KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 92 " kecurigaan mami Shella"


__ADS_3

Kesya melihat pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu sedang berjalan keluar dari pintu bandara dengan membawa koper. Senyum kembang Kesya lemparkan kepada sang ayah.


" Ayaahh" Teriak Kesya dan berlari memeluk sang ayah.


"Waahh, anak Ayah." Ujar Ayah Nazar dan mengecup keningnya.


Mereka berjalan sambil berpelukan, karena Kesya tidak ingin melepas pelukannya dari sang Ayah. Koper Ayah Nazar sudah di ambil alih oleh Duda.


Persiapan pernikahan Ayah Nazar yang akan terlaksana dalam kurun waktu 2 hari pun juga sudah selesai. Karena Arka menyuruh pihak WO yang mengurusnya, jadi keluarga tidak perlu bersusah payah, dan hanya terima bersih.


Kesya membuat panggilan kepada sang suami. " Mas, aku tidur di rumah Daddy boleh? pingin Deket Ayah" Ujar Kesya manja.


Arka yang berada di seberang panggilan pun mengizinkannya. Mana bisa Arka menolak keinginan sang istri tercinta.


"Key, kamu kok pucat ya?" Tanya Mami Shella.


"Masa sih Mi? tapi Key gak ngerasa sakit kok"


Mami Shella mulai menaruh curiga dengan Kesya. " Key, kamu akhir-akhir ini ada ngerasa mual gak?"


"Eem, gak deh kayaknya. Kenapa Mi?"


" Enggak, gak pa-pa kok. Oh ya, kamu terakhir datang bulan kapan?"


"Ini Kesya lagi dapet Mi" Ujar Kesya.


Mami Shella pun menghembuskan napasnya. Kecurigaannya salah, dan mungkin wajah Kesya terlihat pucat karena Kesya lagi datang bulan.


Kesya mengetik-ngetik ponselnya, setiap 30 menit sekali, Kesya mengirim pesan kepada Arka, hanya menanyakan jam berapa Arka pulang, dan itu sudah terkirim 10 kali.


Arka menatap ponselnya yang kembali mendapatkan pesan dari Kesya, dengan isi pesan yang sama, ' Mas, Jam berapa pulang?'.


Arka senang jika istrinya menanti kepulangannya, tetapi Arka sedikit heran, tidak pernah Kesya bertanya jam berapa dia pulang hingga sebanyak ini, dalam jangka waktu yang dikirimnya hanya 30 menit dari pesan sebelumnya.


Kesya yang sedang mengeksekusi bahan kuenya, terlihat kurang bersemangat seperti biasa, pasalnya Arka belum membalas pesan terakhirnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Mami Shella yang melihat wajah Kesya tidak secerah biasanya.


" Hah? gak pa-pa Mi"


Ayah Nazar sudah pulang dari fitting baju, dan mencium aroma yang sangat sedap dari dapur. Ayah Nazar pun langsung berjalan menuju dapur. "Waah, enak nih" Ayah Nazar pun mengambil satu buah brownis cup,


"Oh ya, pembukaan toko kamu gimana?" Tanya Ayah Nazar.


Kesya yang tadi terlihat murung karena kepulangan Ayah nya menjadi terlihat ceria kembali.


" Udah 50 persen Ayah, di Bantu sama Mas Arka juga pilih furniture nya, dan perlengkapan masaknya juga sudah terbeli. Tinggal tunggu semua barangnya lengkap, trus tinggal di susun deh di toko"


" Pegawainya?"

__ADS_1


" Rencana sih 3 orang aja dulu yah, liat perkembangannya gimana dulu."


Percakapan Ayah dan Anak pun terhenti karena Kesya mendengar suara Arka yang mengucapkan salam. Kesya tiba-tiba langsung berlari dan memeluk Arka, seolah sudah lama tidak berjumpa. Arka yang mendapatkan pelukan mendadak dari Kesya awalnya sedikit terkejut, lalu sudah membalas pelukan Kesya.


Semua orang di sana langsung mengernyitkan keningnya, karena Kesya tidak pernah mau memperlihatkan keromantisan di depan orang ramai, bahkan jika Arka hanya menggenggam tangannya saja Kesya langsung malu. Tapi ini? Kesya yang memeluk Arka duluan.


Mami Shella sebenarnya sangat curiga jika ada sesuatu kepada Kesya, tapi karena mengingat saat ini Kesya sedang datang bulan, kecurigaan mami Shella pun goyah.


"Kamu kenapa sayang" Tanya Arka masih memeluk tubuh mungil Kesya.


" Mas lama banget sih pulangnya?, Mas gak macem-macem kan di luar sana?"


Arka membulatkan matanya mendengar tuduhan Kesya.


