KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 26


__ADS_3

" Hikkss..." Nafi menangis tersedu. Dia mencuci tangannya untuk menghilangkan rasa bulu yang masih terasa menempel di tangannya.


" Naf.."


Nafi tidak menggubris panggilan Veer. Nafi masih menyabuni tangannya. Setelah selesai, Nafi langsung keluar tanpa memperdulikan Veer yang berada di belakangnya.


" Naf, aku minta maaf.."


Nafi menghempas tangan Veer, walaupun tangannya merasa sakit, tapi Nafi tidak peduli. Nafi berjalan kearah tempat tidur, naik keatasnya, dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


" Hiikkss.."


Nafi masih saja sesenggukan..


" Naf.."


Tidak ada sahutan dari Nafi. Veer merasa frustasi dan semakin di runding rasa bersalah. Veer naik keatas tempat tidur menyikap selimut yang digunakan Nafi.


" Veer, apa mau mu hikkss." bentak Nafi yang langsung terduduk saat Veer menyikap selimutnya.


" Aku minta maaf.. aku gak bermaksud.."


" Sudahlah, lagi pula kamu tidak pernah menghargai diri ku. Mau itu sebagai teman, atau pun istri.. hikss.. kamu gak pernah ngerti perasaan aku Veer, kamu gak ngerti.. kamu gak kenal aku, dan kamu benci sama aku, maka dari itu kamu gak pernah hargai aku kan.." Kesal Nafi..


" Pergilah, aku mau tidur.. hikkss.."


Veer menarik tubuh Nafi kedalam pelukannya. Veer merasa sakit hatinya saat melihat air mata Nafi keluar karena dirinya, Veer benar-benar merasa bersalah.


" Lepaaass...." Nafi memberontak dalam pelukan Veer.


" Gak, aku gak akan lepasin kamu.."


" Lepaas... Veer.. lepaaass..."


" Gak Nafi, kamu harus tenang.."


" Apa mau mu Veer .. hikss."


" Maafin aku.. Maaf.. "


" hikks..."


" Maafin aku Nafi.."


Tangis Nafi pun semakin pecah dalam pelukan Veer. Nafi memukul punggung Veer sekuat tenaganya, tapi bagi Veer, itu seperti pijatan lembut yang menenangkan.


" Aku benci kamu Veer, aku benci kamu... hikkss..." Nafi terus memukul Veer dan mengatakan jika dirinya sangat membenci Veer. Hingga akhirnya Nafi lelah, dan membiarkan Veer memeluknya. Memeluknya dengan hangat sambil menggumamkan kata maaf..


.


.


" Hai Berbi ku sayang.." Quin mengunjungi Berbi. si hewan lentur miliknya.


" Sepertinya Berbi terlihat berisi yaa Dok."


Abi terus memperhatikan Quin, entah apa yang difikiran Abi. Yang jelas, ada 3 pria berbeda yang sepertinya memiliki hubungan khusus dengan Quin. 2 dari keluarga Moza, dan 1 lagi, Abi tidak mengenalnya.


" Maaf dok, ada yang mencari anda.." Ujar karyawan klinik.


Abi pun permisi kepada Quin untuk menemui tamunya.


Abi memutar bola matanya malas. Wanita yang di hadapannya ini adalah salah satu kandidat yang di jodohkan oleh Aunty nya.


" Aku ingin mengajak kamu makan siang. Ayook.."


" Maaf, aku masih kenyang.'


" Ayoo laah.. atau aku harus menghubungi aunty mu?"


" Aku benci perempuan pengadu.."


Wanita itu tersenyum, namun saat mata Abi menangkap sosok Quin yang baru saja melewati ruangannya, Abi pun memiliki ide gila.


" Qilaa.."

__ADS_1


Quin yang merasa namanya di panggil pun berhenti, dan menunggu dokter Abi keluar dari ruangannya.


" Dokter panggil saya?" Tanya Quin saat Abi sudah mendekat kearahnya.


" Aku butuh bantuan mu?"


" Hah? bantuan, bantuan ap_Dokter. " Quin tersentak saat Abi menarik pinggangnya, dan menempelkan tubuh Quin merapat ke tubuhnya.


" Dokter.." geram Quin dan mendorong kuat tubuh Abi, namun tenaga Abi lebih besar dari tenaga Quin.


" Siapa dia Abi?"


Mata Quin melotot saat melihat wanita Yang ada di hadapannya.


" Ohh, ternyata kamu.. "


" Kalian saling kenal?" tanya Abi menatap Quin dan wanita itu bergantian.


Amarah Quin memuncak, dan dia melupakan tangan Abi yang masih merangkul pinggangnya.


" Tentu, dia si wanita penggoda. Seluruh pria tampan di keluarga Moza di goda olehnya. Kamu tau Veer kan? gadis ini simpanannya."


Quin mengepalkan tangannya erat " Jaga omongan mu, Kinan."


" Kenapa? kau malu mengatakannya? tunggu, apa kalian memilki hubungan?" Wanita bernama Kinan itu melirik kearah tangan Abi yang merangkul pinggang Quin.


