KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 30 ' Jantung kesya'


__ADS_3

Saat ini Arka sudah duduk berhadapan dengan ayahnya Kesya. Ayah Kesya terus menatap Arka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


" ehemm." Kesya sengaja berdehem agar memecahkan suasana


" mau kemana kamu princess?" tanya ayah Kesya, yang melihat anaknya sudah berpakaian rapi.


" itu__"


" Saya mau minta izin om, mau bawa Kesya ke dokter?" potong Arka.


Ayah Nazar hanya menaikkan sebelah alisnya dan menatap Arka tajam.


" Kesya sepertinya trauma dengan telur om, jadi saya mau membantu Kesya untuk menghilangkan rasa traumanya" jelas Arka.


Ayah Nazar masih menatap Arka tajam. Arka merasa ini pertama kali di hidupnya gugup saat di tatap intens seperti itu. dan Arka juga tidak berani menatap kembali. Mungkin itu di karenakan yang menatapnya adalah ayah dari wanita yang di cintainya.


" Ayah " tegur Kesya


" hmm, baiklah.. sepulang dari dokter langsung pulang. Saya perlu bicara 4 mata dengan kamu" ucap ayah nazar yang membuat Arka menelan salivanya dengan susah payah.


" Kami permisi dulu om, assalamualaikum" ucap Arka sambil mencium punggung tangan ayah nazar.


" Kesya pergi ya Yah" Kesya pun mencium punggung tangan ayahnya dan mencium pipi ayahnya.


" Hati-hati di jalan ya sayang" ucap ayah nazar sambil mengelus rambut Kesya.


Disepanjang perjalanan Kesya terus menatap kearah jalanan. Sedangkan jari-jarinya saling bertautan. Arka yang melihatnya pun berusaha untuk menenangkan Kesya .


" Tenanglah, jangan panik begitu. aku akan menemani mu" ucap Arka sambil menggenggam kedua tangan Kesya dengan satu tangan besarnya.


Mungkin jika Arka tau jika Kesya saat ini sedang gugup karena berada dalam satu mobil dengannya, Arka akan memeluknya dan membuat Kesya semakin jantungan.


Sesampainya di prakter dokter, Arka memarkirkan mobilnya. Dan berjalan menggandeng tangan Kesya. Kesya ingin melepaskan tangannya, namun Arka semakin menguatkan genggamannya.


" Permisi mbak, saya sudah janjian dengan dokter Hidayat" ucap Arka kepada resepsionis yang Arka ketahui namanya Dewi dari name tag nya.


" Maaf, apa benar ini dengan tuan muda Raja" ucap Dewi


" Iya, saya sudah buat janji, tapi atas nama Kesya az-zahrah" ucap Arka datar.


Yah, begitu lah Arka sebenarnya, selalu bersikap dingin dan datar di setiap orang yang baru di jumpainya.


" Iya Tuan muda, sudah di tunggu sama dokternya." ucap Dewi " oh ya, Tuan muda dan Nona Kesya, kami mendukung kalian" ucap Dewi sambil menyatukan jari telunjuk dan jempolnya hingga berbentuk lambang hati.


Arka hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Sedangkan Kesya menundukkan wajahnya karena malu dan mengikuti langkah Arka.


" Aaaaaa sungguh pasangan Yang serasi" ucap Dewi dan beberapa temannya yang menatap kepergian Arka dan Kesya.

__ADS_1


" mbak Kesya, ini hanya trauma ringan. Jadi mbak cukup melatih dengan membayangkan hal-hal yang positif saja. dan saya sudah memberikan vitamin, jangan lupa di minum ya mbak. dan Minggu depan kita control ulang untuk melihat perkembangannya mbak Kesya" ucap dokter Hidayat yang terus memandangi wajah Kesya.


" Terima kasi dokter" ucap Kesya.


" sama-sama" ucap dokter Hidayat masih sambil tersenyum melihat wajah Kesya.


