KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 115 " Gara-gara Mili"


__ADS_3

Kesya tengah sibuk membantu Mbak Mega menyusun kue ke meja hidang. Puput juga berada di sana dengan tampilan yang terlihat sedikit kurang ceria. Terlihat kantung mata di bawah matanya.


" Lo baik-baik ajakan?"


" Hmm, sejelas itu?"


" Gue udah kenal Lo lama banget, mungkin orang lain gak bakal sadar, tapi gue sadar dengan kondisi Lo"


" Hah, kenapa percintaan gue gak pernah semulus wajah gue yang glowing sih" Gerutu Puput.


Kesya terkekeh. " Emangnya Lo cinta sama kak Fadil?"


Puput menghentikan gerakannya yang sedang membantu Kesya menyusun kue pie keatas piring. Puput memasukkan satu potong kue pie kedalam mulutnya, hingga mulutnya penuh.


" Gak usah di jawab, gue udah tau jawabannya" Ujar Kesya tersenyum kecut.


" Jawaban apa?"


Puput dan Kesya terkejut dan menatap pria yang berdiri menjulang tinggi sambil merangkul istrinya yang tengah hamil.


" Urusan perempuan, " Jawab Puput ketus.


"Oh ya, gue titip istri gue ya,"


"Lo kira dia barang apa di titip" Ketus Puput lagi, Kesya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Yaa gak sih." Gilang menatap kue pie yang tengah di susun oleh Kesya. " Wah, emang kalo rezeki gak kemana"


Gilang mengambil 4 potong kue pie, 2 di masukkan kedalam mulut sekaligus.


" Buset, tu muluy apa bagasi" sindir Kesya


Yang di sindir hanya mengendikkan bahu dan berlalu. Mili sang istri hanya terkekeh melihat tingkah konyol sang suami.


" Kemarin Mas Gilang minta aku buatin Kue Pie. Tapi perut aku sering keram akhir-akhir ini Mbak, makanya gak sempat belajar sama mbak." Jelas Mili.


Semenjak jatuh cinta dengan Gilang, Mili selalu belajar memasak dan membuat kue kesukaan Gilang. Dia mengingat pepatah sang Papi, Dari mulut turun ke hati. Semakin enak masakan untuk suami, semakin besar cinta sang suami kepada istri. Karena indera perasa tidak akan pernah bohong.


" Udah periksa ke dokter?" Tanya Kesya.


" Udah mbak, katanya karena kecapean."


" Ya udah, kamu duduk aja di sana"


" Males Mbak, pingin Deket Mbak aja, biar cepat nular kata Mami" Mili mengucapkannya dengan tulus.


Kesya mengelus perut Mili, kemudian dia mengelus perutnya. " Biar cepat nular". Ujar Kesya sambil tersenyum.


" Emm, Mili, gue boleh ikut ngelus perut Lo gak?" Tanya Puput Malu.


" Lo mau ketularan hamil juga?" Canda Kesya.


Puput mencebikkan bibirnya. " Gue penasaran aja, pingin tau aja rasanya" Ujar Puput dengan memandang takjub kepada perut Mili.


Mili mengambil tangan Puput dan mengarahkannya ke perut buncitnya.


" Omo.." Puput terkejut saat telapak tangannya berada di perut buncit Mili. Puput merasakan ada gerakan di dalam sana.

__ADS_1


Puput memandang wajah Puput. " Apa itu sakit?" Tanya nya..


Kesya yang sempat melihat perut Mili bergerak, menjadi penasaran dan ikut memegang kembali. Dan saat ini ada 2 telapaj tangan yang berada di atas perut Mili. Mili hanya tersenyum memandang wajah terkejut di dua wanita cantik ini.


"Hah? Dia gerak-gerak" Takjub Kesya, dan saat ini mata Kesya sudah berkaca-kaca.


" Hai sayang, ini Aunty Kesya, dan ini Aunty Puput" Ujar Kesya berbicara kepada bayi Yanga berada di perut Mili.


" Hai Baby" Ujar Puput dengan suara yang di buat mengecil dan tertahan.


Tah hanya Kesya, Puput juga berkaca-kaca merasakan gerakan di perut Mili yang terasa di telapak tangannya.


" Kamu baik-baik ya di sana, kalo Daddy sering gangguin kamu dan ngunjungi kamu, yang mana buat Mami kamu kecapean, bilang sama aunty, biar aunty jewer Daddy nya" Ujar Kesya.


Puput menatap kearah Kesya. " Emang bisa daddynya ngunjungi si Baby?" Tanya Puput polos.


Kesya dan Mili berpandangan, kemudian mereka tertawa.


" Nanti kamu juga bakal tau kalo udah merit" Goda Kesya sambil mengerlingkan matanya.


Puput mencebikkan bibirnya.


" Oh ya Mbak, Mili dengar Mbak mau pergi Bulan Madu lagi?"


Kesya mendongakkan kepalanya, kemudian berdiri menatap sang adik ipar. " Bulan madu?" Ulangnya.


