
" Dek, besok anniversary Mami dan Daddy."
" Iya Mbak, kita kasih kejutan apa yaa?"
Saat ini Kesya sedang mengunjungi Baby Zein. Dan mereka sedang berada di kamar Vina karena Baby Zein baru saja menyusu dan tertidur.
" Emm, Kalo bisa sih di rumah aja. Enaknya buat acara apa ya?"
" Gimana kalo Barbeque?"
" Ide bagus dek, Nanti Mbak kabari ke Mas Bara ya. Kamu jangan capek-capek kali."
" Iya Mbak"
" Oh ya dek, Semoga dengan kita membuat acara keluarga begini, Mami gak marah lagi sama Mas Bara ya.
" Hmm, iya Mbak."
" Tapi Mbak heran deh, Mas Bara kok gak sedih gitu ya putus sama Lia? apa lagi tau dia selingkuh. Bisa-bisanya aja gitu Mas Bara bersikap biasa aja kayak gak ada masalah."
" Emm, mungkin Mas Bara sudah lama menyiapkan hatinya Mbak" Ucap Kesya kikuk.
Vina memicingkan matanya. Vina tau, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kesya.
" Ada yang kamu sembunyikan?" Tanya Vina penuh intimidasi.
" Emm, sebenarnya.." Kesya pun menceritakan gosip yang terjadi di toko kue. Bara sering mengunjungi Sasa, dan tak jarang Bara sering memaksa Sasa untuk mengajaknya makan siang, ataupun mengantar Sasa pulang.
" Mami sih sudah curiga dari awal"
Tiba-tiba saja Mami Shella ikut nimbrung dengan obrolan Kesya dan Vina. Vina dan Kesya saling memandang, apa Maminya mendengar rencana mereka?
" Mami, Mami kapan sampai?" Tanya Vina gugup.
" Baru aja, saat kalian menceritakan tentang Bara dan Sasa." Mami Shella mengambil posisi duduk di pinggir kasur samping Kesya.
Kesya dan Vina menghela napan pelan. Setidaknya Mami Shella tidak mendengarkan rencana mereka untuk memberikan kejutan.
" Sebenarnya Mami udah lama curiga sama Bara. Bara itu gak pernah terlihat sangat akrab dengan perempuan yang bukan saudanya. Bahkan sama Febi yang sepupu kamu aja, Bara tidak terlalu akrab seperti Bara dengan Sasa."
" Iya sih Mi"
" Awalnya Mami sering mencium parfum perempuan, wanginya sangat lembut dan terasa manis seperti kue. Mami fikir Bara mengganti parfumnya, tapi ternyata tidak. Tapi saat Mami berkunjung ke toko kamu, Mami berpas-pasan dengan Sasa, Mami menxium parfum yang sama dengan yang sering menempel di baju Bara. Awalnya Mami fikir, parfum itu bisa saja mirip dengan Sasa. Namun saat Sasa bantuin kamu di rumah buat kue, Mami di situ sangat yakin sekali, jika ada sesuatu yang terjadi antara Bara dan Sasa." Uajr Mami Shella dengan menggebu-gebu.
" Hah, anak itu, Jika dia suka sama Sasa, seharusnya dia menyatakan cintanya. Bukannya mempertahankan perempuan yang tidak setia" Kesal Mami Shella.
" Ah, sudah lah, Mami masih kesal jika mengingat si Bara itu. Mau nya di bodohi dengan perempuan".
Kesya mengelus tangan Mami Shella. " Mi, udah ya, jangan kesal-kesal lagi dengan Mas Bara"
__ADS_1
" Hah, gimana Mami gak kesal coba. Dia sudah tau Lia selingkuh sejak lama, tapi dia masih saja mempertahankan hubungan yang tidak sehat itu"
" Hmm, mungkin Mas Bara punya alasannya Mi. "
Mami Shella memandang wajah Kesya dan Vina bergantian. " Hah, Mami rasa ingin sekali menguliti si Lia itu. Dan mencabut satu persatu rambut Bara. Mami kesal, kesal kesal"
Kesya dan Vina hanya bisa menghela napasnya kasar. Mami Shella benar-benar kesal dan Marah dengan Bara. Jika sudah begini, akan sulit bagi mereka untuk mendamaikan Bara dengan Mami Shella.
Keesokan harinya, Kesya mengajak Mami Shella untuk makan siang di luar. Sedangkan Daddy Roy masih berada di kantor. Bara dan Vina menyiapkan keperluan untuk kejutan anniversary Daddy Dan Mami Shella yang ke 31 tahun.
Kesya mengirim pesan kepada Sasa untuk tidak lupa membawa cake yang sudah di buatnya tadi malam. Sasa pun segera berangkat menuju rumah Mami Shella, walaupun dalam hati dia merasa berat untuk ke sana, karena sudah pasti mau tidak mau dia harus bertemu dengan Bara.
" Assalamualaikum" Sasa mengucap salam setelah menekan Bel berkali-kali.
" Walaikumsalam, iyaa sebentar" Terdengar suara sahutan dari dalam.
