KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 112 " Ando"


__ADS_3

Kesya sedang melayani pelanggan saat seseorang datang dan menyapanya.


" Tuan Ando, selamat datang. Ada yang bisa di bantu?" Ucap Kesya ramah.


" Ahh, Iya.. Emm.. begini, Mama saya hari ini ulang tahun, Jadi saya mau pesan kue yang spesial" Ujar Ando berseri.


"Oke, Mari ikut saya. "


Ando pun mengikuti langkah Kesya. Kesya menunjukkan beberapa macam kue yang mungkin sekiranya cocok dan berkenan di hati Ando.


" Semuanya cantik, saya bingung milihnya. He..he..he..."


Terdengar pintu terbuka dan menampilkan sesosok cewek cantik yang penuh keringat. Berkeringat aja cantik, gimana kalo lagi gak?


" Gila nyebelin banget tu beruang. Rasanya pingin gue tenggelamin kelautan terdalam." Gerutunya tanpa melihat keadaan sekeliling.


Dengan santai Puput membuka tutup botol air mineralnya dan meneguk nya dengan ganas. Seakan baru melintasi gurun pasir yang tandus. Hingga sedikit air mengalir dari sudut bibirnya. Dengan posisi yang menyandar ke meja kasir.


Kesya dan Ando memperhatikan Puput yang sampai saat ini belum menyadari jika ada Ando di sebelahnya.


"Ekheem" Deheman Kesya mengalihkan perhatian Puput, dan..


Byuurrrr...


Kesya membelalakkan matanya saat melihat Puput menyemburkan air yang berada di dalam mulutnya ke arah wajah Ando.


Puput menganga tidak percaya dengan pandangan yang berada di depan matanya.


"Maaf.. Maaf.. "Ujar Puput sambil meraih tisu dan membersihkan wajah Ando serta baju nya yang basah.


Bukannya marah, Ando malah membiarkan Puput membersihkan wajahnya, tanpa Puput dan Kesya sadari jika ada terbesit senyum tipis di bibir Ando.


" Maafin saya ya, saya gak sengaja. Saya terlalu terkejut melihat ada pria tampan berdiri di samping saya" Puji Puput.


Ando hanya tersenyum menanggapi ucapan Puput. Hingga mata mereka bertemu dan saling menatap satu sama lain.


" Eheem"


Ando dan Puput mengalihkan perhatiannya kembali ke Kesya.


"Tuan Ando gak pa-pa?"


" Gak Pa-pa"


""Put, Lo kenapa sih" Bisik Kesya sambil melirik kearah Ando.


"Sorry, gue terkejut kalo ada pangeran di samping gue" Balas Puput.


Deheman Ando mengalihkan perhatian mereka.


"Ah, Tuan Ando, Maaf. Emm jadi milih yang mana?


Ando yang tadinya ingin mengeluarkan kata-katanya untuk Puput, harus menyimpan kembali kata-katanya karena suara merdu Kesya.


" Semuanya terlihat menarik, saya bingung. Atau saya beli semuanya?" Tanya Ando.


Kesya dan Puput terkekeh.


" Pacarnya banyak ya Mas, Sampe harus borong semua" Ujar Puput.


Ada rasa sesuatu yang menggelitik di hati Ando saat mendengar Puput memanggilnya 'Mas'. Bisakah dia mendengar kata itu setiap hari?


" Tidak, saya ingin membeli kue untuk Mama saya, karena beliau ulang tahun hari ini"


Terlihat bibir Puput membulat seraya mengatakan OOO..


" Emm, Maukah Nona Puput memilihkannya satu untuk saya?"


Puput terkejut mendengar permintaan Ando.


"Saya?" Tunjuk Puput kearah dirinya.


Ando menganggukkan kepalanya.


" Tapi bagaimana jika beliau tidak suka dengan pilihan saya"


" Saya yakin kalau beliau pasti suka"


" Hmm, baiklah. suatu kehormatan bagi saya. Eemm, sebelumnya Mama Mas Ando orangnya gimana?'


" Beliau cantik, baik, lembut, dan penyayang"

__ADS_1


Puput menganggukkan kepalanya tanda mengerti, Puput melihat kue yang menurutnya cocok dengan kepribadian yang disebutkan oleh Ando.


Pilihan Puput jatuh kepada chiffon cake yang terdiri dari dua lapis dan di tengahnya terdapat buah strawberi, sedangkan paling atas cake tersebut terdapat parutan keju yang menggoda dan hiasan buah strawberi, anggur, dan Bery.


"Pilihan yang tepat" Tambah Kesya.


Ando tersenyum. "Baiklah, saya pilih yang itu"


Kesya mengambil cake tersebut dan menyuruh anak buahnya untuk memasukkannya kedalam Mika atau kotak transparan.


Selagi menunggu kue nya siap di bungkus, Ando berbincang-bincang dengan Puput. Kesya menangkap sesuatu yang menarik. Sepertinya Ando tertarik dengan Puput, dan begitu juga sebaliknya. Tapi bagaimana dengan Fadil?.


Kesya mengendikkan bahunya, Kesya tidak ingin mencampuri urusan mereka.


"Sayang" Panggil Arka yang memutuskan lamunan Kesya.


" Eh, udah nyampe?" Kesya menghampiri sang suami, mencium punggung tangannya, dan Arka mengecup kening sang istri.


Kesya melihat kearah Fadil yang saat ini sedang menatap Puput yang tengah berbincang dengan Ando.


" Bukannya itu Ando? kenapa Puput bisa kenal? Gumam Fadil yang masih terdengar oleh Kesya dan Arka.


" Ahh, waktu itu gak sengaja jumpa di mall." Jawab Kesya.


Terlihat Fadil mengeraskan rahangnya saat Puput membersihkan sesuatu di bahu Ando. Ando dan Puput berjalan bersama sambil tertawa mendekati Kesya, bisa di bilang menuju meja kasih sebenarnya karena pesanan Ando sudah siap.


Ando yang melihat Arka langsung saja mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Arka.


" Apa kabar Tuan Muda Arka?"


" Alhamdulillah baik, bagaimana dengan Tuan Muda Ando?"


" Saya baik"


"Baiklah, terima kasih banyak Nyonya muda, Dan Nona Puput. Saya permisi dulu" Pamit Ando.


Setelah kepergian Ando, Fadil menarik tangan Puput dengan sedikit kasar.


"Akkhh, sakit " Rintih Puput mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Fadil.


Fadil melepaskan tangan Puput, setelah mendudukkan Puput di salah satu kursi di sudut cafe.


" Kenapa memangnya? Ada larangannya?"


" Gue gak suka."


" Bukan urusan gue"


" Jelas itu harus jadi urusan Lo, karena Lo pacar gue"


" Oh ya.. Bagaimana bisa gue jadi pacar Lo, kalo Lo sendiri gak yakin sama perasaan Lo" Pekik Puput yang mana membuat semua mata tertuju kepada mereka. Termasuk Kesya dan Arka.


Kesya dan Arka saling bertatapan. Arka mengendikkan bahunya seolah mengatakan kalo itu bukan urusan mereka. Bagaimana bukan urusan mereka jika Fadil dan Puput bertengkar d toko Kesya.


Kesya ingin menghampiri mereka, tetapi Arka menahan pergerakan Kesya.


" Biar mereka menyelesaikan permasalahan mereka. Belum saatnya untuk kita ikut campur dengan masalah mereka." Ujar Arka.


Kesya menghembuskan napasnya, dan mencoba fokus kepada bungkusan makanan yang di bawa Arka tadi.


"Key, gue balik duluan ya" Ujar Puput dengan mata yang memerah.


" Gak makan dulu?"


" Gak lapar dan gak selera."


Setelah berpamitan dengan Kesya dan Arka, Puput langsung melangkah pergi. Sedangkan Fadil masih terdiam membeku di tempat mereka tadi. Sepertinya ada kata-kata Puput yang membuat Fadil membeku.


" Ando kok bisa akrab dengan Puput?" Tanya Arka tiba-tiba.


Kesya menimbang, haruskah dia menceritakan kejadian keseluruhan saat makan siang?


" Mas ingat kan kalo kami gak sengaja jumpa dengan Ando saat di mall?"


Arka menganggukkan kepalanya.


" Ando mengajak kami makan siang, saat selesai makan, Ando merasa punggungnya terasa sakit saat dia ingin berdiri, dan setelah itu kami mengantarkan Ando ke rumah sakit. Tetapi berhubung Mas ngehubungin aku, Jadi hanya Puput yang menemani Ando ke rumah sakit" Jelas Kesya.


Tapi selepas itu mereka tidak lagi saling berhubungan. Padahal kata Puput mereka sudah saling mengganti nomor telepon.


Arka seolah berfikir. Ada yang aneh terhadap Ando. Jika dia sengaja datang ke toko kue milik istrinya karena tertarik dengan sang istri, mana mungkin wajah Ando bisa sesumringah itu menatap Puput. Atau jangan-jangan....

__ADS_1


Lamunan Arka terputus karena Fadil yang tiba-tiba duduk dengan menghembuskan tubuhnya di sofa.


"Kusut banget" Canda Arka.


Fadil hanya melirik dan menghembusjan napasnya kasar.


Kesya menyikut sang suami, seakan bertanya 'Kenapa?'


Arka mengangkat bahunya, dan kembali mencomot potongan buah yang berada di hadapannya.


Di sisi lain, Ando tengah tersenyum sambil menonton tv, tetapi pandangannya tidak fokus kepada TV.


"Anak Mama kok senyum-senyum? Kenapa?"


Ando menoleh kepada sang Mama, dan tersenyum lebih lebar sambil merentangkan kedua tangannya.


"Selamat ulang tahun Mama ku sayang" Ando memeluk sang Mama.


"Terima kasih kesayangan Mama" Ujar Ana.


Ando menyuruh salah satu ART membawa kue yang di belinya tadi.


" Wah, kayaknya enak ni" Ujar Mama Ana.


Ando memotong kue tersebut dan memberikannya kepada sang Mama. Mama Ana memotong dalam potongan kecil dan memasukkannya kedalam mulut.


"Emm, enak banget.. Di mana kamu beli?"


" Di tempat toko kuenya Nyonya Muda Moza" Ujar Ando sambil tersenyum membayangkan sesuatu yang hanya dirinyalah yang tau.


Mama Ana yang melihat Ando tersenyum setelah mengucapkan nama toko kue tersebut, memicingkan matanya dan menatap Ando curiga.


"Sayang, kenapa senyum-senyum?"


"Hah? Eng-enggak kok.. "


"Ck, jangan bohong sama Mama"


Ando menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Anu, sepertinya Ando tertarik dengan seseorang" Uajr Ando sambil tersenyum malu.


Mama Ana langsung terbatuk mendengar ucapan Ando. Jangan-jangan Ando tertarik kepada istri orang. Tidak di pungkiri, jika istri Arka itu sangat cantik, dan ramah. Wajar saja jika Ando bisa menyukainya. Tapi jangan sampai itu terjadi. Fikir Mama Ana.


" Emm, jangan bilang kalau kamu suka sama is___"


" Mama, Ando bukan pebinor."


Mam Ana menaikkan alisnya sebelah. "pebinor?"


" Perebut istri orang" Jelas Arka.


Mama Ana mengangguk-anggukkan kepalanya. "Lalu?"


" Teman dari Nyonya Muda Moza, namanya Puput, sepertinya Ando tertarik dengannya."


Ujar Ando sambil tersenyum malu.


Mama Ana bersyukur dan bernapas lega. Jika anaknya tidak menyukai istri orang lain.


"Boleh Mama bertemu dengannya?" Tanya Mama Ana antusian.


Ando menatap sang Mama dan memeluknya. "Tentu".


.


.


.


.


.


Hai readers. Fadil sepertinya ada saingan nih. Gimana menurut readers?? Puput cocoknya sama siapa? Fadil atau Ando?.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..

__ADS_1


__ADS_2