KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 175 " Rujak sirsak"


__ADS_3

Kehamilan Kesya sudah memasuki bulan ke 9. Arka sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, untuk menemani sang istri. Arka siap menjadi suami siaga.


Seperti hari ini, Arka dan Kesya sedang berjalan-jalan pagi di taman yang berada di komplek perumahan Kesya dulu. Semakin mendekati HPL, Kesya sudah berniat untuk tinggal bersama Mami Shella hingga dirinya melahirkan nanti.


Sebenarnya Mami Laura keberatan, namun karena di lihat dari kesibukan Mami Laura yang juga terbilang padat, akhirnya Mami Laura pun mengalah.


" Mas, masih ingat gak pertama kali kita jogging?" Ujar Kesya yang merangkul lengan suaminya.


" Hmm, Mas nungguin kamu di rumah Mami, tapi kamu nya masih molor. Belum lagi pas kamu turun Mas liat pemandangan yang wow gitu"


" Huhu.. Kalo di ingat-ingat lucu juga ya Mas. Padahal aku tu benci banget loh Mas sama kamu."


" Oh ya? Tapi sekarang kamu cinta kan?"


" Banget... Banget.. Bangeet deh pokoknya."


" Sejak kapan?"


" Emm? Kapan ya? gak tau juga sih kapan perasaan aku mulai muncul, dan menerima kamu. Yang jelas sekarang hati aku tu udah penuh dengan kamu semua"


Arka mencium pucuk kepala Kesya. " Ih, malu Mas ah. Ntar kalo ada wartawan yang kayak waktu dulu gimana?"


Arka dan kesya saling pandang dan kemudian mereka tertawa bersama.


" Iyaa.. iyaa, gara-gara itu hubungan kita jadi terbongkar deh"


" Makasih ya Mas?"


Arka menghentikan langkahnya, Kesya pun juga ikut menghentikan langkahnya. Mereka saling berhadapan.


" Makasih untuk?"


" Makasih karena udah jatuh cinta sama aku. Makasih udah selalu melindungi aku. makasih udah jadikan aku istri kamu. Dan makasih juag, udah bersabar menunggu aku untuk jatuh cinta kepada kamu" Ujar Kesya dengan mata yang berkaca-kaca.


Arka memeluk sang istri dan menciumi pucuk kepalanya berkali-kali. " Sayang, kita pulang sekarang aja yuk. "


" Kok cepet banget? Kan kita baru aja jalan Mas"


" Ungkapan perasaan kamu itu buat Mas ingin ciumi kamu, dan meluk kamu terus. Kalo di sini kan gak mungkin"


" Iih , kamu ini Mas"


" Sekalian Mas jengukin twins, saran dokter kan harus sering jengukin mereka. Biar proses lahirannya cepat"


" Iih, itu sih mau kamu"


" Kita pulang yuukk.."


" Aku mau makan bubur dulu Mas"


" Ya udah, habis itu kita pulang ya.. Mas gak tahan"

__ADS_1


" Iyaa sayang kuuhh.. iyaa"


Kesya dan Arka pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh penjual bubur. Kesya sungguh menikmati makanannya, sedangkan Arka harus menahan hasratnya yang membuncah gara-gara mengingat ungkapan perasaan Kesya tadi.


Arka langsung mengajak Kesya pulang, dan langsung mengurung diri di dalam kamar. Untungnya Mami dan Daddy juga sedang berada di luar. Sedangkan Kiki sedang berlatih basket, Bara? ah, si pria berbadan besar itu masih menyibukkan dirinya dengan bisnis baru yang di rintisnya bersama Arka. Menyibukkan dirinya agar tidak mengingat mungilnya, namun sayang, apapun yang di lakukannya, suara dan bayangan mungilnya selalu hadir dan menyapa.


Arka dan Kesya sudah membersihkan diri. Kesya kembali merasa lapar setelah olah raga ranjangnya.


" Mas, aku tiba-tiba kepingin makan rujak sirsak buatan Sasa deh."


Arka membalikan tubuhnya yang sedang mencuci piring.


" Kamu yakin yank?"


" Hmm, Rujak sirsak buatan Sasa itu enak banget loh Mas. Tapi Sasa nya gak ada!!" Ujar Kesya sendu di akhir kalimatnya, dan tiba-tiba saja sudah menangis.


Arka dengan cepat membasuh tangannya dan mendekati sang istri. Di tenggelamkannya kepala sang istri di perut bidang nya.


" Nanti Mas coba cari buahnya, terus kita coba buat ya"


Kesya menganggukkan kepalanya yang bersandar di perut kotak-kotak sang suami. Setelah Kesya merasa tenang, Kesya mendongakkan kepalanya, dan menatap wajah sang suami.


" Semoga Sasa cepat di temukan ya Mas. Sayang banget liat Mas Bara kayak gini, Gak ada semangat hidup"


" Amiin.."


Arka memberikan pesan kepada Duda, untuk mencari buah sirsak. Jodi sudah mengulum bibirnya untuk menahan tawanya.


Jodi mengangkat Bahunya cuek. Tak berapa lama gadis kecil baru saja datang dengan berboncengan dengan seorang pria. Pria itu juga membantu Gadis kecil itu membuka helmnya. Jodi menatap keduanya dengan tatapan dingin.


" Wah, gebetan baru nih!!' Goda Duda saat gadis kecil itu mendekat kearah mereka.


Gadis kecil itu hanya tersenyum sangat manis. Saat ini dia malas untuk membantah, karena ada Jodi di dekat Duda. Biarlah mereka berfikir jika pria yang baru saja mengantar nya sebagai gebetan dirinya.


" Lo gak pergi?" Ujar Jodi yang melihat Ara dan Duda malah bercanda membahas pria yang mengantarnya barusan.


" Bang Duda mau kemana?"


" Oh, Big Bos nyuruh cari buah sirsak." Ujar Duda dengan wajah yang terlihat kesal.


" Terus, kenapa terlihat kesal gitu?"


" Menurut pengalaman, Abang pernah salah beli buah mangga, dan Abang salah beli buah mangga yang si Bos maksud. Abang di suruh habiskan semua mangga asam tersebut"


Tawa Ara pun seketika pecah. " Kasian banget sih. Ya udah, tunggu bentar ya. Ara simpan tas dulu. Ara temenin deh cari buah sirsak nya."


" Beneran? " Tanya Duda dengan mata berbinar.


" Iyaa, bentar ya"


Ara pun masuk kedalam rumah, dan melihat pemandangan yang mencubit perasaanya.

__ADS_1


"Waaah, romantis banget sih. Bikin ngiri aja"


Arka dan Kesya merelai pelukan mereka.


" Kalo masuk itu bilang salam Ara" Tegur Arka.


" Kak Arka dan Mbak Kesya aja yang gak denger. Keasikan berpelukan, udah kayak Teletubbies aja"


Arka dan Kesya hanya terkekeh mendengar gerutuan Ara. Ara masuk kedalam kamar yang dulu pernah di tempati oleh Ayah Nazar, kemudian dia keluar dengan menggunakan tas yang berbeda.


" Mau ke mana lagi?" Tanya Kesya yang melihat Ara memegang tas kecilnya.


" Temenin Bang Duda cari buah Sirsak. Katanya ada yang ngidam" Ujar Ara samb terkekeh.


" Iya, Mbak kpingin rujah Sirsak buatan Sasa"


" Oh, ya udah kalo gitu. Jadi Ara tau sirsak yang bagaimana harus di beli. Ara pergi dulu ya, Assalamualaikum" Ara mencium punggung tangan Kesya dan Arka.


" Walaikumsalam" Ujar Arka dan Kesya berbarengan.


" Yuk bang,"


Duda langsung berdiri saat Ara mengajaknya.


" Naik motor aja, biar cepat" Ujar Ara dan memberikan kunci motor milik Kesya dulu.


Duda menerimnya, kemudian dia melirik kearah Jodi dan menyeringai licik. Jodi mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Duda. Duda semakin menyeringai licik. Ara naik keatas motor dan menyuruh Duda menjalankan motornya.


" Kayaknya ada yang cemburub nih"


Jodi terjengkat kaget saat mendengar suara Arka sudah berada di dekatnya.


" Bos"


" Hmm, " Arka dan Kesya melewati Jodi yang masih berwajah merah karena ketahuan oleh Arka menatap kepergian Ara dan Duda.


" Suka tapi jual mahal. Begitu pergi, nyesal deh" Tambah Kesya.


Jodi sudah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Suami istri itu sangat kompak kalo sudah meledeknya.


Arka dan Kesya melangkahkan kakinya menuju rumah Mega. Mereka ingin bermain bersama Baby Zein dan Anggelina.


..** Hai readers...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


__ADS_2