
Seluruh keluarga sudah ikut mengantar Kesya dan Arka ke bandara pribadi milik keluarga Moza. Ada Papi Farel, Mami Laura, Mami Shella, Daddy Roy, Mega, Bram, Anggelina, Vina, Vano, Puput, Gilang, Mili, dan Fadil. Minus Leo yang harus melakukan operasi.
" Sayang, Ingat jangan lupa di minum ya vitaminnya. Biar subur dan cepat kasih Mami cucu" Ujar Mami Laura yang mana membuat wajah Kesya memerah.
" Mi, Benih Raja kualitas bagus, jadi Mami tenang aja"
" Ya walaupun gitu, kamu juga harus minum itu Gingseng yang Mami beliin. Biar kamu punya stamina dan gak gampang sakit habis melakukannya." Ujar Mami Laura dengan nada menyindir untuk mengingatkan sang putra tentang malam pertamanya sebagai pengantin.
Wajah Arka ikut memerah karena candaan Maminya, Sedangkan wajah Kesya sudha memerah hingga leher.
" Udah Mi, jangan di godain terus." Papi Farel merelai Mami Laura, dan memeluk sang putra.
" Yang penting gingsengnya jangan sampai bersisa yaa. Buat tambah tenaga biar gak gampang sakit" Tambah Papi Farel.
Semua orang tersenyum karena Mami dan Papi Farel tidak henti-hentinya menggoda Arka.
Kesya dan Arka memeluk Mami Laura dan Mami Shella bergantian, kemudian memeluk Papi farel dan Daddy Roy, Lalu berpindah ke Mega dan Mencium punggung tangan Bram, kemudian beralih ke Anggelina, dan memberikan kecupan-kecupan lembut di wajahnya, membuat Anggelina menggeliat dalam gendongan baby sister.
Kesya memeluk Mili, lalu beralih memeluk Gilang. " Jangan lama-lama" Gerutu Arka.
Gilang hanya memberikan seringai senyum jahil kepadanya. Kesya beralih memeluk Puput.
" Jaga kesehatan ya, jangan lupa pulang harus udah bawa baby" Ujar puput. Kesya hanya terkekeh mendengar pesanan Puput.
Setelah berpamitan, Arka dan Kesya bergandengan tangan menuju pesawat jet pribadi mereka.
" Put, balik bareng aku?"
Puput menatap Fadil, lalu kemudian menganggukan kepalanya. Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, hingga Fadil mengalihkan pandangannya ke arah Puput karena mendengar Puput berbicara kepada seseorang.
" Halo"
"......"
" Oh, hai Ando, apa kabar?"
"......"
" Untuk apa?"
"......"
" Oh, baik lah kalau begitu, kita berjumpa di toko saja"
" ......"
Puput menyimpan kembali ponselnya setelah mengakhiri panggilannya bersama Ando.
" Siapa?"
Puput mengalihkan pandangannya menatap Gilang. " Hmm?"
" Yang telpon barusan siapa?" Tanya Fadil dengan menahan sesuatu yang menusuk di hati nya. Jangan katakan jika Puput sedang menjalin hubungan dengan pria yang bernama Ando itu.
" Oh, Teman."
" Teman atau calon gebetan?"
" Aku rasa itu bukan urusanmu."
__ADS_1
Fadil menghela napas kasar, dia tidak ingin memancing kembali amarah Puput. Beberapa hari ini hubungan mereka membaik, yaa walaupun Puput masih enggan menatap matanya.
Di udara sana, Kesya sedang bergelayut manja di lengan sang suami. Sambil bercerita tentang masa kecilnya. Arka mendengarkan cerita Kesya sambil tersenyum. Ternyata sang istri adalah pribadi yang sangat manja. Lihat saja, dia tidak ingin jauh dari suaminya, bahkan setiap pramugari menanyakan apa ada yang di perlukan oleh Arka, Kesya memajukan dirinya menutup pandangan sang pramugari tersebut. Membuat Arka terkekeh dengan tingkah menggemaskannya.
" Mas, emang nya kita mau ke mana sih?" Pasalnya dari tadi Kesya bertanya kepada Arka atau siapapun, tidak ada yang menjawab ke mana arah burung besi ini membawa mereka.
" Pokoknya ke tempat yang kamu suka" Ujar Arka sambil mencuil hidung Kesya.
" Ck, tinggal bilang aja apa susah nya sih?"
" Kejutan sayang" Arka mengecup pipi Kesya.
Kesya mencebikkan bibirnya dan merebahkan kepalanya di bahu Arka, sambil memeluk lengan Arka.
" Mau pindah ke kamar?" Tawar Arka.
Kesya menggelengkan kepalanya, sebenarnya Arka tahu jika Kesya selalu gugup jika menaiki pesawat, maka dari itu Kesya enggan menutup matanya, walaupun sudah terlihat sangat lelah.
Arka mengelus punggung tangan Kesya, tak lama kemudian Arka mendengar dengkuran halus dari Kesya, Arka tersenyum. Perlahan dia mengangkat tubuh Kesya, dan membawanya ke kamar.
Arka merebahkan tubuh Kesya di tempat tidur, dengan gerakan pelan agar Kesya tidak terbangun. Arka juga ikut naik ke tempat tidur, dan memeluk tubuh Kesya, setelah menyelimuti tubuh mereka berdua.
Entah berapa lama mereka berada di dalam pesawat, yang jelas Kesya merasa seperti sudah seharian di dalam pesawat.
" Kita mau ke mana sih Mas? Kok lama banget nyampenya?"
Saat ini mereka tengah menikmati makanan yang sudah di sajikan. Kesya makan sedikit, karena dia merasa pusing. Mungkin mabuk udara.
