
Drrtt...drrrtt...
Kesya melihat ke arah ponselnya, tertera nama 'Gilang ' di sana.
" Assalamualaikum "
".........."
"Besok? Jam brapa?"
"........."
" Sip lah kalo gitu. Ntar gue share loc aja ya"
" ........"
" Walaikumsalam"
Kesya pun mengakhiri panggilannya dan meletakkan kembali ponsel tersebut di atas meja.
" Siapa?" Tanya Arka Penasaran.
" Gilang, temen Key" Jawab Kesya jujur.
Arka menaikkan alisnya sebelah. " Gilang? Kok Mas gak pernah dengar ya teman kamu namanya Gilang?"
Kesya menghela napasnya pelan.
" Teman sewaktu kuliah dulu. Jadi udah setahun ini dia ke Korea, Jadi Oppa Oppa." Jawab Kesya sekenanya saja.
" Kamu kok gak cerita?"
" Penting?" Tanya Kesya menaikkan alisnya sebelah.
" Ya dong. Mas harus tau siapa saja teman kamu. Dan selama ini yang mas tau sahabat dekat kamu itu Puput, kalo di radio Beti. Trus Gilang? Mas gak dapat tu informasi tentang dia." Ujar Arka panjang lebar.
" Om cari tau tentang Key sampe segitunya? " Tanya Kesya terkejut.
" Mas Kesya Mas. Coba deh kamu pelan-pelan panggil saya dengan sebutan 'Mas' jangan 'Om' terus-terusan. " Ucap Arka sedikit kesal.
" Iya maaf. Ya udah, Nanti Key kenalin ya ke Gilang." Ucap Kesya.
" Kapan?" Tanya Arka penasaran.
" Nanti, kalo waktunya pas" Jawab Kesya.
" Kami tadi janjian sama dia kan? Kapan?" Tanya Arka lagi
" Besok "
" Di mana? Mau ngapain? kenapa gak sekalian kenalin sama Mas?" Tanya Arka yang entah kenapa merasa gerah dengan yang namanya Gilang.
Kesya menghembuskan napasnya pelan.
" Besok itu Kesya mau bahas masalah cafe yang mau Key buka. Jadi kami ketemuannya ya di Toko yang di belikan sama Ayah" Jawab Kesya jujur.
" Kenapa bahas masalah cafe yang kamu buka sama dia? Kenapa gak sama Mas aja?. Gini-gini kan Mas juga ahli dalam urusan cafe." Jawab Arka yang seperti kebakaran jenggot.
" Gilang itu arsitek, jadi Kesya minta tolong ke dia buat renovasi toko sesuai dengan keinginan Key. Jadi ceritanya besok itu dia mau ninjau lokasinya. Sekalian gambar ulang sketsa yang udah Key kasih" Jawab kesyabpanjang lebar dengan sabarnya. Karena Kesya sudah mencium bau-bau asap di diri Arka.
" Mas ikut besok. Jam brapa? Biar Mas jemput kamu."
" Bukannya besok OmmmMas ada meeting ya?" Tanya Kesya yang langsung meralat panggilannya saat melihat Arka menatapnya tajam.
" Saya Bos nya, jadi saya bisa atur semuanya." Jawab Arka.
" Sombong" lirih Kesya sambil memalingkan wajahnya.
Apapun alasannya, tetap aja Kesya selalu kalah jika berdebat dengan Arka. Sungguh malang nasib Kesya, harus selalu mengalah jika bersama Arka.
Saat ini Kesya baru sampai di rumahnya. Kesya merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Di mana Terdapat Mami Shella dan Daddy yang sedang bermesraan. Sebenarnya bukan bermesraan gimana, hanya menonton Tv, dengan posisi Daddy tidur dengan berbantalkan paha Mami. Yang duduk lantai beralaskan karpet tebal.
" Ayah Mana Mi?" Tanya Kesya.
" Merajuk" Jawab Daddy Roy.
" Kenapa?" Tanya Kesya penasaran. Sambil memilin rambut Mami Shella.
Belum lagi Daddy menjawab, Ayah Nazar sudah keluar dari kamarnya dengan wajah masam.
" Siapa yang merajuk?" Tanya Ayah Nazar.
" Tu kan Key, Masam Kan?" Ujar Daddy Roy.
Ayah nazar duduk di samping putrinya, dan dengan sengaja menginjak paha Daddy Roy. Hingga membuat Daddy merintih kesakitan.
" Aauuuwww, gajah sakit tau?" Maki Daddy Roy.
