KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 174 " Gol tapi belum skor"


__ADS_3

Setiap pagi Kesya sudah berjalan di taman rumahnya, dengan di temani Ara. Sudah seminggu ini Ara menginap di rumah kediaman Moza.


" Jadi, kamu memilih untuk berhenti berjuang?" Tanya Kesya kepada Ara.


Ara menganggukkan kepalanya. Entah berapa kali Ara menyatakan cintanya kepada Jodi, namun Jodi selalu saja menolaknya. Hingga tragedi pemukulan yang di lakukan oleh Ayahnya pun, membuat Jodi semakin menjaga jarak dengan Ara. Dan Ara sadar, jika dia tidak pantas untuk Jodi. Jodi orang yang pintar, dan juga terpelajar, walaupun dia berasal dari keluarga yang sederhana. Ara memilih menyerah memperjuangkan Jodi, saat melihat Bela bersama Jodi berpelukan.


" Kamu yakin?"


" Hmm, buat apa sih Mbak, kita mengharapkan seseorang yang tidak mengharapkan kehadiran kita. Lagi pula, bukankah cinta itu tidak bisa di paksakan ya."


" Kamu tau itu, lalu kenapa kamu selalu memaksa Bang Jodi untuk membalas perasaan kamu"


" Ara berfikir, jika cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya jika kita memberikan perhatian dan ungkapan perasaan, namun ternyata Ara salah, target yang Ara harapkan bukan target biasa."


Kesya dan Ara masih berkeliling taman di kediaman rumah Moza. Jodi yang mengawal mereka sedari tadi mendengar percakapan Ara dan Kesya, namun dia memilih untuk tidak mendengarkannya.


" Bentar ya Mbak"


Kesya menghentikan saat Ara menghentikan langkahnya. Ara berlari kearah taman yang dihiasi bunga rerumputan. Sering juga di bilang bunga Daisy. Ara memetik beberapa batang bunga, dan membuatnya menjadi sebuah mahkota. Ara berlari menghampiri Kesya, dan memakaikan mahkota yang terbuat dari bunga Daisy tersebut.


" Mbak cantik " puji Ara.


" Kamu juga, suatu hari nanti Mbak yakin pasti semua impian kamu akan terwujud"


Ara hanya bisa mengamini dan tersenyim kecut. Ara menahan dirinya untuk tidak melirik kearah Jodi, namun tetap saja matanya itu bergulir melihat Jodi. Sedangkan yang dilihat hanya memasang wajah datar dan tidak peduli.


Arka datang bersama Duda , menghampiri Kesya dan Ara.


" Matahari sudah meninggi, ayo masuk" Ajak Arka, dan Kesya menurut.


Kesya berjalan dengan bergandengan bersama Arka, sedangkan Ara sudah mendengus kesal di belakang mereka, dan juga bergumam sendiri.


" Naseb jomblo"


" Umur kamu masih muda, ngebet amat sih kawin" Ujar Arka.


" Ya gak mesti kawin juga sih Kak, Kan bisa pacaran dulu gitu"


" Mau pacaran tapi nyari cowok yang umurnya jauh dari kamu. "


Ara hanya bisa memutar bola matanya malas.


" Mau kakak kenalin dengan pengusaha muda gak?"


" Terserah deh, yang penting bisa Move on" Ujar Ara dengan suara Yang sedikit di besarkan. Berharap Jodi mendengarnya dan merespon.


" Nanti kakak cari yang cocok"


Kesya hanya tersenyum saat Arka mengedipkan matanya sebelah. Kesya tau kemana tujuan ucapan Arka. Arka ingin menghidupkan api yang padam.

__ADS_1


Ara terlalu bersemangat saat mendapatkan telpon dari tempat kursusnya. Ada seseorang yang tertarik dengan rancangan bajunya. Ara sungguh bahagia, mengungkapkan kebahagiaannya kepada Kesya dengan berjalan mundur dan berloncat-loncat. Hingga tidak memperhatikan jalan dan terjatuh.


" Ara" Pekik Kesya.


Duda melihat kearah Jodi yang ingin menolong tetapi tidak jadi, akhirnya Duda berinisiatif untuk membantu Ara, dan menggendongnya saat mengetahui kaki Ara terkilir.


" Kamu sih, jalannya gak hati-hati."


Ara hanya meringis mendapatkan Omelan dari kesya. Mbok Sari, salah satu ART di rumah Moza ternyata bisa mengurut terkilir dan keseleo. Terkadang jika para Art lain merasa pegal, sering meminta pijit dengan Mbok Sri.


"Awww, sakit Mbok" Teriak Ara.


" Ya di tahan toh Non" Ujar Mbok Sri dengan logat jawanya yang kental.


Kesya hanya bisa meringis, seolah-olah dia ikut merasakan sakit yang di rasakan oleh Ara.


" Udah ini, ntar di baluri minyak aja ya. Kebetulan minyak yang sama si mbok habis, nanti kamu beli di apotik aja ya, mbok kasih tau namanya apa"


" Iya Mbok, Makasih ya.."


Ara mencoba berdiri dan berjalan. Masih sedikit nyeri, tapi masih bisa di tahannya. Untungnya Ara kamar Ara berada di lantai satu.


