KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 135


__ADS_3

“Gimana Mas?” tanya Mama Kesya di saat melihat Pap Arka menghela napasnya dengan sedikit berat.


“Semua sudah beres, nanti siang Papa akan melakukan konferensi pers. Ingat, jangan biarkan Papi tau hal ini.”


“Apa yang Papi gak boleh tahu Raja?”


Seketika tubuh Papa Arka membeku mendengar suara yang sudah bergetar namun syarat akan ketegasan.


“Em, gak ada apa-apa Pi.”


“Jangan bohong kamu. Papi ingin tahu apa yang terjadi dengan perusahaan kita? Kenapa  Quin sampai bisa terseret kedalamnya?”


Papa Arka menelan ludahnya kasar, ini benar-benar di luar prediksi Papa Arka. Papa Arka melirik kearah Mama Kesya. Katakanlah, Mama Kesya adalah menantu kesayangan bagi Kakek Farel, bahkan sudah seperti anak sendiri.


"Pi, Key buatin teh herbal ya.” bujuk Mama Kesya.


Kakek  Farel menghela napasnya di saat mendengar suara menantu kesayangannya itu.


“Papi Mau mendengar semuanya. Mungkin dengan sambil menikmati teh herbal buatan kamu adalah hal yang terbaik.”


Mama Kesya menganggukkan kepalanya dan mendorong kursi roda Kakek Farel menuju ke ruang keluarga.


“Papi, papi kenapa ke sini?seharusnya Papi istirahat. Kita pulang ya.”Oma Laura yang baru saja tiba pun mencoba mencoba membujuk sang suami yang keras kepalanya sama persis dengan anak perempuannya.


“Ada yang harus papi dengar dari Raja, Mi. Tentang Quin.”


“Quin baik-baik aja, papi percaya ya sama Abi. Abi pasti akan melindungi Quin.”


Kakek Farel tersenyum, sepertinya berita ini hanya di sembunyikan untuk dirinya. Semua orang sudah tahu dengan berita tentang Quin.


“Papi semakin yakin jika ada yang tak beres mengenai Quin.”


“Papi, jangan mikir yang macam-macam ya. Kita pulang yuk, kita istirahat di rumah.”


“Papi akan pulang setelah mendengar penjelasan dari Raja.” Ujar kakek Farel dengan  tegas dan dingin. Menandakan jika dirinya saat ini tidak ingin di bantah.


Oma Laura hanya menghela napasnya pelan, kemudian melirik kearah sang putra yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


Papa Arka bukan takut menceritakan kabar buruk tentang Quin, tapi takut jika Kakek Farel tak sanggup mendengar jika cucu kesayangannya itu kembali di fitnah dengan keji. Bahkan sampai tersebar video di mana Quin dan Abi sedang berciuman dengan panas.


“Pi, minum dulu teh nya.”


Mama Kesya datang dengan membawa nampan yang berisi teh herbal ramuan yang Mama Kesya pelajari dari jepang, saat bulan madunya yang kedua setelah kehadiran Veer dan Quin. Dimana terbentuklah Arash dan Abash dari benih cinta Mama Kesya dan Papa Arka.


Mama Kesya juga menghidangkan cake khusus yang memang selalu di buatnya khusus untuk Kakek Farel. Cake khusus untuk  penderita diabetes seperti kake Farel.


“Jadi, bisa kamu ceritakan sekarang?” tanya kakek Farel menatap kearah Papa Arka.


Papa Arka pun menghela napasnya pelan, Mama Kesya mengenggam tangan Papa Arka untuk memberikan kekuatan kepadanya. Papa Arka menoleh kearah Mama Kesya dan melihat senyum manis serta menenangkan bagi Papa Arka.


“Jadi Pi, ada seseroang yang sengaja menyebarkan berita buruk tentang Quin.”


