
Saat ini Kesya dan Arka sudah kembali berada di dalam pesawat, Tujuan mereka selanjutnya adalah India, Dimana terkenal dengan Taj mahalnya.
Setelah memakan waktu yang berjam-jam. Akhirnya Kesya bisa menghirup udara di Negara India. Salah satu negara favorit nya dan Vina. Karena mereka sangat suka dan salut dengan budaya India yang masih sangat kuat, apa lagi film-filmnya.
Di India Kesya dan Arka menghabiskan waktu selama seminggu. Banyak tempat yang mereka kunjungi, serta makanan khas India yang sudah lama sekali ingin Kesya coba, pari Puni. Setiap film India selalu saja jajanan Pari Puni ini selalu di tayangkan, membuat Kesya penasaran dengan cemilan tersebut.
" Emm, gurih dan pedas" Ujarbkesyabdengan mulut yang penuh.
" Pelan-pelan makannya sayang," Ujar Arka sambil membersihkan sudut bibir Kesya yang belepotan.
Entah rezeki Kesya atau memelang lagi beruntung, Kesya bertemu dengan salah satu artis Bollywood tersebut. Tanpa meminta izin kepada Arka, Kesya langsung menghampiri Aksay Kumat. Pemeran India yang tinggi, hitam manis, berhidung mancung, dan pastinya sangat tampan dan maco walaupun sudah berumur 50tahunan.
Setelah mengambil beberapa gambar, dan berbincang dengan Kesya. Kesya memperkenalkan Arka kepada Aksay Kumar. Dan betapa terkejutnya Aksay Kumar saat mengetahui jika suami Kesya adalah seorang pengusaha muda yang sangat terkenal.
Aksay Kumar mengundang Kesya dan Arka untuk datang ke rumah mereka. Tentu saja Kesya menerimanya setelah meminta persetujuan kepada Aksay Kumar. Jam 7 malam, supir Aksay Kumar akan menjemput Kesya dan Arka.
" Ganteng banget yaa Mas"
Kesya tidak melihat perubahan di wajah Arka. Arka sedari tadi sudah diam, dan tidak banyak bicara.
" Mas," Panggil Kesya.
Kesya baru sadar jika suaminya ini sedang cemburu. Kesya sangat senang, itu tandanya sang suami sangat mencintainya.
" Maaf ya, aku kelepasan. Habisnya kelewat senang jumpa artis" Ujar Kesya yang sudah mulai memainkan aksi rayuannya.
" Jangan godain Mas" Ujar Arka sambil menggeram karena Kesya telah mengusap dan membuat pola abstrak di dada Arka.
" Sayaanggg" Geram Arka lagi.
Oh ya, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil menuju hotel. Karena akan bersiap untuk pergi ke undangan Aksay Kumar.
Karena tangan Kesya yang masih menggerliya di tubuh Arka, akhirnya Arka tidak tahan dan nutup pembatas antara supir dan penumpang. Tenang saja, supir tidak akan mengetahui dan mendengar apa yang terjadi di kursi penumpang.
Arka langsung menyambar bibir Kesya dengan brutal. Dan Kesya pun menyambut bibir Arka dengan penuh cinta. Sesampainya di hotel, jangan di tanyakan lagi apa yang akan mereka lakukan, sudah jelas mereka melanjutkan sesuatu yang tertunda saat di mobil.
Kesya sudah cantik dengan tampilan baju tradisional modern india Lehenga Choli. Sebenarnya baju ini terdiri dari blus yang pas di bagian pinggang dan rok panjang kembang, dan di permanis dengan selendang yang tersampir di bahu yang menjuntai hingga ke lengan.
Berhubung Arka tidak ingin tubuh sang istri dipertontonkan, untungnya blus dari baju khas India Lehenga Choli ini ada yang menutupi hingga keseluruhan tubuhnya, walaupun di bagian pusarnya terlihat, tetapi sang desainer butik langsung memasang pengait di bagian tersebut agar menutupi bagian perut yang menampakkan pusar Kesya.
