
Hari ini adalah hari yang di nantikan oleh Arka. Di mana dia akan mengikat janji suci bersama Kesya. Hari yang paling bersejarah bagi hidupnya. Hari yang membuktikan bahwa dia adalah pria normal. Karena selama ini pemberitaan yang simpang siur mengatakan jika Arka lebih tertarik dengan sesama jenis. Karena tidak pernah sekalipun terlihat menggandeng seorang wanita.
Arka tidak pernah menggandeng wanita karena semua wanita yang mendekatinya hanya menginginkan uangnya , dan tidak tulus bersamanya. Sampai Arka bertemu dengan Kesya, yang menurutnya berbeda.
Arka sudah siap dengan baju pengantinnya yang berwarna Abu-abu dan berbalut kain songket berwarna merah. Tak lupa Peci Abu-abu yang terdapat kerlipan berlian yang menghias. Hanya satu kata untuknya. TAMPAN.
Sebelum menuju ke rumah Kesya, Arka melakukan sungkeman meminta restu dan izin kepada Tuan Farel dan Mami Laura.
" Mi, Makasih udah lahirin Raja dengan mempertaruhkan nyawa Mami. Maafin segala kesalahan Raja selama ini yang selalu membuat Mami resah, gelisah, dan marah.
Makasih Maminudah merawat Raja penuh cinta, walaupun Raja sempat jadi anak nakal dan membuat Mami susah dan Khawatir. Raja minta izin kepada Mami, dan Raja juga mohon Mami mendoakan Raja agar bisa menjadi Suami yang bisa membawa istri Raja ke surganya Allah. Doakan juga semoga Raja memiliki keturunan yang Soleh dan Soleha. Dan Doakan agar semua urusan Raja di permudahkan oleh Allah." Ucap Arka sambil sungkeman kepada Mami Laura.
"Iya sayang, Mami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Raja." Ucap Mami dengan berlinangan air mata. Dan mencium kedua pipi, kening, mata, dan hidung Arka, serta memeluknya erat.
Setelah dirasa tangis Mami Laura sedikit reda, dan pelukan dari Mami Laura terasa mengendur, Arka berpindah kepada Tuan Farel.
" Pi, Maafin segala kesalahan Raja. Yang selama ini banyak menyusahkan Papi, Dengan sabar Papi membimbing Raja menjadi anak yang tangguh dan bertanggung jawab.Terima kasih atas kesabaran Papi yang sudah mengajarkan Raja atas segala hal. raja mohon restu dari Papi, agar semua urusan Raja di lancarkan, dan semoga Raja bisa menjadi suami yang setia dan penyayang seperti Papi."
" Iya sayang, Papi akan selalu mendoakan mu" ujar Tuan Farel dan mencium kedua Pipi Arka, mata, dan keningnya. Lalu memeluk Arka sambil menepuk punggung Arka pelan.
Setelah membaca doa dan di iringi dengan shalawat, Arka pun melangkahkan kakinya keluar rumah dan masuk kedalam mobil pengantin. Dan iringi oleh mobil rombongan pengantin yang lain menuju rumah Kesya
Di rumah Daddy Roy.
Kesya yang sudah selesai di dandan oleh MUA terkenal, menggunakan kebaya yang panjangnya hingga menyapu lantai, berwarna Abu-abu dengan aksen pita dibagian pinggang berwarna merah. Dipasangkan dengan rok songket berwarna merah yang senada dengan kain songket Arka. Rambut yang di sanggup sederhana, dan hanya di hiasi dengan jepitan rambut yang terbuat dari emas putih yang di hiasi dengan batu berlian yang indah. Make up yang sederhana dan terlihat natural, tapi terkesan mewah dan cantik di wajah Kesya. Satu kata untuk Kesya, CANTIK.
Vina, Mami Shella, dan Tante Rosa yang melihat kecantikan Kesya, tidak habis-habisnya memuji kecantikan kesya, serta memberikan beberapa wejangan lagi untuk Kesya. Hingga ketukan pintu menghentikan perbincangan mereka.
tok..tok..tok..
" Ya Ampun Kesya, cantik banget kamu sayang" Puji Mbak Mega. Yaa, sekarang Kesya harus mulai terbiasa memanggil Mega dengan sebutan Mbak.
__ADS_1
" Iya dong Mi, siapa dulu. Calon Tantenya Vina" Goda Vina yang membuat Kesya memukul lengan Vina pelan dengan wajah yang memerah.
" Aduh, hampir aja lupa. Rombongan pengantin Pria sudah sampai, Kita turun ya" Ujar Mega yang sempat terkesima dengan penampilan Kesya.