Sasa sudah menggigit bibirnya, karena dia sangat mengenal dengan suara bariton yang menyahut salamnya. Mengingat kejadian tadi malam, membuat Sasa bingung harus bersifat seperti apa. Senyum Bara langsung mengembang saat melihat Sasa berdiri di depan pintu dengan memegang sebuah kotak.
" Masuk mungil"
" Emm, gue langsung balik aja deh."
" Kok gitu, masuk aja dulu." Bara berusaha menarik tangan Sasa, namun Sasa mundur beberapa langkah hingga Bara hanya menggapai angin.
" Sasa, ya ampun. Pas banget deh kamu datang." Vina yang tiba-tiba saja datang dari belakang Sasa langsung merangkul Sasa dan memaksa Sasa untuk ikut masuk kedalam rumah.
Sasa dengan terpaksa mengikuti Vina. Vina meletakkan cake yang di bawa oleh Sasa ke dalam kamar Bara. Karena memang kamar Bara terletak di lantai dasar.
" Emm, itu.. Di toko cuma ada Lena dan Bela Mbak, gak enak kalo saya tinggal lama." Tolak Sasa halus.
Memang Benar, saat ini di toko hanya ada Lena dan Bela, Ica sedang off, jadi hanya ada mereka bertiga.
" Ck, gampang itu Mah." Vina mengeluarkan ponselnya, kemudian menghubungi seseorang, yang sepertinya Sasa sangat tau siapa.
" Key, Toko setengah hari aja ya. Mbak pinjam Sasa buat bantuin Mbak di sini. Dan, Mbak juga mau memastikan sesuatu" Bisik Vina di akhir kalimatnya.
"......."
" Baik lah, Selamat bersenang-senang" Vina mengakhiri panggilannya.
" Beres, Jadi kamu hari ini, bantuin Mbak ya. Nanti malam juga kamu harus ikut acaranya ini"
" Tapi Mbak, saya gak enak kalo harus ikut, inikan acara keluarga Mbak. Jadi, Sehabis bantuin Mbak, saya pulang ya"
"Gak ada penolakan, Pokoknya kamu nanti malam juga harus ikut bergabung. Oke.."
" Tapi Mbak__"
Vina langsung meletakkan jarinya di bibir Sasa, karena tidak mau mendengar alasan apapun lagi. Sasa dengan terpaksa menelan kembali kata-kata nya yang ingin di keluarkannya.
__ADS_1
Sasa bingung, apa yang harus dia lakukan. pasalnya sudah ada pihak Organizer yang sudah mengerjakan semuanya. Vina hanya memerintah dan melihat-lihat. Sasa bingung harus ngapain, jadi dia memilih terus berada di dekat Vina, karena Bara yang selalu mendekatinya.
" Sa, Bantuin aku masak yuk"
Sasa pun menganggukkan kepalanya. Sasa mengikuti Vina ke dapur. Dengan cekatan Vina mengeluarkan bahan-bahan yang akan di masak. Sebenarnya Saat ini Sasa merasa lapar, karena dia belum makan siang dan sudah langsung menuju ke rumah Mami Shella.
Kriiukkk...
Sasa memegang perutnya, dan wajahnya sudah panas karena malu. Bunyi perutnya sangat kuat, hingga Vina terlonjak kaget mendengarnya.
" Kamu belum makan?" Tanya Vina yang menahan tawanya.
Sasa menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kenapa tidak bilang dari tadi? Ha..ha..ha.."
Tak berapa lama Bara datang dengan membawa 2 kota Pizzia.
" Pas banget nyampe nya. Sasa ternyata belum makan dan udah aku ajak kerja aja" Ujar Vina dan mengambil kotak Pizzia dari tangan Bara.
" Kamu belum makan?" Tanya Bara khawatir.
Vina melirik Abangnya itu, dari nada bicaranya saja terdengar sangat romantis, tatapan matanya juga, ternyata apa yang Kesya bilang benar, Bara punya hati dengan Sasa, tapi tidak dengan Sasa.
" Sa, sini"
Sasa dengan cepat meninggalkan Bara dan duduk di sebelah Vina.
" Gak usah malu-malu. Habisin sekenyang-kenyangnya" Ujar Vina dan mengambil satu potong Pizzia dan memasukkannya ke dalam mulut.
" Makasih Mbak, " Sasa melakukan hal yang sama, sedangkan Bara? Hanya melihat dua wanita cantik yang berada di depannya saja dia sudah merasa kenyang.
Tatapan Bara terus ke arah Sasa, dan itu tertangkap oleh Vina. Entah kenapa terlintas ide untuk menjahili abangnya itu.
" Sa, aku dengar kamu udah jadian dengan Jodi?"
uhukk uhukk uhukk
Braakkkk...
" Gak boleh" Teriak Bara sambil menggebrak meja. sedangkan Sasa sudah terbatuk mendengar pertanyaan Vina.
.
.
..** Hai readers...
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
__ADS_1
Terima kasih. Salam KesAr.
.