" Eheem, udah liatinnya, gak usah senyum-senyun gitu" tegur Arka.


" pinter Lo cari binik " ucap dokter Hidayat yang sebenarnya juga teman Arka saat SMA .


" emm, saya bukan istri nya" ucap Kesya


" iya, tapi calon istrinya Arka. Saya doakan semoga lancar sampai hari H. ini pertama kalinya saya liat Arka dekat dengan seorang wanita." ucap dokter Hidayat yang membuat Kesya membuat Kesya membelalakkan matanya dan jantungnya semakin berdisko ria.


Semenjak ungakapan ark di televisi, jantung Kesya masih terus berdebar jika mengingat perkataan Arka.


" Buk_"


" Makasih doanya, maklum dia masih malu-malu" potong Arka yang merangkul bahu Kesya. Dan Kesya langsung melototkan matanya kepada arka tanda tak suka.


Setelah bersalaman dengan Dokter Hidayat, Arka menggandeng tangan Kesya melewati lobi hingga ke parkiran mobil. Semua perlakuan Arka tidak luput dari pasang mata orang yang memandang mereka dengan kekaguman.


" Aahh, Tuan Muda Raja yang terkenal dingin bisa se so cute itu dengan perempuan. meleleh gue" ucap salah satu pengunjung yang juga menjadi fans berat Arka dan Kesya.


Semenjak Arka menyatakan cintanya kepada Kesya di media televisi, seseorang yang entah siapa telah membuat akun media sosial untuk mendukung hubungan Arka dan Kesya. Dan sungguh menakjubkan, belum sampai 2 jam di buat akunnya, tapi followers nya sudah berjuta-juta. Sungguh luar biasa.. Daebak.


" biar jangan di ambil orang" ucap Arka sekenanya aja.


Kesya langsung menghembuskan nafas kasar dan memanyunkan bibirnya sambil menatap ke arah luar. Melihat itu Arka langsung memajukan tubuhnya dan mengurung Kesya dengan tangan Arka yang berada di kaca pintu mobil bagian Kesya. Sontak Kesya langsung memundurkan tubuhnya hingga terbentur pintu mobil.


"mm--mmau apa kamu" ucap Kesya terbata sambil mendorong dada bidang Arka.


" Jangan pernah membuat bibirmu manyun seperti tadi. Jika tidak jangan salahkan aku kalau kelepasan." ucap Arka dingin.


Kesya langsung mengangguk cepat agar Arka menjauhkan tubuhnya. Setelah Arka duduk dengan benar di kursi kemudinya, Kesya baru bisa bernapas lega. ' gila si om, bisa jantungan gue di buatnya' batin Kesya.


45 menit mereka lalui hanya dengan mendengar lagu yang di putar di radio. Kesya tidak berani membuka suaranya, apalagi melirik ke arah Arka. Dia masih dengan menetralkan keadaan jantungnya. Sedangkan Arka merutuki dirinya sendiri karena sudah berani nekad ingin mencium Kesya. bisa berabe jika dia kelepasan tadi.


Mobil Arka sudah berada di depan rumah Kesya. Kesya dan Arka turun dan masuk kedalam rumah. Seperti yang sudah di janjikan oleh ayah nazar, sepulangnya mengantar Kesya, Arka harus menemuinya untuk berbicara 4 mata. Dan disinilah mereka. Ditaman belakang rumah Kesya.


Arka menelan salivanya karena Ayah nazar masih menatapnya dengan sengit.


" Apa kau mencintai putri saya?" tanya Ayah Nazar to the point.


" Iya om, Saya sangat mencintai Kesya." ucap Arka tegas tanpa ragu.


Jika sudah di tanya tentang perasaannya kepada Kesya, Arka akan menjawabnya lantang jika dia sangat mencintai Kesya. Walaupun belum lama saling mengenal.

__ADS_1


" Sejak kapan?"