“Apa? Berita Apa?” Kakek Farel mengabaikan rasa nyeri yang tiba-tiba datang menusuk dadanya. Kakek Farel ingin mengetahui berita apa yang di sembunyikan oleh Papa Arka dan yang lainnya.


Papa Arka pun menceritakan berita Apa yang membuat beberapa pemegang saham ribut meminta penjelasan kepada perusahaan Moza terkait tentang berita Quin dan Abi yang melakukan perbuatan yang tak mencerminkan karakter keluarga Moza yang taat pada Agama dan menjungjung tinggi budaya Indonesia.


Kakek Farel meremas lututnya untu menahan rasa sakit di dadanya yang semakin menusuk demi mendengarkan cerita selengkapnya tentang cucu kesayangannya itu.


Papa Arka juga mengatakan tentang keterkaitan video yang berasal dari kamar pribadi Quin dan Abi, dimana mereka tengah berciuman dengan mesra selama seharian penuh.


“Akkkh ....” Kakek Farel memegang dadanya yang tertusuk semakin nyeri.


“Papi...” pekik Papa Arka dan langsung menghampiri kakek Farel.


“Pi,” Oma Laura ememgang tangan Kakek Farel yang bebas.


Kakek Farel benar-benar merasakan nyeri yang hebat di dadanya.

__ADS_1


“Siapkan mobil, hubungi pihak rumah sakit.” Teriak Papa Arka kepala pengawalnya, yaitu Om Jodi.


Om Jodi langsung bergerak cepat dan untuk menghubungi pihak rumah sakit dan menyuruh menyiapkan mobil.


Papa Arka langsung mendorong kursi roda kakek Farel menuju rumah sakit. Dokter yang di pekerjakan di kediaman kakek Farel pun langsung di periksa di dalam mobil dan di berikan tabung pernapasan darurat.


“Tuan Besar kembali terserang jantung.”


Papa Arka mengusap wajahnya dengan ksar.


“Cepat Jodi,” Geram Papa Arka yang mana merasa kecepatan yang di bawa oleh Om jodi terlalu pelan. Padahal kecepatannya sudah mencapai lebih 100km/jam.


Tak butuh waktu lama, Om Jodi pun langsung memarkirkkan mobilnya tepat di depan pintu masuk IGD yang mana sudah bersiap siapa para medis untuk menyambut pasien presiden suite mereka.


“Lakukan yang terbaik, Lee, Luc.” Ujar Papa Arka kepada ayah dan anak itu.


“Iya Pa.” Jawab Lucas dan langsung mendorong brangkar yang mana terdapat kakek Farel di atasnya.


*


“Pagi Martin.” Sapa Quin ramah di saat Martin bergabung dengan mereka untuk menikmati sarapan pagi ini.”


“Pagi Quin, pagi My Anggel.”


Anggel memutar bola matanya malas. “Kamu ngapain ke sini? Bukannya kamu bilang hari sibuk? Sana pergi,” usir Anggel yang benar-benar tak nyaman dengan keberadaan Martin. Ia sengaja melarikan diri dari Indonesia agar tak bertemu dengan Martin. Tapi apa ini? Ia malah terjebak dengan manusia betalapea tersebut.


“Jangan judes-judes, ntar bucin.”


“Uwweek, mual gue dengernya. Quin, Des, gue balik duluan ya.”


Anggel pun meninggalkan meja makan mereka tanpa satu pun dari mereka menghentikannya.


“Maaf kan aku, karena telah mengganggu sarapan kalian.” Ujar Martin sendu.


“Tak apa, jangan bersedih gitu. Anggel hanya perlu waktu untuk beradabtasi dengan kamu. kamu sudah memesan sarapan mu?” tanya Quin yang merasa tak enak dengan Martin karena perilaku Anggel yang tidak sopan.


“Belum,”


Quin pun memanggil pelayan untuk menambah pesanan makanan mereka.


Di sudut meja lainnya, Anita menatap benci kearah Quin.


