KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 189 " Hepibesdey Araaa"


__ADS_3

Gilang berlari kencang di koridor rumah sakit saat mendapatkan kabar jika Puput dan Fadil mengalami kecelakaan.


" Gi- hah.. gimana Puput?" Gilang terengah-engah karena baru saja berlari.


"Puput keguguran,"


Gilang meraup wajahnya kasar. " Fadil?"


" Fadil hanya luka dikepala dan tangan. Tapi tidak parah, hanya luka sedikit"


Tak berapa lama Arka datang bersama Ayah Iqbal dan Mama Lena.


" Gimana Puput Nak Leo?" Tanya Mama Lena.


" Maaf tante, kami tidak bisa menyelamatkan Bayinya."


" Innalilahi wainailaihi Raji'un"


Mama Lena langsung lemas saat mendengar pernyataan Leo. Untungnya Ayah Iqbal cepat menahan tubuh Mama Lena.


" Dil." Arka yang menyadari kehadiran Fadil langsung menegur.


Fadil terlihat terhoyong dan kemudian dia terduduk di lantai dan menangis.


" Yang sabar Dil" Ujar Gilang sambil menepuk bahu Fadil.


" Anak gue... Anak Lang.. Haaaaaaaa...." Teriakan Fadil terasa mengiris hati siapa saja yang mendengar.


Saat Fadil dan Puput ingin menyebrang, ada pengendara motor yang kehilangan keseimbangannya dan hampir menabra Fadil dan Puput. Naasnya Fadil dan Puput terjatuh karena terkejut. Dan tubuh mereka terbentur oleh mobil yang terparkir di tepi jalan.


Perut Puput terbentur oleh bagian belakang mobil sedan yang terparkir. Maka dari itu dalam saat itu juga dari sela kaki Puput langsung mengalir darah segar yang mengalir dengan deras.


" Kak" Puput udah tersadar, dan dia melihat kepala Fadil yang di perban. Kemudian dia teringat akan perutnya yang terasa sakit. Sontak Puput memegang perutnya.


" Anak kita kak? Anak kita.. hiksss..."


Fadil langsung merengkuh tubuh Puput.


" Sabar ya sayang, Allah lebih sayang dengannya. Jodohnya bersama kita hanya sampai di sini." Ujar Fadil dengan menahan Isak tangisnya.


Kesya datang bersama Arka, kemudian Mili dan Gilang, Bara dan istri. Mereka melihat keadaan Puput yang sudah siuman.


" Put."


" Key, Mil. Hikkss.."


Kesya dan Mili mendekat kearah puput. Kesya memeluk Puput dengan sayang. Gilang sampai meneteskan air matanya. Sakit, melihat adiknya itu kehilangan kandungannya.


" Yang sabar yaa.. Semua cobaan akan ada jawabannya. Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik."


" Hikkss... amin.. " Puput menganggukkan kepalanya.


Gantian Mili memeluk Puput, " Yang tabah ya Mbak. Semoga Allah memberikan keturunan yang Soleh dan Solehah"


" Hikss amiin.."


Setelah menjenguk Puput, Kesya, Arka, Bara dan istri menjenguk keadaan Ara. Mumpung di rumah sakit.

__ADS_1


" Om" Kesya mencium punggung tangan Samsul. Hari ada Samsul di sana yang menemani Ara bersama Jodi. Arka juga ikut mencium punggung tangan Samsul.


" Apa kabar Key"


" Alhamdulillah baik Om. Om gimana?"


" Alhamdulillah baik. Daddy kamu?"


" Daddy baik Om. Kenapa om gak ke rumah?"


" Om masih segan dengan Daddy. Tau sendiri kalo Daddy sudah marah gimana"


Kesya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Om Samsul.


" Masih betah tidur nih Putri tidur?"


Kesya mengelus rambut Ara. " Pucat banget sih wajahnya. Ara, Mbak dandani ya. Hari ini kan Ara ulang tahun. Jadi harus cantik."


Kesya mengambil bedak di tas nya, dan memakaikan kepada Ara. Juga Kesya memakaik lipmate dengan warna kesukaan Ara. Warna soft pink.


" Nah, udah cantik. Pasti bang Jodi makin cinta nih" Bisik Kesya seolah-olah Ara mendengarnya.


Setelah mengobrol dengan Ara, mereka pun pamit undur diri. Karena Kesya tidak bisa meninggalkan Baby twinsnya terlalu lama. Dan Bara harus kembali Dinas, sedangkan istri Bara harus ke toko kue.


Jodi menatap wajah Ara yang sudah di dandani oleh Kesya tadi. Cantik.. Semua orang sudah kembali, termasuk Om Samsul. Saat ini tinggal Jodi bersama Ara yang masih betah tidur.