" Saat pertama kali melihatnya, saya sudah mulai terpesona, saya kira dia adalah wanita yang papi saya kirim untuk menemani kepesta saat ulang tahun perusahaan kami. ternyata saya salah. dan saya sudah berbuat sedikit kurang sopan terhadap Kesya. Tapi saya semakin dibuat kagum saat Kesya mengetahui bahwa saya adalah pewaris Perusahaan Moza, namun Kesya masih menghindar dari saya, bahkan dia sama sekali terlihat tidak tertarik dengan saya. Dan itu adalah alasan saya untuk harus segera memiliki Kesya. dan ada satu lagi om!" ucap arka terpotong.


" Apa itu?"


" Saya semakin cinta dengan Kesya saat merasakan cake buatannya yang sangat lezat, bahkan cake buatan Kesya adalah cake terlezat yang pernah saya makan" ucap Arka dengan wajah yang sedikit merona jika sudah menyangkut dengan perasaannya kepada Kesya.


Ayah Nazar menaikkan sudut bibirnya mendengar kejujuran dari Arka. Secara tidak langsung Arka mengingatkan dirinya dengan mendiang istrinya, yang langsung jatuh hati saat pandangan pertama, dan memiliki kesalahpahaman kecil. Kemudian saat Ibu Siti membawa bekal, Ayah Nazar dengan sengaja merebutnya dan mengganti dengan makanan yang dibelinya khusus untuk Siti. Saat itu ibu Siti memang sering membawa bekal, karena kondisi keuangan yang mengharuskan dirinya untuk berhemat. Ayah Nazar memakan bekal dari Ibu Siti dan langsung bertekad untuk harus segera memiliki ibu Siti.


Perjuangan cinta ayah Nazar tidak jauh berbeda dengan Arka. Siti dan Kesya sama-sama wanita yang sulit untuk di taklukkan. Dan bedanya keadaan sosial Arka lebih baik, dan bahkan jauh sangat baik dibandingkan dengan? Kesya. Ayah Nazar takut jika Kesya harus mengulangi penghinaan terhadap diri Kesya seperti saat Kesya mendapatkan hinaan dari keluarga tunangannya. karena pandangan sosial yang berbeda dari keluarga Arka.


" Nak Arka makan malam di sini?" tanya mami Shella.


Arka dan Ayah Nazar telah selesai berbicara, dan saat ini mereka sedang bermain catur bersama dengan Daddy Roy menjadi jurinya.


" Boleh, jika tidak merepotkan " ucap Arka.


" Rumah Tante Mega kan cuma lima langkah dari sini, kenapa Om gak makan malam disana aja" usir Kesya.


Pasalnya jantung kesya masih berdegup kencang jika berhadapan dengan Arka. mengingat kejadian di mobil tadi.


" huuss kamu ini, gak boleh gitu ah. gak sopan tau" tegur mami Shella.


Kesya hanya tersenyum kecut mendengar ceriwisan maminya.


" Ayah di sini lama kan?" tanya Kesya. saat ini mereka sedang berada di meja makan.


" Ayah 2 bulan di sini. Kan sudah lama gak pulang ke negara merah putih ini. jadi ayah ingin menghirup udara di sini dulu."


" Syukur dech kalo lama, brarti Kesya mau ngejar Tesis Kesya biar bisa wisudanya ada ayah di sini." Ucap Kesya manja.


Arka memperhatikan Kesya, dan saat ini dia baru sadar, jika Kesya makan dengan menggunakan jari tangannya, tidak menggunakan sendok. ' Sungguh wanita yang luar biasa' batin Arka.


" Nak Arka jangan heran ya jika melihat Kesya makan tidak menggunakan sendok, dia memang lebih suka menikmati makanannya langsung dengan jari tangannya. biar dapat sunah rosul katanya." ucap mami Shella yang membuat wajah Kesya langsung sedikit memerah.


.


.


.


.


.


jangan lupa like and vote ya..

__ADS_1


salam hangat dari author..


__ADS_2