Sedangkan Arka sudah sangat tampan dengan menggunakan baju tradisional India yaitu Kurta. Dimana baju tersebut berbentuk kemeja yang panjangnya selutut dan lazim menggunakan kain bahan katun atau linen, dan menggunakan celana untuk padanannya.
Dengan menggunakan warna baju yang senada, Kesya dan Arka menuju restoran yang sudah di booking oleh Aksay Kumar, dengan menggunakan mobil dan sopir yang dikirim oleh Aksar Kumar tadi.
__ADS_1
Penyambutan yang sangat membuat Kesya terharu, tetap dengan tradisi India, kehadiran Kesya dan Arka pun di sambut hangat oleh Keluarga Aksay Kumar. Dimana terdapat istrinya yang sangat cantik, dan anak-anaknya.
Makanan yang tersedia pun adalah makanan yang halal, karena sebelumnya Arka sudah berpesan untuk hal itu, dan tidak menyediakan minuman beralkohol ataupun wine.
Terdapat bermacam makanan khas India, dan juga ada manisan India yang sudah di siapkan oleh istri Aksay Kumar untuk di bawa pulang ke Indonesia. Dan yang membuat Kesya bahagia, ternyata tidak hanya dapat berjumpa dengan Aksay Kumar, melainkan juga dapat berjumpa dengan artis lain yang kebetulan juga makan di restoran mewah tersebut. Ada Arjun Rampal beserta istri, dan juga Deepika padukone beserta sang suami yang juga seorang artis.
Setelah acara makan malam yang sungguh luar biasa, Kesya dan Arka kembali menuju hotel tempat menginap. Tapi sebelum itu mereka singgah di suatu tempat, dimana tempat tersebut adalah tempat yang sangat romantis bagi Kesya. Yaa, walaupun dimana pun dan kapanpun asalkan bersama Arka, adalah hal yang paling romantis baginya.
Arka memperlihatkan Kesya pemandangan dari tempat tertinggi, dan menunjukkan lampu-lampu jalan dan kendaraan yang berlalu lalang, yang mana sorotan dari lampu kendaraan tersebut seperti bintang jatuh. Kesya merasa seperti melayang, dan memandangi bintang jatuh yang berada di bawah kakinya. Sungguh pemandangan yang luar biasa indah. Kesya memeluk sang suami, dan tak ingin membuang waktu yang telah di ciptakan, Arka memagut bibir Kesya dengan lembut. Mereka kembali saling bertukar Saliva dan mengungkapkan rasa cinta mereka yang semakin hari, setiap waktu, semakin bertambah.
Hari ini Kesya dan Arka menginjakkan kakinya di Taj Mahal. Dimana kisah tentang salah satu keajaiban dunia ini sudah sangat mendunia. Di Taj Mahal sendiri terdapat kisah cinta yang sangat mengharukan. Raja Shah Jahar sengaja membangun Taj Mahal untuk snag istri yang telah meninggal dunia karena melahirkan anak ke 14.
Setelah seminggu menghabiskan waktu di India, Kesya dan Arka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Negeri lain yang juga terdapat kisah cinta, dan mereka menulis perjalanan cinta mereka di sana.
Di Negara merah putih, Puput dan Fadil telah resmi menjalin kembali hubungan mereka. Puput yang masih mencintai Fadil, dan begitupun dengan Fadil, yang cintanya hanya untuk Puput.
"Ciee, yang baru jadian" Goda Sasa.
Saat ini Fadil dan Puput bergandengan tangan masuk kedalam toko.
" Sirik aja Lo, makanya cari pacar sana"
" Ihh, males banget. Habis-habisin waktu."
" Ya elah, jodoh tu udah di atur. Ngapain capek nyari, jadian, sayang-sayangan dan habisin waktu, trus putus. Mendingan tunggu dia datang, nyatain cinta, ngajak nikah deh. Jadi gak perlu menguras hati untuk patah hati" Uajr Sasa.