" Hai putri tidur. Selamat ulang tahun. Maaf yaa, tadi Abang tinggal sebentar. Abang beli hadiah buat kamu"


Jodi mengeluarkan satu kotak beludru berwarna Maron. Sebuah cincin emas putih yang sangat cantik. Jodi pun menyematkan cincin tersebut ke jari manis Ara. Pas, dan sangat cantik.


Jodi membacakan ayat suci Alquran di dekat Ara. Tak berapa lama terdengar suara Azan magrib.


" Sadaqaulah hul'azim. Sayang, Abang buka puasa dulu yaa.."


Jodi pun berbuka dengan makanan yang dikirimkan Arka melalui anak buahnya. Jodi tidak menyadari tangan Ara bergerak. Karena Jodi memang tidak melihatnya. Jodi tengah sibuk mengisi perutnya.


Jodi melihat kearah Ara, sebelum dia mengambil air wudhu dan melaksanakan solat Magrib.


" Assalamualaikum warahmatullahi, Assalamualaikum warahmatullahi." Jodi menengadahkan tangannya keatas, meminta ampun atas dosa yang telah diperbuatnya. Dan meminta kesembuhan Ara.


Jodi melipat sajahnya.


" ARA..." Pekik Jodi dan berlari kearah Ara.


Ara tersenyum dalam pelukan Jodi.


" Kamu bangun sayang!! Kamu udah udah bangun?" Jodi mengecup seluruh wajah Ara tanpa di sadari nya


" Bang, geli... Jenggot Abang itu nyucuk-nyucuk tau.." Ara merengut.


" Maaf sayang, Abang terlalu bahagaia."


Wajah Ara memerah, karena mendengar Jodi memanggikanya sayang, bahkan Jodi sampai memeluknya dan menciumi seluruh wajahnya.


" Abang beneran sayang aku?" Tanya Ara dengan malu-malu.


" Tentu..Maaf ya, Abang terlambat mengatakannya. Abang hanya merasa umur kita terlalu jauh. Dan masa depan kamu masih panjang dari pada berhubungan dengan Abang."

__ADS_1


" Cinta itu gak Mandang usia tauu"


" Iyaaa. Jodi menggenggam tangan Ara dan mengecupnya."


" Cincinnya cantik, Ara suka.."


" Selamat ulang tahun yaa.."


" Makasih, gak nyangka ulang tahun kali inia da seseorang yang spesial yang ngucapin." Waja Ara masih betah memerah merona, dan senyum di wajah ya tidka luntur sedari tadi saat dia sadar. Apalagi saat melihat Jodi Sholat dan cincin yang ada di jari manisnya.


" astaghfirullah, Abang lupa Panggil Dokter"


Jodi langsung menekan Bel yang sudah terhubung dengan ruang perawat. Tak berapa lama hadir seorang perawat dengan senyum lebarnya.


" Ada yang bisa Tika bantu bang Jodi?" Tiba-tiba wajah Tika langsung berubah masam saat melihat Ara sudah sadar dan memelum lengan Jodi dengan posesif. Jodi hanya membiarkannya saja, Biar perawat-perawat itu tau dia sudah menjadi milim Ara.


" Saya akan hubungi Dokter."


Leo langsung berlari saat mendapatkan kabar Ara sudah sadar.


", Alhamdulillah, si Ara cerewet ku sudah sadar. rindu dengan kicauannya." Leo memelum Ara, tanpa memperdulikan wajah Jodi yang menahan kesal.


" cemburu yaa. Cie.. ciee... cie.." Goda Leo.


Tak berapa lama Bram dan dokter spesial yang menangani Ara pun tiba.


" Ara, sudah puas tidurnya?" goda Bram.


" Sudah Om. He..he..he.."


" Semuanya baik, Besok kita bisa lihat hasil lab ya kembali agar tidka terjadi masalah di kedepannya." Ujar Dokter yang menangani Ara.


" Terima kasih Dok"


Dokter tersebut pun mengundurkan diri setelah memberikan beberapa nasihat untuk Ara.


" Dengar tu, kamu gak boleh mikirin yang macam-macam. Nanti tidur lagi trus Jodi di goda dengan perawat di sini gimana?" Goda Leo.


" Iih, jangan dong. Jangan Ya bang Jodi. Jangan mudah tergoda yaa. cukup tergoda sama Ara aja"


" Mulai deh lebaynya" Gerutu Leo.


" Iya putri tidur."


Kabar Ara sadar sudah sampai ke Daddy Roy dan keluarga. Termasuk Bara dan Istri. Kesya dan Arka juga sudha di kabari. Om Samsul langsung menuju rumah sakit saat itu juga karena ingin melihat keadaan sang putri yang selama ini di sia-siakannya. Semoga Ara memberikab kesempatan untuk Samsul.


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


__ADS_2