KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 177 " Lahiran"


__ADS_3

Kesya terbangun dari tidur nya. Dia merasakan tekanan pada perutnya.


" Aahh " Rintih Kesya.


Arka langsung tersentak bangun saat merasakan pergerakan dan mendengar rintihan pelan Kesya. Arka melirik ke arah jam Dinding, masih pukul 1 Dini hari.


" Kamu kenapa sayang?"


" Sepertinya kontraksi lagi mas. Aakh" Kesya mencoba mengatur napasnya. Agar sakit yang di rasakannya berkurang.


"Laa ilaha illaa anta subhanaka Inni kuntu minaz zolimin" Ujar Kesya sambil menahan rasa sakitnya dan mengelus perutnya.


Berulang kali Kesya melakukan itu, Arka juga melakukan hal yang sama, menggantikan Kesya untuk mengelus perutnya.


" Kita ke rumah sakit?" Tanya Arka yang sudah terlihat panik, namun berusaha untuk tetap tenang.


" Tunggu sebentar lagi, jarak sakitnya juga jauh kok" Ujar Kesya sambil tersenyum.


Arka masih mengelus perut Kesya sambil melafazkan doa, hingga Kesya tertidur. Merasa Kesya sudah terlelap, Arka meraih ponselnya dan menghubungi Anggun. Anggun langsung menghubungi Tim nya untuk bersiap.


Kesya kembali terbangun dan meringis menahan sakit. Arka yang baru saja terlelap juga kembali terbangun.


" Sayang"


" Mas, sa-kkitt" Ujar Kesya sambil mengatur napasnya kembali.


" Kita ke rumah sakit?"


Kesya menganggukkan kepalanya lemah. Arka langsung bangun dari tempat tidur, memakaikan Kesya sweater, kemudian Arka membangunkan Mami Shella dan Daddy Roy. Begitupun juga dengan Bara dan Kiki.


" Kamu jangan panik ya Arka, semua persiapannya sudah di siapkan kan" Ujar Mami Shella tenang.


" Iya Mi, Arka gak panik kok" Mulut memang tidak pernah sinkron dengan bahasa tubuh. Saat ini wajah Arka terlihat pucat, dan tubuhnya gemetaran.


Arka memapah Kesya menuju ruang tamu. Bara sudah memanaskan mobilnya.


" Kiki, kamu di rumah ya."


" Iya Mi. Kabari Kiki ya nanti bagaimana keadaan Mbak Kesya"


" Iya sayang"


Kesya terus melafazkan doa. Mami Shella sampai terharu melihat Kesya yang menahan rasa sakitnya dengan meminta perlindungan dengan Allah SWT. Kesya juga terlihat sangat sabar menahan rasa sakitnya.


" Kita berangkat sekarang? Semua perlengkapannya sudah di masukkan kedalam mobil kan?" Tanya Daddy Roy.


" Sudah Daddy"


Mami Shella dan Arka mendampingi Kesya berjalan. Sekali-kali Kesya menghentikan langkahnya, mengambil napas, dan membuangnya secara perlahan. Mulutnya tiada henti mengucapkan 'Laa ilaha illaa anta subhanaka Inni kuntu minaz zolimin'.


Kesya duduk di tengah, di antara Mami Shella dan Arka. Bara yang membawa mobil, sedangkan Daddy Roy duduk di kursi penumpang bagian depan.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena tidak ingin membuat Kesya mendapatkan goncangan kuat. Sesampainya di rumah sakit, Anggun dan para tim perawatnya sudah berada di depan lobi. Kesya langsung di bawa masuk keruang tindakan bersalin.


Mami Laura, Papi Farel, Bram, dan Leo sudah menyusul ke rumah sakit. Vina, Vano dan Mega menyusul nanti, berhubung jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari.


" Masih bukaan 4, kita tunggu ya" Ujar Anggun kepada Kesya, Arka, dan Mami Shella.


Mami Shella ingin menemani sang putri bungsunya, Begitu pun dengan Arka. Berkali-kali Kesya merasakan kontraksi, namun Kesya menahannya agar tidak membuat Arka dan Mami Shella panik.


