KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 57 'Fitting baju'


__ADS_3

Kesya menatap beberapa gaun yang berada di hadapannya dengan mulut yang sedikit terbuka. Pasalnya gaun-gaun tersebut sangat indah, terlalu sangat indah malahan, sehingga Kesya gemetaran saat mengambil gaun tersebut dan mencobanya di ruang ganti. Bukan hanya indahnya saja, karena harganya harus membuat Kesya ekstra hati-hati memakainya.


" Cantik banget sih menantu Mami" Puji Mami Laura.


Kesya hanya tersenyum kikuk mendengarnya, Kesya berjalan hati-hati agar tidak terjatuh dan merobek gaun yang sedang di kenakannya. Mami Laura pun membuka tirai penutup.


Sreeeekkk..


Arka yang tadinya sedang memainkan ponselnya, saat mendengar tirai di buka langsung menolehkan wajahnya melihat tirai yang di buka, dan muncullah Kesya dengan gaun yang sedang digunakannya.


Arka terperangah dan menbuka mulutnya. Melihat Kesya menggunakan Gaun ala Princess, dengan bagian leher yang terbuka, dan mengekspos bahu Kesya yang mulus. Yang mana hampir memperlihatkan bentuk belahan dada Kesya. Hampir yaa hampir, belum terlihat.


" Awas lalat masuk" Tegur Mami Laura kepada Arka.


Arka pun dengan cepat menutup mulutnya, berusaha menelan salivanya dan tersenyum melihat Kesya.


" Gimana? Cantik gak? " Tanya Mami Laura.


" Cantik, tapi terlalu terbuka bagian bahunya, Ganti" Titah Arka yang tidak iklas jika tubuh bagian atas pujaan hatinya di lihat oleh orang lain.


Mami Laura menghela napasnya, dan mengambil Gaun ke dua.


Sreeeett...


Arka kembali menoleh, dan melihat Kesya. Senyumnya langsung terbit, saat melihat gaun yang dikenakan Kesya. Berlengan panjang, tidak mengekspos bahunya, hanya tulang selangka saja yang terlihat. Itu pun sudah sangat seksi bagi Arka.


" Gimana?" Tanya Mami Laura.


" Cantik" Jawab Arka.


" Okey, kita ambil yang ini ya.. Nanti tinggal di tambahin aja lagi pretelan-pretelan mentelnya" Ucap Mami Shella kepada Dewi, sang pemilik butik dan sekaligus teman Mami Laura.


Kesya membalikkan tubuhnya, dan saat itu Arka berteriak.


" GANTI"


Membuat semua orang terkejut dan menatap Arka penuh tanya. Kesya pun hampir terjatuh karena terkejut mendengar teriakan Arka yang tiba-tiba.


" Kenapa sayang?" Tanya Mami Laura.


" Bisa masuk angin ntar kalo Kesya pakai baju kurang bahan di bagian belakang gitu" Ucap Arka santai.


Baju yang Kesya pakai ini memang tertutup bagian depan, cuma mengekspos keseluruhan bagian punggung Kesya. Sebenarnya Kesya risih dengan Gaun tersebut, Kesya mencobanya karena melihat kebahagiaan di mata Mami Laura, dan tidak ingin membuat Mami Laura kecewa.


Sudah gaun ke 7 yang Kesya kenakan. Tapi tidak ada yang cocok di mata Arka. Begitupun dengan Kesya. Sebenarnya Kesya bersyukur karena setiap baju yang dikenakannya yang mana membuat dirinya tidak nyaman, dan ternyata Arka juga tidak merasa cocok dengan gaun yang di pakai Kesya.


Mami Laura dan Dewi menyerah, pasalnya Gaun yang di rekom tadi adalah gaun yang paling terbaik dan model terbaru di Butik tersebut.

__ADS_1


" Aduh Arka.. sekarang gini aja dech, coba kamu pilih yang mana? dan Kesya, kamu juga pilih yang mana kamu suka ya" Ujar Mami Laura.


Kesya dan Arka pun berkeliling melihat gaun-gaun yang terpajang di manekin. Dewi mendekati mereka berdua, dan menanyakan seperti apa gaun yang diinginkan oleh keduanya.


" Yang simpel, tidak terlalu berlebihan, dan jangan terlalu terbuka." Ujar Arka yang di setujui oleh Kesya.


" Waah, seleranya aja udah kompak begini, pastinya mereka saling mencintai ya. Kalo jodoh emang gak ke mana." Ujar Dewi sambil tersenyum dan mencari gaun yang berada di dalam lemari gantung.


" Amiin " Ucao Arka dan Mami Laura kompak.


" Nah, gimana dengan gaun-gaun ini?" Tanya Dewi menunjukkan 4 gaun sederhana dan tidak terlalu terbuka.


Kesya dan Arka melihat keempat gaun itu, dan dengan serentak mereka memilih gaun yang sama.


" Yang ini" Ucap Kesya sambil memegang gaunnya.


" Yang itu " Ucap Arka sambil menunjuk kearah gaun yang ternyata dipilih oleh Kesya.


Lagi-lagi Mami Laura dan Dewi tersenyum Bahkan karyawan butik yang membantu Dewi pun juga dibuat baper. Karena tidak hanya serasi dan cocok, tapi pilihan mereka juga ternyata sama.


" Oke, kita coba dulu ya" Ujar Dewi.


Kesya mencoba gaun tersebut, dan hasilnya sungguh luar biasa. Sederhana memang, bahkan jauh terlihat dari kesan mewah. Tapi saat Kesya Yang memakainya, gaun tersebut menjadi sangat elegan dan terkesan mewah. walaupun tidak ada pernak pernik di bagian gaunnya.


