
" Jadi gitu loh Mas ceritanya" Ucap Kesya sambil tersenyum.
Arka pun tersenyum lega. Tapi tetap saja hati kecilnya tidak suka dengan Gilang.
Hari Sabtu pun tiba dengan begitu cepatnya. Hari ini Kesya sedang duduk di teras depan rumahnya, sambil memantau keadaan tentang Rosa dan Ayah Nazar. Dan benar saja, saat ini Kesya melihat Ayah Nazar dan Tante Rosa yang sedang berjalan bersama. Dengan Tante Rosa yang sedang menenteng sayuran.
Kesya berdiri dan berpura-pura sedang membersihkan halaman rumahnya. Seperti seakan ketawan pacaran oleh ibunya, Ayah Nazar yang tadinya sedang asik mengobrol dengan Rosa, langsung mempercepat langkahnya dan masuk kedalam rumah setelah menyapa Kesya dengan sekedarnya. Terlihat jelas di mata Kesya, jika wajah sang Ayah sedang memerah.
" Habis jalan pagi bareng nih Tante ceritanya." goda Kesya yang mana membuat wajah Rosa semakin merona.
" Ehh, itu... Gak sengaja jumpa tadi di simpang." Ujar Rosa
" Janjian juga gak pa-pa" Goda Kesya lagi.
" Tante masuk dulu ya." ujar Rosa dan mempercepat jalannya.
Saat Rosa sudah masuk ke dalam rumahnya, Kesya tertawa terbahak-bahak. Melihat tingkah sang Ayah dan Tante Rosa yang tersipu malu.
Tin.. tin..
Suara klakson motor mengisyaratkan Kesya untuk membuka pagar rumahnya.
" Waahh, Pagi-pagi dah minta makan gratis aja Lo ke sini" Ujar Kesya kepada si pemilik motor.
" Kangen sama masakan Mami" Ujar pria itu.
Mereka pun masuk kedalam rumah Kesya.
" Mami, lihat siapa yang datang?" Ujar Kesya.
Mami Shella pun menoleh ke arah Kesya, dan membelalakkan matanya sambil menjerit kegirangan.
" Gilaang??. Ya ampun si tampan Mami" pekik Mami Shella dan menghampirinya untuk memeluk Gilang. " Kamu kok makin ganteng aja sih. Kamu oplas ya di sana" Gurau Mami Shella yang di tanggapi dengan tawa lepas dari Gilang.
Ya, pria yang pagi-pagi minta makan ke rumah Kesya dan merindukan masakan mami Shella adalah Gilang.
" Iya Mi, Gilang udah rindu banget sama Mami" Ujar Gilang.
" Rindu sama Mami apa rindu dengan masakan Mami?" ejek Mami Shella.
Tawa pun pecah dengan tingkah Gilang yang memang tidak tau malu. Dengan jujur Gilang pun berkata. " Masakan Mami, sengaja bangun pagi buat ngejar sarapan dia sini"
Setelah sarapan, Kesya, Gilang, dan Mami Shella pun berbincang bersama di taman belakang. Gilang berencana mengajak Kesya untuk mencicipi kuliner di pameran kuliner terbesar yang saat ini sedang berlangsung.
" Jam berapa kita berangkat? Puput gimana?" Tanya Kesya kepada Gilang.
" Lo siap-siap aja terus, acaranya di mulai jam 11. Puput sih katanya langsung berangkat dari travel" Ujar Gilang.
Kesya pun beranjak dari duduknya, ingin membersihkan diri dan bersiap. Sedangkan Gilang menemani Mami Shella mengupas bawang.
Kesya meraih ponselnya yang sedari tadi di charger olehnya. Kesya juga mengaktifkan mode pesawat, agar lebih cepat full baterai ponselnya.
__ADS_1
" Yuk, udah siap nih" Ajak Kesya.
Gilang pun berdiri dan mencuci tangannya yang bekas bawang.
" Assalamualaikum" Ucap suara bariton yang sangat Kesya hafal siapa pemiliknya.
" Walaikumsalam "
Kesya pun melangkahkan kakinya ke pintu utama.
" Kamu udah siap?" Tanya Arka.
Kesya mengerutkan keningnya. " Ya siap lah, kan Kesya mau pergi sama Gilang"
" kok sama Gilang? Saya kan sudah ngabarin kamu via Wa" Ujar Arka.
Kesya mengambil ponselnya yang berada dalam tas. " Mode pesawat masih" Nyengir kesya sambil menampakkan ponselnya kepada Arka.
" Jadi gimana dong? Kamu mau pergi sama saya atau sama Gilang?" Tanya Arka yang terlihat memelas.
Kesya membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Dan salah satunya adalah milik Arka.
" Mas mau ngajakin ke Festival Kuliner?" Tanya Kesya yang di tanggapi dengan anggukan oleh Arka.
" Key juga mau ke sana sama Gilang. Yuk bareng aja" Ajak Kesya.
" Ya udah, kamu ajak Puput aja sekalian, jadi kita gak bertiga perginya. Lagian kan tiketnya lebih satu" Ujar Arka.
" Yaah, sayang dong ni tiketnya, padahal susah loh dapatinnya. Karena kan pengunjungnya di batasi" Ujar Arka.