“Tertawalah, saat ini kamu mungkin bisa tertawa, tapi lihatlah sebentar lagi, kamu akan menangis. Dan aku sangat menantikan itu.” Anita menyesap teh chamomile nya sambil tersenyum bahagia.


Walaupun semalam ia sempat menangis dan bersedih karena Abi menatapnya dengan tajam, Pagi ini Anita bagaikan matahari yang terbit dengan sinar cerahnya karena mendapatkan kabar tentang risuhnya perusahaan Moza karena berita tentang cucu yang pernah di rahasiakan itu.


Anita juga sempat membaca beberapa komentar netizen yang sangat pedas untuk Quin. Anita benar-benar bahagia membaca komentar tersebut. Yang mana di sebutkan jika kepolosan Quin dan kebaikannya selama ini hanya kedok untuk menutupi daftar hitamnya.


Namun yang membuat Anita sedikit kesal adalah, dimana ia tak mendapatkan bukti jika Quin pernah masuk kedalam sebuah club. Satu saja foto jika Anita mendapatkannya, maka nama baik dan reputasi Quin akan semakin buruk.


“Atau aku edit aja ya?” gumamnya sambit tersenyum licik kearah meja di mana terdapat Abi, pujaan hatinya.


*


“Bagaimana keadaan Papi?” tanya Papa Arka di saat Om Leo keluar dari ruang tindakan.


“Jantung kakek kumat lagi, Om. Apa yang terjadi?”


“Hah, Papi mengetahui berita tentang Quin.”


“Bagaimana bisa? Bukannya semalam kita sudah membahas ini untuk tak membiarkan satu orang pun memberitahu kepada Kakek?”


“Sepertinya ada orang yang ingin mneghancurkan nama baik Quin dan juga membuat Quin menyalahkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu kepada Papi.” Duga papa Arka untuk sementara.


“Siapa?” Tanya Om Leo.


“Masih belum di ketahui siapa dalangnya, yang pasti kita akan membuat perhitungan dengan nya.” Geram papa Arka.

__ADS_1


“Ada apa ini Ar? Kenapa Papi bisa masuk rumah sakit?” Opa Bram dan Oma Mega pun baru saja tiba dan langsung memborbardir Papa Arka dengan pertanyaan.


“Sebaiknya kita berbicara di ruangan saja. Agar lebih santai” usul Om Leo yang di angguki oleh semua orang.


*


“Halo?”


“Tuan Besar Farel telah masuk rumah sakit, sebentar lagi rencana anda akan berjalan lancar, Nona.” Ucap seseorang dari sambungan telepon.


Anita tersenyum, sekali lagi rencananya berhasil. “Siap-siap aja Quin, kamu akan menerima kabar di mana kakek kesayanganmu itu pergi meninggalkan dunia ini karena kesalahanmu.”


Anita tertawa bahagia d atas penderitaan orang lain. Tak tahu kah Anita? Jika ia saat ini menghadapi dan bermain dengan orang yang salah?


*


Konferensi pers yang Papa Arka selenggarakan berjalan dengan baik, walaupun banyaknya wartawan bertanya hingga waktu konferensi pers yang di jadwalkan selama sejam menjadi tiga jam.


Tak masalah berapapun waktu yang akan Papa Arka keluarkan demi membersihkan nama baik Quin. DI sini, Papa Arka terpaksa berbohong dengan membawa-bawa kesehatan kakek Farel yang ingin melihat cucu kesayangannya itu menikah, sebelum malaikan izrail menjemputnya.


Papa Arka juga melakukan sambungan video call kepada Abi utnuk memberikan penjelasan yang sebenarnya tentang pernikahan dirinya dan Quin yang sengaja di tutup-tutupi.


“Jadi, kenapa pernikahannya harus di rahasiakan?” tanya salah satu wartawan ternama dari surat kabar nomor satu di dunia.