Sreeeettt...


Arka kembali melihat kearah tirai yang terbuka. Senyum takjub langsung terbit, membuat lesung pipi Arka terlihat, menjadikan karyawan butik Dewi ingin pingsan di buatnya.


" Okey, ini tinggal di tambahi bling-bilng aja dikit. Biar terkesan glamor tapi tetap sederhana. Gak pa-pa kan kalo Tante tambahin sedikit embel-embel, boleh ya.. " Ujar Dewi.


" Jangan terlalu rame Tante, entar di kira Demon lagi, trus takutnya ditangkap polisi" Canda Kesya yang membuat seluruh orang yang berada di situ tertawa.


" Haadeww, ya ampun Laura, menantu mu ini lucu banget" Ujar Dewi sambil menyeka air matanya yang keluar dari sudut matanya.


" Hanya bagian bawah ini aja, dan bagian lengannya aja Tante kasih sedikit bling-bling" Ujar Dewi dan menoleh kearah Laura.


" Batu berlian cocok kayaknya yaa" Ujar Laura.


" Iya, kamu benar" Jawab Dewi.


" Jangan terlalu dekat ya Tante, harus jaga jarak Biar gak Corona berliannya" Ujar Kesya yang kembali mengundang tawa semuanya.


"Btw, itu berlian sungguhan apa kawe-kawe yaa Tante?" Tanya Kesya polos yang kembali membuat Dewi tertawa hingga memegang perutnya.


" Ha.. ha.. ha.. Kesya, Kesya. Ya berlian asli lah. Masa Kawe-kawe sih" Ujar Dewi dengan sisa tawanya yang membuat Kesya membelalakan matanya.


" Kalo ada yang tiba-tiba datang dan robek-robek baju Kesya demi ngutipin berlian yang dibaju Kesya gimana? Kan bisa jadi gembel Kesya di pelaminan. Aduuh, jangan berlian asli deh Tante. Takut Kesya, bayanginnya aja udah ngeri" Ujar Kesya yang kembali mengundang tawa semua orang.

__ADS_1


" Yaa ampun Kesya, kamu ini lucu banget ya," Ujar Dewi sambil mencubit hidung Kesya.


Kesya menatap Mami Laura, seolah mengatakan jangan berlian asli. Tapi Mami Laura hanya mengisyaratkan dengan tangannya untuk Kesya santai dan tenang aja, jangan panik. Kesya mendekati Arka, dan berbisik kepadanya.


" Om, rayu Mami, jangan tarok berlian beneran. Kesya ngeri bayangin kalo harus pake baju compang camping gara-gara berliannya pada di curi. Atau om mau Kesya di culik d saat hari resepsi kita? Gara-gara berlian di gaun Kesya?" Bisik Kesya.


" Ga ada yang berani nyulik kamu, yang ada saya yang nyulik kamu dan mengurung kamu di kamar" Bisik Arka kembali yang membuat Kesya bergidik ngeri dan menelan salivanya.


Bayangan Kesya mengenakan gaun yang penuh berlian, terbayang-bayang di ingatannya. Kilauan berlian yang bersinar, membuat orang-orang yang tidak ingin berbuat jahat, namun karena ada kesempatan terjadilah kejahatan. Bayangan Kesya yang diserbu oleh para tamu undangan, Membuat Kesya di sepanjang jalan pulang bergidik ngeri, Bahkan bayangan dirinya di culik pun sudah terngiang di benaknya. Kesya menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusir bayangan yang berputar- putar di kepalanya. Semua itu tak luput dari pandangan Arka. Arka tersenyum melihat wajah dan tingkah Kesya yang sangat lucu.


Saat ini Arka dan Kesya sudah berada di jalan pulang. Karena urusan baju sudah kelar, dan tinggal tanggung jawab Dewi.


Tak berapa lama Mobil yang di kendarai oleh Duda pun berhenti di sebuah resto.


" Kita makan dulu ya." Ajak Arka yang di angguki oleh Kesya. Memang sudah waktunya jam makan malam. Saat mereka selesai fitting baju.


Mami Laura tidak ikut dengan Arka dan Kesya, karena masih ada lagi yang harus di selesaikan dengan Dewi.


Kesya memesan beberapa menu, yang mana membuat Arka terheran-heran.


" Kamu yakin mau makan semua ini?" Tanya Arka saat semua menu pesanan sudah di catat oleh pelayan.


" Iya Om, Laper bingit. Om kira enak apa Gonta ganti baju dari tadi. Pegel tau perut Kesya."


" Bukannya kaki ya yang seharusnya pegel?


" He..He..He.. itu maksud Kesya Om. Canda biar jangan suram hidupnya" Ujar Kesya.


Yang mana sifat kesya yang terlihat mulai nyaman jika berada di dekatnya, dan sifatnya yang humoris membuat Arka lebih mengenal Kesya lebih dalam. Membuat hati Arka semakin menghangat di dinginnya ruangan berAC.


Kesya memakan makanannya dengan lahap. Tidak ada kalem-kalemnya. Padahal yang berada didepannya adalah pria tampan nan rupawan yang sebentar lagi akan bergelar menjadi suaminya.


Pelayan pun terheran dengan sikap Kesya yang terlihat terlalu santai. Membuat mereka memuji sekaligus mengatainya. Ha... ha. ha.. terserahlah, yang penting kenyang.


.


.


.


.


.


Yukk dukung terus ya..


LIKE +VOTE +RATE + KOMENTARNYA.

__ADS_1


Biar author ya semakin semangat melihat rating nya naik, apa lagi penggemar Kesya dan Arka yang semakin bertambah..


Sayang kalian semua..💗💗


__ADS_2