" Ya gak lah sayang, Mas cintanya cuma sama kamu"


Mami Shella dan Ayah Nazar pun tertawa melihat keposesifan Kesya. Terjawab sudah, kemurungan kesya tadi di sebabkan oleh Arka.


"Mas, aku bobok sama Ayah ya. Kan bentar lagi ayah udah nikah sama Tante Rosa, jadi aku pingin bobok bareng Ayah. Boleh?" tanya Kesya saat mereka sudah berada di dalam kamar.


" Jadi Mas tidur sendiri nih?" Ujar Arka dengan nada merajuk.


Kesya langsung merengut, dan menundukkan wajahnya dari Arka.


"Sayang?" panggil Arka dan menarik dagu Kesya untuk menghadapkan wajahnya kembali.


Mata Arka langsung melotot saat melihat mata Kesya sudah tergenang air mata. Langsung di tariknya Kesya kedalam pelukannya.


"Maaf ya, Mas becanda tadi. Iya boleh, kamu boleh kok bobok sama Ayah, Mas gak pa-pa, Mas gak marah kok"


" Serius?"


"Iyaa, Mas serius."


Kesya langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum senang. "Key sayang Mas" cup.


satu kecupan mendarat di pipi Arka, dan Kesya langsung berlari ke luar kamarnya.


tok..tok..tok..


"Ayah, buka pintu." Pekik Kesya.


Ayah Nazar yang baru saja ingin memejamkan matanya, mengurungkan niatnya dan kembali bangkit dari rebahannya dan membuka pintu kamarnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ayah Nazar yang sudah melihat Kesya berdiri di depan pintu dengan senyum yang mengembang, tetapi terlihat ada sisa air mata di sudut matanya.


" Key bobok sama Ayah ya"


kening Ayah Nazar berkerut, " Tumben? Kamu lagi gak berantam dengan suami kamu kan?"

__ADS_1


" Enggak, Key cuma mau bobok sama Ayah aja. Boleh kan?" Tanya Kesya dengan wajah memelas nya


"Tentu"


Ayah Nazar langsung merangkul putrinya. Kesya sangat bahagia, dan tidur dalam pelukan sang Ayah.


Keesokan paginya. Selepas solat subuh, Ayah Nazar langsung membombardir Arka dengan pertanyaan dan tuduhan.


" Kamu apain Kesya tadi malam?"


Arka menatap mertuanya itu dengan horor.


" Gak ada yah"


" Lalu kenapa dia menangis dan meminta tidur dengan saya?"


Arka menghela napasnya. " Jadi gini, semalam itu dia minta tidur dengan ayah, trus Arka cuma godain Kesya aja karena Kesya biarin arka tidur sendiri, tiba-tiba aja Kesya nangis. gitu Ayah ceritanya" Ujar Arka. Sebenarnya Arka sangat tidak ingin membicarakan masalah rumah tangganya, walaupun itu hal sepele. Namun ini Arka terpaksa menceritakannya, agar sang Ayah tidak menaruh curiga terhadapnya.


Sebenarnya Arka bingung dengan perubahan sikap Kesya terhadap dirinya. Kesya seperti bukan Kesya yang dulu, yang selalu tegar dan ceria. Kesya yang sekarang lebih manja, dan cengeng. Arka sebenarnya senang dengan kemanjaan Kesya, tapi Arka sedikit bingung jika Kesya yang tiba-tiba menangis karena hal kecil.


1 hari sebelum pernikahan Ayah Nazar, Kesya terlihat sibuk dengan bahan-bahan kue di dapur. Sebenarnya Arka sudah mengambil izin untuk tidak masuk, tetapi ada rapat penting yang harus di hadiri oleh Arka sendiri. Jadi Arka saat ini tidak berada di rumah, melainkan di kantor. Sedangkan Arka sudah menyuruh 2 orang koki dari restauran nya untuk membantu Kesya.


Kesya yang tengah sibuk menimbang tepung, tiba-tiba merasa pusing, dan terjatuh pingsan.


" Nyonya" teriak seorang koki dan langsung berlari ke arah Kesya.


Mami Shella yang mendengar teriakan dari dapur langsung berlari, dan melihat Kesya sudah dalam pangkuan seorang koki yang dikirim Arka.


"Kesyaa" teriak Mami Shella.


Ayah Nazar dan Daddy Roy langsung berlari ke arah dapur. Melihat kesya yang sudah tergeletak di atas pangkuan seorang koki, dengan wajah pucat. Ayah Nazar langsung membopong tubuh Kesya, dan membawanya ke dalam kamar.


Daddy Roy langsung menghubungi Arka, untuk memberitahu keadaan Kesya.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2