Badan Ayah Nazar memang lebih besar dari badan Daddy Roy. Tapi tubuh Kesya mengikuti Ibu nya. Kecil dan ramping. Tapi tidak pendek dan tidak juga tinggi. Sedang-sedang lah.
" Ayah apaan sih, kan sayang Daddy." Bela Kesya.
" Nyebelin" Ucap Ayah Nazar. " Woy bangun, gak malu apa di liatin sama anak gue" Ucap Ayah Nazar sambil melemparkan bantal sofa ke wajah Daddy Roy.
Mami Shella hanya tertawa dan geleng-geleng kepala. Pasalnya dari tadi Daddy Roy sengaja membuat Ayah Nazar panas. Agar mau menerima Rosa, tetangga mereka yang masih gadis tapi sudah berumur 35 tahun. Alasan kenapa Rosa belum menikah, yaitu Rosa sempat trauma akan pernikahannya yang batal saat di hari H nya. Maka dari itu Rosa tidak percaya lagi kepada laki-laki yang ingin melamarnya.
__ADS_1
Pernah satu pagi, Motor yang di kendarai Rosa mogok, dan Ayah Nazar yang baru pulang dari jalan pagi, membantu Kesya mendorong motornya hingga ke rumah. Saat itu lah Daddy gencar ingin menjodohkan Nazar dengan Rosa. Bahkan pernah sekali Ayah Nazar kepergok makan siang di rumah Rosa. Dengan beralasan, jika tadi dirinya membantu Rosa membetulkan westafel yang tersumbat.
" Makanya, nikah Zar NIKAH" Ucap Daddy Roy sambil bangkit dari tidurnya.
Hanya Nazar hanya mencibirkan bibirnya.
" Ayah udah punya calon?" Tanya Kesya hati-hati.
Ayah Nazar hanya berdecak kesal dengan pertanyaan putrinya.
" Key, menurut kamu Tante Rosa gimana?" Tanya Mami Shella.
Belum Kesya menjawab, Ayah Nazar sudah bersuara.
" Mulai deh Mulai." Kesal Ayah Nazar.
" Ayah suka sama Tante Rosa?" Tanya Kesya dengan semangat.
" Aduuh, ni lagi anak. Pergi tidur sana. udah malam." Titah Ayah Nazar.
Kesya pun berdiri dan berjalan kearah tangga, sebelum dirinya sampai ke tangga, Kesya berbalik dan berkata. " Ayah, Tante Rosa cantik loh. Key mau kok kalo Tante jadi ibu sambung Kesya" Ujar Kesya yang langsung dapat lemparan bantal dari Ayah Nazar, untungnya Kesya langsung cepat berlari menaiki tangga, hingga tidak terkena lemparan bantal.
" Ni anak, Lo kasih makan apa sih Roy, bisa sedengnya kayak Lo" Ujar Ayah Nazar.
" Gue kasih makan beling" Ucap Daddy Roy sambil tertawa.
Pagi ini entah kenapa Kesya sangat penasaran dengan Tante Rosa yang rumahnya memang bersebelahan dengan rumahnya. Kesya melihat Rosa sedang menyapu halaman rumahnya.
" Pagi Tante!" Sapa Kesya ramah.
" Pagi Key" Jawab Tante Rosa.
" Tante, Mami lagi masak Nasi goreng sambal cumi, sarapan di rumah yuk!" Ajak Kesya.
" Tumben kamu ngajakin Tante sarapan? Biasanya juga di anterin!" ucap Rosa sambil tertawa pelan.
" Dari pada Tante sarapan sendiri, lagian kan Kiki belum pulang."
Kiki adalah anak angkat Rosa, yang mana masih memiliki hubungan darah dengan dirinya. Yang saat ini sedang study tour di Negara yang ada Singanya.
" Hayuukk atuh Tante" Bujuk Kesya.
Rosa pun merasa tidak enak karena sudah di paksa. Akhirnya Rosa menyetujui permintaan Kesya.
Ayah Nazar baru pulang dari jalan paginya. Saat Ayah nazar memasuki dapur untuk mengambil air minum. Ayah Nazar kikuk karena melihat Rosa yang sedang membantu Shella di dapur.
" Dek Rosa" Sapa Ayah Nazar.
Rosa pun tersenyum sangat manis kepada Ayah Nazar.
" Mas mau minum?" Tanya nya. Dan mengambil segelas air hangat untuk Ayah Nazar " Nih" Rosa pun memberikan segelas air untuk Nazar.