“Alasan pertama memang benar jika Kakek Farel yang meminta pernikahan ini di percepat. Tapi sebenarnya, sebelum kakek Farel meminta, saya juga sudah berniat untuk melangsungkan pernikahan ini secepat mungkin, karena saya akan berangka ke Jerman dan menetap beberapa bulan di sana. Seharusnya pun, saya saat ini sedang berada di Jerman bersama istri saya tercinta. Namun, karena keadaan istri saya yang sedih karena baru saja di tinggalkan oleh hewan kesayangannya yang baru saya kirimkan ke Jerman, maka saya menunda keberangkatan kami. Seperti yang kalian ketahui, jika sepupu, atau lebih tepatnya Aunty dari istri saya juga


baru saja bertunangan dan akan segera melangsungkan pernikahannya. Sebagai suami yang baik, Saya akan mengikuti apapun keinginan istri saya, termasuk menunda keberangakatan kami untuk menetap di Jerman demi menghadiri acara sahabat sekaligus saudaranya itu. ”


Abi tersenyum malu dengan wajah memerah di sela wawancaranya. "Lagi pula, siapa yang tak ingin memperistri wanita secantik Quin, yang mana saya yakin jika seluruh pria di dunia ini berharap menjadi suaminya. Saya tak akan biarkan itu terjadi."


“Saya tertarik dengan perkataan anda tentang hewan kesayanagan Quin. Bolehkan kami tau hewan kesayangan Quin?”


Abi terkekeh dan menggaruk alisnya, “Kalian yakin ingin mengetahui hewan apa yang menjadi kesayangan Quin?”


Seluruh wartawan pun mengangguk dengan semangat, kapan lagi bisa mendapatkan berita ekslusif tentang ratu nya Moza dan saat ini juga menyandang ratunya Subekti.


Abi memperlihatkan foto Quin dan Empus yang saling berpelukan, ada juga Quin yang sedang tidur di dalam pelukan empus, dan banyak lagi lainnya.


Wartawan sampai ternganga melihat betapa luar biasanya Quin dengan hewan peliharaannya yang tak semua ingin mampu dan berani untuk memeliharanya.


Hingga akhirnya, berita tentang Quin pun seketika meredup dan di gantikan oleh beberapa hewan menakjubkan yang menjadi hewan peliharaan Quin. Belum lagi nama-nama hewan tersebut menggelitik perut para netizen, seperti singa putih yang di beri nama empus dan ular piton besar yang di beri nama Berbi.


Video akad nikah Quin dan Abi pun langsung tersebar luas, di mana Quin sanagat cantik dengan pakaian kebayanya, begitupun dengan Abi yang terlihat tak kalah tampan dari Papa Arka dan Veer. He.. he.. he..


Tak hanya berita Quin yang meredup dan di gantikan juga oleh berita Quin yang memiliki peliharaan unik dan luar biasa mahal perawatannya. Wajar saja sih, lagi pula Quin kan mampu untuk mengurusnya, di tambah lagi berita heboh yang mana Abi sang suami membelikan hutan buatan untuk sang istri demi hewan peliharaannya yang bernama empus tersebut. Berita tentang kesehatan Kakek Farel pun membuat seluruh keluarga dapat bernapas lega.


“Alhamdulillah, akhirnya kakek baik-baik aja.” Seru Zein yang mana di angguki oleh seluruh keluarga.


*


“Sial, rencana gue gagal. Brengs*k. Lihat saja Quin, aku kan mengahncurkan rumah tangan kamu secepatnya. Akan aku jadikan Abi menjadi milik aku seutuhnya, lihat saja.” Geram Anita sambil melemparkan Vas bunga kelantai hingga pecah tak berbentuk.


**


Yang belum favoritkan TWINS A and MISS CERIWIS,


Buruan di favoritkan ya ... jangan lupa like dan komen juga ..


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN ~~~~KHILAF


__ADS_2