" Kamu sudah siap Key?" Tanya mami Shella.
Kesya menarik napas panjang dan menghembusnya pelan.
" Bismillah, Iya Mi" Ujar Kesya .
Mami Shella memegang tangan Kesya yang dingin, dan mengusapnya pelan.
Mami Shella dan Vina berdiri di sisi Kesya, Sedang Rosa dan Mega berjalan di depan Kesya, sambil memegang kain putih transparan yang akan menutup wajah Kesya. Agar Arka tidak dapat melihat wajah Kesya sampai Ijab Qabul terlaksana.
Arka yang sudah duduk di dampingi Tuan Farel dan Bram sedang mengobrol memberikan kembali wejangan kepada Arka. Tapi saat melihat beberapa wanita keluar dari menuju tempat di selenggarakannya acara pernikahan, Arka menatap berharap dapat melihat wajah Kesya. Tapi sayang, Arka tidak bisa melihat karena tertutup oleh kain putih transparan. Hanya samar-samar saja yang terlihat oleh Arka, membuatnya semakin penasaran dengan Kesya.
Belum lagi mendengar suara Maminya yang memuji Kesya sangat cantik, dan beberapa suara bisikan yang sampai ke telinga Arka, yang mengatakan bahwa Kesya mirip boneka Barbie. Semakin penasaran dan tak sabar Arka melihat tirai tipis itu yang menjadi pembatas antara laki-laki dan perempuan, yang mana setelah Ijab Qabul telah terlaksana, maka kain tipis itu akan jatuh dan menampakkan wajah sang pengantin perempuan.
Saat ini Arka sudah duduk berhadapan dengan Ayah Nazar dan penghulu.
" Ini yang kawin siapa ya? kok saya yang tegang?" Canda penghulu membuat seluruh tamu undangan tertawa, termasuk Arka dan Ayah Nazar.
Penghulu sengaja memberikan candaan agar suasana menjadi sedikit menghangat.
" Sudah siap?" Tanya Penghulu kepada Arka.
" Insya Allah Siap" Jawab Arka Mantap.
" Yaa harus siap, kalo gak siap gak bisa nginap sini entar malam" Canda penghulu yang kembali membuat semua tamu tertawa, tidak dengan Arka yang tersenyum dengan wajah merona.
"Bapak gimana? Sudah siap?" Tanya Penghulu kepada Ayah Nazar.
__ADS_1
" Insya Allah Siap pak, kalo gak siap nanti malam yang di depan saya ini gak bisa nginap disini" Canda Ayah Nazar yang membuat penghulu tertawa, bagitu juga dengan tamu undangan, tidak dengan Arka yang sudah merona karena malu.
"Baik lah, karena sudah siap mari kita lanjutkan. karena sudah pada gak sabaran kayaknya saksi untuk mengatakan SAH. (begitu juga dengan pembaca)" Ujar Penghulu.
" Ayo berjabat tangan" Titah Penghulu kepada Arka dan ayah Nazar.
Penghulu memegang kedua tangan yang sedang berjabat. " tunggu, saya lupa sesuatu" Ujar Penghulu, membuat Arka semakin berdebar, dan para tamu undangan menjadi penasaran.
" Para saksi gimana? Sudah siap-siap pasang telinganya. Dan jangan lupa Gaspol saat mengatakan SAH" Ujar Penghulu yang membuat suasana yang sempat tegang kembali riuh dengan tawa.
" Baiklah, kali ini kita mulai ya.. Tarik napas" Titah Penghulu kepada Arka dan Nazar, yang masih menggenggam kedua tangan yang sedang berjabat itu. " Buang perlahan, Karena kalo gak di buang, pernikahannya bisa batal." Ujar penghulu yang membuat tawa kembali terdengar,
Setidaknya dengan candaan Pak penghulu bisa membuat suasana menjadi hangat, dan Membuat Calon pengantin pria tidak terlalu gugup..
" Bismilah, Bapak Siap?" tanya Penghulu kepada Ayah Nazar
" Insya Allah Siap"
" Ananda Siap?" Tanya Penghulu kepada Arka
" Insya Allah Siap"
" Baik lah"
Penghulu mulai mengisyaratkan kepada Ayah Nazar, saat penghulu melepaskan tanganya, Ayah Nazar Harus mulai mengucapkan kata penyerahan atau Ijab kepada Arka.
SAAAHH....
Ya harus SAH ya kan readers, kalo gak sah, ntar readers merajuk lagi sama author ..
Jangan Lupa Like , Vote , dan komentarnya ya readers sayang..
__ADS_1