" Ros, kamu gak pingin cari pasangan hidup gitu?' Tanya Mami Shella yang mana membuat Ayah Nazar tersedak.
Kesya memberikan segelas air putih kepada Ayahnya.
" Belum kepikiran ke sana Mbak" Jawab Rosa. Yang mana Kesya, Daddy, dan Mami melihat ekspresi wajah Ayah Nazar yang tiba-tiba mendung.
" Kalo ada yang naksir kamu gimana?" Tanya Mami Shella lagi.
" Aduh Mbak, gak tau deh, liat nanti aja. Soalnya saya belum ada kepikiran kesana, dan belum juga nemu yang cocok." Ucap Rosa.
" Yakin belum Nemu yang cocok?" Tanya Mami Shella.
" Emm, itu.. " jawab Rosa gugup sambil mencuri lirikan ke arah Ayah Nazar.
" Yah, tadinya sih Mbak rencana mau coba jodohi kamu dengan Nazar, tapi karena kamu belum kepikiran ya udah dech. Gak jadi" Ucap Mami Shella yang mana membuat Ayah Nazar dan Rosa tersedak dan terbatuk-batuk.
Mami Shella menyodirkan segelas air kepada Rosa sambil tersenyum jahil melirik ke arah Ayah Nazar. Jangan di tanya lagi wajah mereka berdua, sudah merah padam.
Jam sudah menunjukan pukul 10 WIB, Kesya sudah bersiap dan rapi.
" Mau kemana Key?" Tanya Mami Shella saat melihat Kesya yang duduk di sebelahnya.
" Mau ketemu Gilang Mi." ucap Kesya.
" Gilang? Dia sudah pulang ke sini? " Tanya Mami Shella.
" Iya Mi "
" Aduuh, setahun gak lihat dia, gimana ya wajahnya, apa sudah oplas dia nya ya di sana?" Tanya Mami Shella yang di sambung tawa oleh Kesya. " Trus, kamu pergi sama siapa?"
" Sama Om Arka Mi."
" Sering banget ketemu dia. tapi nanti setelah seminggu lagi mau nikah, jangan ketemuan lagi ya sama dia. Kamu harus di pungut" Ucap Mami Shella.
" Kok di pungut sih Mi?"
" Di pingit maksdunya" Ucap Mami Shella. "Emm, Mami boleh nanya sesuatu yang pribadi gak sama kamu?" Tanya Mami Shella.
" Mau tanya apa Mi? mau tanya Key setuju atau gak kalo Ayah nikah lagi gitu? Yaa Kesya setuju loh Mi. Lagian Tante Rosa orangnya baik kok" Jawab Kesya.
" Bukan itu sih sebenarnya yang Mami mau tanya. Tapi karena kamu udah setuju, berarti Mami bakal semakin gencar buat jodohinya. he..he..he.."
" Trus, Mami mau nanya apa?"
__ADS_1
" Emm, itu.. Kamu udah mulai cinta gak sama Arka?" Tanya Mami Shella hati-hati.
" Emm, kalo itu Mi, Key juga belum yakin sih Mi. Mudah-mudahan aja Key bisa cinta dengan Om Arka." Ucap Kesya dengan sendu, lalu dia kembali tersenyum melihat wajah Maminya.
" Mami yakin, sebenarnya sudah ada benih cinta di hati kamu untuk dia, cuma kamunya aja yang masih gengsi, atau bisa jadi kamu merasa seakan semua perasaan kamu hanya untuk sekedar terima kasih." jeda Mami Shella melihat wajah putrinya itu. " Jika kamu sudah memilih dia, karena bayangan wajahnya yang muncul saat kamu memejamkan mata, maka di hati kecil kamu itu sudah ada tempat untuknya. Tinggal kamunya aja yang gimana membuat rasa itu semakin besar." Jelas Mami Shella.
" gak tau Mi, jika Kesya dekat dengan Om Arka, Kesya merasa biasa aja gitu. Gak ada debaran-debaran yang gimana- gimana"
" Kamu yakin?" Tanya Mami Shella.
Kesya pun menganggukkan kepalanya. Tak berapa lama terdengar suara derum mobil yang berhenti di depan rumahnya.
" Sepertinya Arka sudah sampai" ucap Mami Shella.
Kesya dan Mami Shella pun keluar melihat siapa yang datang. Dan benar saja, Arka muncul sambil membuka pintu pagar.
" Assalamualaikum Mi, Key" Sapa Arka.
" Walaikumsalam" Jawab Kesya dan Mami Shella berbarengan.