Mili menganggukkan kepalanya dengan polos. "Mbak gak tau?" Tanyanya.


Puput langsung mengalihkan pembicaraan, agar Mili tidak memancing rasa penasaran Kesya.


Kesya masih termanggu di tempat, sambil mengulang kata-kata Mili. " Bulan Madu?".


Merasa Puput dan Mili tak berada lagi di dekatnya, Kesya mengejar langkah mereka.


" Mili, itu kejutan dari Om Arka untuk Kesya, kamu jangan bocorin yaa. Ingat, ini rahasia" Bisik Puput.


Mili menutup mulutnya. " Maaf Mbak, Mili gak tau" bisiknya.


" Iya okey, nanti kalo dia nanya, kamu alihin aja pembicaraannya ya."


Puput langsung mengejar Mami Shella yang sedang membawa sesuatu di tangannya. Dan mengambil alih nampan bulat besar yang berisi berbagai macam buah yang sudah di potong, beserta kuah rujak.


" Biar Puput aja Mi" Ujar nya.


Tanpa Puput sadari, gerakannya sedang di perhatikan oleh 4 pasang mata yang menatapnya dengan memuja.


Puput meletakkan nampan isi buah tersebut di atas meja.


" Put, sini" Panggil Mami Laura.


Puput berjalan ke arah Mami Laura, dan tanpa sengaja Puput tersandung oleh karpet, yang mana membuat dirinya terjatuh. Puput sudah bersiap menahan malu karena kecerobohannya, dia menutup mata dan mencoba merasakan sakit di bagian tubuhnya, tetapi kenapa dia merasa ada lengan kekar dan bau maskulin yang sangat menggoda iman yang dia rasakan. Puput membuka matanya sebelah, dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang sedang menangkapnya saat ini.


" Ando?"


Pria itu tersenyum, dan membantu Puput kembali berdiri.


" Kamu gak papa?"

__ADS_1


" Lo gak papa?"


2 pria tampan bertanya kepada Puput secara bersamaan.


Puput tersenyum saat melihat Ando, tetapi tidak dengan pria satunya. Setelah berpamitan kepada Ando, Puput menghampiri Mami Laura.


" Ya Mi"


" Nah, ini Namanya Puput loh Jeng, sahabat Kesya, Put, ini namanya Tante Ana."


Puput tersenyum dan menyalami Tante Ana dengan mencium punggung tangannya. Tante Ana melihat kearah putranya yang saat ini sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum penuh arti kepada sang Mama.


" Ternyata lebih cantik aslinya dari pada di foto" Gumamnya yang masih terdengar oleh Mami Laura dan Puput.


Mami Laura mengernyit bingung mendengar ucapan Ana. Tapi ya sudahlah, itu bukan urusannya.


Fadil menatap sendu kearah Puput, yangbsudah seminggu ini bersikap dingin terhadapnya. Setelah 2 hari puput tidak masuk kerja setelah kejadian itu, Fadil mencoba memberanikan diri untuk berbicara dengan Puput dan mendarangi rumah puput, syukurlah Puput berada di rumah, dan ingin bertemu dengannya.


Puput kembali bekerja sebagai sekretaris Fadil, dengan syarat jika Fadil tidak melebihi batasnya hingga pria itu benar-benar bisa menata hatinya, dan menentukan perasaannya saat ini.


" Mbak Put, kayaknya si Mas ganteng itu tertarik deh dengan Mbak" Bisik Mili sambil menunjuk dengan dagu kearah Ando yang dari tadi memperhatikannya.


" Ah, bisa aja kamu Mil" Tawa Puput.


Kesya memperhatikan Fadil dari kejauhan, dan saat ini Kesya melihat jika Fadil tidak memperhatikan Mili, melainkan memperhatikan Puput.


" Ni orang tunggu merasakan kehilangan apa baru menyadari perasaannya?" Gumam Kesya yang di dengar oleh sang suami tercinta.


" Fadil emang gitu, Udah ngilang aja baru sadar dengan perasaannya. Trus nyesal. Itu terjadi semenjak dia kehilangan Renata. Dia tidak ingin mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, karena takut tersakiti. Dan itu salah satu kesalahan Fadil yang fatal. Dia tidak ingin memperjuangkan cintanya karena takut kecewa" Ujar Arka panjang lebar.


Tumben sekali sang suami mau berbicara panjang lebar begitu, biasanya dia akan berkata ' Itu bukan urusan kita, biar mereka sendiri yang mengatasi masalahnya'.


Kesya menatap sang suami, lalu dia teringat akan kata-kata Mili.


" Mas, Mili bilang katanya Kita mau pergi Bulan Madu? Emangnya benar? Kapan?"


Arka menatap sang istri dengan wajah gugup dan tanpa sadar keringat dingin mulak timbul dari permukaan kulitnya.


" Ha..ha..ha" Hanya tawa yang dipaksakan oleh Arka yang Kesya dengar.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..

__ADS_1


__ADS_2