
Bara yang juga hadir di acara tersebut, tiba-tiba memiliki ide cemerlang. Bara mendekati Rosa, dan membisikkan sesuatu kepadannya, Rosa menarik Kesya menjauh dari Arka, dan membisikkan sesuatu kepada Kesya. Bara membuat panggilan kepada Vina, dan Vina hanya menganggukkan kepalanya. Vina menarik tangan Anggun dan membisikkan sesuatu. Anggun pun menjawabnya dengan berbisik. Hingga Leo dan Vano merasa curiga.
Kepergian Vina dan Anggun membuat pusat pandangan Leo dan Vano kearah mereka melangkah. Leo dan Vano juga berjalan kearah Arka dan Nazar yang terlihat berbincang dan menatap mereka dengan tanya. Vano mengendikkan bahunya sambil melangkah mendekati pria berbeda generasi itu.
" Kamu ntar duduk aja, Insya Allah gak papa" Ujar Anggun kepada Kesya.
Kesya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Terlihat Bara naik keatas panggung, menyusun peralatan musik, dan meletakkan kursi di bagian tengah dan beserta mic nya.
Semua mata langsung tertuju kearah panggung karena grasak-grusuk yang Bara perbuat. Bara turun dari panggung, dan tak berapa lama Rosa, Anggun, dan Vina naik keatas panggung dan memegang alat musik yang mereka kuasai masing-masing.
Rosa sebagai Drummer, Anggun sebagai pemain keyboard, Vina sebagai gitaris dan... Kesya yang di bantu oleh Bara naik keatas panggung, mendapatkan posisi sebagai Vokalis. Band yang terbentuk mendadak pun segera tampil.
Terlihat senyum yang tercetak di bibir para sang pria, dan tepuk tangan yang gemuruh dari para tamu undangan.
Mami Laura memeluk sang suami, Mega juga memeluk sang suami yang sedang menggendong baby Anggelina, dan Mami Shella yang juga tidak mau kalah romantisnya juga ikut memeluk sang suami. Dan Daddy Roy ikut memeluk tubuh sang istri.
"Ehemm, Selamat siang semua"
"Siang" Jawab semua orang.
" Lagu ini kami persembahkan untuk para pria-pria tampan yang berada di sana" Ujar Kesya sambil menunjuk dan tersenyum kearah Ayah Nazar, Arka, Leo, dan Vano.
" Dan juga mewakilkan perasan kami para wanita yang mencintai pasangannya" Ujar Kesya tersenyum kepada Mami Laura, Mami Shella, dan Mega.
Terdengar petikan gitar dari Vina.
Jreengg..
Terpesona.. Aku terpesona..
Memandang -memandang wajah mu...
Yang Maniisss.....
Dumm..dumm.. Dum..
Jreng.... (Musik)
Selalu ingin bersama
Dekat dengan dia
Dan menghabiskan waktuku
Tanpa tersisa
Berharap dia t'rus temani aku
Hingga buat diriku tersadar
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Ingin membawanya s'lalu
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Kuharap dia
Merasa yang
Aku rasa
'Anggun'
(Aku sedang jatuh cinta)
Kegelisahan datang
Tak menentu kala rasa itu ada
Kegundahanpun melanda
Kala dia ada ataupun tiada
Inginku
Tampak sempurna
Tanpa ada cela
__ADS_1
Dihadapan dirinya
Oh yang kupuja
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Ingin membawanya s'lalu
Kedalam hidupku
Selamanya
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Kuharap dia
Merasa yang
Aku rasa
'Anggun'
(Aku cinta)
(Jatuh cinta)
(Kau hanya)
Kegelisahan datang
Tak menentu kala rasa itu ada
Kegundahanpun melanda
Kala dia ada ataupun tiada
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Ingin membawanya s'lalu
Aku wanita yang
Sedang jatuh cinta
Kuharap dia
Merasa yang
Aku rasa
Aku wanita
Sedang jatuh cinta
Ku harap dia merasa yang aku rasa
'Anggun'
(Ku harap dia merasa yang aku rasa)
Ku harap dia merasa yang aku rasa
Suara gemuruh tepuk tangan pun terdengar memenuhi indera pendengaran. Bahkan tamu undangan yang membawa pasangannya ikut terhipnotis dengan suara Kesya yang merdu, dan ikut memeluk pasangannya masing-masing. Kecuali satu pasangan, Fadil dan Puput.
" Apaan sih Lo nempel-nempel kaya ikan pembersih kaca" gerutu Puput.
