KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 123 " 2 kabar bahagia"


__ADS_3

Setelah melaksanakan solat subuh, Arka menahan tangan sang istri yang tengah menciumi tangannya.


" Sayang, Mas janji gak akan mengulanginya lagi"


Kesya menghembuskan napasnya pelan. "Satu, Minuman itu haram mas. Kedua, Mas Bara pernah kecelakaan, dan yang menabrak Mas bara adalah orang yang tengah mabuk dan memiliki kuasa. Kami sudah melaporkan tabrakan tersebut, namun polisi malah menyarankan agar menutup kasus tersebut karena kami memilih berurusan dengan orang yang salah. Saat itu kondisi keuangan Daddy tidak baik, hingga Daddy harus menjual tanah peninggalan Eyang untuk pengobatan Mas Bara. Sedangkan keluarga si penabrak seolah tidak mau tau lagi tentang keadaan Mas bara. Setelah memberikan cek senilai 100 juta. Biaya rumah sakit membutuhkan dana hingga 300juta, karena alat yang di pasang di tubuh Mas Bara sangatlah mahal. Tidak ada yang berpihak kepada kami, saat Daddy tetap ingin menghukum si penabrak, polisi malah mencari kesalahan Mas Bara, yang mana Daddy harus membayar denda sebesar 50juta. Untuk itu Daddy selalu ingatkan kepada kami agar tidak menyentuh minuman dari kencing setan itu. Dan alasan Mas Bara menjadi seorang perwira polisi adalah untuk menegakkan keadilan bagi orang yang tertindas. Dan ini juga alasan aku kenapa memilih kuliah di jurusan Humas. Aku ingin membantu masyarakat yang tertindas karena ketidak Adilan. Walau aku tau, aku tidak sekuat Puput yang dapat melawan orang lain, setidaknya aku bisa membantu mereka yang membutuhkan." Ujar Kesya sambil menitikan air matanya.


Arka merengkuh tubuh sang istri, dalam hati dia berjanji tidak akan membuat istrinya menangis lagi. Arka mengecup pucuk kepala sang istri yang masih tertutup mukenah.


Tak terasa sudah 2 Minggu mereka berada di pulau Bora-bora. Dan hari ini mereka akan terbang menuju ke tempat honeymoon selanjutnya.


" Ini tujuannya ke mana sayang?" Tanya Kesya yang sedang memberikan roti yang sudah di beri selai Nenas kepada Arka.


" Kejutan, dan Mas yakin pasti kamu suka" Ujar Arka sambil mencuil hidung Kesya.


Kesya cemberut, tapi dalam hatinya dia sanagt bahagia karena dia yakin pasti sang suami akan memberikan yang terbaik untuk dirinya. Dia sangat menantikan kejutan yang akan di berikan oleh sang suami.


Setelah melakukan perjalanan yang lumayan lama, sampailah mereka di negara Perancis. Kesya menutup mulutnya saat kakinya mendarat di bandara dan melihat kedua orang tuanya sudah menyambutnya di sana. Kesya berlari memeluk sang Ayah, dan kemudian bergantian memeluk sang Mama.


" Key rindu Ayah dan Mama" Ujar Kesya dan memeluk keduanya secara langsung.


" Ayah juga rindu Kesya"


" Mama juga rindu Kesya"


Ujar Ayah Nazar dan Mama Rosa bersamaan. Mereka merelaikan pelukannya saat Arka sudah berdiri di dekat mereka. Ayah Nazar memeluk Arka, dan menepuk pelan punggung Arka.


Mereka langsung menuju restoran yang sudah di booking oleh Ayah Nazar saat mendapatkan kabar dari Arka jika mereka akan menuju ke Paris.


" Kenapa harus makan di restoran sih? Kenapa tidak menyambut kami dengan masakan Mama?" Rajuk Kesya.


Mama Rosa tersenyum senang mendengar ucapan sang putri, Rosa senang jika Kesya menyukai masakannya dan memuji bahwa masakannya lebih enak dari pada restoran bintang 5 sekalipun.


" Nanti, setelah kalian puas jalan-jalan, Ayah akan menyambut kalian di rumah dengan masakan Mama Rosa."


" Kita tidak menginap di rumah ayah?" Tanya Kesya kepada sang suami.


Ayah Nazar yang mendengar pertanyaan sang anak terkekeh.


" Masa acara bulan madu tapi nginapnya di rumah Ayah? Kali kedengaran dengan ayah gimana?" Goda sang ayah, yang mana membuat wajah Kesya memerah. Mama Rosa langsung menepuk bahu sang suami.


" Oh ya, Ayah dan Mama juga ada kabar gembira untuk kalian"


" Apa?" Tanya Kesya antusias.


Ayah Nazar memandang wajah sang istri, dan Mama Rosa tersenyum sambil menganggukkan kepanya. Ayah Nazar memberikan satu buah amplos putih kepada Kesya.


Dengan perlahan Kesya mengambil amplop tersebut, dan membukanya. Kesya dan Arka saling pandang dan tersenyum melihat isi dari amplop tersebut. Hasil USG dari Mama Rosa, yang mana kandungannya sudah berusia 4 Minggu.


Kesya berdiri dan memeluk sang Mama, serta memberikan ciuman.


" Selamat ya Mama "


Arka juga melakukan hal yang sama, dan begitu pun kepada ayah nazar. Mereka berempat saling berpelukan.