" Emm, gimana kalo ajak Bang Fadil aja. Jadi kan kalo Mas bosan dengan pembahasan kami bertiga, setidaknya ada bang Fadil jadi kawan bicara Mas" Ujar Kesya.
Terlihat Arka seperti berfikir sejenak, lalu Arka pun mengambil ponselnya di dalam saku celananya. Terdengar suara ajakan sekaligus perintah dari Arka, dan sudah di pastikan bahwa lawan bicaranya menyetujui perintah Arka.
" Kita berangkat sekarang? " Tanya Gilang saat keluar dari rumah. " Yaah, ada si kingkong rupanya" Ejek Gilang yang membuat Arka mengeraskan rahangnya.
" Ya udah, yuk kita berangkat." Ajak Kesya.
" Trus, si kingkong gimana?" Tanya Gilang.
Kesya yang melihat ke arah Arka, yang mana sudah mengeraskan rahangnya pun langsung menegur gilang.
" Sembarangan aja Lo manggil dia kingkong. Namanya Arka. AR -KA " Jelas Kesya.
" Iyaa, tau gue, habisnya dia meras tangan gue kayak kerupuk Ya gue jelas kesal dong" Ujar Gilang tanpa bersalah.
" Lo yang cari masalah" Ujar Arka yang sudah menunjuk ke arah Gilang.
", Waah, Mr. Posesif udah ngamuk, Atuut" Ujar gilang sambil bersembunyi di belakang Kesya.
" Jadi kita perginya gimana ni?" Tanya Kesya yang bingung harus ikut dengan siapa.
__ADS_1
" Ya naik mobil calon suami Lo lah. Yook" ujar Gilang dan berteriak kepada Mami Shella bahwa mereka akan pergi.
" Dasar gak ada akhlak" Maki Kesya sambil menoyor kepala Gilang.
Kesya dan Arka pun masuk kedalam rumah dan berpamitan kepada Mami shella. Jangan tanya di mana Ayah Nazar. Karena sudah pastinya Ayah Nazar sedang menemani Tante Rosa menjemput Kiki di Bandara.
Sesampainya di tempat festival kuliner, terlihat Puput yang sudah menunggu sambil memegang ponselnya.
"Udah lama?" Tanya Kesya.
" Baru aja, ni baru mau ngetik pesan juga" Ucap Puput.
Terlihat tak berapa jauh Fadil sudah menunggu. Puput yang melihat Fadil pun langsung masam. ' Iih, ngapain sih cowok nyebelin itu ikut ke sini juga' Batin Puput.
Mereka berlima pun masuk ke arena festival kuliner se Indonesia. Banyak stand dari berbagai daerah. Gilang berjalan di tengah-tengah antara Puput dan Kesya. Sedangkan Arka berjalan di samping kanan Kesya, dan Fadil di samping kiri Puput.
Jangan di tanya kenapa formasi jalan mereka seperti itu, itu di karenakan Gilang yang tidak ingin berjauhan dengan Puput dan Kesya, sedangkan Arka yang tidak ingin Fadil jalan di sampingnya yang terkadang membahas soal pekerjaan yang di tinggalkannya.
Walaupun hari Sabtu, Fadil memiliki usaha cafe, yang mana biasanya jika hari libur, dirinya menghabiskan waktu untuk memantau perkembangan cafenya.
Kesya terlihat mendatangi setiap stand, dan mencicipi semua menu makanan daerah yang kaya akan rasa dan rempah.
" Badannya aja kecil, tapi semuanya masuk. " Ujar Gilang yang membuat Arka menatapnya sinis.
Saat sedang berjalan, tali sepatu kets Puput terlepas. Dan Puput berhenti dan berjongkok untuk membenarkan tali sepatunya. sehingga membuat dirinya tertinggal dari rombongan. Entah kenapa, Fadil malah juga ikut menghentikan langkahnya dan menunggu Puput.
" Ngapain Lo nungguin gue" Ujar Puput dengan nada jutek nya.
" Dah bagus gue baik hati mau nungguin ya, dari pada Lo nyasar. Udah kecil, kerempeng, nyusahi lagi." Gerutu Fadil.
Puput menginjak kaki Fadil dengan kuat dan berjalan cepat menyusul rombongan yang hanya beberapa orang tapi rasanya udah se RT, dengan menghiraukan rintihan Fadil.
" Kok berhenti? " Tanya Puput saat sudah berada di samping Gilang.
Gilang hanya mengendikkan bahunya, karena dia juga tidak paham kenapa berhenti berjalan. Dan yang membuat mereka menghentikan langkahnya karena Arka bertemu dengan seorang wanita dan pria yang menyapanya, dan Arka pun terlihat memperkenalkan Kesya kepada mereka sebagai tunangannya.
" Fadil??" Seru wanita yang berbincang dengan Arka dan Kesya, membuat mereka semua menolehkan kepalanya melihat Fadil yang baru saja berdiri di samping Puput.
.
.
.
.
Hai semua, jangan lupa dukung author terus yaa..
Yang udah kasih LIKE dan VOTE nya terimakasih banyak yaa..
salam hangat selalu dari author..
__ADS_1