" Peluk" Ujar Fadil manja.
" Ogah"
Tanpa kesiapan, akhirnya Puput sudah berada di dalam pelukan Fadil. " Dasar beruang" geram Puput dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya. dan Fadil hanya mengendikkan bahunya cuek.
" Duh, coba ada Gilang, kan selamat gue dari manusia beruang satu ni" Batin Puput.
Arka Berjalan kearah panggung, setelah sampai di atas panggung, Arka mendaratkan ciumannya di kening Kesya. Wajah Kesya bersemu merah, dan kemudian Kesya merasakan dirinya sudah melayang. Arka menggendongnya ala bridal style. Arka membawa Kesya turun dari panggung dan mendudukkan Kesya kembali di kursa roda.
Arka tersenyum dan mengecup kedua punggung tangan Kesya.
__ADS_1
" Gak percuma ya, kamu sering konser di dalam kamar mandi" Ujar Arka yang membuat Kesya melototkan matanya. Arka terkekeh melihat reaksi Kesya.
Acara resepsi pun selesai. Malam ini Ayah Nazar tidak menginap di rumah Daddy Roy lagi. Karena Ayah Nazar sudah memiliki istri yang akan mengurus segala keperluannya.
Kesya kembali pulang ke rumah Daddy Roy. Kesya meminta kepada Arka agar tidur di kamar Ayah Nazar, tapi Arka menolaknya. Bagi Arka, rasanya tidak sopan jika menginap di kamar mertua, sedangkan barang-barangnya masih lengkap berada di sana.
Akhirnya Kesya mengalah dan menuruti Arka. Kesya kembali berada di gendongan Arka untuk menaiki lantai 2, di mana kamar Kesya berada.
" Mas" Panggil Kesya.
"Hmm"
" Kak Fadil itu gimana sih ke Puput? Apa dia pria baik-baik?"
Arka menaikkan alisnya sebelah. " Kenapa?"
" Enggak, tadi Aku lihat dia peluk Puput."
"Trus?"
Kesya menengadahkan wajahnya melihat wajah Arka. Karena posisi mereka yang sedang berbaring sambil berpelukan.
" Iih, nyebelin deh. Puput itu kan sahabat aku. Jadi ya udah sewajarnya kan aku khawatir ke dia. Lagian Aku lihat Kak Fadil itu playboy deh."
" Kok kamu bis bilang gitu?"
" Iyaa, Ingat gak saat kita pertama ketemu. Aku sempat liat dia ciuman di taman. Kan waktu itu aku lagi nyari udara segar"
" OOO"
" Kok cuma OOO?"
" Hmm, jadi Mas harus bilang apa?"
" Suruh Kak Fadil jauhi Puput"
Arka menaikkan alisnya sebelah dan menatap Kesya yang masih menatap kearahnya.
" Fadil itu sebenarnya orang baik. Dulu dia pernah disakiti oleh wanita. Gak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Jika sudah cinta, Fadil itu bakal jadi orang yang setia." Jeda Arka.
" Kamu ingat wanita yang kita jumpa saat festival kuliner?"
Kesya menganggukkan kepalanya.
" Wanita itu mantan Fadil. Dan mereka sudah pacaran selama 4 tahun. Tapi kenyataannya wanita itu hanya memanfaatkan Fadil selama ini demi kepentingan pribadinya. Fadil sempat kehilangan 2 usahanya yang dirintisnya dari awal kuliah demi menolong wanita itu. Mungkin itu lah alasan dia untuk tidak bisa percaya dengan wanita lagi." Jeda Arka.
" Dan kalo masalah dia dengan Puput, Mas rasa Fadil memang memiliki perasaan dengannya."
" Kok Mas bisa bilang gitu?"
" Mas berteman dengan dia sejak SMP"
Kesya masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Arka, jika Fadil benar-benar memiliki perasaan dengan Puput. Karena yang kesya tahu Fadil itu berbeda dengan Arka, yang tidak bisa di sentuh oleh wanita sembarangan.
" Oh ya, Gilang kenapa gak datang?"
" Ooh, Dia jemput calon istrinya yang dari London." Jawab Kesya.
" Mas "
"Hmm."
" Pok pok" Ujar Kesya manja.
Arka terkekeh, tetapi tetap melakukan apa yang diminta oleh sang istri. Arka menepuk-nepuk pelan bahu Kesya, hingga sang istri tertidur. Di kecupnya kening sang istri, dan Arka pun ikut terlelap.
.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..
__ADS_1