" Kalo sakit bilang aja sayang" Ujar Mami Shella sambil menggenggam tangan Kesya.

__ADS_1


" Iya Mi. Mami tau, waktu Key di kampung Bang Duda, Key bantu Ami menangani ibu melahirkan. Di sana suaminya terlambat datang untuk menemaninya, tetapi dia tetap kuat dan tabah menahan segala rasa sakitnya. Key ingin menjadi wanita hebat seperti beliau. Untuk itu, Key ingin menikmati segala rasa sakit yang Key rasakan saat ini Mi." Ujar Kesya sambil menahan rasa sakit yang melandanya.


Mami Shella meneteskan air matanya, begitu pun Mami Laura, yang kebetulan juga baru masuk saat Kesya berbicara seperti itu.


" Kamu wanita hebat sayang. Mami bangga sama kamu" Ujar Mami Shella dan memeluknya.


" Mami juga bangga sama kamu" Mami Laura pun ikut memeluk Kesya.


Arka tersenyum melihat pemandangan indah itu, tanpa Arka sadari, bahwa setetes air matanya ikut terjatuh.


Daddy Roy sudah berusaha menghubungi Ayah Nazar. Namun ponsel Ayah Nazar dan Mama Rosa berada di luar jangkauan.


" Belum bisa di hubungi Dad?" Tanya Bara.


" Belum, gak biasanya mereka seperti ini" Daddy Roy terus menghubungi Ayah Nazar.


Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Bara sudah menelpon ke kantornya, memberikan kabar jika dirinya terlambat masuk kantor. Bara pun melangkahkan kakinya membeli Bubur untuk semua orang.


" Sasa?" Bara mengejar seorang wanita yang di lihatnya sebagai Sasa.


" Sasa" Bara memegang bahu wanita itu, namun sayangnya wanita yang Bara liat itu bukanlah Sasa. Bara harus kembali menghela napasnya lelah.


" Maaf Mbak, Saya kira tunangan saya"


" Iya, gak pa-pa Mas"


Bara mengusap wajah nya kasar, Sampai saat ini, kabar tentang keberadaan Sasa pun belum juga di temukannya. Bara membayar bubur yang di belinya.


" Kamu kenapa?" Tanya Daddy Roy yang melihat wajah Bara seakan sendu.


" Gak Pa-pa Dad " Bara mencoba menampilkan senyumnya.


Anggun sudah kembali masuk kedalam ruang bersalin saat mendapatkan kabar jika Kesya kembali mengalami kontraksi dalam waktu dekat.


" Gak pa-pa kek, Tante Kesya sudah bukaan 8, makanya Anggun beserta Tim langsung ambil tindakan."


Keringat dingin langsung mencucuri seluruh tubuh Daddy Roy. Di satu sisi, Daddy Roy belum bisa menghubungi Nazar dan Rosa.


" Ya Allah, permudahkan lah segalanya. Amiinn" Doa Daddy Roy dalam hati.


" Mashh" Rintih Kesya.


" Iya Sayang, Mas di sini."


" Mamihh"


" Iya Sayang, Mami di sini sayang" Mami Shella menahan air matanya untuk tidak jatuh.


" Hmmpp... " Kesya merasa kontraksi dan tanpa sadar mengedan.


" Tante, jangan di dorong dulu ya, tunggu aba-aba dari Anggun ya"


Kesya menganggukkan kepalanya lemah. Selang infus sudah di pasang di tangan Kesya, karena keadaan Kesya yang terlihat pucat dan lemas.


" Oke Tante, ikuti arah aku ya.. Tarik napasnya Tante, kemudian dorong dalam satu kali tarikan napas yaa.."


Kesya sudah mulai mengatur napasnya.


