
"Anggel ... hiks ...." Oma Mega menangis di dalam pelukan Opa Bram.
Sebenarnya ada gemuruh rasa marah yang ingin meledak di hati Opa Bram. Tak pernah Opa Bram sekalipun menyetujui ucapan Oma Mega. Tapi, Opa tau di balik semua perkataan Oma Mega, ada rasa kecewa terhadap diri nya sendiri. Dan ini semua berawal dari seorang pria yang snagat berambisius untuk memiliki sebuah rumah sakit ternama.
Flashback On
Beberapa puluh tahun yang lalu.
"Kamu tau, hububgan kita ini salah." pria berjas putih itu ingin mengakhiri hubungannya dengan seorang wanita cantik dan kaya raya yang sedang menangis di hadapannya saat ini.
"Aku cinta sama kamu Mas, hiks ... aku gak peduli kamu bisa melupakan dia atau tidak, aku akan tetap cinta dengan kamu."
"Walaupun nanti nya setelah kita menikah, kamu akan banyak tersakiti? dan kamu sanggup menanggup rasa cemburu jika aku menikah dengan orang yang aku cintai itu?"
Wanita cantik itu terdiam, kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, tapi aku ingin rumah sakit itu atas nama ku." ujar pria yang ber status sebagai seorang dokter tersebut.
"A-akan aku bicarakan semua nya dengan Papi."
Cinta membuat manusia tak melihat yang benar ataupun yang salah. Yang baik dan yang buruk, yang terpentinga adalah, bersama dengan orang yang di cintai nya.
Pernikahan yang tak di restui itu akhirnya terlaksana dengan sederhana. Bahkan tak ada pesta meriah, hanya keluarga dekat saja yang hadir di sana menyaksikan pernikahan tersebut.
Kasih sayang orang tua kepada anaknya, terpaksa merestui pernikahan yang memang tak sekalipun mereka inginkan.
Rumah sakit milik keluarga Moza pin sudha berpindah nama atas nama seorang dokter muda yang bernama Fikri, yang saat ini berstatus sebagai suami dari keturunan pertama keluarga Moza.
Malam pertama yang seharusnya indah, di khianati oleh fikir, yang mana seharusnya ia menyetubuhi istri sah nya, namun ia malah memilih menyetubuhi mantan kekasih nya yang baru saja bercerai.
Pernikahan itu pun terjadi selama 5 bulan, dan tak sekalipun Fikri menyentuh Mega, yang telah berstatus sebagai istrinya.
Fikri yang memang tak pintar dalam mengelola rumah sakit pun, membuat keadaan rumah sakit menjadi kacau. Fikri yang lebih mengutamakan berfoya-foya untuk membelikan barang mewah pun, membuat keadaan rumah sakit hampir kacau.
Papi Farel tersenyum puas, karena Fikri masuk kedalam jebakannya. Di mana saat menanda tangani pemindahan nama rumah sakit, Fikri tak membaca dengan teliti isi dari perjanjian tersebut. Yang mana, jika Fikri berani memiliki istri lebih dari satu, dan tak memberi nafka kepada Mega, maka rumah sakit tersebut gagal menjadi milik fikri, kedua, jika Fikri melakukan tindak kekerasan rumah tangga terhadap Mega, Maka Fikri harus mendekam di penjara, serta dengan itu Fikri telah menjatuhkan talak Tiga kepada Mega. Dan masih banyak jebakan lainnya yang sangat merugikan Fikri.
Kakek Farel tentu nya tak semudah itu memberikan rumah sakit kepada Fikri, melihat Fikri yang hanya memanfaatkan kekayaan anak nya, dan anaknya sangatlah buta akan cinta. Entah apa yang Fikri lakukan kepada Mega, yang jelas, Mega sudah terlalu buta akan cinta nya kepada Fikri hingga rela memberikan apapun yang Fikri minta.