" Ya elah, macam pernah patah hati aja Lo"
Sasa hanya mengendikkan bahunya. Kenyataannya memang Sasa tidak pernah pacaran sama sekali, karena menurutnya mencari uang lebih penting dari pada pacaran. Bukannya tidak ada yang menyukai sasa, sudah banyak yang menyatakan cinta, termasuk ketua preman pasar, tapi Sasa menolaknya karena merasa buang-buang waktu untuk hal itu.
" Eh, Lo masih normal kan?" Tanya Fadil yang langsung menyembunyikan Puput di belakangnya.
Puput sudah tersenyum geli melihat wajah Sasa yang sudah memancarkan kilatan api di matanya.
" Udah bosan bernapas Lo dengan oksigen yang tersedia? atau Lo mau bernapas dengan di bantu selang oksigen?" Ancam Sasa.
Buku kuduk Fadil tiba-tiba saja langsung merinding.
" Cewek manis mulutnya jangan pedas-pedas, Entar gak laku loh" Sahut Bara yang baru saja masuk.
" Gue gak butuh pria lemah" Ujar Sasa dengan tatapan tajam setajam mulutnya netizen menatap Bara.
Fadil dan Puput sudah memandang mereka berdua sambil tersenyum.
__ADS_1
" Coba aja Mas Bara belum tunangan, pasti seru ya kalo bisa jadian sama Sasa" Bisik Puput kepada Fadil, yang masih di dengar oleh Sasa dan Bara.
" Iih, amit-amit jabang bayi" Ujar Sasa.
" Hati-hati, ntar cinta beneran loh" Goda Bara, yang tidak di gubris sana sekali oleh Sasa.
Bara, Fadil, dan Puput langsung saja duduk di cafe cake. Mereka membahas tentang orang yang mengikuti Puput selama ini.
" Gue curiga, jika dia ngincar Puput. Kenapa dia tidak langsung menculik Puput. Sepertinya ada maksud lain di balik semua ini" Ujar Bara.
" Put, kamu punya musuh?" Tanya Bara.
" Emm, Gak ada sih Mas. Terakhir sama Agus. Tapi sudah selesaikan Dil?" Ujar Puput yang di angguki oleh Fadil.
"Gue juga udah nanya sama teman-teman gue. Gak ada yang kenal dengan mereka. Kecuali mereka dari geng Mafia." Sambung Fadil.
Bara menatap Puput, kemudian terlintas satu nama di dalam fikirannya. ' Apa mungkin?? Gak gak gak, tapi jika bukan dia, siapa?' batin Bara.
Sasa datang dan membawakan pesanan mereka. Kemudian Sasa ikut bergabung bersama mereka. Setelah kejadian di kantor polisi waktu itu, Bara sudah meminta maaf dan menjelaskan tujuannya mengajak Sasa ke sana.
Fadil menatap Sasa yang baru saja duduk di sebelahnya, Sasa sengaja menggeser kursi ke sebelah Fadil, agar tidak duduk bersebelahan dengan Bara. Entah lah, Sasa merasa gak nyaman aja dengan Bara yang menggunakan seragamnya, ya walaupun dia selalu memakai jaket agar tidak terlalu mencolok karena seragam coklatnya.
" Sa, Lo gak ada kenalan gitu di geng Mafia"
Bara langsung menatap Fadil dan Sasa bergantian. Begitupun dengan Puput, dia terheran-heran kenapa Fadil sampai bisa bertanya seperti itu kepada Sasa. Karena setau Puput, Sasa anak yang baik dan kalem. Gak tau aja Puput kalo Sasa bisa segarang macan betina.
" Ada, tapi udah meninggal" Jawab Sasa santai sambil menyeruput lemon tea nya.
Fadil menatap kesal kepada sasa, jawaban Sasa itu sama saja jika dia tidak memiliki kenalan.
Buntu, Benar-benar buntu. Mereka tidak tau motif apa sebenarnya dibalik pengintaian Puput.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..