" Ayo Tante tarik napasnya yang panjang, iyaak.. dorong"


" Mmpppkkk... Ah.. hah.. hah"

__ADS_1


" Lagi ya Tante"


Kesya menganggukkan kepala nya, mentari napas dan menyebut " Laa ilaha illaa anta subhanaka Inni kuntu minaz zolimin". Kesya pun mulai mengejan dengan Arka yang membantu Kesya tubuh Kesya untuk setengah duduk, dan tangan mereka saling menggenggam. Mami Shella juga ikut membantu Kesya. Tidak ada suara teriakan rasa sakit, Kesya benar-benar menikmati setiap rasa sakit yang di rasakannya, dan hanya 'Laa ilaha illaa anta subhanaka Inni kuntu minaz zolimin' yang terdengar dari mulut Kesya.


" Oweekk..oweekk..oweek.."


Anggun tersenyum, dan langsung membungkus tubuh telanjang bayi dengan kain bedong.


" Bayi nya laki-laki dan sehat"


" Alhamdulillah ya Allah" Arka mengucap puji syukur kepada Allah SWT dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya.


Bayi berjenis laki-laki itu di letakkan di dada kesya, Kesya menitikkan air matanya.


" Akhh" Kesya mulai merasakan kontraksi kembali.


Anggun mengambil bayi yang berada di dada Kesya, kemudian di berikan kepada perawat untuk di bersihkan.


" Om, Tantenya di kasih minum dulu yaa, biar ada tenaga."


Arka pun dengan sigap memberikan Kesya teh hangat. Setelah menegu beberapa kali, Kesya merasakan kembali kontraksi, Anggun sudah mulai kembali memberikan aba-aba nya. Kesya pun mulai mengatur napasnya, walaupun lelah dan lemas melanda, Kesya masih ingin berjuang demi bayi keduanya, yang memang tidak ingin menunjukkan jenis kelaminnya saat USG dulu.


''Laa ilaha illaa anta subhanaka Inni kuntu minaz zolimin" Kesya kembali melafaskan doa, dan mulai mengatur napasnya dan kembali mengejan.


" Oweekk.. oweek..."


" Alhamdulillah, selamat ya Om, Tante. Bayi keduanya perempuan, Cantik seperti Mama nya"


" Alhamdulillah ya Allah"


Arka langsung bersujud syukur mendapatkan kabar jika bayi kembarnya berjenis kelamin laki-lakin dan perempuan. Begitu pun dengan Mami Shella. Bayi cantik itu di letakkan di dada Kesya, kemudian di ambil kembali untuk di bersihkan.


" Om, jagoannya udah bisa di azanin"Titah Anggun.


Dengan gemetar dan di selimuti rasa bahagia yang membuncah. Arka meraih bayi mungil tersebut dan mengazankannya. Bayi yang tadi nya menangis, perlahan terlihat tenang mendengarkan alunan azan yang di kumandangkan oleh Papa nya, Arka. Dan tak berapa lama, giliran bayi perempuan yang cantik itu di Azankan.


Mami Shella masih menemani Kesya, yang masih dalam tahap pembersihan setelah melahirkan. Sedangkan Arka sudah keluar dari ruangan bersalin, dan langsung di serbu oleh Vina, Mega, Mami Laura, Papi Farel, Leo, Vano, Bram, Bara, dan Daddy Roy.


" Gimana Baby Twins? Kesya gimana?" Tanya Mami Laura.


" Kesya Alhamdulillah sehat, walaupun saat ini terlihat sangat lemas. Baby twins juga Alhamdulillah sehat,"


" Trus, jenis kelaminnya apa?" Tambah Mega.


" Alhamdulillah, Baby Twins berjenis kelamin Laki-laki dan perempuan."


" Alhamdulillah" Ucap semuanya.


Mami Laura, Daddy Roy, dan Papi Farel langsung bersujud syukur. Mendapatkan berita yang sangat membahagiakan. Terutama untuk Papi Farel dan Mami Laura.


Bara dan Vano langsung memeluk Arka sambil mengucapkan selamat. Mami Laura pun memkuk Arka, begitu pun dengan Papi farel. Daddy Roy juga memeluk Arka dan mengucapkan selamat.


Leo dan Bram juga ikut memeluk Arka, mengucapkan selamat karena telah memiliki Dua anak sekaligus.


..** Hai readers...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..

__ADS_1


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2