Quin baru menyadari jika tangan Abi masih merangkul pinggangnya. Quin ingin melepaskan tangan Abi, tapi Abi malah memperkuat rangkulannya.


" Dia kekasih ku. calon istri ku."


Quin melototkan matanya, jangan di tanya lagi mulut Quin, sudah pasti terbuka. Quin sangat terkejut dengan apa yang Abi katakan.


" Gak.. kamu pasti bercanda.."


" Apa kau mau bukti?" Abi mendekatkan wajahnya ke wajah Quin. Tangan Abi sudah menahan tengkuk Quin, dan tanpa Kinan sadari, jempol Abi berada di atas bibir Quin.


" Hentikaaan..." Teriak Kinan.


Abi pun menghentikan pergerakannya. Abi menatap mata Quin yang sudah penuh emosi dan amarah.


" cukupp.." Teriak Abi, sebelum Kinan menyelesaikan ucapannya.


" Aku peringatkan kau, jika berani menjelek-jelekkan Qila, maka kau akan menanggung akibatnya." Ancam Abi dengan sorot matanya yang tajam.


Kinan kesal, dia menghentakkan kakinya dan keluar dari klinik Abi.


Quin terus berusaha mendorong tubuh Abi, hingga terlihat mobil Kinan menjauh, barulah Abi melepaskan Quin..


Plaaak...


Satu tamparan mendarat di pipi putih Abi.


" Anda kira anda siapa? Berani sekali menyentuhku. Aku peringatkan, aku bukan gadis biasa seperti yang anda fikirkan. Buang jauh-jauh fikiran kotor anda itu. Dan jangan pernah berani menyentuh ku lagi." Ujar Quin dengan penuh amarah.


Abi sampai terkejut melihat sorot mata Quin yang bagaikan berapi-api, tapi terlihat sangat anggun dan berkelas.


Abi menatap jempolnya yang sempat menyentuh bibir Quin. Abi tersenyum miring saat menatap jempolnya itu.


.


.


" Kenapa Quin?" tanya Kayla.


Saat ini Kayla berada di toko kue. karena mulai tiga hari yang lalu, Kayla mulai menjadi dosen di kampus yang sama dengan Anggel.


" Kesal gue, dokter sialan."


" Siapa?"


" Aakh... udah ah, malas bahasnya. " Quin pun meraih tasnya.


" Mau ke mana?" Tanya Kayla.


" Memanah, ikut?"

__ADS_1


" Ogah.."


Quin pun melenggang keluar dari toko. Quin mengendarai motor butut milik sang Mama. Tujuan Quin cuma satu, arena memanah.



" Dasar Abi sialan. Dokter hewan sialan.. " Quin pun mengarahkan busurnya kearah sasaran. Dimana sudah ada foto Abi di sana, entah dari mana Quin mendapatkannya, yang jelas foto itu adalah sasaran kekesalan Quin.


.


.


Sudah 2 hari Abi mencoba menemui Quin, namun Quin seakan menghindarinya. Abi pun merasa bersalah atas kelancangan yang di buatnya saat itu.


" Dokter Abi? Tumben ke sini?"


" Eh, Dokter Anggel. Iyaa, lagi kepingin menikmati Cake aja.."


Anggel pun menganggukkan kepalanya.. "Dokter mau saya temenin?"


" Boleh.."


Anggel pun duduk, dan bercerita dengan Dokter Abi. Anggel sudah mengirimkan pesan kepada Quin, jika dirinya sudah berada di toko, namun sedari tadi Quin tidak juga keluar. Tak berapa lama pintu terbuka, dan menampilkan Veer yang datang bersama Nafi.


" Waahh... tumben banget bareng?"


Anggel menutup mulutnya saat mendapat pelototan dari Veer.


" Kami ada bisnis, kebetulan Nafi ingin makan cake."


Veer menatap kearah Abi, kening Veer berkerut seakan mengingat di mana pernah mengenal Abi.


" Ah, kenalin. Ini Dokter Abi. Yang sempat heboh saat itu."


" Heboh?" beo Abi.


Anggel hanya tersenyum, Namum Abi berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Veer.


" Abi.."


" Veer..


" Abi"


" Nafisa"


" Kalian udah sampai?" Quin keluar dari persembunyiannya.


Quin langsung melenggang dan menggandeng Nafi. " Ayoo.."


Veer pun mengikuti Quin dan Nafi yang masuk keruangan pribadi mereka.


" Dokter Anggel kenal dengan Tuan Veer?"


" Oh, Veer sepupu saya."


Abi membesarkan matanya. Jadi itulah alasan kenapa Quin bisa kenal dengan Veer.


" Apa itu sebabnya Qila juga dekat dengan Veer dan Zein?" Gumam Abi yang di dengar oleh Anggel.


" Tentu saja mereka dekat, karena kami besar bersama.


Abi terperanjat dan tersenyum kaku.


' Apa aku udah salah yaa menilai Qila? Tapi, jika mereka hanya berteman, apa sedekat itu? Hingga memerlukan waktu berdua untuk berbicara di rooftop?, ah.. mungkin mereka merahasiakan hubungannya dari Anggel.' Batin Abi.


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.

__ADS_1


__ADS_2