" Kita berangkat terus ya Mi" Pamit Kesya, dan mencium punggung tangan Mami Shella. Begitupun juga dengan Arka.
" Nyuri mobil siapa Om?" Tanya Kesya saat melihat mobil yang di kendarai oleh Arka adalah laborgini berwarna merah.
" Enak aja nyuri, mobil MAS ini ya" Ucap Arka sambil menekan kata di bagian Mas.
Arka pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju toko milik Kesya.
Kesya membuka pintu toko, dan membersihkan sedikit debu yang terletak pada kursi dan meja bartender yang memang dari awal saat Ayah Nazar beli sudah ada.
Kesya menyuruh Arka duduk, beserta dirinya yang ikut juga duduk. Kesya mengambil ponselnya dan membuat panggilan kepada Gilang.
Terdengar suara nada sambung, dan tak berapa lama kemudian di angkat oleh si empunya.
" Bentar lagi nyampe, sabar Napa" Ucap Gilang langsung sebelum Kesya membuka suaranya dan memutuskan panggilan secara sepihak.
Kesya menatap ponselnya yang sudah berlayar hitam.
" Dasar manusia gak ada akhlak" kesal Kesya.
Arka saat ini sedang sibuk dengan I-Pad nya, yang mana sedang meninjau pekerjaannya.
" Hmm, kalo sibuk mending balik ke kantor aja lagi Om" Ujar kesya yang mendapat lirikan tajam dari Arka. " Mas" ralat Kesya cepat.
Arka mematikan I-Pad nya dan kemudian berdiri menghadap Kesya, serta tangan Arka sudah bertumpu di atas meja yang mana membuat Kesya terkurung oleh tubuhnya.
" Kalo kamu manggil saya Om, saya akan memberi kamu hukuman" bisik Arka tepat di wajah Kesya
" Hu-hukuman?" Tanya Kesya gugup.
Arka mendekatkan wajahnya, membuat Kesya semakin gugup dan panik.
" Waah, kalo mesum jangan di sini dong. Bikin mata suci gue ternoda aja" Ucap Gilang yang baru masuk dan melihat Arka yang sedang mengurung Kesya.
Arka langsung menjauhkan tubuhnya, beserta dengan Kesya yang mendorong tubuhnya.
" Sii-siapa yang mesum" Ucap Kesya gugup yang sudah merah wajahnya.
Gilang hanya mengendikkan bahu dan langsung memposisikan dirinya duduk di samping Kesya.
Arka menatap Gilang, dan begitu juga dengan Gilang. Entah apa yang merasuki Gilang hingga dirinya memiliki ide gila.
" Aku sangat rindu dengan kamu sayang" ucap Gilang sambil membelai rambut Keysa.
Arka langsung menarik kerah baju Gilang, dan ingin melayangkan tinjunya.
Kesya dengan sigap menahan tangan Arka.
Gilang langsung terbahak-bahak melihat keposesifan Arka terhadap Kesya. Ternyata info yang di dapatnya benar, jika Arka sangat posesif terhadap Kesya. Entah kenapa Gilang merasa lega, bahwa sahabat imut nan menyebabkannya ini sudah mendapatkan orang yang tepat.
Arka menaikkan alisnya sebelah melihat Gilang tertawa terbahak-bahak.
" Sorry, gue cuma bercanda. Sekalian ngetes seposesif apa Lo dengan Kesya" Ujar Gilang. "kenalin, gue Gilang." Ucap Gilang sambil mengulurkan tangannya.
Arka menyambut tangan Gilang " Arka".
" But the way, Kesya ini cinta pertama gue" Ucap Gilang, yang mana langsung mendapat remasan tangan dari Arka. Hingga Gilang pun berteriak kesakitan.
" Aww .. aww.. Awww... aww..lepasin sakit kingkong tangan gue " Pekik Gilang sambil berusaha melepaskan tangannya.
Kesya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Gilang dan Arka.
.
.
.
.
.
Hai readers.. selamat tahun baru semuanya. semoga di tahun ini kita diberikan kesehatan dan di jauhkan dari penyakit yang berbahaya. Dan semoga tahun ini kita semua bisa sukses mencapai segala keinginan kita. Amiin... ini aku kasih 2021 kata ya.. dalam rangka tahun baru.
Di Bab ini sengaja aku gabung tentang ayah nazar dan Kesya. Biar cerita tentang Kesya dan arka gak putus.
__ADS_1
Untuk itu jangan lupa yaa dukungannya.
LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA