KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 61 'Puput dan Fadil?'


__ADS_3

" Fadil??" Seru wanita yang berbincang dengan Arka dan Kesya, membuat mereka semua menolehkan kepalanya melihat Fadil yang baru saja berdiri di samping Puput.


Fadil langsung merengkuh pinggang Puput dan merapatkan tubuh Puput ke tubuhnya. Puput membelalakkan matanya menatap Fadil, tidak hanya Puput, tapi mereka semua menatap Fadil dengan tatapan penuh arti.


Puput ingin melepaskan tangan Fadil yang merengkuh pinggangnya.


" Hai Renata, apa kabar?" Sapa Fadil seolah-olah tidak pernah terjadi apapun kepada mereka.


" B-baik, i-ini siapa?" Tanya gadis yang menyapanya tadi yang bernama Renata.


Puput sudah ingin melepaskan tangan Fadil, dan ingin mencakar wajah Fadil, namun semua gerakannya terhenti karena suara Fadil yang membuat Puput menatapnya dengan murka. Sedangkan yang lain menatap dengan tatapan tak terduga, kecuali Arka yang sudah tau alurnya akan kemana.


" Dia ini Pacar gue, dan sebentr lagi kami akan menikah. Ya kan sayang" Ucap Fadil kepada Puput.


Kesya dan Gilang saling bertatapan, dan menatao kembali ke arah Puput dan Fadil dengan tanda tanya besar.


" Benarkah? " Jawab Renata dengan sedih.


" Bagus lah kalo kamu sudah menemukan seseorang. Setidaknya kamu bisa move on dari seseorang" ucap pria yang berada di sebelah Renata, yang bernama Brian.


Fadil mengeraskan rahangnya.


" Em, bagaimana kalo kita ngobrol dulu. Kebetulan Brian adalah penanggung jawab festival ini" Ujar Renata.


' cih, jika tau dia penanggung jawab di sini, males banget gue datang' Batin Fadil.


" Sayang, bagaimana kamu bisa mengajak mereka. Takutnya ada yang tidak nyaman dengan keharmonisan kita" Ujar Brian.


" Baik, kebetulan kaki pacar gue udah pegel. Gimana kalo kita beristirahat dulu. mengikuti tawaran Renata" Ajak Fadil kepada yang lainnya. Dan merekapun menyetujuinya.


Sebenarnya Arka ragu, tapi melihat wajah Fadil yang terlihat tenang, dan beruntunglah ada Puput di sebelahnya, jadi dia tidak akan terlihat lemah.

__ADS_1


Saat ini mereka bertujuh sedang duduk di sebuah stand khusus untuk panitia. Brian menyuruh anggotanya menyiapkan makanan dan minuman untuk tamunya. Tak segan dan tak malu, Brian mengumbar kemesraan di depan Fadil. Brian mengelus rambut Renata, yang dulu sangat di sukai Fadil. Menggenggam tangan Renata dan menciumnya. Yang dulu mampu membuat Fadil bangga memiliki Renata.


Renata merasa risih terhadap perlakuan Brian kepadanya. Bukan karena dia tidak cinta Brian, tapi karena ada Fadil yang dulu juga pernah ada di hidupnya.


" Woow, ice cream nya lembut banget" Ujar Puput, yang mana membuat Fadil menolehkan kepalanya ke arah Puput.


" Kamu suka?" Tanya Fadil lembut seakan penuh cinta.


Puput rasanya ingin sekali memutar bola matanya mendengar kata lembut yang keluar dari mulut Fadil, yang biasanya hanya bisa berkata kasar kepadanya. Jika tadi dia tidak mengancam dirinya, saat ini mungkin Puput tidak akan bersandiwara mengikuti keinginan Fadil.


Fadil memilih orang yang tepat jika urusan mematahkan hati seseorang, karena Puput tidak hanya cantik, tapi juga jago akting.


" He'em. Cobain deh" Ujar Puput sambil menyulangi sesendok ice cream ke dalam mulut Fadil. Dan dengan senang hati Fadil membuka mulutnya demi memperlihatkan keromantisan di depan sang mantan kekasih yang telah menyakitinya teramat sangat dalam.


Kesya dan Gilang hanya menatap Puput dengan tatapan tidak percaya. Hanya mereka berdua yang tidak paham akan situasi ini.


" Enak kan?" Tanya Puput yang mendapatkan anggukan serta senyuman termanis milik Fadil.


Puput kembali menyuapkan sesendok penuh kedalam mulutnya, untuk menetralkan rasa panas di dalam hatinya. ' Iissh, males banget sebenarnya gue baik ma ni cowok' Batin Puput.


" Eem, ini tisu. Bibirnya belepotan" Ujar Renata ramah kepada Puput sambil menyodorkan sekotak tisu.