__ADS_1


Kesya dan Arka sudah berada di kamar hotel, mereka akan beristirahat sebelum melanjutkan tour nya di kota romantis ini.


Di Tanah Air, Fadil masih setia menjemput Puput. Walaupun sudah seminggu lebih ini tidak ada kejadian yang ganjil yang terjadi.


" Aku bisa berangkat sendiri, seperti mereka tidak mencari ku lagi"


" Aku akan tetap menjemputmu."


" Untuk apa? Lagian anak buah mu sudah memberikan kabar jika mereka adalah preman suruhan yang ingin menjual wanita itu karena tidak bisa membayar hutangnya"


" Karena itu aku tetap akan menjemputmu"


" Fadil, Jika kamu terus begini, aku tidak bisa untuk tidak jatuh lebih dalam kepada mu"


Fadil terdiam dan menatap Puput yang tenagh tertunduk. " Aku harap kamu tidak akan pernah mengusirku dari hati mu"


Puput menatap Fadil yang tengah menatapnya. Mata mereka bertemu, perlahan Fadil mendekatkan wajahnya, hingga hembusan napasnya terasa di wajah Puput.


Drrt... drrt...


Dering ponsel Puput menggagalkan aksi Fadil. Tertera nama Ando di sana. Puput mengangkat panggilan tersebut setelah merasa Fadil sudha duduk di bangkunya semula.


" Halo"


"....."


" Benarkah? Tapi___"


"......."


"......."


" Baiklah, sampai jumpa"


Puput memutuskan panggilannya dan menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


" Apa kau akan bertemu dengan dia?"


Puput menoleh kearah Fadil. " Dia ingin bertemu karena mengucapkan terima kasih"


" Untuk?"


" Waktu itu aku membantunya memilih kue, dan dia ingin mengucapkan terima kasih."


" Sepertinya dia menyukai mu"


" Itu hak dia"


" Apa kau juga menyukainya?"


Puput menatap mata Fadil, kemudian mengalihkan wajahnya menatap lurus kearah jalanan. Puput merasa tidak perlu menjawab pertanyaan Fadil, karena dia yakin jika Fadil sendiri tahu jawabannya.


Gilang mengemudikan mobilnya kencang saat mendapat panggilan dari sang Mama, jika Mili pendarahan. Gilang berlari mendekati sang Mama yang tengah berdiri sambil menangis dalam pelukan sang Papa.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Mili Ma?" Tanya Gilang dengan jantung yang sudah bertalu kencang.


" Mili harus dioperasi"


Gilang terkulai lemas, untungnya Leo yang baru saja sampai langsung menangkap tubuh Gilang. Di papah dan di dudukannya Gilang di kursi. Leo berbicara kepada Anggun, entah apa yang mereka bicarakan. Setelah menyuruh Gilang menanda tangani berkas, Anggun bersiap untuk melakukan operasi.


" Tenang aja, Mili dan anak Lo pasti selamat."


" Belum genap sembilan bulan, Kenapa dia harus melahirkan sekarang? Apa ada masalah dengan kandungannya?" tanya Gilang khawatir.


" Apa Mili akhir-akhir ini memiliki fikiran yang membuatnya stres?"


Gilang menatap Leo, kemudian menggelengkan kepalanya, seingatnya Mili selalu tersenyum dan ceria saat bersamanya ataupun bersama Mama nya.


" Mili orang yang pintar menyembunyikan perasaannya. Mungkin Lo gak menyadarinya. Tapi Lo tenang aja, usia kandungan Mili sudah masuk 8 bulan penuh, dan insya Allah Mili akan baik-baik saja"


Leo menepuk bahu Gilang sebelum dia pergi dan menerima panggilan dari sang Oma.


2 jam sudah berlalu, terdengar perawat memanggil nama Gilang untuk masuk keruangan operasi. Gilang yang sudah memakai baju khusus pun, dengan berdebar melangkahkan kakinya. Jantungnya semakin berdebar saat mendengar suara tangis yang nyaring dari sang bayi laki-laki.


Dengan gemetar Gilang menggendongnya dan meng 'azaninya. Suara tangis sang bayi perlahan semakin pelan saat mendengar azan dari bibir sang Papi. Gilang mengembalikan sang putra kepada perawat, yang kemudian di berikan kepada Mili agar memberikannya ASI pertama.


Gilang menatap wajah Mili, Di genggamnya tangan mi, kemudian di kecupnya.


" Terima kasih sayang, I love you" Bisik gilamg.


" Love you more" Balas Mili.


Leo sudah mengirim pesan kepada Arka, bahwa Mili sudah melahirkan, Bayi dan ibunya juga sehat. Hanya saja Bayi berjenis kelamin itu harus di rawat untuk menyempurnakan detak jantungnya yang masih lemah.


Kesya mendengarkan kabar tersebut sungguh sangat bahagia. Hari ini sudah 2 kabar yang membuatnya bahagia, Semoga kebahagiaan ini terus berlanjut.


" Gimana kalo Mas nanam Saham sekarang? Biar kita cepat nyusul Mama" Bisik Arka dengan suara yang serak dan berat.


"Dasar mesum" Gerutu Kesya sambil tersenyum


Arka pun langsung menindih tubuh Kesya, menciumi wajahnya, sedangkan tangannya sudah berkelana menjelajah gunung, hingga membuat si empu mengeluarkan suara yang semakin membuat Arka semakin terbakar gairah.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2