
Quin sudah menggunakan gaun yang sangat indah berwarna coklat susu. Warna yang sangat kontras dengan kulitnya yang bersih. Begitu pun dengan Abi yang mengenakan jas yang berwarna senada.
Di televisi, acara gosip dan berita pada heboh dengan pernikahan Veer dan Nafi. Qui. merasa lega karena setidaknya bukan tentang dirinya yang menjadi sorotan. Ternyata Papa Arka sengaja membuat dua pengumuman di dalam waktu yang bersamaan, tujuannnya agar para awak media tidak terlalu mengekspos tentang Quin dan juga pertunangannya, yang mana identitas si pria masih di rahasiakan.
Quin menatap ke arah Lana yang memaksakan senyumnya. Tanpa memperdulikan pandangan orang lain, Quin berlari dan memeluk Lana. Lana terkejut dengan perlakuan Quin, Lana tau, jika saat ini Quin tengah menangis.
Lana menenangkan Quin dengan cara mengelus punggungnya pelan. Veer melihat keanehan pada Quin hari ini. Tak biasanya Quin langsung berlari ke arah Lana, jika dirinya berada di dekatnya.
" Quin.." Panggil Veer.
Quin merelaikan pelukannya dan menghapus air matanya. Veer terkejut saat mendapati Abi berada di ruangan yang sama. Abi melihat semuanya, Abi melihat bagaimana cara Quin berlari kearah Lana.
" Maaf, aku tak menyadari kehadiran mu."
" Tak masalah." Abi menatap Veer, " Bisakah aku berbicara berdua dengan Quin?"
Veer menoleh kearah Quin, dan Quin menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih.."
Semua orang keluar dari ruangan, yang hanya menyisakan Abi dan Quin.
" Quin, apa kamu siap untuk melanjutkan semua ini?"
" Kenapa? kamu ragu?"
Abi mendekat ke arah Quin
" Aku hanya ingin mengatakan, Jika kamu tidak akan pernah bisa mundur jika sudah menyandang status Nyonya Abimana Setyo Subekti." Bisik Abi di telinga Quin.
Quin mengerjapkan matanya, mendorong pelan Dada Abi dan menatap matanya.
" Bagaimana jika Tuan Abimana Setyo Subekti membuat aku kecewa? Apa dia bisa menjamin jika tidak membuat ku kecewa?"
" Akan aku pastikan, jika hanya ada aku di hati mu, Bukan Lana, atau pria lain."
Quin membulatkan matanya,
" Kenapa? kamu terkejut? Aku tau, kamu memiliki perasaan kepada Lana, tapi maaf Quin, kamu tidak bisa mundur saat ini."
" Aku tidak menyukai Lana."
" Benarkah? Kamu bisa membohongi orang dengan ucapan mu, tapi tidak dengan tatapan mata mu. "
" Dengar, aku akan membuat diri mu menyesal jika berani mengatakan hal ini kepada orang lain."
Abi menyeringai, " Tak akan, karena mulai hari ini, aku akan membuat mu jatuh cinta kepada Ku." Abi meraih pinggang Quin.
" Abi.." Pekik Quin dan menahan dada Abi.
" Yaa.."
__ADS_1
" Aku akan membunuh mu jika kamu berani menyentuh ku." Geram Quin.
" Tidak akan ku biarkan. Karena aku akan pastikan kamu mencintai ku."
" Sedangkan kamu sendiri masih mencintai wanita lain." Kesal Quin.
" Oh yaa? Tapi kehadiranmu membuat aku melupakannya. Jadi kamu harus tanggung jawab."
Quin tersenyum miring. " Kamu hamil? Sehingga aku harus bertanggung jawab?"
Abi terpelongo. " Quin__"
" Aku tegas kan, aku tidak menyukai Lana. Dan aku akan menerima tantangan mu. Kita lihat, apa kamu berhasil membuat ku jatuh cinta, atau tidak."
" Baiklah, Aku tak sabar rasanya di cintai oleh Mu."
" Dan aku ingin tau bagaimana reaksi munjika Anita kembali."
Quin dan Abi saling beradu pandang.
" Apa kalian sudah siap?" Tanya Veer yang kembali masuk dan melihat pemandangan yang menegangkan dan juga membuat Quin dan Abi terkejut.
" Ya.."
" Hmm.."
Jawab Abi dan Quin berbarengan.
Quin dan Abi pun merapikan pakaian mereka, kemudian mengikuti Veer.
Semua rekan bisnis Papa Arka melongo sangat mengetahui siapa yang akan menjadi tunangan Quin. Mereka harus menggigit jari, karena tak mampu melawan keluarga Subekti.
" Sialan, ternyata pria itu keturunan Subekti, bagaimana cara ku untuk merebut Qola kembali." Monolog pria yang menjadi salah satu tamu undangan tersebut.
Veer menatap pria itu dari kejauhan, Veer tersenyum puas saat melihat wajah pria itu mengeras.
Ya, tebakan kalian benar, pria itu adalah Jamal. Mantan kekasih Quin, yang dengan sengaja mengatakan kepada Quin jika akan bertunangan dengannya dan sudah mempersiapkan segalanya, Quin hanya perlu hadir bersama dengan orang tua nya. Namun saat pertunangan mereka di adakan di sebuah hotel mewah, Jamal malah bertunangan dengan Arumi, sahabat Quin.
" Aku sengaja mengundang mu, karena ingin membuat kau menyesal." Ujar Veer tepat di telinga Jamal.
Jamal menoleh dan mengepalkan tangannya. Rahang Jamal terlihat mengeras dan menatap Veer musuh.
" Kau salah dalam menilai, Jamal. Aku senang jika Quin tak berjodoh dengan mu.'
" Qila masih mencintaiku."
" Benarkah? Apa kau tak bisa melihat bagaimana Quin terlihat serasi bersama Tunangannya?"
Jamal semakin mengeratkan genggamannya hingga buku-buku jari nya memutih.
" Sebaiknya kau pulang, dan mengadunkepada orang tua mu yang serakah itu."
__ADS_1
Veer pun meninggalkan Jamal, membiarkan pria itu dengan pemikirannya sendiri.
" Awasi terus dia.' titah Veer kepada Dedi.
MC mulai memberikan arahan kepada Quin dan Abi untuk naik keatas panggung. Anggel dan Kayla mendampingi Quin naik keatas panggung. Sedangkan Abi di dampingi oleh Lana dan Zein.
" Ingat, sekali aku dengar kamu nyakiti Quin, Kamu akan berhadapan dengan ku." Bisik Lana.
" Aku tak akan membuatnya menangis. "
" ku pegang kata-kata mu"
" Cantik." Gumam Zein yang melihat ke tiga wanita Yang ada di hadapannya.
Abi dan Lana langsung menoleh kearah wanita cantik yang Zein maksud. Tatapan Abi dan Lana mengarah ke arah Quin. Namun, Lana sempat tertegun dengan penampilan Anggel yang tidak kalah memukau. Seolah ada yang menarik manik matanya hanya untuk memandang Anggel.
" Aku rasa dia mulai tertarik dengan mu" Bisik Quin saat melihat arah tatapan mata Lana yang terarah ke Anggel.
" Dia memandang mu Quin." Bisik Anggel yang mana sebenarnya jantungnya berdegup kencang.
" Insting ku tak pernah salah. Yaa kan Kayla, jika kau memiliki hubungan dengan Kak Zein."
Kayla terkejut dan langsung menoleh kearah Quin.
" A-aku tidak.."
" Sudah lah, jangan berbohong. Semakin beralasan, maka semakin terlihat jika ada sesuatu di antara kalian, Aku mendukung nya " Bisik Quin.
" Quin..."
Kayla harus menelan ucapannya, Anggel sudah membola kan matanya saat mendengar penuturan Quin. Anggel juga langsung menatap sang keponakan yang umurnya hanya berjarak satu tahun dengannya. Benarkah Zein dan Kayla memiliki hubungan?, Jika Iya, Anggel juga akan mendukung hubungan tersebut. Menurut Anggel, tak ada wanita yang sempurna selain Kayla.
Anggel dan Kayla pun mundur beberapa langkah kebelakang Quin, saat Abi mengulurkan tangannya yang mana di sambut oleh Quin. Lana dan Zein langsung mengambil posisi di sisi dua wanita cantik lainnya yang ada di atas panggung.
" Kamu cantik." Bisik Zeik kepada Kayla, yang mana di dengar oleh Anggel.
Zein hanya mengedipkan matanya kepada Anggel saat Ia menoleh kepada Zein.
Abi memakaikan cincin berlian kepada jari manis Quin, begitu pun sebaliknya. Pertunangan Quin pun di beri tepuk tangan yang meriah oleh para tamu undangan.
Abi meraih pinggang Quin, dan membisikkan sesuatu di telinga Quin.
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF.
__ADS_1