" Masih sakit? Atau mau Mbak suruh Mas Arka beli tongkat?" Ujar Kesya khawatir.


" Gak usah Mbak, lebay deh ah oake tongkat segala. "


Kesya menemani Ara ke kamarnya. Perut Kesya yang besarnya melebihi perut normal biasa membuat pergerakan Kesya menjadi sangat terbatas.


" Mbak suntuk sendirian terus, enakan ngobrol sama kamu"


Ara tersenyum dan berjalan pelan menyeimbangi langkah Kesya. Sesampainya di kamar, Ara dan Kesya bercerita tentang Toko, yang semenjak di tinggal oleh Sasa, toko terlihat tidak bercahaya, walaupun pembeli tetap ramai, tapi terlihat semua pekerja tidak bersemangat.


" Mbak Sasa tu kayak sumber aliran listrik, yang memberikan tenaganya ke seluruh karyawan Mbak. Serasa gimanaaa gitu kalo gak ada dia. Ara pribadi merasa lega, saat tuduhan yang di tuduhkan ke Mbak Sasa itu adalah tidak benar"


" Iya, Mbak juga mikirnya gitu. Mbak fikir, Mas Bara dan Sasa bakal jadi nikah. Eh, gak taunya hubungan mereka semakin rumit. " Kesya dan Ara mendesah bersamaan.


Kandung Kesya sudah memasuki bulan ke 8. Kesya di sarankan untuk banyak bergerak jika ingin melahirkan normal. Untuk itu Kesya lebih memilih bergerak mondar mandir, di rumah maupun di toko. Seperti saat ini, Kesya bergerak mondar mandir, hingga Mami Shella mengintruksi Kesya untuk duduk dan beristirahat.


" Jangan terlalu di paksain kalo Key"


" Iya Mi."


" Key, Mami mau tanya pendapat kamu"


" Apa itu Mi?"


" Kalo seandainya Mami ingin menjodohkan Bara dengan anak teman Mami. Menurut kamu gimana?"


Kesya menghentikan gerakannya yang tengah memasukkan buah segar, yang di bawa oleh Mami Shella tadi.

__ADS_1


" Mami yakin?"


" Hhmm... Mami sih gak yakin, cuma Sudah 3bulan ini kita tidak mendapatkan kabar dari Sasa. Mami khawator dengan Bara. Jadi Mami ingin memperkenalkan anak teman Mami dengannya. Yaa, mana tau Bara bisa Move on gitu"


" Hmm, menurut Key sih itu bukan ide bagus sih Mi. Mami tau sendiri gimana Mas Bara kalo udah bucin. Sampai kapan pun tetap akan menunggu."


" Hah., iya sih.. tapi gak ada salahnya kan untuk di coba?"


Kesya tidak bisa mengatakan apapun. Sebenarnya sifat keras kepala Bara, dan Vina ini di turun kan oleh Mami Shella. Jika sudah mentok dengan keinginannya, Mami Shella akan mencobanya sampai mendapatkan hasil.


Di tempat lain, Arka dan Fadil mendapatkan kabar tentang Ando, dimana Ando datang ke kantor polisi untuk memenuhi panggilannya, setelah Ando di nyatakan sembuh dari sakit jiwanya.


" Gue bersyukur banget sih sebenarnya. Dia bertanggung jawab dengan kesalahan yang telah dia perbuat"


" Iya sih. Gue setuju juga dengan Lo."


" Lo tau? Puput masih trauma dengan Ando. Kemarin sebenarnya Ando mendatangi rumah Puput. Untungnya gue udah ajak dia untuk pindah ke apartemen gue"


" Mau ngapain dia ke rumah Puput?"


" Katanya sih mau minta maaf."


" Trus?"


" Ya Puput gak mau bertemu dengan Ando, intinya dia belum siap atau memang tidak pernah ingin lagi bertemu dengan Ando. Bahkan Tante Ana pernah menemui Puput di kantor, namun Puput tidak menggubris kehadiran Tante Ana."


" Hmm, wajar sih jika Puput tidak ingin bertemu dengan Ando. Secara Ando meningalkan trauma yang mendalam." Arka menjeda ucapannya dan menatap sahabat sekaligus sekretaris yang merangkap asisten pribadinya. " Lo gak pa-pa?"


Fadil menoleh kearah Arka, dan tersenyum. "Gue gak pa-pa. Cuma gue khawatir aja ke Puput. Terkadang Puput masih gelisah dalam tidurnya sampai sekarang."


" Lo udah coba bawa ke Psikiater?"


" Gue udah coba bujuk Puput, cuma dia malah marah. Ya gue gak bisa ngajak dia ke psikiater"


" Coba tanya ke Leo, mana tau dia ada rekom Dokter untuk bisa buat Lo Konsul"


"Nanti coba gue hubungi Leo"


" Btw, udah gol belum?"


" Gol sih udah, tapi belum dapat skor". Kedua nya pun tertawa dan kemudian saling berbagi pengalaman yang hanya merekalah yang mengerti.


..** Hai readers...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..

__ADS_1


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2