Suatu malam, kartu card Fikri tak mampu membayar makanan di sebuah restoran mewah. Fikri menggeram kesal, belum lagi pihak restoran menyuruh Fikri untuk membersihkan seluruh ruangan jika tak mampu membayar nya.
Fikri merasa harga dirinya di jatuhkan dan di permalukan, hingga akhirnya Fikri pulang ke rumah dan ingin memarahi snag istri. Namun saat berada di rumah, Mega tak ada, yang mana membuat Fikri semakin geram dan emosi.
Fikri bertanya kepada seluruh pembantu yang ada di rumah, dan ternyata Mega sedang melakukan makan malam bersama keluarganya. Dengan emosi yang sudah siap meledak, Fikri pun melajukan mobil mewah nya ke restoran yang di maksud. Sesampainya di sana, Fikri melihat Mega sedang tertawa dengan seorang pria tampan. Emosi Fikri semakin meledak, dan mendekati Mega sambil memakinya.
"Dasar pelacur, murahan."
Plaaak ....
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Mega. Sudut bibir Mega berdarah, bahkan pipi Mega memerah dengan cap bentuk tangan yang sangat terlihat jelas.
"Hai bung, apa yang kamu lakukan?" Ujar pria yang berbicara kepada Mega tadi, dan saat ini sudah berdiri di depan Mega untuk melindungi wanita lemah tersebut.
"Kau, menyingkir dari istri ku."
__ADS_1
"Istri?" Suara bariton yang terdengar tegas membuat Semua orang menoleh kepadanya.
Papi Farel pun melempar sebuah berkas kewajah Fikri.
"Kau baca itu baik-baik sebelum kau menandatangani nya."
Fikri membolakan matanya saat membaca pada point' yang di mana menyebutkan, jika Fikri berani melakukan kekerasan kepada Mega, Maka saat itu juga Fikri telah menjatuhkan talak 3 kepada Mega. Dan hak Alih waris atas rumah sakit di batalkan.
"Ini penipuan, kau menipuku." Teriak Fikri.
Tak ingin ada keributan yang memancing perhatian orang banyak, Papi Farel langsung menyuruh pengawalnya untuk menyingkirkan Fikri dari hadapannya.
"Papi, hikks ..." Mega berlari kedalam pelukan Papi Farel.
"Tenang lah, semua sudah berakhir. Secepatnya kamu akan bebas dari pria brengsek itu."
"Maafin Mega Pi, Hiks ..."
Papi Farel melihat kearah pria yang melindungi Mega tadi. Papi Farel tau siapa pria itu, dia adalah dokter spesialis yang baru saja kembali ke Indonesia. Dokter dari kalangan biasa yang mampu membuat diri nya hebat dengan kepintarannya. Dia adalah Bramansyah Putra.
Papi Farel mengundang Bram untum bergabung makan malam bersama mereka. Sebenarnya acara makan malam ini adlaah untuk membahas perceraian yang di minta oleh Mega sendiri, karena Fikri selama pernikahan tak pernah pulang kerumah mereka. Bahkan Fikri pernah membawa wanita itu ke rumah mereka, dan sengaja bercinta di hadapan Mega.
Mega yang memang sudah di rukiyah pun akhirnya meminta untuk berpisah. Biarlah rumah sakit itu menjadi milik Fikri, asal hati Mega tak kembali sakit.
"Jadi, Bram ini pernah satu kampus dengan Mega?" Tanya Papi Farel.
"Iya Tuan,"
"Apa kamu pria yang sering mengerjai anak saya saat orientasi mahasiswa baru?"
"Iya Tuan, Maafkan saya."
"Hmm ... Kenapa kamu menganggu Mega? apa kamu tak tahu siapa dia?" ujar Papi Farel dingin.
"Pi ..."
Bram menelan ludahnya kasar, namun ia menenangkan dirinya dengan cepat.
"Saya tidak tau siapa Mega sebelumnya, saya hanya tau, jika Mega adalah seorang gadis manis yang mencuri hati dan perhatian saya saat pertama kali saya melihat diri nya."