Puput mengambil selembar dengan anggun, kemudian membersihkan bibirnya dengan tidak kalah anggun.


" Itu, sebelah situu" ujar Renata yang memang duduk berhadapan dengan Puput, menunjuk jika masih ada sisa ice cream dia bibirnya.


Entah apa yang membuat Fadil melakukan hal gila yang membuat semua orang di sana tercengang sambil membuka mulutnya. Bahkan Renata sudah berkaca-kaca melihatnya.


Fadil menoleh ke arah Puput yang sedang membersihkan bibirnya. " Coba liat?" Juar Fadil dan saat Puput menolehkan wajahnya ke arah Fadil, Fadil langsung melahap bibir Puput. menghisap rasa manis ice cream yang masih tertempel. Puput hanya mampu membelalakkan matanya dengan tubuh yang kaki.


Fadil melepaskan ciumannya. Yang mana membuat Puput menatapnya beberapa detik, Di saat fikirannya mulai jernih kembali, Puput berdiri dan meninggalkan meja tanpa berkata sepatah kata apa pun.

__ADS_1


Fadil mengejar Puput, dan ajaibnya Arka tidak melihat Fadil menoleh kembali kearah Renata. Bahkan wajah Fadil terlihat santai walaupun sudah beraninya mencium Puput di depan umum. Apalagi di depan sahabat baiknya.


" Emm, kami permisi dulu. Terima kasih atas jamuannya." Ujar Kesya lembut dan berdiri meninggalkan Renata dan Brian yang masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Di susul oleh Arka dan gilang.


Di pintu gerbang terlihat Fadil yang sedang meminta maaf kepada Puput.


PLAAAAKKK..


" Gue bantu Lo bukan berarti Lo seenaknya aja nyium-nyium Gue. Dan kalo bukan karena rahasia gue yang Lo pegang, gua gak akan bantu Lo. Dan apa yang telah Lo perbuat dengan ikuti ego Lo yang masih belum bisa move on dari mantan Lo yang brengsek itu.


Hiikss. ... Sekarang Lo malah mempermalukan gue di depan mantan Lo dan Sahabat gue? Lo fikir gue cewek apaan hah? Hiikss" Pekik Puput yang meluapkan emosinya kepada Fadil.


Saat Kesya ingin memeluk Puput, Fadil langsung meraih tubuh Puput, dan menbiarkan Puput meronta-ronta serta memukuk- mukul dirinya. Seperti ada rasa sakit di hatinya saat melihat Puput menangis seperti itu.


Setelah di rasa Puput tenang, Fadil melepaskan pelukannya.


" Bisa Lo jelasin ke gue semuanya?" Ucap Gilang yang sudah menahan amarahnya.


Dan di sinilah mereka, di sebuah restoran. beruangan VIP, yang tidak akan ada siapapun mendengar pembicaraan mereka.


Fadil menceritakan tentang siapa Renata dan Brian. Yang mana Renata adalah mantan kekasihnya, dan sengaja mendekatinya untuk membuat keluarga Fadil hancur. Sedangkan Brian adalah kakak tirinya, yang ingin melihat kehidupan Fadil hancur kehilangan seseorang yang sangat di cintainya. Seperti yang di rasakan oleh ibunya, saat Ayah Brian menikahi ibu Fadil. dan lahirnya Fadil ke dunia. Renata dan Fadil sudah akan menikah, Namun Renata tidak hadir saat di hari pernikahan mereka. Bahkan terdengar kabar bahwa Renata menikah dengan Brian. Yang membuat Fadil frustasi, malu, patah hati, dan hancur di buat oleh renata. Seluruh aset milik Fadil, telah di pindah namakan oleh renata secara diam-diam keatas nama Brian.


Arka lah yang tetap setia menemani Fadil. Bahkan saat Fadil harus melakukan psikiater, Arka juga lah yang membiayai nya. Bahkan hutang Bank yang dimiliki Renata dan Brian, yang di atasnya namakan Fadil pun. Arka juga yang membayarnya, dengan syarat Fadil bekerja untuknya. dan berusaha untuk melupakan Renata. Inilah salah satu alasan Arka tidak ingin mengenal sembarang wanita, walaupun mereka berasal dari keluarga yang kaya sekalipun. Tapi berbeda saat arka bertemu dengan Kesya. Dia merasakan seperti menemukan sesuatu yang hilang dari dirinya. Dan hanya Kesya lah pelengkap di dirinya.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai, author cuma mau bilang, kalo Bab ini dan selanjutnya menceritakan tentang Fadil dan Puput. Tapi tetap ada Kesya dan arkanya. dan rahasia Puput yang dimiliki oleh Fadil akan terkuak di Bab selanjutnya. pantengin teruus yaa up.. up.. up.. nya..


selamat membaca, dan jangan lupa Like dan Vote nya..


__ADS_2