"Sebentar lagi sayang, kamu makan yang banyak, biar ada tenaga"
" Ogah ah, Aku pusing. Mas makannya cepat ya, trus peluk aku lagi. Aku mau tidur sambil di peluk Mas" Ujar Kesya dengan manja.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di sebuah pulau.
Kesya mentap bendera yang terpampang di dinding resort, kemudian membaca nama tempat yang mereka kunjungi saat ini.
" Bora-bora?" Gumam Kesya yang lebih terkesan bertanya kepada Arka.
Arka tersenyum dan memeluk sang istri. " kita akan dua Minggu di sini."
Kesya membelalakan matanya. " Dua minggu?" lirihnya.
Apa dia bisa bertahan dengan makanan luar negeri? Sedangkan saat di Paris saja, Kesya lebih banyak makan makanan rumahan. Karena lidah Kesya yang memang tidak cocok dengan masakan luar negeri.
Seakan tau apa yang difikirkan Kesya. " Kamu tenang aja, Mas udah bayar chef dari Indonesia, jadi kamu bisa makan masakan Indonesia."
Terlihat senyuman tercetak indah di bibir Kesya.
Mereka sudah sampai di kamar. Dengan di bawahnya adalah lautan lepas yang tenang. Bahkan saat Kesya membuka jendela, pemandangan yang di suguhkan adalah lautan biru dan hijau. Bahkan Kesya bisa melihat dengan jelas ikan-ikan cantik yang sedang berenang di bawah kaki nya.
" Apa ini dalam?" Tanya Kesya saat sudah duduk dan mencelupkan kakinya ke air.
" Mungkin, Kamu bisa berenang kan?" Tanya Arka.
Kesya menganggukkan kepalanya. Arka ikut duduk di samping Kesya, dan ikut mencelupkan kakinya.
" Kamu suka?"
Kesya menatap sang suami dan tersenyum. " Terima kasih" Cup.
__ADS_1
Kesya mengecup bibir Arka sekilas. Arka menahan tengkuk Kesya, dan kemudian perlahan ******* bibir Kesya dengan lembut. Hingga mereka harus melepaskan ciuman hangat mereka saat berada di tempat ini, karena ketukan pintu dari pelayan resort.
" Kita makan dulu, tadi mas pesan makanan buat kamu. Karena di pesawat kamu cuma dikit makannya"
Kesya mengikuti langkah sang suami.
Kesya memakan makanannya penuh kenikmatan. Dia benar-benar kelaparan, karena hanya makan sedikit saat di pesawat, di tambah lagi rasa pusing yang di deritanya saat di atas sana.
" Oh ya, ide dari mana Mas ajak aku bukan madu di sini? Kan yang dekat-dekat dari indo juga ada?" Tanya Kesya. Saat ini mereka baru selesai mandi. Yang dalam artian benar-benar mandi membersihkan diri, tanpa melakukan hal yang menjurus akan membuat Kesya hamil. Bahkan Kesya masih menggunakan Bathrobe.
" Bukannya ini tempat impian kamu ya?"
Kesya terkesiap saat Arka menarik pinggangnya dan menempelkan tubuh mereka.
" Kok Mas tau?"
Arka hanya mengendikkan bahunya.
" Pasti Mbak Vina kan?"
Arka menggeleng.
" Lalu?"
" Mas baca buku diary kamu"
Kesya membelalakan matanya, bagaimana mungkin suami super mesumnya ini bisa menemukan buku diary nya.
" Waktu itu Mas lagi cari charger, trus Mas liat ada buku biru gambar Doraemon, Mas ambil karena penasaran, eh ternyata buku diary kamu. jadi Mas baca dech" Ujar Arka tanpa rasa bersalah.
Kesya sudah menahan amarah dan rasa malunya. Bisa-bisa nya suaminya itu membaca buku diary, mau di tarok di mana muka nya. Itu adalah ungkapan hati Kesya saat masih labil alias ABG.
Kesya memang menulis jika dia ingin berlibur ke Bora-bora, Karena dia terinspirasi dari salah satu film artis Hollywood yang botak namun seksi menggoda iman, Vin Diesel. Banyak tulisan-tulisan alay yang di tulis oleh Kesya saat itu.
Kesya menatap sang suami, tercetak seringai licik di bibirnya. Kesya sudah mengerjapkan matanya, kemudian menelan ludah nya dengan susah, kembali mengingat apa saja yang tertulis di sana.
Cup.
Kesya membelalakan matanya, saat Arka menggendongnya seperti anak koala, dan mengecup bibirnya saat Kesya sudah mengalunhkan kakinya di pinggang, dan tangannya ke leher Arka.
Arka perlahan membawa mereka ke sebuah kolam yang terdapat di resort mereka. Perlahan Arka turun kedalam kolam dengan Kesya masih dalam gendongannya dan masih menggunakan Bathrobe dan masih memagut bibir Kesya. Sesampainya di dalam kolam yang hanya sepinggang Arka, Perlahan Arka melepaskan ciuman mereka, dan membiarkan Kesya mengambil napas sebanyak-banyaknya. Karena mereka akan melakukan olah raga di dalam air sebentar lagi.
Arka menangkup wajah Kesya, dan menatap matanya, perlahan kepala Arka kembali mendekat dan menciumi kembali bibir Kesya, tangan sebelah menyusup ke tengkuk Kesya, dan sebelah lagi perlahan turun untuk membuka Bathrobe milik Kesya, hingga menampilkan tubuh Kesya yang polos. Untungnya Arka sudah memesan tempat ini di luar liburan, dan menyewa agar selama 2 minggu ini tidak ada yang mendekati resort mereka, hingga Arka yang memanggilnya.
Kesya terhanyut oleh permainan Arka, hingga mereka melakukannya sambil basah-basah.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..