KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 13 ' Perhatian Arka '


__ADS_3

" SEMPURNA " ucap semuanya serentak dan " KIMCHI " Tante Mega dan mami shella serentak mengatakannya.


Kesya langsung turun dengan tergesa dari panggung pelaminan, karena tidak ingin berlama lama disandingkan dengan Arka.


KESYAAAAA......


Huupp...


Tangan Arka menlingkar sempurna di pinggang Kesya, Kesya memegang lengan kekar Arka. Mata mereka bertemu dan Kesya langsung menyadarkan dirinya dan langsung berdiri tegak.


"Kesya kamu gak papa kn?? tanya Vina.


Saat Kesya ingin turun dari panggung , dan karena terburu buru, Kesya tanpa sengaja menginjak gaunnya yang memang kepanjangan hingga menyentuh lantai. Dan Arka yang melihat gerakan Kesya yang terburu buru langsung mendekat karena takut Kesya terjatuh. Dan apa yang ditakuti Arka terjadi, Jika tidak ada Arka, mungkin Kesya tidak akan hadir di resepsi pernikahan nanti malam.


Oma, Kakek, Daddy, para Mami, dan Papi pun langsung mendekat kearah kesya. dan melihat kondisi Kesya.


"syukurlah sayang kamu gak papa!! mami takut sekali tadi.." ucap mami yang langsung memeluk Kesya.


Seorang maid datang dengan membawa segelas air untuk di berikan kepada Kesya. Arka yang melihat itu langsung mengambil air tersebut. "minum lah dulu".


Kesya mengambil air yang berada di tangan Arka, dan meminum air tersebut. Kesya harus menetralkan keterkejutannya dan debaran jantungnya yang berdegup kencang.


"Kalau gitu sekarang kamu istirahat aja dulu key" titah Daddy.


Kesya menganggukkan kepalanya. Dan melangkahkan kakinya.


"Auuuwww" pekik Kesya.


"Kamu kenapa key??" tanya mami panik.


"Kaki kesya sakit mi!!" ucap Kesya yang merintih kesakitan.


Tanpa aba-aba Arka langsung menggendong Kesya.."Aaa" jerit Kesya .


"Sebelah mana kamarnya??" tanya Arka.


"Turunin, aku bisa jalan sendiri" ucap Kesya yang melototkan matanya.


Arka tidak memperdulikan ucapan Kesya dan langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Lantai 2, yang ada gambar Doraemon di pintu" teriak Bara


Awalnya mami ingin ikut masuk mengantar Kesya, tapi Oma menahan tangan mami.

__ADS_1


Arka menyuruhkesya membuka handle pintu, karena tangannya yang sedang menggendong Kesya. Kesya pun membuka pintu kamarnya.


Arka mendudukkan Kesya di atas kasur. Kemudian Arka berjongkok dihadapan Kesya.


"Mau apa kamu??" pekik Kesya yang menyilangkan tangannya di bawah lututnya.


Arka tidak memperdulikan dan menarik gaun Kesya bagian bawah dan mengangkatnya. Kesya langsung melototkan matanya. " Jangan kurang aja ya pak" teriak Kesya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arka.


Arka memegang pergelangan kaki kiri kesya. "auuww" pekik Kesya.


Dengan lembut Arka membuka sepatu Kesya, Kesya menahan sakit dengan menekan bahu Arka. " Key, kamu itu jadi cewek jangan sok cantik" ucap Arka


Kesya langsung melototkan matanya "Apa?? say...AAAAAAAA" teriak Kesya sambil menjambak rambut Arka.


Arka sengaja mengatakan kalau Kesya sok cantik, agar Kesya mengalihkan perhatiannya saat Arka memijit pergelangan kaki kesya yang terkilir.


Arka hanya menyeringai kesakitan saat Kesya menjambak rambutnya. Dan saat ini penampilan Arka benar-benar berantakan, dengan rambut yang acak-acakan.


" Sakit tau" ucap Kesya jutek.


"Kalau sekarang masih sakit??" tanya Arka sambil memegangi kepalanya yang sakit.


Kesya menggerak gerakkan kakinya, dan kemudian tersenyum. "Udah gak lagi, terima kasih pak" ucap Kesya sambil tersenyum.


"Kamu cantik kalau tersenyum" bisik Arka yang sontak membuat Kesya membeku.