Mega langsung menoleh kpeada Bram. Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar. Karena setelah orientasi selesai, Mega hanya beberapa kali bertemu dengan Bram. Memang, Bram sering mentraktirnya jika saat bertemu di kantin, lalu, beberapa bulan kemudian, Bram hilang tampa jejak.
Tanpa Mega ketahui, jika Bram mendapatkan beasiswa ke London untuk menyambung kuliah nya di sana, hingga Bram mengambil spesialisdi sana, dan kembali ke Indonesia untuk gadis sipencuri hati nya selama beetahun-tahun.
Flashback off
*
Keadaan Anggel sudah membaik, tekanan darah nya juga stabil Anggel juga sudah sadar dari pingsannya. Oma Mega bernafas dengan lega.
Opa Bram mengajak Oma Mega untuk berbicara berdua di ruangannya.
"Apa Mami gak terlalu keterlaluan dengan ucapan Mami?"
__ADS_1
"Hiks ... mami tau Mami salah, tapi Mami gak mau apa yang terjadi kepada Mami, terulang kembali kepada Anggel."
"Apa Mami fikir Lana sama dengan pria brengsek itu?" Ujar Opa Bram dengan geram.
"Hiks ... Mami salah, tapi Mami juga gak mau Anggel hanya di jadikan pelarian."
"Kita mengenal Lana dari kecil, kita udah tau gimana Lana. Tak pernah sekalipun Lana menyakiti Anggel, Bahkan Lana melindungi Anggel saat putri kesayangan Mami itu hampir di perkosa oleh mantannya yang brengsek itu."
Oma Mega membelalakkan matanya, Oma Mega tak tau jika Anggel melalui hal yang cukup berat.
"Tapi Mami gak bisa membiarkan Lana menikah dengan Anggel hanya untuk mengobati luka hati nya."
"Mami tau? Papi sudah lama mencurigai Lana dan Anggel, dan Papi sudah menyuruh orang untuk memata-matai mereka. Bahkan Zein dan Fatih juga sudah menceritakan hal sebenarnya kepada Papi. Sudah lama Lana mencintai Anggel."
Oma Mega kembali terkejut dengan apa yang Opa Bram katakan. Iantak menyangka Jika Opa Bram sudah lama mengetahui hal ini, namun diam saja.
"Jika Papi sudah lama tau, kenapa Papi diam?"
"Papi ingin melihat seberapa berjuang nya Lana untuk mempertahankan putri kita. Dan Mami membuat semua nya kacau."
Oma Mega terdiam, entah apa yang di fikirkannya saat ini.
"Sekarang, Mami sebaiknya persiapkan diri Mami untuk meminta maaf kepada Puput. Mami seorang ibu, pasti tau bagaimana skaitnya hati Puput saat ini."
Opa Bram mengelus bahu Oma Mega, kemudian meninggalkan Oma Mega sendirian di dalam ruanganya.
*
"Hati Mama sakit Pa, sakit ... Hikks ...."
Papa Fadil memeluk Mama Puput dengan sayang.
"Ma, Pa." Lana dengan mata yang basah dan wajah yang sendu menghampiri Papa Fadil dan Mama Puput.
Lana berlutut di hadapan orang tua yang selama ini tanpa pamrih sudah berbaik hati membesarkan dirinya, bahkan menganggap dirinya ini sebagai anak kandung mereka.
"Lana akan turuti semua kemauan Papa dan Mama, asal Mama mau maafin Lana."
Mama Puput merelai pelukan nya dan menghampiri anak laki-laki pertama nya itu.
"Lupakan Anggel, buang dia dari hati kamu sejauh-jauh mungkin."
Setelah mengatakan itu, Mama Puput meninggalkan Lana yang masih berlutut. Satu tetes air mata Lana kembali terjatuh, sanggupkah Lana melakukannya?
Papa Fadil menghampiri Lana dan menepuk bahunya dengan pelan, memberikan semangat kepada putra kebanggaannya itu.
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF