuk mu ya." Ucap Vina. Kesya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Insya Allah, semoga saja ya Mbak".
Kesya yang menggunakan gaun semi kebaya pun, turun dengan anggunnya bersama Vina. Membuat sang calon suami melihatnya tanpa berkedip.
Kesya duduk di sebelah Mami Shella.
" Emm, ini kita makan malam aja dulu ya, biar ada tenaga nanti saat membahas masalah lamaran." Ucap Vina, yang di setujui oleh semua orang.
Entah kenapa Arka merasa makan ini kurang percaya diri. Pasalnya Kesya sedang mengobrol dengan Dilan. Dan Arka saat hanya mampu melihatnya.
" Key, kamu cantik malam ini" Puji Dilan.
" Makasih"
" Ini untuk kamu"
Kesya menaikkan satu alisnya,
" Bunga ini untuk kamu." Ucap Dilan sembari memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Kesya.
" Tapi..."
" Bunga ini mewakili perasaan aku kepada kamu. Aku harap kamu menerimanya. Apapun keputusan kamu nanti, aku berdoa semoga itu adalah yang terbaik untukmu" Ucap Dilan.
__ADS_1
Kesya tersenyum dan mengambil setangkai bunga mawar tersebut.
" Waahh, benar-benar lezat.. Nyonya tau, saya sangat menyukai capcai." Ucap Tuan Farel.
" Dan ini, asam manis udang, eehhmmm... juga sangat lezat." Sambung Tuan Farel.
" Sambal terasinya juga gak kalah sedap loh Pi" Ucap Mami Laura.
" Memang masakan Indonesia asli ini mah, Sambal terasi, Ikan Asin, rebus daun ubi. Belum lagi ada Ikan ini nih.. Goreng tepung. Trus sama lalaapnnya.. eeuuh, memang mantap euy." Puji Mami Laura.
" Masakan Shella memang lezat dari dulu Nyonya, Makanya gak heran Kalo Roy bisa sehat kayak gitu" Tambah Lola.
" Ha..Ha...Ha.." Tawa pecah dari semua orang, kecuali Arka.
" Iya nih, saya sampai harus olah raga setiap hari biar gak kelebihan muatan" Tambah Daddy Roy.
Ha.. Ha.. Ha..
Tawa pun kembali pecah. Dan Kali ini Arka hanya tersenyum.
Arka sepertinya sudah merasa kalah sebelum peperangan usai. Arka melihat kedekatan Kesya dan Dilan, membuat hatinya cemburu, menciut, dan terasa hampa.
" Kalo jodoh gak ke mana Om " Ucap Vano.
Bukannya makin tenang, melainkan Arka semakin galau di buatnya.
Acara makan-makan pun selesai dengan banyaknya pujian yang terlontar untuk masakan Mami Shella yang sengaja membuat masakan khas Indonesia dan sederhana.
Saat ini mereka semua sudah kembali duduk di ruang tamu, yang pastinya sudah duduk lesehan, agar semua keluarga dapat berkumpul mengikuti acara prosesi lamaran yang datang untuk Kesya. Berguhung ramai, makanya Daddy Roy menggelar karpet dan menyingkirkan kursi yang berada di ruang tamu yang tak seberapa besar di bandingkan ruang tamu milik Bram.
" Assalamualaikum, Om, Tante, Kesya, dan semuanya. Setelah kami berbincang dengan dua keluarga yang bertujuan sama, yaitu melamar Kesya. Jadi saya di sini sebagai wakil dari kedua keluarga untuk berbicara" Ucap Vano.
" Jadi kedatangan Kami, adalah untuk melamar putri Om, dan Tante untuk. Untuk Om saya, Arka. dan Saudara Dilan."
" Untuk itu, yang pertama saya persilahkan kepada Dilan untuk menyampaikan sekata dua kata untuk sang calon istri. Waktu dan tempat saya persilahkan" Ucap Vano.
Vano pun memberikan mic kepada Dilan. Seperti yang mereka bicarakan tadi, bahwa Dilan yang akan berbicara duluan, karena mengingat jika Dilan lah yang duluan melamar Kesya.
__ADS_1
" Assalamualaikum semua"
" Walaikumsalam salam"
" Kehadiran saya di sini yaitu untuk melamar anak Om dan Tante, yaitu Kesya untuk menjadi pendamping hidup saya. Kesya, maukah kamu menerima semua kekurangan saya? saya adalah seorang duda dan memiliki satu orang putri. Saya ingin membangun rumah tangga yang sakinah, Mawaddah, dan warahmah bersama kamu. Mau kah kamu menjadi pelengkap di kehidupan saya yang sudah memiliki masa lalu? Mungkin ini terdengar aneh, kenapa saya tiba-tiba melamar kamu, bahkan mungkin semua orang mengira jika saya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Kesya. Saya mulai menyukai Kesya saat pernikahan Vina dan Vano. Kesya yang sangat lembut, dan keibuan. Memberikan perhatiannya kepada seluruh anggota keluarga, Senyumnya yang indah membuat hati saya bergetar, dan selalu terbayang tentang Kesya. Dan entah kenapa putri saya juga merasakan hal yang sama dengan Kesya, yaitu nyaman berada di dekat Kesya. Untuk itulah saya meyakinkan diri saya untuk melamar Kesya menjadi pendamping hidup saya. Kesya, Maukah kamu menerima lamaran saya?" Ucap Dilan.
" Jangan di jawab dulu ya Key, dan sekarang mari kita dengarkan ungkapan dari Om Arka." sambung Vano cepat.
Arka mengambil mic yang berada di tangan Dilan.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu"
" walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu"
" Saya ucapkan terima kasih kepada Om dan Tante, yang telah menjamu kami dengan sangat baik, dengan memberikan makanan yang sangat lezat-lezat."
"Ha..ha..ha.." Semua orang tertawa.
" Saya bingung harus memulainya dari mana. Semua orang pasti mengira saya adalah pria yang sudah mapan dan banyak kelebihan. Tapi saya sebenarnya masih sangat banyak kekurangan. Dan saya dia ini ingin meminta Kesya menjadi kelebihan saya, dan menutupi kekurangan saya. Sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit bagaimana hati saya bisa mentok dengan Kesya.
" Sebelumnya saya tidak pernah menyukai siapapun. Dan bahkan saya tidak tau apa itu cinta. Tapi ketika pertama kali melihat Kesya, saya merasa jika hati sayang seperti tertarik untuk mengenalnya, dan yang saya tau saat itu, bahwa Kesya adalah perempuan yang Papi kirim untuk saya. Seperti perempuan yang lain, yang akan dijodohkan kepada saya."
" Tapi saat saya melihat kesya, saya merasakan perasaan yang berbeda dengan perempuan yang lain. Dan jika benar Kesya adalah perempuan yang ingin di jodohkan kepada saya, mungkin saya langsung akan berkata 'Ya ' saat itu kepada Papi."
"Tapi sayang, Kesya bukanlah perempuan yang ingin di jodohkan kepada saya. Dan saya sangat kecewa akan hal itu. Selisih paham yang saya buat dengan Kesya, mungkin membuat image pertemuan saya dan Kesya menjadi sangat tidak baik. Terlihat jelas di wajah Kesya jika dirinya tidak menyukai saya. Tapi saya tidak ingin menyerah malam itu, saya mencoba mengejar Kesya, dan ingin mengenalnya. Sayangnya Kesya sungguh jutek dan acuh kepada saya, membuat hati saya semakin yakin bahwa Kesya adalah perempuan yang patut di perjuangkan." Ucap Arka sambil melihat Kesya dan tersenyum.
.
.
.
.
.
Hai Hai Hai..
__ADS_1
Jangan Lupa ya Jempol nya..