Arka keluar dari kamar Kesya dengan debaran jantungnya yang tidak stabil.


"Gimana Kesya??" tanya mami Shella.


"Baik kok Tante, cuma terkilir aja. Tadi udah Arka obatin." ucap Arka.


"Baiklah, terima kasih ya nak Raja." ucap mami Shella.


"Panggil Arka aja Tante, " ucap Arka sambil tersenyum.


mami shella pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Vina sudah di dandan oleh MUA terkenal. Dan saat ini penampilannya sangat cantik. Bagaikan boneka, dengan gaun yang indah bak Putri Raja.


"Mbak akuu...., ya Allah mbak, cantik bangeett???" teriak bahagia Kesya saat melihat Vina yang sudah selesai dengan penampilannya.


"Makasih dek, "senyum bahagia terukir di wajah Vina

__ADS_1


Mami yang mendengar teriakan Kesya pun langsung mempercepat langkahnya untuk melihat Vina. "Masya Allah sayang, cantik banget kamu" ucap mami dan memeluk Vina.


Bara yang ingin memberitahukan bahwa mobil Limosin sudah berada di depan menunggu mereka pun sempat terperanga dengan penampilna Vina.


Setelah menetralkan keterpukauan, mereka turun dari lantai dua dan memberikan keterpukauan kembali di ruang tamu.


Lontaran pujian membajiri senyum Mereka. berbeda dengan Arka yang dari awal hanya memandang ke arah Kesya. Dari atas ke bawah dan, saat melihat sepatu yang di kenakan Kesya, kening Arka berkerut. "sepatu kets???"


Semua orang menoleh kearah Arka, dan melihat kemana arah mata Arka tertuju. sekarang Kesya lah yang menjadi tatapan semua orang.


" Ya ampun Key, penampilan udah cantik gini masa pake sepatu kets sih??" ujar mami.


Kesya langsung menepuk jidatnya. "Ya ampun mi, tadi Kesya mau pinjem flat shoes nya mbak Vina, cuma key lupa karena terlalu terpesona dengan kecantikan mbak Vina." ucap Kesya dengan nyengir kudanya.


"Ya udah, key ke atas dulu ya ambil sepatu mbak Vina, Pinjam ya mbak!" ujar Kesya sambil mengeraskan sedikit suaranya di akhir kata.


"sepatu Vina kan kebesaran sama Key mi" ujar Vina.


Mami pun menggeleng gelengkan kepalanya. Arka mengambil ponselnya dan membuat panggilan kepada seseorang.


Kesya turun dengan langkah gontai "Kebesaran, ya udah dech, kesya pake ini aja, lagian kan bajunya panjang dan gak terlalu kelihatan lah" ucap Kesya sambil tersenyum.


mereka pun menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh King Moza menuju Hotel M Moza tempat di adakan ya pesta resepsi Vano dan Vina.


Kesya memang tidak terlalu peduli dengan penampilan, namun kali ini sedikit berbeda. Kesya merasa takut mempermalukan keluarganya karena pakaiannya yang tidak serasi dengan sepatunya.


Mobil mewah yang mereka tumpangi pun berhenti di depan bentangan karpet merah. Saat kaki mereka turun pun sudah langsung menginjak karpet merah tersebut.


Para pelayan hotel menyambut kedatangan keluarga besar King Moza itu. Mereka menuju ruangan yang telah di sediakan khusus untuk keluarga mempelai pengantin.


Kesya masih meremas remas tangannya. Rasanya dia tidak ingin bergabung menikmati pesta.


Tok tok tok


Pelayan hotel yang melayani Keluarga Besar pengantin membuka pintu. Dan muncullah sesosok pria dari balik pintu tadi dengan membawa sebuah kotak.


"David??" ujar Om Bram.


Arka menghampiri David dan mengambil kotak tersebut. Dan dia berjalan ke arah Kesya yang sedang duduk bersama para Mami.


Kesya yang melihat tatapan Arka yang tak lepas memandangnya seakan merasakan debaran yang tak karuan. karena di tatap seperti itu. dan tiba tiba saja Arka berjongkok dihadapan Kesya.


"Mau apa??" teriak Kesya sambil menyilangkan tanganya ke arah kakinya.

__ADS_1


__ADS_2